Beranda > SINETRON > Tragedi Cinta Jayaprana dan Layonsari, FTV Kolosal Gentabuana Paramita Terfavorit UMI 2009

Tragedi Cinta Jayaprana dan Layonsari, FTV Kolosal Gentabuana Paramita Terfavorit UMI 2009


Label: Bimbingan Orang Tua (BO)

Halo, selamat sore Blog-Comentz™ semua? Jumpa lagi di Rabu sore bersama kita akan mengetahui hasil jajak pendapat yang telah kita lakukan selama dwi-mingguan atau bulanan periode ini. Kali ini kita akan mengetahui siapa yang bakal mendapat anugerah dari para blogvoters™ untuk kategori FTV Kolosal Gentabuana Paramita Terfavorit UMI 2009

Yuk, kita langsung tanya aja ke my sister, Nona PollDaddy.com

Nah, inilah Undakan Maya Indonesia Kategori FTV Kolosal Terfavorit UMI 2009

  1. Tragedi Cinta Jayaprana dan Layonsari, memperoleh 110 suara atau 22.0%
  2. Kisah Cinta Qais dan Laila, memperoleh 73 suara atau 14.6%
  3. Damarwulan, memperoleh 67 suara atau 13.4%
  4. Asal Mula Reog Ponorogo, memperoleh 54 suara atau 10.8%
  5. Angling Dharma dan Belibis Putih, memperoleh 53 suara atau 10.6%
  6. Ken Arok dan Ken Dedes, memperoleh 52 suara atau 10.4%
  7. Legenda Dewi Padi, memperoleh 34 suara atau 6.8%
  8. Odipus Sang Raja, memperoleh 32 suara atau 6.4%
  9. Legenda Batu Puteri Menangis, memperoleh 15 suara atau 3.0%
  10. Tragedi Cinta Roro Jonggrang, memperoleh 5 suara atau 1.0%
  11. Panji Semirang, memperoleh 3 suara atau 0.6%
  12. Dendam Membara di Surabaya, memperoleh 2 suara atau 0.4%

Total Votes : 500 suara atau 100%

Dari hasil di atas, maka kita tetapkan yang mendapat anugerah, pasti yang suaranya terbanyak. Untuk itu, pada hari ini Rabu, 29 April 2009 pkl. 17.00 WIB blogvoters™ menganugerahi

Tragedi Cinta Jayaprana dan Layonsari
sebagai
FTV Kolosal Gentabuana Paramita Terfavorit UMI 2009

Selamat ya, walaupun ini FTV udah lawas, tapi masih bisa disukai oleh pemirsa di tahun 2009. Semoga berkarya lebih bagus lagi dan dapat diterima masyarakat dengan baik.

Temmy Rahadi

Temmy Rahadi Pemeran Jayaprana

Yuk, kita intip sinopsisnya yang telah diterbitkan di web Indosiar. FTV Kolosal Tragedi Cinta Jayaprana dan Layonsari ini berkisah tentang Perselisihan antara Jaya Prana dan Ngurah sudah dimulai sejak mereka masih kanak-kanak yaitu antara sekumpulan pemuda yang miskin yang diwakili Jaya Prana, Wayan Gejir dan Sugriwa dengan pemuda kaya yang diwakili Ngurah, Sawunggaling dan Wayan Merta.

Jaya Prana Cs selalu menjadi bulan-bulanan Sawunggaling dan Wayan Merta yang tubuhnya lebih besar dari mereka. Permusuhan itulah yang kemudian menciptakan sebuah kebencian yang tidak ada obatnya.

Suatu kali, karena sifat sosialnya yang tinggi mengantarkan Jaya Prana pada sebuah pengalaman yang kemudian merubah hidupnya. Jaya Prana menjadi orang yang memiliki kesaktian tiada tanding.

Kesaktian tinggi itulah yang pada akhirnya menyelamatkan wilayahnya dari ancaman serangan Cokorda Rai dan pasukannya yang terkenal brutal. Jaya Purna segera menjadi pahlawan yang diselu-elukan seluruh warga. Belum lagi pak Agung yang menghadiahkannya sebuah posisi penting diwilayah itu.

Dari situlah Jaya Prana bertemu dengan Layonsari, primadona kampung yang sudah dikaguminya sejak kecil. Kedekatan Jaya Prana dengan Layonsari membuat gerah Ngurah yang tentu saja semakin mempertajam permusuhan diantara mereka.

Ngurah dan kawan-kawan tak pernah berhenti untuk menyingkirkan Jaya Prana dengan cara apapun. yang menjadi korbannya adalah nenek Layonsari yang harus terpanggang hidup-hidup di dalam rumah yang terbakar.

Musibah-musibah beruntun yang dialami Jaya Prana dan Layonsari menggugah hati pak Agung untuk menampung mereka di rumahnya setelah keduanya menikah. Ngurah memprotes keras karena tidak ingin tinggal satu atap dengan musuh bebuyutannya.

Namun pak Agung tetap pada keputusannya. tentu saja Ngurah gerah melihat gadis pujaan yang kini tinggal bersama di rumahnya. Layonsari jadi ketakutan mengetahui Ngurah menyimpan niat buruk padanya.

Sepuluh tahun berlalu, dan keberanian Ngurah pada Jaya Prana terasa semakin menggila. Sawunggaling adalah antek yang tidak pernah kehabisan ide untuk menjebak Jaya Prana. Namun kesaktian selalu membuatnya selamat dari bahaya.

Kejadian demi kejadian menyadarkan Jaya Prana, Wayan Gejir dan Sugriwa bahwa semua adalah permainan dari orang yang sama. Puncaknya adalah kematian pak Agung karena diracuni oleh anaknya sendiri yang tak lain adalah Ngurah. Bagi Jaya Prana tidak ada alasan lagi untuk tetap bekerja.

Setelah berunding dengan Layonsari, Jaya Prana mantap untuk berhenti kerja. Tapi Ngurah dengan sangat licik memancingnya untuk mau melakukan tugas terakhir yaitu merampas gudang yang dikuasai Cokorda Rai. Jaya Prana yang sudah mencium adanya kebusukan mengajukan syarat untuk dibantu oleh dua antek setia Ngurah, yaitu Sawunggaling dan Wayan Merta.

Benar saja, di Karangasem Cokorda Rai sudah membekali diri dengan segala kesaktian barunya. Jaya Prana melakukan jebakan balik yang mengakibatkan kematian Sawunggaling dan Wayan Merta di tangan pasukan Cokorda Rai.

Namun kesaktian baru yang dimiliki Cokorda Rai benar-benar mengejutkan Jaya Prana. Jaya Prana terkapar tak berdaya menerima serangan-serangan mematikan dari Cokorda Rai. Beruntung Wayan Gejir dan Sugriwa datang disaat yang tepat.

Saat Jaya Prana menahan senjata Gada milik Cokorda Rai kedua sahabatnya itu segera menikamkan pedangnya ke tubuh Cokorda Rai hingga tewas. Namun Jaya Prana pun tewas beberapa saat kemudian. Karena tubuhnya sudah remuk terkena hantaman Gada milik Cokorda Rai.

Kematian Jaya Prana membangkitkan hasrat Layonsari untuk balas membunuh Ngurah meski ia tahu itu akan beresiko pada nyawanya sendiri. Keris sakri yang ditinggalkan Jaya Prana dengan ajaib telah membuat Layonsari menjadi sakti.

Namun ternyata diam-diam Ngurah pun bukan lawan yang mudah dikalahkan. Pertarungan diantara keduanya berlangsung dengan seru dan seimbang. Dalam satu kesempatan Ngurah berhasil menancapkan belatinya ke perut Layonsari. Namun keris Layonsari ternyata juga sudah menembus leher Ngurah. Keamtian keduanya pun tidak terelakkan.

Upacara Ngaben dilakukan untuk mengkremasi jasad Jaya Prana dan Layonsari bersama-sama. Anak mereka Jaya Darma bersama Wayan Gejir, Sugriwa dan semua warga menghadiri upacara dengan penuh keharuan.

Sampai jumpa lagi Rabu Sore dalam UMI 2009 untuk kategori berikutnya.

Kredit Title dan Ucapan Terimakasih kepada:

  • Puji Syukur terhadap Tuhan Yang Mahakuasa
  • blogvoters™, terimakasih telah menggunakan hak pilih Anda dalam jajak pendapat yang didukung aplikasi PollDaddy.com.
  • Blog-Comentz (pemirsa setia Indosiar), terimakasih telah meramaikan blog ini dengan memberikan komentar, kritik dan saran.
  • Indosiar.com dan semua pihak atas maklumat sumber tulisan dan gambar
About these ads
  1. desi
    Jumat, 29 Oktober 2010 pukul 18:43

    kak temmy ganteng bget ci q fanss bget ma kak temmy and pengen ktemu kak temmy

  2. dewi yuliani
    Sabtu, 30 Oktober 2010 pukul 10:59

    ass’ka temmy kpnd kk’mncull age d indosiar ??????

  3. dewi yuliani
    Sabtu, 13 November 2010 pukul 11:21

    ass’kak ,,, app kbrrr dh lm gug nongolll d tv ???????

  4. dewi tuliani
    Minggu, 28 November 2010 pukul 12:21

    k’kpnd kk’mau jd tmnd dewi lwtzzz fb lya dewi ????

  5. Sabtu, 6 Agustus 2011 pukul 09:56

    iya sekarang ka temmy gak nongol lagi di Tv Indo.
    jadi Pengen ngelihat aktting ka temmy..
    Jadi GR deh hahhaaha

  6. Rabu, 24 Agustus 2011 pukul 09:19

    ea nEe d@gh lma gq nmpk 6he d’tv jd kNgEnnnn decChh xixixixi . .

  7. Senin, 2 Januari 2012 pukul 20:16

    sesuaTU DECH,,kapan ne berjamuran lage ftv kalian diindosiar.,,,,kangen

  8. Jumat, 13 April 2012 pukul 11:28

    aku hanya yakin suatu saat aku akan bertemu sama a’temmy

  9. Kamis, 14 Februari 2013 pukul 17:22

    KA2 NOMOR TELPON KA2 BERAPA

  10. Kamis, 14 Februari 2013 pukul 17:57

    KA2 INI NOMOR TLP AKU
    081284670807

Comment pages
  1. No trackbacks yet.

Weblog ini dikunjungi ribuan orang tiap harinya. Kunjungi terus laman Thread ini. Berikan kritik, saran, dan/atau tanggapanmu di kolom komentar. Komentar yang muncul dibagi halaman per halaman. Klik Comment pages Sebelumnya atau Berikutnya. Yang muncul default adalah komen terbaru :-)

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 61.923 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: