Dewi Loro Amis

2008 April 20
by PANGERAN 229™

Karena keinginan tahuannya terhadap kehidupan di bumi Dewi Nawangwulan yang sering kali tertangkap basah mengintip kehidupan di bumi melalui Kaca Benggala oleh Dewi Langit Ratunya Para Bidadari, akhirnya dibuang ke bumi oleh Dewi Langit Ibundanya.

Dewi Nawangwulan yang dibuang ke bumi menitis pada seorang bayi yang baru lahir tanpa nyawa yang kelak dikenal sebagai Si Bungsu yang merupakan anak dari pasangan Pujo Pengukir dan Nareswati. Tapi Nareswati meninggal ketika melahirkan anak bungsunya itu.

Si Bungsu sedari kecil dikucilkan dan selalu dibenci oleh Pujo Pangukir Sang Papa, Ambarwati dan Arumsari. Kedua kakaknya serta Tante Palupi Tante atau Buliknya karena Si Bungsu dianggap sebagai penyebab kematian dari Nareswati. Tidak segan-segan Ambarwati dan Arumsari yang dibantu oleh Tante Palupi menyiksa Si Bungsu.

Namun akhirnya Paju Pangukir sadar, Sang Papa bermaksud memeluk kembali anak bungsunya itu yang selama ini ia benci dan ia kucilkan dan memanggil kembali ke rumah besarnya.

Ambarwati. Arumsari dan Tante Palupi yang ingin menjauhkan Si Bungsu dari Danur Brata seorang pemuda gagah dan tampan, meminta pertolongan pada Nyi Pungguk seorang Dukun Santet untuk membuat Si Bungsu jauh dari Danur Brata.

Dengan kalung yang diberikan oleh Nyi Pungguk dan akhirnya dipakai oleh Si Bungsu maka Si Bungsu jadi mempunyai penyakit aneh, yaitu sekujur badannya budukan dan amis serta anyir. Kini Si Bungsu yang mempunyai penyakit itu dinamai sebagai Dewi Loro Amis. Akhirnya Loro Amis kembali cantik setelah Danur Brata memeluknya dengan cinta sejatinya.

One Response leave one →
  1. 2009 Maret 3
    ahyani permalink

    AKU SUKA BANGET SAMA COWOKNYA

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS