Akhir Seperti Apa yang Anda Inginkan untuk Sinetron Cahaya?
Label: Remaja(R), Bimbingan Orang Tua (BO)
Kesal, marah, muak, menyebalkan, dasar tolol, oon, jenuh, capeee dech… , haree gene masih ngomongin Cahaya, ke laut aje…!!! itulah kata-kata yang sering muncul dari pirsawan-pirsawati yang sudah mulai jenuh dengan tayangan sinetron yang sangat fenomenal tahun ini, Cahaya. Bagaimana tidak??? Cerita yang berputar-putar dan tak kunjung selesai dan dibuaaaat tidak masuk akal membuat pemirsa cari alternatif tontonan lain yang lebih mudah dicerna.

Apalagi tingkah Omanya Satrya yang keterlaluan dan terkesan super …(maaf, sadis) membuat pirsawan/ti jengkel. Syukur Alhamdulillah, sejak kematian Racil, Oma jadi sadar dan minta maaf tulus pada Aya. Dan Aya Cahaya Aya pun memaafkan Oma. Sungguh mulia hati Aya. Nah untuk itulah yuk diskusi (kalau masih berminat, gak juga gak apa-apa) Akhir Seperti Apa yang Anda Inginkan untuk Sinetron Cahaya? Semua bebas berpendapat…!!! Namun harus diingat, berkomentarlah yang santun dan beretika yang baik demi kebaikan kita bersama, Dilarang menuliskan hal-hal yg tidak layak / tidak etis secara moral / SARA / menyinggung perasaan orang lain / hate / racism yang dapat diidentifikasi sebagai spam.
Cahaya ( Naysilla Mirdad ) akhirnya membawa Hendra pulang. Sesampai di rumah ia meminta Elga ( Meriam Bellina ) untuk tidak memarahi Hendra. Cahaya kesal dengan tingkah Hendra yang tidak mau berhenti bermain judi. Hendra meminta maaf pada Cahaya, Cahaya kesal, akhirnya uang Cahaya digunakan untuk membayar utang Hendra hingga habis. Cahaya meminta maaf pada Satrya karena Hendra telah menggunakan uang LSM Satrya yang sedianya untuk warga miskin sehingga LSM itu didemo. Sebenarnya Satrya sudah mengikhlaskan mengganti semuanya, tetapi Cahaya bertekad untuk menggantinya suatu saat.Judith yang tahu Cahaya sedang mengalami kesulitan keuangan berpura-pura menawarkan pekerjaan. Terpaksa Cahaya menerimanya. Tetapi ternyata Cahaya hanya dijebak dengan cara diberi minuman yang membuat mabuk, lalu dibawa ke kamar hotel. Kemudian Judith berpura-pura mengundang Satrya agar menolong Cahaya yang pingsan. Sesampai di sana Satrya dipukul hingga pingsan dan dilucuti pakaiannya kemudian disandingkan dengan Cahaya di bawah selimut, seperti baru saja berhubungan suami istri. Judith kemudian memotretnya. Ia puas karena punya kartu truf untuk lebih membuat hubungan cinta segi empat diantara mereka berantakan. Dalam aksinya Judith dibantu oleh mantan bos Cahaya yang menerima imbalan uang.
Pertiwi salah sangka. Ia mengira Rio sekarang sedang suka dengan Cahaya. Ia menjadi sangat membenci Cahaya. Ia juga sangat menyesal telah memberikan surat waris kepada Cahaya. Dalam pikirannya Cahaya benar-benar telah memperalatnya.
Raka ( Glenn Alinskie ) sampai di rumah dan bingung melihat Reni ( Hj. Nani Wijaya ) pingsan. Mariska menyerahkan amplop coklat yang menyebabkan Nenek pingsan. Raka membuka amplop itu, dan dia sangat shock melihat foto Cahaya ( Naysilla Mirdad ) bersama Satrya ( Dude Herlino ) dalam posisi tidur bersama. Dia marah dan mendatangi Cahaya di restoran. Padahal Cahaya sudah membuatkan makanan istimewa sesuai saran Rio untuk membalas pemberian bunga dari Raka. Cahaya yang tak tahu menahu dan menyambut Raka dengan ramah, kaget ketika Raka membuang semua hasil masakannya dan memberikan foto-foto itu padanya. Cahaya ingin menjelaskan tetapi Raka tidak mau mendengarkan penjelasan itu, bahkan tidak mau menemuinya lagi. Cahaya sangat sedih. Rio menghiburnya. Raka bertemu Talitha ( Ririn Dwi Ariyanti ) dan menunjukkan foto-foto itu pada Talitha sehingga Talitha juga sangat shock, tidak mengira Cahaya tega berbuat seperti itu. Ia kemudian marah pada Cahaya, lalu mendiamkannya, sehingga membuat Cahaya semakin bingung dan sedih. Meski Cahaya berupaya menjelaskan permasalahannya, Talitha tak sudi lagi berbicara dengan Cahaya. Pertiwi ( Dian Nitami ) yang penasaran dengan perempuan yang disukai Rio ( Umar Lubis ) , melihat Rio sedang memeluk Cahaya yang sebenarnya sedang menghibur Cahaya. Ia bertambah kesal pada Cahaya. Ia menyetir mobil dalam kondisi yang tidak stabil, lalu melihat Hendra. Tiba-tiba mempunyai ide untuk menggiring Hendra ( Yadi Timo ) ke polisi. Pertiwi kemudian berpura-pura mogok mobil dan menjebak Hendra dengan meletakkan semua barang perhiasan di mobil sambil titip pada Hendra. Saat Hendra akan tergiur mencuri perhiasan itu, Pertiwi membawa Hansip dan menangkapnya lalu memasukkan ke dalam penjara.Cahaya yang akan menemui Raka, malah bertemu Satrya. Kesempatan ini dimanfaatkan mantan bos Cahaya untuk memotret mereka dan dilaporkan pada Judith. Judith tentu saja sanngat senang karena kembali mendapat peluru untuk melancarkan serangan mengadu domba. Sepulang ke rumah, Cahaya diberitahu kalau Hendra masuk penjara. Lengkaplah penderitaan dan kesedihan Cahaya. Ia hanya bisa menangis dan memohon kebaikan Pertiwi untuk membebaskan Hendra, tetapi Pertiwi merasa tidak mau lagi tertipu oleh wajah lugu Cahaya. Judith ( Ingka Noverita ) kembali menunjukkan foto kebersamaan Satrya dan Cahaya yang diambil oleh mantan Bos Cahaya. Kemarahannya pada Cahaya semakin memuncak. Judith tentu saja senang karena peluru kendalinya kembali mengenai sasaran.