Berkebun Belimbing Dewa-Dewi

2008 Juli 11
by PANGERAN 229™

Presenter : Fella Sumendap
Reporter : Sukwan Hanafi
Juru Kamera : Hengki Wiramada
Penyunting Gambar : Wahyu Indra Rukmana
Lokasi : Cimanggis, Depok, Jawa Barat
Tayang : 10 Juli 2008 Pukul 12.30 s/d 13.00 WIB di Indosiar Memang Untuk Anda!

Buah yang menggiurkan ini merupakan buah belimbing unggulan. Oleh para petani disini biasa disebut belimbing dewa-dewi. Keistimewaan buah belimbing ini rasanya lebih manis dan banyak mengandung air.

Belimbing dewa-dewi ini merupakan produk andalan petani di Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Wilayah ini memang dikenal sebagai penghasil utama buah belimbing unggulan.

Berkebun belimbing relatif menguntungkan. Perawatannya tidak sulit dan pasarnya terjamin. Buah belimbing ini dipasarkan tidak saja secara eceran di pinggir jalan, tetapi juga melalui pusat perbelanjaan, serta tokoh buah di Jakarta dan sekitarnya.

Kebun belimbing disini rata-rata telah berusia lebih dari sepuluh tahun, karena itu tidak heran bila pohonnya cukup tinggi. Salah seorang petani belimbing disini adalah pak Suganda. Dia telah berkebun belimbing sejak lebih dari sepuluh tahun lalu.

Belimbing dewa-dewi memang beda dari belimbing jenis lain. Selain penampilannya yang lebih menarik, kadar air yang dikandungnya cukup tinggi, sehingga kesegarannya dapat bertahan lama, sekitar satu minggu. Sedangkan belimbing jenis lain, hanya dapat bertahan selama 2 sampai 3 hari. Berkebun belimbing tidak sulit.

Bibitnya diperoleh dari biji yang disemai di dalam polibeg. Bibit seperti inilah yang akan ditanam di lahan kebun. Harganya sekitar 25 ribu rupiah per batang. Perawatan pohon belimbing juga relatif gampang.

Setelah pohon tumbuh dan berkembang, dilakukan pemupukan secara rutin dengan cara disebar. Biasanya pemupukan dilakukan saat musim hujan. Belimbing menghasilkan buah terbaik setelah berusia 5 tahun. Diawali dengan tumbuh bunga.

Tidak semua bunga dibiarkan tumbuh. Hanya bunga terbaik saja yang dipelihara sehingga berkembang menjadi buah. Setelah satu bulan, bunga tumbuh menjadi buah.

Saat buah semakin besar, ditutup dengan kertas karbon dan kertas koran. Tujuannya agar tidak terserang hama lalat, burung dan kelelawar. Buah belimbing dipanen setelah berusia tiga bulan sepuluh hari. Karena pohonnya tinggi, pemetikan buah dilakukan dengan menggunakan tangga.

Buah yang baru dipetik dimasukkan kedalam keranjang. Walaupun disertai rasa takut, saya mencoba memetik buah belimbing langsung di pohon dengan menggunakan tangga. Ternyata, saat turun dari pohon, bagi saya yang tidak terbiasa, lebih sulit lagi. Agar tidak terpeleset dan jatuh, saya dibantu pak Suganda.

Pemasaran belimbing dewa-dewi tidak sulit. Pedagang datang sendiri ke kebun. Harganya saat panen raya sekitar 7 ribu rupiah per kg. Sedangkan saat musim kemarau harganya sekitar 10 ribu rupiah per kg. Di sekitar wilayah Cimanggis, Depok, tidak sulit mencari belimbing dewa-dewi. Banyak ditawarkan di pinggir jalan.

3 Responses leave one →
  1. 2008 September 14

    wah blognya bagus, saya senang baca postingannya, besok saya mampir sini lagi ya.. salam.
    http://www.gardeningplan.blogspot.com

  2. 2008 Desember 24

    buahnya guede-gede. jadi pengen nih..
    kunjungi blogku yah..there’s a few article about gardening

  3. 2009 Mei 9
    sugianto permalink

    salam kenal, semoga ada faedahnya

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS