Beranda > SINETRON, THREAD > Sinopsis Prince Hours Goong S Episode 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19

Sinopsis Prince Hours Goong S Episode 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19


http://wp.me/pevle-2J4 (kasih vote 5 bintang ya!) Like and Share this. Thank’s. ^^

Label Rating: Remaja (R), Bimbingan Orang Tua (BO)

Tayang Perdana di Indosiar pada Kamis 13 September 2007 pukul 15:30 s.d 17:00 WIB

Prince Hours

Prince Hours

Bekerja di sebuah restoran bernama Palace, Kang Hoo menghabiskan hari-harinya untuk mengantarkan jjajangmyun alias mie. Dengan sepeda motornya, ia bersaing dengan pemuda bernama Bool-bam, bahkan keduanya melakukan pertaruhan yang unik. Salah satunya adalah dengan balapan siapa yang paling cepat mencapai garis akhir sambil membawa kotak berisi mie, siapa yang tercepat maka ia berhak menguasai pelanggan di sejumlah wilayah yang telah ditentukan. Bisa ditebak, meski berusaha dicurangi, Kang Hoo akhirnya memenangkan kontes tersebut. Hidup bersama Jo Sang-ki yang dianggap bagai orangtuanya sendiri, kehidupan Kang Hoo berubah saat pemuda itu suatu hari dicari oleh sekelompok orang yang mengaku berasal dari istana. Ketika sedang mengkonfirmasi kebenaran, Sang-ki baru sadar kalau para pria berjas hitam itu bermaksud tidak baik.

Benar saja, mereka langsung mencari dan nyaris saja membawa Kang Hoo kalau saja Sang-ki dan rekan-rekan pemuda itu tidak muncul. Dibalik penampilannya yang kalem, siapa sangka pria setengah baya berkaca mata itu jago bela diri dan sukses membuat para musuhnya tunggang-langgang.

Ketika sadar, Kang Hoo terkejut oleh sejumlah fakta yang dituturkan oleh Sang-ki, yang paling hebat adalah fakta bahwa ibunya berasal dari keluarga kerajaan. Berdasarkan bujukan pria itu, ia akhirnya setuju untuk datang ke istana dan menghadap Ratu.

Sempat diwarnai oleh kejadian memalukan, Kang Hoo sadar bahwa sang ‘paman’ ternyata tidak bercanda saat kalung peninggalan ibunya ternyata merupakan pasangan dari cincin milik Ratu. Ketika bicara empat mata, pemuda itu kembali teringat dengan segerombolan orang yang hendak menculiknya.

saat hal itu disampaikan, Ratu sadar bahwa ada pihak lain dalam keluarga istana yang punya niat buruk. Saat makan bersama Ibu Suri (dimana Kang Hoo lagi-lagi mempermalukan dirinya), sang pemimpin kerajaan menyampaikan niatnya untuk langsung melibatkan Kang Hoo dalam acara seremonial.

Setelah sempat mendapat pelatihan singkat, dan sukses membuat pihak-pihak terkait kelabakan akibat gaya cueknya, Kang Hoo muncul dan langsung terkesima oleh dua sosok : Lee Joon yang jago bela diri dan si cantik Shin Sae-ryeong. Tidak cuma itu, ia juga bertemu seorang gadis pelayan istana yang tidak lain adalah salah seorang sahabatnya saat di bangku sekolah dasar.

Posting Perdana : Kamis, 13 September 2007 pukul 07.52 WIB
Diposkan Kembali : Kamis, 19 Februari 2009 pukul 15:30 WIB
Direblog: Minggu, 5 September 2010 pukul 14:02 WIB

Ditayangkan Indosiar, Jum’at 14 September 2007 pkl. 15:30 s/d 17:00 WIB

prince2

Meskipun cukup gembira karena bertemu salah seorang sahabat lamanya Yang Soon-ae, perjumpaan tersebut ternyata tidak berakhir baik. Ucapan Kang Hoo yang dianggap menghina membuat gadis itu marah dan pergi meninggalkannya. Di tengah kemeriahan pesta, hadirin langsung terdiam dan memberi hormat saat diberitahu Ratu telah hadir di lokasi. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh sang simbol negara untuk menemui langsung para pejabat dan anggota dewan kerajaan untuk memperkenalkan Kang Hoo alias Lee Hoo sebagai calon pewaris tahta. Suasana tegang, terutama yang dirasakan oleh ayah Lee Joon, langsung berubah saat ponsel dengan nada dering kocak Lee Hoo berbunyi (yang langsung membuat wajah Ratu tidak keruan). Ibu Suri yang belakangan diceritakan langsung tertawa terbahak-bahak, namun ia akhirnya setuju saat diusulkan supaya ponsel ‘unik’ milik Lee Hoo disita untuk sementara waktu.

Demi menjaga martabat keluarga kerajaan, sekaligus menghindari Lee Hoo mempermalukan dirinya (lagi) di muka para pejabat, maka ia diminta untuk mengikuti pelatihan tata-krama kerajaan dan hal-hal lain yang berhubungan dengan istana.

Salah satu yang harus dilakukan adalah bergabung dengan Akademi Kerajaan dimana para pemuda yang berasal dari keluarga pejabat bersekolah. Begitu tiba, Lee Hoo langsung disambut oleh See-reyong yang diminta untuk mengajaknya berkeliling dan memperkenalkan tempat tersebut.

Namun di hari pertamanya, Lee Hoo langsung membuat masalah saat tidak sengaja terjebak dalam sebuah situasi sulit (ketahuan mengintip para siswi yang sedang bergani pakaian). Di tempat lain, Soon-yi juga terjebak dalam dua masalah sekaligus : ia dan rekannya kedapatan bergosip sehingga mendapat hukuman.

Masalah semakin bertambah saat berjalan kembali, tanpa sengaja plakat pelayan milik Soon-ae ‘mencederai’ Lee Joon yang kebetulan melintas. Namun siapa sangka, sang bangsawan yang ternyata sudah bertunangan dengan See-ryeong justru malah bersikap aneh seolah sengaja menggoda Soon-ae, yang keruan saja membuat gadis itu deg-degan.

Baru saja sampai ke rumah dan hendak bersantai, Soon-ae terpaksa harus kembali ke istana akibat keperluan mendesak. Demi bertemu dengan Lee Ho, yang sudah terkapar di tempat tidur, gadis itu bahkan harus menggunakan 1001 alasan.

Kaget saat dibangunkan, Lee Hoo dengan enggan menggunakan telepon Soon-ae saat diberitahu ada masalah penting. Benar saja, wajah pemuda itu langsung berubah dan dengan cepat berganti pakaian dengan satu niat : meninggalkan istana

Posting Perdana: Jum’at, 14 September 2007 pkl. 08.24 WIB
Diposkan Kembali: Kamis, 16 April 2009 pkl. 15.30 WIB

Tayang : Sabtu, 15 September 2007 pkl. 15,30 s/d 17:00 di Indosiar

prince-hours-episode-3

Berkat kecerdikannya ‘menumpang’ mobil pengangkut sayuran kerajaan, Lee Hoo berhasil keluar dari istana. Ia tidak sadar bawa di tempat lain, Ratu sedang sibuk memikirkan cara bagaimana supaya Dewan Kerajaan menerima kehadiran pemuda itu ditengah tekanan pihak musuh. Di apartemennya yang sempit, Soon-ae tidak bisa tidur memikirkan apa yang baru saja dilakukannya, bahkan rekan sekamarnya langsung memaki sambil menyebut gadis itu benar-benar nekat. Pada saat yang bersamaan, Lee Hoo yang telah kembali menjadi Kang Hoo berniat menantang Bool-bam berkelahi satu lawan satu demi menyelamatkan motor kesayangannya yang disandera. Rencana perkelahian tersebut akhirnya berantakan akibat kemunculan polisi, dan di luar rencana Kang Hoo malah menolong Bool-bam sehingga kelompok keduanya bersahabat. Bahkan saking akrabnya, mereka bahkan sampai tertidur akibat minum terlalu banyak. Padahal, di pagi harinya Soon-ae kelabakan karena kuatir pihak istana tahu akan pelarian Kang Hoo.

Benar saja, Ratu langsung marah besar saat tahu Lee Hoo menghilang dan langsung memerintahkan para pengawal untuk mencari ke setiap sudut kota sambil berharap rivalnya belum tahu akan kabar tersebut. Namun, harapannya tersebut nampaknya sia-sia.

Melalui orang kepercayaannya Shi-yeon, ayah Lee Joon, yang sedang berusaha mempercepat pernikahan putranya dengan Sae-ryeong, berhasil mendapat info penting tersebut. Bahkan, dengan kamera istana ia bisa tahu siapa yang membantu Lee Hoo meloloskan diri.

Berkat usaha kerasnya mencari Kang Hoo kesana-kemari, Soon-ae akhirnya berhasil menemukan pemuda itu. Kedongkolan melihat orang yang dicari ternyata masih tergolek tidur akibat mabuk semakin bertambah saat ia tahu apa alasan sebenarnya Kang Hoo kabur dari istana : demi menyelamatkan motor kesayangannya.

Apa yang dikuatirkan akhirnya terjadi : Dewan Kerajaan berdebat sengit berkat gosip seputar larinya Lee Hoo yang telah beredar. Padahal di saat yang sama, pria yang dicari telah menunggu di gerbang istana namun tidak bisa masuk karena pengawal tidak mengenalinya.

Saat menunggu Soon-ae, yang masuk untuk memberitahu kejadian sebenarnya, Lee Hoo bertemu dengan Sae-ryeong, yang malah mengajaknya berkeliling kota dengan mengendarai motor. Padahal, di tempat lain Soon-ae harus merasakan pahitnya dimarahi Kepala Rumah Tangga Istana sekaligus menerima nasib jabatannya dicopot sementara sebagai hukuman.

Ketika sedang berduaan, tanpa sengaja Lee Joon melihat keberadaan Sae-ryeong dan Lee Hoo. Dengan wajah tegas, ia langsung mendatangi sang pewaris tahta sambil mengkotbahinya supaya sadar akan tindakan sembrono pemuda itu. Siapa sangka, Lee Hoo yang keras kepala malah melawan sehingga terjadi perkelahian diantara keduanya.

Sukses memukul Lee Joon, Lee Hoo nyaris saja mendapat balasan kalau saja pengawal istana tidak muncul tepat waktu dan memisahkan keduanya. Setelah diberitahu siapa sang rival, Lee Hoo dibawa untuk bertemu dengan seseorang (dengan pakaian samaran) yang telah dikenalnya : Ratu

Kredit Title dan Ucapan Terimakasih kepada:

  • Tuhan Yang Mahakuasa
  • Blog-Comentz (pemirsa drama Asia Indosiar ), terimakasih telah meramaikan blog ini dengan memberikan komentar, kritik dan saran.
  • Indosiar dot com dan semua pihak atas maklumat sumber tulisan dan gambar

Posting Perdana : Sabtu, 15 September 2007, pkl. 08.28 WIB
Diposkan Kembali : Kamis, 23 April 2009, pkl. 15.30 WIB

pangeran-se7en

Rupanya, masukan dari banyak pihak sukses mendinginkan kemarahan Ratu. Bahkan, ia meminta Kang Hoo untuk mengantarnya ke tempat pemuda itu dibesarkan (dengan sepeda motor kesayangan) untuk menikmati jjajangmyun alias bakmie. Baru saja makan bareng, tiba-tiba Bool-bam dan rekan-rekan Kang Hoo muncul sambil menggoda Ratu. Begitu tahu siapa wanita yang dihadapinya belakangan, mereka langsung gemetar ketakutan dan bersimpuh. Kejadian demi kejadian itu membuat perasaan Lee Hoo semakin tidak enak dan meminta maaf, namun untungnya sang sepupu sangat bijak. Begitu sampai di istana dan disambut oleh Ibu Suri sendiri, Lee Hoo langsung teringat dengan nasib Soon-ae dan meminta supaya gadis itu tidak dihukum. Namun, ia cuma bisa gigit jari saat diberitahu bahwa untuk urusan tersebut, bahkan Ratu sekalipun tidak bisa ikut campur.

Dalam sekejap, berita bahwa Lee Hoo adalah keturunan dari Kaisar sekaligus bakal menjadi pewaris tahta tersebar hingga menjadi berita utama di televisi. Dari situ, pemuda tersebut baru tahu latar belakang keluarganya sekaligus berita tentang sang ibu yang keluar dari istana akibat tekanan dari banyak pihak.

Belum habis membuat bingung lewat tindak-tanduknya yang ajaib, Lee Hoo kembali menghadap Ibu Suri sambil memohon supaya Soon-ae dibebaskan. Sempat salah duga kalau ada hubungan antara pemuda itu dengan sang pelayan istana, sang ibu negara berjanji akan mempertimbangkan masalah tersebut.

Dengan raut gembira, Lee Hoo langsung mendatangi ruang dimana Soon-ae dihukum untuk memberitahu perkembangan kasusnya. Dasar apes setelah menolak mentah-mentah usaha pemuda itu, Soon-ae kembali terlibat dalam sebuah insiden yang melibatkan Lee Joon yang semula berniat membela gadis itu.

Lewat sejumlah alasan, Lee Hoo berhasil mengambil jas dan kemeja untuk Lee Joon, yang terjebak di ruangan Soon-ae dengan kondisi tanpa busana setelah pakaiannya terkena tinta. Untuk kesekian kalinya, terjadi ‘insiden’ yang sukses membuat wajah gadis itu merah-padam.

Berkat barter dengan Ratu, ayah Lee Joon sukses mendesak Dewan Kerajaan untuk memasukkan nama Lee Hoo sebagai keluarga istana. Namun di kalangan publik, perdebatan soal pantas-tidaknya pemuda itu masih terjadi terutama saat Ratu muncul bersama Lee Hoo untuk menyaksikan sebuah pertunjukan balet.

Kepiawaiannya dalam berdiplomasi membuat Ratu berhasil ‘mengawal’ Lee Hoo dari serbuan pertanyaan pers. Namun, jantung wanita itu berdegup ekstra kencang saat diperkenalkan oleh pria berkebangsaan asing bernama Alexander von Esterhaus.

Ketika sedang lewat, tanpa sengaja Soon-ae mendengar ucapan Lee Joon yang berusaha membelanya. Ia semakin merasa berterima kasih pada pemuda itu saat tahu dirinya juga dilantik sebagai dayang istana, tanpa sadar bahwa semua itu terjadi berkat bujukan Lee Hoo ke Ibu Suri.

Ratu benar-benar menjaga kesepakatannya, Lee Joon akhirnya sukses masuk ke istana sebagai salah satu bagian dari keluarga kerajaan. Meski mengaku siap menaati perintah, diam-diam pemuda itu terlibat perang dingin dengan Lee Hoo.

Posting Perdana : Senin, 17 September 2007, pkl. 08.34 WIB
Diposkan Kembali : Kamis, 30 April 2009, pkl. 15.30 WIB

Sinopsis Prince Hours Episode 5

Posting Perdana : Selasa, 18 September 2007, pkl. 08.28 WIB

Goong S

Goong S

Diam-diam, Lee Joon mulai merasa ada sesuatu yang aneh saat secara tidak sengaja melihat Sae-ryeong muncul untuk mencari Lee Hoo. Di sisi lain, Soon-ae yang masih kesal mulai bertanya-tanya ada apa antara Soon-ae dan Lee Joon saat keduanya berada di kamar. Memutuskan untuk berbaikan dengan Lee Joon, Lee Hoo mendapat kejutan : seluruh barang miliknya di Incheon diboyong ke istana termasuk motor kesayangannya. Berusaha menjalankan tugasnya sebagai pelayan, Soon-ae malah kembali terlibat mulut dengan sang pangeran namun belakangan tertegun saat melihat foto Lee Hoo dan sang ibu yang telah meninggal. Bersekolah di bawah pengawalan ketat Dayang Si, Lee Hoo harus menjalani rutinitas rutin keluarga kerajaan mulai dari belajar antropologi, menekuni pelajaran olah raga, hingga berkuda. Pemuda itu bahkan membela salah seorang murid yang mengerjainya Lee Min-hyeok, meski untuk itu ia kembali harus mendapat kecaman dari Lee joon karena dianggap membela pihak yang salah.

Dasar Lee Hoo, keesokan harinya ia kembali berulah dengan pura-pura sakit. Bisa dibayangkan, bagaimana paniknya Soon-ae yang ditugaskan saat mendapati kening pemuda itu terasa panas (berkat bantuan pengering rambut). Saat keluar ruangan, gadis itu merasakan perasaan yang aneh.

Usaha Lee Hoo mengerjai Soon-ae supaya selalu ditemani berakhir saat Dayang Han, salah satu wanita yang paling ditakuti karena kegalakannya, muncul. Rupanya, ia ditugaskan untuk menangani seluruh pembelajaran sang pangeran. Namun saat bertemu, wajah wanita itu langsung merah-padam saat Lee Hoo memanggilnya dengan sapaan bibi.

Bukan cuma dayang, Ibu Suri dan Ratu juga merasa segan dengan Dayang Han mengingat wanita itu juga yang ‘menangani’ mereka sebelum memangku jabatan resmi. Bisa ditebak, Soon-ae langsung dimarahi habis-habisan dan diancam bakal dikeluarkan dari istana gara-gara terlihat dalam posisi ‘tidak sepantasnya’ dengan Lee Hoo.

Ketika dipanggil untuk melayani Ibu Suri saat pementasan, Soon-ae akhirnya tahu bahwa karirnya di istana diselamatkan oleh Lee Hoo. Lewat sebuah obrolan juga, Lee Joon akhirnya tahu kalau gadis itu ternyata adalah rekan sekolah Lee Hoo, dan itu membuatnya cemburu luar biasa.

Meski senang karena merasa Lee Joon menyukainya, diam-diam Soon-ae merasakan sesuatu yang aneh saat melihat Lee Hoo terlihat akrab dengan Sae-ryeong. Untungnya, nasib berpihak pada gadis itu yang diminta untuk menemani Lee Hoo di perpustakaan sekolah. Bahkan, pemuda itu berani melanggar protokoler yang berlaku demi sang sahabat.

Mencari tahu soal asal-usul sekaligus masalah kedua orangtuanya, hubungan Lee Hoo dan Soon-ae makin akrab. Semua itu terlihat oleh Lee Joon yang langsung melontarkan pandangan aneh tiap kali gadis itu lewat, dan hal tersebut terlihat oleh Sae-ryeong.

Saat waktu senggang, Lee Hoo kembali bersama Soon-ae dan terkejut saat melihat boneka beruang yang dipegang gadis itu. Belakangan baru ketahuan, bahwa boneka tersebut adalah pemberian Lee Hoo secara diam-diam saat keduanya masih duduk di bangku sekolah dasar (yang tentu saja tidak diketahui Soon-ae).

Di sekolah, tanpa sengaja Lee Hoo mendengar ucapan miring dari salah satu seniornya, dan langsung bertindak cepat saat Bool-bam dan rekan-rekannya muncul serta marah-marah demi mendengar sahabat mereka dijelek-jelekkan.

Walau memutuskan untuk tidak memperdulikan ucapan tersebut, diam-diam hati Lee Hoo terasa sakit dan merasa gagal sebagai keluarga istana. Dalam keadaan mabuk, ia menelepon Soon-ae, yang langsung menyusul. Setelah mencurahkan seluruh isi hatinya, pemuda itu melakukan hal yang tak terduga : ia mencium bbir Soon-ae

============================

Sinopsis Prince Hours Episode 6

posting Perdana @ 19 September 2007 pkl. 10:23 WIB

Ketika ditanya keesokan harinya, Lee Hoo ternyata tidak sadar kalau dirinyalah yang menelepon Soon-ae. Keruan saja gadis itu kecewa, karena itu berarti sang pangeran juga tidak sadar telah mencium bibirnya. Di rapat Dewan Kerajaan, Ratu langsung membuat heboh seluruh anggota ketika menyebut ingin mengumumkan Lee Hoo sebagai pewaris tahta. Namun, langkah berani tersebut mendapat dukungan penuh dari saudara kembar mendiang Raja (ayah Lee Hoo) sambil mengingatkan sang simbol negara untuk berhati-hati terhadap intrik. Cermat melihat kemana arah angin bertiup, Sae-ryeong melancarkan aksinya untuk mendekati Lee Hoo (yang tentu saja membuat Lee Joon panas). Tujuan gadis ambisius itu cuma satu, yang bakal dipilihnya adalah pria yang memegang kekuasaan lebih banyak. Untuk menunjukkan dirinya berada di level yang berbeda, Sae-ryeong sengaja mencari gara-gara dengan Soon-ae saat gadis itu menyodorkan menu makan malam. Namun aksi tersebut malah menjadi bumerang, Lee Hoo langsung menarik tangan Soon-ae yang melepuh karena terkena air panas sehingga Sae-ryeong hanya bisa gigit jari di meja makan karena ditinggal begitu saja. Ketika hendak memberi pengobatan lebih lanjut, Lee Hoo mengurungkan niatnya demi melihat keberadaan Lee Joon. Sikap Soon-ae yang dingin membuatnya semakin yakin telah melakukan kesalahan saat berada dalam kondisi mabuk dan minta maaf, namun sikap tersebut malah membuat gadis itu marah. Aksi rekannya di sekolah membuat Lee Hoo tersentak, ia langsung ingat telah mencium Soon-ae dan bergegas mencari gadis itu. Namun terlambat, di istana Soon-ae telah ‘dipesan’ oleh Lee Joon untuk diajak berjalan-jalan ke sebuah galeri yang penuh hal eksotik. Kedekatan Soon-ae dan Lee Joon akhirnya diketahui oleh Sae-ryeong saat secara tidak sengaja gadis itu melihat foto rivalnya di buku sang calon tunangan. Sambil menahan geram, Sae-ryeong menyebut siap mengundang Soon-ae ke pesta ulang tahunnya dan bahkan tidak segan-segan mengirim pakaian serta perlengkapan pesta lain yang begitu mahal. Begitu muncul, Soon-ae langsung mengundang perhatian kaum pria karena keanggunannya. Keruan saja, Lee Hoo langsung menarik dan memarahi gadis itu sambil menyebut gaun yang dikenakan terlalu terbuka. Bisa ditebak, keduanya terlibat adu mulut. Pertengkaran ternyata juga terjadi antara Lee Joon dan Sae-ryeong, gadis itu yang tidak tahan lagi akhirnya mencecar sang calon yang dianggapnya telah mendua. Namun, ucapan tersebut langsung ditimpali Lee Joon dengan tudingan halus bahwa yang dicari Sae-ryeong adalah kekuasaan bukan cinta. Ditinggal begitu saja, Sae-ryeong hanya bisa termenung sampai Lee Hoo mendadak muncul. Gadis itu ternyata sudah nekat, begitu melihat Lee Joon lewat bersama Soon-ae, ia secara demonstratif langsung mencium bibir Lee Hoo ——————————————————

Sinopsis Prince Hours Episode 7

Posting Perdana @ 20 September 2007 pkl. 10:15 WIB

Ciuman mendadak Sae-ryeong membuat perasaan empat pihak berkecamuk. Lee Hoo yang sadar gadis itu sedang mengalami pergolakan batin mencoba bersikap arif dengan mengatakan bakal melupakan semua kejadian, namun sang putri pejabat kerajaan malah meminta supaya hal itu tidak dilakukan. Seperti yang diduga, Soon-ae langsung menunjukkan sikap berbeda saat ditemui Lee Hoo. Keruan saja, hal itu membuat sang pangeran menjadi serba-salah karena satu-satunya sahabat di istana sekarang memusuhinya. Sampai di sekolah, Lee Hoo yang masih termenung nyaris saja dimarahi oleh gurunya kalau saja rekan-rekan di kelas tidak memberi bantuan.

Saat kembali dari sekolah, Lee Hoo terlibat adu mulut dengan Soon-ae yang berusaha mengambil tanaman kesayangannya. Dasar apes, adegan itu kembali terlihat oleh Dayang Han sehingga Soon-ae langsung dimarahi habis-habisan. Ditengah sejumlah masalah yang dihadapi, nasib baik mulai memayungi Soon-ae yang berminat untuk mengikuti ujian sebagai pelayan demi bersekolah di akademi kerajaan. Niatnya tersebut diketahui oleh Lee Joon, yang langsung memberi sejumlah buku untuk dipelajari gadis itu.

Dasar keras kepala, Soon-ae memutuskan untuk mengembalikan pemberian Lee Joon. Semangatnya makin membara ketika dirinya disantroni Sae-ryeong, yang dengan suara dingin menyindir dayang itu yang dianggapnya memburu dua pangeran sekaligus.

Berharap Lee Hoo mulai mengikuti aturan istana, Dayang Han menyita semua barang-barang kesayangan pria itu. Namun demi melihat Soon-ae diomeli saat dirinya sedang belajar, dengan berani Lee Hoo membantah Dayang Han dan keluar demi menemui Ratu.

Ratu yang mendengar akan insiden tersebut sadar betapa besar beban yang ditanggung Lee Hoo demi membuktikan kapasitasnya sebagai pewaris tahta, dan berusaha memaklumi. Begitu juga dengan Ibu Suri, yang berusaha membujuk Dayang Han untuk mau berkompromi menghadapi sang pangeran. Lee Hoo yang sedang benar-benar merasa terpuruk mendapat dukungan moral dari orang yang tidak disangka-sangka : Soon-ae, yang langsung menasehatinya dengan gaya ceria. Pelan tapi pasti, kekakuan keduanya setelah insiden di pesta ultah Sae-ryeong mulai mencair. Mulai berusaha memuluskan rencana untuk menaikkan anaknya supaya menjadi putra mahkota, ayah Lee Joon mendatangi kediaman Lee Hoo dengan alasan berusaha memberi semangat. Tidak sadar akan siasat yang dijalankan, ucapan sang paman membuat semangat belajar pemuda itu menjadi berlipat-ganda. Meski ambisius, namun diam-diam Sae-ryeong mulai bersimpati pada Lee Hoo yang begitu polos dan Lee Joon yang harus menghadapi tekanan dari pihak keluarga demi tuntutan menjadi putra mahkota. Tapi, perasaan gadis itu langsung berantakan saat sang calon tunangan mengaku menyukai Soon-ae dan meminta bantuannya untuk membatalkan pertunangan (yang sudah tentu ditolak).

Datang ke sebuah acara pameran boneka bersama Ratu, Lee Hoo terkejut melihat salah satu pengawal yang dikenali sebagai salah seorang pria yang berusaha menculiknya. Dari kejar-kejaran, akhirnya ketahuan ada usaha utuk mencelakai Ratu. Langsung mengambil kotak kaca yang nyaris dipegang, Lee Hoo akhirnya tersengat listrik aliran tinggi dan tidak sadarkan diri…

—————————————————-

Sinopsis Prince Hours Episode 8

Posting Perdana @ 21 September 2007 pkl. 10:13 WIB

Begitu tiba di istana, Ratu langsung marah dan meminta seluruh pengawal untuk menyelidiki kejadian yang nyaris saja merenggut nyawanya tersebut. Tidak cuma itu, ia juga meminta Lee Hoo untuk dibawa kembali ke istana dengan pengawalan ketat.

Bisa ditebak, Soon-ae yang sangat kuatir terus berada disamping tempat tidur Lee Hoo. Begitu sadar dan sempat berbincang sebentar, pria itu langsung memegang tangan rekan masa kecilnya tersebut yang sempat berniat memberitahu pihak rumah sakit. Dalam keadaan lemah, Lee Hoo menyodorkan tangannya yang langsung dibelai oleh Soon-ae dengan mata berkaca-kaca.

Kejadian aliran listrik ternyata punya akibat lain : popularitas Lee Hoo di mata media dan rakyat meningkat drastis. Saat berkumpul dengan Ratu dan Ibu Suri, pemuda itu membuat semua kagum campur terharu saat menanyakan keadaan sang pemimpin negara dan menyebut bahwa meski mempertaruhkan nyawa, ia akan berusaha melindungi anggota keluarganya.

Gagal melaksanakan rencananya, pangeran Hyo-jang menghadap Ratu dan Ibu Suri serta dengan mulut manis meminta ijin untuk bisa menjenguk Lee Hoo. Namun sehebat-hebatnya berkelit, rencana pria ambisius itu langsung bisa diketahui oleh Lee Joon. Niat sang putra untuk bisa bertanding secara adil ternyata malah membuat Hyo-jang marah besar.

Ketika kembali ke sekolah, Lee Hoo langsung disambut dengan gembira oleh dua rekannya. Meski dikawal ketat, ia mampu merasa bahwa teman-teman sekolahnya mulai memandang dengan cara berbeda. Keruan saja hal itu membuat suasana hati Lee Joon tidak menentu, apalagi Sae-ryeong juga mengacuhkannya saat berpapasan. Simpati terhadap Lee Hoo berlanjut saat tiba di istana, kamarnya dipenuhi oleh karangan bunga. Bersama dengan Soon-ae, ia membaca satu-persatu kartu ucapan yang diselipkan. Dengan penuh keyakinan, Soon-ae menuturkan keyakinan bila seandainya bisa menjadi raja, maka Lee Hoo pasti menjadi pemimpin yang adil. Saat mengobrol dengan Lee Hoo, Ibu Suri bisa melihat perbedaan pemuda itu yang nampak lebih dewasa. Sambil tersenyum penuh arti, ia langsung bertanya apakah sang pangeran telah memiliki tambatan hati, bahkan dengan fasih menyebut sejumlah nama terkenal sebagai kriteria gadis idaman. Digoda sedemikian rupa, Lee Hoo langsung pergi meninggalkan Ibu Suri tanpa permisi. Nampaknya situasi baik semakin berpihak pada Lee Hoo, hubungannya dengan Soon-ae juga membaik. Sempat gelagapan saat ditanya soal pria yang telah mengisi hatinya, gadis itu menawarkan untuk belajar bersama. Bisa ditebak, kelelahan membuat Soon-ae sempat tertidur. Begitu bangun, ia terkejut melihat Lee Hoo sedang mengepel lantai dan berusaha mencegah. Namun, ucapan sang pangeran membuatnya terdiam. Sambil menyaksikan, Soon-ae berusaha kembali mengingatkan Lee Hoo akan perbedaan status mereka. Dasar apes, mendadak muncul Dayang Han yang diikuti oleh Sae-ryeong. Dayang Han langsung memarahi Soon-ae dan hendak menghukumnya dengan sabetan bambu, namun Lee Joon muncul tepat waktu dan berhasil mencegah. Memutar otak untuk menyelamatkan gadis itu, Lee Joon mengajukan usul bahwa sampai menyadari kesalahannya, Soon-ae sebaiknya dilarang untuk melayani Lee Hoo. Berbagai kejadian membuat tekad Lee Joon makin kuat, ia memutuskan mendatangi kediaman Hyo-jang dan meminta supaya pertunangan dengan Sae-ryeong dibatalkan. Wajah sang ayah langsung berubah, dan menyebut tidak akan menggubris permintaan tersebut. Melihat kenekatan Lee Joon, ibunya langsung berusaha menasehati sang putra namun hanya bisa terdiam saat dikatakan bahwa ia tidak ingin bernasib seperti kedua orangtuanya yang menikah tanpa cinta. Malamnya, Lee Joon menemui Soon-ae dan mengutarakan isi hatinya. Obrolan tersebut terlihat oleh Lee Hoo, yang hanya bisa terdiam ——————————————-

Sinopsis Prince Hours Episode 9

Posting Perdana @ 22 September 2007 pkl. 10:06 WIB

Tidak sabar menunggu pelayannya, Lee Hoo langsung memacu mobilnya menuju kediaman Soon-ae. Namun alangkah kecewanya dia, gadis yang diharap bakal merindukannya ternyata bersikap dingin. Lee Hoo tidak tahu bahwa dibelakang sikap tersebut, Soon-ae merasa sangat menderita.

Bisa dibayangkan, bagaimana perasaan Lee Hoo saat melihat Soon-ae hanya berlalu didepan kamarnya menuju kediaman Lee Joon tanpa berkata apa-apa. Didalam ruangan, gadis itu mendapat nasehat berharga dari Lee Joon mengenai cara pelayan bersikap supaya kemungkinan lolos ujian lebih besar.

Setelah mendapat penolakan dari Soon-ae saat mengajak makan, Lee Joon ditemui oleh orang kepercayaan sang ayahanda Shi-yeon, yang meminta supaya sang pangeran tidak menentang keinginan Hyo-jang. Namun, dengan dingin pemuda itu menyebut bahwa tekadnya untuk membatalkan pernikahan sudah bulat.

Begitu diberitahu Sae-ryeong bahwa Lee Joon memiliki hati pada wanita lain, ibunda pemuda itu langsung bertindak. Mendatangi kediaman sang putra dengan rencana tertentu setelah sebelumnya sukses menyindir Soon-ae, wanita setengah baya itu sadar apa yang dikatakan Sae-ryeong benar setelah melihat tatapan penuh cinta Lee Joon saat Soon-ae melintas.

Masalah hilangnya sabun di kamar mandi Lee Joon langsung menjadi masalah dan bisa ditebak, Soon-ae lah yang disalahkan atas kejadian tersebut. Fitnah soal kasus Soon-ae ternyata telah melebar karena ibunda Lee Joon juga mengaku kehilangan cincin kesayangannya.

Akibat dari kejadian tersebut, Soon-ae tidak boleh bekerja didalam istana selama 3 bulan. Tidak melihat cara lain untuk menolong wanita yang dicintainya, Lee Hoo mendatangi Lee Joon dan menyerahkan cincin peninggalan ibundanya.

Keruan saja Lee Joon terkejut, dan mengingatkan akan pentingnya arti cincin tersebut bagi kerajaan. Tapi, dengan wajah tegas Lee Hoo menyebut bahwa selain bangga dengan masa lalunya sebagai pengantar mie, ia juga rela mengorbankan apa yang dimiliki demi Soon-ae. Sebelum pergi, Lee Hoo berpesan supaya apa yang terjadi tidak diberitahukan pada Soon-ae.

Memegang dua cincin yang identik, ibunda Lee Joon sadar siasatnya tidak berhasil. Namun, Hyo-jang menenangkan sang istri sambil mengatakan bahwa kejadian tersebut mempunyai hikmah tersendiri : menemukan kelemahan sang putra yaitu dalam hal cinta. Tidak cuma itu, ia juga bertekad mencari tahu siapa yang membantu Lee Joon.

Tersenyum melihat Soon-ae yang sudah kembali bekerja, Lee Hoo yang berniat mengunjungi makam mendiang ayahnya tidak sadar bahwa skandal terbaru telah menanti. Lewat media internet, tersebar rekaman videonya saat melakukan hal yang tidak senonoh.

Sempat diwarnai insiden kecil saat berada di makam, Lee Hoo cuma bisa termenung saat Ratu memberitahu soal skandal video yang telah terlanjur tersebar. Sempat merasa tenang, sang pangeran langsung bereaksi keras saa tahu latar belakang kejadian 20 tahun silam yang sebenarnya saat mendiang ibunya diusir dari istana.

Penasaran akan fakta sebenarnya, Lee Hoo malah berusaha mencari tahu dari pria yang tanpa diketahuinya mempunyai rencana buruk : Hyo-jang. Begitu tiba di istana, ia langsung disambut oleh Ratu yang marah besar, dan memerintahkan Lee Hoo untuk tidak keluar dari kediamannya. Sudah tentu, sang pangeran keheranan.

Duduk semalam suntuk sambil memikirkan banyak hal, paginya Lee Hoo langsung memeluk erat Jo Sang-ki yang datang mengunjungi. Kepada sang paman yang telah membesarkannya, pemuda itu meminta Sang-ki untuk menyelidiki kebenaran 20 tahun silam sekaligus membersihkan nama ibunya. Tapi, cuma satu cara untuk melakukan semua itu : dengan menjadi putra mahkota.

——————————————————-

Sinopsis Prince Hours Episode 10

Posting Perdana @ 24 September 2007 pkl. 10:00 WIB

Meski begitu, pikiran Lee Hoo masih belum bisa lepas dari kisah mendiang ibunya 20 tahun silam. Sayang, Soon-ae yang diharapkan untuk bisa memberi hiburan malah bersikap dingin dan meminta supaya dirinya diperlakukan sama seperti dayang lain oleh sang pangeran. Tidak menyerah begitu saja, Lee Hoo berusaha mengorek keterangan dari Dayang Han tentang masa lalu mendiang ibunya. Dengan tenang, sang dayang senior memberitahu bahwa kisah tersebut ditulis dalam sebuah buku yang hanya bisa dibaca oleh Raja. Keruan saja, semangat belajar Lee Hoo langsung meningkat drastis. Enggan menyimpan rahasia lebih lama lagi, Lee Joon akhirnya menceritakan bahwa yang menyelamatkan pekerjaan Soon-ae di istana adalah Lee Hoo. Bisa dibayangkan, bagaimana lemasnya tubuh Soon-ae apalagi ia tahu betapa pentingnya arti cincin Lee Hoo bagi nasib sang pengeran dan kerajaan. Meminta dayang Han untuk mengembalikan barang-barang Lee Hoo, Ibu Suri terkejut saat sang pangeran datang menghadap dan menyebut bahwa selain sudah tidak tertarik lagi dengan barang lamanya, ia juga bertekad untuk melupakan sosok Kang Hoo dan bakal berjuang demi menjadi pangeran sejati. Di sisi lain, Ibu Suri dan Ratu berniat mencarikan pendamping untuk Lee Hoo dan kandidat terkuat adalah Sae-ryeong. Siapa sangka saat makan bersama pangeran Hyo-jang dan istrinya, mereka baru tahu kalau gadis itu telah dijodohkan dengan Lee Joon. Dari situ Ibu Suri dan Ratu sadar betapa lihainya Hyo-jang dalam mengatur strategi. Dengan pikiran kacau, Lee Joon menyusul Sae-ryeong ke sebuah kapel kecil dan mengatakan tidak bakal muncul di acara pertunangan. Ucapan itu kontan membuat wajah gadis itu pucat, dan menyebut kalau dirinya bakal terus menunggu Lee Joon. Di tempat lain, Lee Hoo berhasil mendapat ijin khusus untuk bertemu dengan Bool-bam dan para sahabat lamanya. Rupanya, itulah cara Lee Hoo untuk mentraktir rekan-rekannya terakhir kali sebelum dirinya berubah menjadi orang lain (putra mahkota). Bisa dibayangkan, betapa beratnya perasaan Lee Hoo yang seolah harus melupakan masa lalunya yang begitu bahagia. Ketika kembali ke istana dan bertemu Soon-ae, Lee Hoo hanya bisa menjawab dengan getir bahwa ia bakal menuruti permintaan gadis itu tentang hubungan mereka sebagai pangeran dan pelayan. Bisa ditebak, wajah Soon-ae langsung pucat mendengarnya. Saat berpapasan dengan Lee Joon, Lee Hoo langsung menegur pangeran itu yang dianggap telah melanggar janjinya tentang cincin yang digunakan untuk menyelamatkan Soon-ae. Jawaban yang disampaikan sang rival sangat mengejutkan : Lee Joon mulai kuatir dengan kapasitas Lee Hoo dan ingin bersaing secara adil. Dengan alasan bakal menyusul, Lee Joon akhirnya tidak datang di acara pertunangan dirinya dan Sae-ryeong. Bisa ditebak, hal tersebut membuat Perdana Menteri Shin ayah gadis itu marah besar, sementara wajah pangeran Hyo-jang langsung memerah menahan rasa malu dan marah atas tindakan putranya. Akibat kejadian tersebut, hubungan Hyo-jang dan Perdana Menteri memburuk, dan pria haus kekuasaan itu langsung menampar Lee Joon saat tiba di rumah. Dengan suara dingin, Hyo-jang menyebut bakal kembali berusaha meresmikan hubungan sang putra untuk bisa menikah namun penolakan kedua membuat ia naik pitam. Berulang kali mendapat tamparan, dengan wajah serius Lee Joon menyebut bakal memenuhi harapan sang ayah untuk menjadi putra mahkota namun ia tidak ingin hidup bersama wanita yang tidak dicintai. Waktu berjalan keluar dan hendak kembali ke istana, pria itu ternyata telah ditunggu oleh Sae-ryeong, yang dengan wajah kecewa mengaku tidak mengerti akan keputusan yang diambil. Baru saja selesai berbicara soal tidak akan melepaskan impian menjadi wanita nomor satu di kerajaan, omongan Sae-ryeong terhenti oleh Lee Hoo yang rupanya mendengar pembicaraan keduanya. Dengan wajah datar, ia menyebut juga membutuhkan bantuan gadis itu untuk menjadi putra mahkota. Tidak cuma Lee Hoo, Ratu juga mengalami masalah ketika Ibu Suri mendadak memintanya untuk menemani Alexander von Esterhaus yang dulu pernah dicintainya. Obrolan keduanya yang sama-sama memendam kerinduan terhenti oleh dayang pribadinya, yang mengharuskannya untuk menghadiri rapat penting dengan anggota Dewan Kerajaan seputar pengangkatan putra mahkota. Setelah berdiskusi, Ratu akhirnya menyetujui kalau pengangkatan putra mahkota bakal dilakukan bersamaan dengan peringatan 7 tahun dinobatkannya sang pemimpin kerajaan. Memanggil Lee Hoo dan Lee Joon (yang mengenakan pakaian resmi), Ratu menyampaikan wejangan supaya keduanya berkompetisi dengan adil dan menunjukkan sifat-sifat terbaik sebagai calon pemimpin.

————————————————————————-

Sinopsis Prince Hours Episode 11

Posting Perdana @ 25 September 2007 pkl. 10:00 WIB

Sempat muncul keraguan tentang kemungkinan Ratu bertindak tidak adil mengingat dirinya memiliki hubungan dekat dengan Lee Hoo, yang keruan saja ditimpati Ibu Suri. Menurutnya untuk membuat semua berimbang,ia sengaja memasukkan nama pangeran Hyo-jang sebagai salah satu juri.

Setelah mengumumkan bahwa yang pertama dilombakan adalah bidang sastra, kedua pangeran kembali menempuh aktivitas masing-masing. Di kalangan dayang kerajaan sendiri, hampir semua menjagokan Lee Joon sebagai pemenang kecuali Soon-ae dan sahabatnya.

Dengan mata kepalanya sendiri, Lee Joon menyaksikan betapa Lee Hoo melakukan kemajuan pesat dalam banyak hal terutama bela diri. Namun, perubahan juga terjadi pada sikapnya terhadap Soon-ae, yang merasa sedih karena merasa kehilangan seorang sahabat. Saking tidak konsentrasinya, gadis itu (lagi-lagi) dimarahi Dayang Han.

Perubahan Soon-ae terasa oleh Lee Joon saat gadis itu membantunya membalas sejumlah surat yang masuk. Ketika ditanya soal impian, dengan wajah berbinar Soon-ae menyebut harapannya adalah bisa masuk ke sekolah kerajaan untuk meningkatkan taraf hidup. Keruan saja hal itu membuat Lee Joon makin kagum, apalagi saat itu ia baru sadar kalau dirinya tidak memiliki impian di masa depan.

Saat yang ditunggu akhirnya tiba, Ratu mengumumkan tugas apa yang harus dilakukan kedua pangeran. Petunjuk yang diberikan adalah Lukisan Orang Saling Mengingat peninggilan mendiang raja terdahulu. Saat tinggal berdua, Lee Joon menjelaskan makna dan kisah dibalik puisi dan gambar lukisan yang telah rusak akibat terendam banjir itu.

Telah menentukan siapa yang menangani bagian puisi dan siapa yang lukisan, kompetisi dimulai. Lee Hoo dibantu oleh Sae-ryeong, sementara Lee Joon dibantu oleh Soon-ae. Kemudian, kedua pangeran mulai mencari dan berusaha membujuk si pembuat Lukisan Orang Saling Mengingat yang kabarnya saling membenci untuk mau membantu memperbaiki karya seni tingkat tinggi itu.

Sudah bisa menebak hasilnya, pangeran Hyo-jang ternyata lebih lihai. Dengan menggunakan lukisan karya mendiang guru kedua seniman yang bertikai, ia sukses membujuk Yang Joo si pembuat puisi untuk mau mengubah pendirian.

Ingin melihat sosok Lee Hoo sebelum pulang, Soon-ae tidak dapat berkutik di hadapan sahabat lamanya itu karena mendadak hidungnya mengeluarkan darah. Di balik sikapnya yang dingin, ternyata tidak ada satupun yang berubah dari sang pangeran terutama perhatiannya terhadap Soon-ae.

Tekanan terhadap Lee Hoo semakin bertambah saat ia mendapat kabar kalau Lee Joon berhasil membujuk Yang Joo, salah satu dari dua pembuat Lukisan Orang Saling Mengingat, untuk ikut serta dalam upaya restorasi lukisan. Setelah berpikir cukup keras, Lee Hoo mulai mengerti ada apa dibalik semua kejadian dan memutuskan untuk menyelidikinya dengan mendatangi kediaman Yang Joo.

—————————————

Sinopsis Prince Hours Episode 12

Posting Perdana @ 26 September 2007 pkl. 10:00 WIB

Saat sedang berbicara dengan Soon-ae, Lee Joon dikejutkan oleh kemunculan tiba-tiba sang ibu. Semakin yakin ada sesuatu diantara keduanya, saat pulang wanita itu mengajak Soon-ae makan bersama di sebuah restoran dan disana, langsung menginterogasi gadis malang tersebut. Dengan wajah dingin, Soon-ae menyebut bahwa tidak ada yang istimewa antara dirinya dengan Lee Joon. Namun, gadis itu menolak untuk menjawab pertanyaan ibu Lee Joon mengenai siapa pria yang sedang disukainya. Dirumah saat memungut pecahan gelas, tiba-tiba jarinya teriris dan mengeluarkan darah. Entah kenapa, Soon-ae langsung teringat akan kebaikan hati Lee Hoo dan meneteskan air mata. Di hari penentuan, wajah Ratu langsung berubah sedih saat mendengar Lee Hoo gagal membujuk Byeok Soo untuk membantu restorasi lukisan Orang Saling Mengingat dan tidak muncul di pertemuan. Siapa sangka, sang pangeran ‘hanya’ datang terlambat dan malah sukses mendamaikan kedua seniman yang saling bertikai itu dihadapan para hadirin. Siapa sangka, apa yang terjadi selama puluhan tahun adalah karena salah-paham, Yang Joo ternyata adalah pria yang baik dan berniat untuk menyelamatkan persahabatannya dengan Byeok Soo yang ternyata mencintai mendiang Hye Ran putri sang guru secara mendalam. Pangeran Hyo-jang yang kesal tidak bisa menerima saat Lee Hoo menyampaikan penjelasannya tentang semua yang terjadi. Sekonyong-konyong, muncul Ibu Suri yang menjelaskan alasan mendiang raja membuat tiga cincin (yang salah satunya dipakai Lee Hoo) : mempererat hubungan antara kerabat kerajaan yang terdiri dari Hyo-in, Hyo-seong (ayah Lee Hoo) dan Hyo-jang. Pangeran Hyo-jang semakin mati kutu saat dengan cerdik Ratu membeberkan sejumlah fakta dan memintanya untuk menentukan pemenang. sambil menahan malu didepan banyak orang, pria licik itu menunjuk Lee Hoo, yang popularitasnya di kalangan pelayan semakin melesat. Meski hatinya pedih melihat kedekatan Lee Hoo dan Sae-ryeong, Soon-ae memutuskan untuk menghibur Lee Joon yang cukup terpukul dengan kekalahannya. Cara gadis itu, yang memberikan es krim yang disembunyikan, membuat sang pangeran terhibur dan diam-diam merindukan kehidupan seperti orang kebanyakan. Kegembiraan ternyata hanya berlangsung sesaat, wajah Lee Hoo langsung pucat saat diberitahu bahwa selain lukisan, ketiga cincin peninggalan mendiang raja juga bakal dipamerkan ke khalayak. Lee Joon yang berusaha mencari keberadaan cincin malah terlibat konfrontasi dengan sang ibu, yang malah melampiaskan kemarahannya pada Soo-ae. Supaya cincin Lee Hoo dikembalikan, Soon-ae rela melakukan perjanjian dengan ibu Lee Joon, yang mengharuskannya pindah tempat bertugas. Sebelum pergi tanpa diketahui kedua pangeran, gadis itu tidak dapat menahan air matanya saat Dayang Han yang dikenal galak malah memberinya dukungan. Begitu mendengar berita mengejutkan tersebut, Lee Joon mendatangi kediaman Soon-ae dan langsung bisa menebak bahwa sang ibu adalah dalang dibalik semuanya. Namun, gadis itu mengelak dan malah menyebut keputusan yang diambil adalah hasil pemikirannya yang ingin hidup tenang. Waktu membereskan bukunya, Lee Hoo terkejut saat mendapati cincinnya telah kembali dan Soon-ae telah mengundurkan diri. Setelah menemui Lee Joon, ia langsung memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi ke kediaman gadis yang dicintainya itu

—————————————————————————–

Sinopsis Prince Hours Episode 13

Posting Perdana @ 27 September 2007 pkl. 10:00 WIB

Dengan perasaan tidak keruan, Lee Joon mengkonfrontir ibunya untuk mengetahui siasat yang sebenarnya. Namun, jawaban yang didapat soal kepada siapa hati Soon-ae sebenarnya diberikan malah membuatnya makin kacau. Dari belakang, Lee Hoo melihat kegundahan hati sang sepupu.

Saat saling berhadapan, keduanya saling menyalahkan sebagai penyebab Soon-ae ‘terusir’ dari istana. Tidak sempat terlalu lama memikirkan soal Soon-ae, yang telah menjalani pekerjaan barunya dengan hati tenang, Lee Hoo dan Lee Joon sudah harus bersiap menerima tugas kedua dari Ratu yang kali ini melibatkan unsur bela diri.

Sadar kalau peluangnya kecil mengingat batas waktu yang hanya 1 bulan, Lee Hoo memutuskan untuk memanggil orang yang paling dipercayainya untuk melatih bela diri : Jo Sang-ki. Sadar kalau banyak yang mesti dipelajari, pria yang jago silat itu langsung bertindak cepat dengan mengajarkan dasar-dasar awal bermain pedang.

Di istana, kondisi kembali berubah saat Perdana Menteri yang menjadi tangan kanan Ratu mengundurkan diri dengan alasan kesehatan. Mau tidak mau, sang pemimpin harus menyetujui pengisian jabatan tersebut oleh Wakil Perdana Menteri Shin yang tidak lain adalah ayah Sae-ryeong, yang sekaligus membuat posisi pria itu semakin vital.

Memotong ikatan jerami seperti yang ditugaskan Sang-ki ternyata tidak mudah, perlu waktu cukup lama bagi Lee Hoo untuk melakukannya dengan sempurna namun akhirnya ia berhasil. Dari belakang, Lee Joon yang menyaksikan semakin kagum dengan pesatnya perkembangan sang rival.

Setelah pedang, Lee Hoo mendalami pelatihan memanah. Tidak kalah sulit dengan yang pertama, Sang-ki memperbolehkan sang pangeran untuk bermain skateboard kesayangannya sambil menjelaskan filosofi yang benar tentang merentangkan busur.

Dasar nasib, Ratu akhirnya menentukan tempat pertandingan bela diri kedua pangeran diselenggarakan di istana tempat Soo-ae berada. Diam-diam, pangeran Hyo-jang meminta orang kepercayaannya untuk menyelidiki alasan dibalik pemilihan tempat itu karena ia yakin sang rival juga bakal melakukan gerakan.

Terlalu memaksakan diri membuat bahu Lee Hoo mengalami cedera, namun ia tetap menolak saat diminta Sang-ki untuk beristirahat. Tidak kalah keras, sang guru meminta pria itu untuk merenung sekaligus memulihkan diri. Dasar bandel, Lee Hoo tetap nekat sehingga harus mendapat perawatan serius.

Lee Hoo ternyata masih beruntung, dirinya berhasil disembuhkan dengan Sang-ki meski masih bersifat sementara. Paginya saat menengok ke arah kediaman Lee Joon, ia terkejut saat diberitahu sang rival telah lebih dulu pergi ke tempat pertandingan diadakan untuk mengenal medan.

Waktu hendak menunaikan tugasnya, Soon-ae terkejut melihat wajah yang sudah dikenalnya. Berhasil dibujuk untuk melihat-lihat kerajaan, gadis itu hanya bisa terdiam saat Lee Joon menyebut sudah tahu apa yang dilakukan sang ibu dan meminta Soon-ae untuk mau kembali ke istana.

Menolak untuk memenuhi permintaan sang pangeran, Soon-ae langsung terdiam saat Lee Joon menebak bahwa gadis itu hanya mencintai Lee Hoo. Keesokan harinya, pria yang dimaksud tiba bersama Ratu dan Ibu Suri untuk memulai pertandingan

——————————————————————

Sinopsis Prince Hours Episode 14

Posting Perdana @ 28 September 2007 pkl. 10:00 WIB

Sudah tentu, ucapan Shi-yeon tidak diindahkan oleh Lee Joon. Berniat untuk mengantar Soon-ae pulang, siapa sangka gadis itu mengajak bicara empat mata dan saat berdua, menyebut tidak dapat menerima cinta sang pangeran karena hatinya masih tertambat pada Lee Hoo.

Hari pertandingan akhirnya tiba, dan di bagian pertama yang diadu adalah kemampuan memanah. Seperti yang sudah diduga, kombinasi cedera dan pengalaman membuat Lee Hoo keteteran. Untungnya di panah terakhir, ia berhasil mengingat kata Jo Sang-ki dan berhasil menembakkan anak panah tepat pada sasaran.

Yang mengejutkan, Lee Joon yang diprediksi unggul ternyata gagal menunjukkan kemampuan terbaik akibat banyak pikiran. Keruan saja, Hyo-jang yang telah melihat keanehan putranya sejak awal langsung marah besar, sementara sang pangeran hanya bisa tertunduk.

Kehabisan akal, ibu Lee Joon menemui Jo Sang-ki dan kembali mengulangi permintaannya supaya pria itu tidak berada di sisi Lee Hoo. Langsung menolak mentah-mentah dan menyebut bahwa hubungan masa lalu keduanya sudah tidak berarti lagi, mereka tidak sadar bahwa obrolan itu terdengar oleh lee Joon, yang hatinya semakin kacau.

Di perlombaan kedua yang menampilkan kemahiran menggunakan pedang, Lee Hoo tidak mampu berbuat banyak. Apalagi, diam-diam Shi-yeon menggunakan siasat licik yang membuat pangeran itu terjatuh dari kuda. Ketika mendengar cerita Lee Hoo seputar kuda yang mendadak beringas, Jo Sang-ki mulai curiga akan sesuatu.

Pertemuan antara Soon-ae dan Lee Hoo terganggu oleh kemunculan Sae-ryeong yang merasa serba salah dengan situasi janggal itu. Ketika berjalan-jalan berdua, hati gadis itu semakin tergetar dan tanpa disadari, ia mengungkapkan kegundahan hatinya pada Lee Hoo.

Demi menjernihkan semua masalah, Lee Hoo memutuskan untuk menemui Soon-ae dan meminta gadis itu untuk kembali ke istana. Tanpa sengaja, keduanya melihat kebersamaan Ratu yang bertemu diam-diam dengan Alexander von Aberhaust. Tidak cuma mereka, diam-diam paparazzi juga mengamankan momen tersebut.

Untungnya usaha itu berhasil digagalkan oleh Lee Hoo, meski pangeran itu gagal menangkap kedua juru foto akibat cedera bahu yang dideritanya. Di hadapan sang sepupu, Ratu dengan wajah ceria mengakui semuanya sambil tidak lupa berterima kasih dengan Soon-ae yang juga menolong.

Perlombaan ketiga adalah adu jurus dengan tangan kosong dan meski sempat memberi kejutan dengan menendang jatuh Lee Joon, Lee Hoo akhirnya kalah telak. Sempat sedih, sang pangeran kembali mendatangi Soon-ae saat malam tiba untuk membujuk gadis itu supaya mau kembali ke istana.

Sayang meski telah didesak, Soon-ae tetap menolak. Tapi Lee Hoo memang keras kepala, ia langsung menarik tangan gadis itu (yang hendak beranjak pergi) dan menanyakan alasannya. Dengan wajahsedih, Soon-ae menyebut bahwa hal itu disebabkan karena dirinya merasa lelah setiap kali bertemu Lee Hoo.

Namun nasib ternyata masih enggan memisahkan keduanya. Saat semuanya telah berangkat, Soon-ae didatangi oleh Dayang Si yang menyebut bahwa banyak orang yang ingin mencelakai Ratu. Untuk itu, sang pemimpin negara meminta Soon-ae untuk mau menjadi dayangnya alias kembali ke istana. Di tempat lain, Jo Sang-ki membeberkan satu fakta lagi soal mendiang ibu Lee Hoo.

Penasaran ingin segera menemukan saksi demi membersihkan nama sang ibu, Lee Hoo bergegas ke sekolah. Siapa sangka, disana ia bertemu dengan sosok yang telah dikenalnya dan mengenakan seragam sekolah : Soon-ae

————————————————

Sinopsis Prince Hours Episode 15

Posting Perdana @ 29 September 2007 pkl. 10:00 WIB

Ketika sedang bersantai bersama Ibu Suri dan Dayang Si, Ratu mendapat kabar bahwa seorang raja dari daratan Eropa telah meninggal. Rupanya, raja tersebut masih memiliki hubungan dengan Alexander van Aberhaust yang adalah salah seorang guru di sekolah kerajaan.

Akibat kejadian mendadak tersebut, Ratu harus meninggalkan Korea dan menyerahkan tampuk kekuasaan sementara pada Ibu Suri. Yang menarik, kedua pangeran diminta untuk membantu sebagai bagian dari ujian ketiga mengenai etika dan kecerdasan. Tidak cuma itu, Lee Hoo dan Lee Joon juga diminta merancang konsep pameran kesenian bertema unik.

Berita soal kemungkinan Ratu bersama Alexander di Eropa membuat pangeran Hyo-jang tersenyum licik, ia meminta Shi-yeon untuk kembali menjalankan rencana mereka menjatuhkan sang pemimpin. Di temapt lain, Sae-ryeong yang berpapasan dengan Soon-ae langsung menyindir gadis itu dan memintanya untuk memilih salah satu dari Lee Hoo atau Lee Joon.

Diberi akses untuk memasuki daerah yang hanya khusus diperuntukkan bagi Raja dan penerus tahta, kedua pangeran mulai mengumpulkan bahan-bahan yang diperlukan untuk tugas mereka. Berbeda dengan Lee Joon yang langsung mendapat ide saat sekilas melihat rekaman, Lee Hoo baru mendapat ide belakangan tentang tema pertunjukan.

Sayang, idenya tidak diterima oleh pimpinan acara festival. Diam-diam, ide tersebut diamati oleh Hyo-jang, yang lagi-lagi menyiapkan cara untuk menjatuhkan sang pangeran. Masalah Lee Hoo tidak hanya itu, ia juga merasakan bahwa sejak kembali ke sekolah, Soon-ae tidak memperdulikannya sama sekali.

Berhasil meloloskan grup musik yang diinginkannya ke acara, Lee Hoo mendapat kabar tidak mengenakkan : B-Boy mengalami kecelakaan sehingga tidak bisa menari. Dengan waktu yang sangat mepet, bahkan bantuan dari Sae-ryeong serta dua sahabatnya Min-hyeok dan Yoon-ju juga tidak akan berpengaruh banyak.

Di lokasi acara yang bakal digelar, Hyo-jang keheranan melihat banyaknya anak kecil yang hadir, namun dengan senyum bijak Ibu Suri menyebut bahwa alasan tersebut merupakan bagian dari rencana Ratu. Setelah berpikir keras, Lee Hoo akhirnya memutuskan untuk meminta bantuan Bool Bam dan kawan-kawan.

Nyaris kehabisan waktu setelah grup yang diandalkan Lee Joon selesai bermain, Lee Hoo yang sempat ketar-ketir akhirnya bisa bernapas lega ketika diberitahu bahwa rekan-rekannya telah hadir. Bisa ditebak, aksi Boom Bam dan kawan-kawan membuat suasana menjadi meriah, apalagi belakangan Lee Hoo juga turut naik ke atas panggung.

Hyo-jang hanya bisa tersenyum kecut apalagi setelah melihat bahwa meski terlihat sangat konservatif, diam-diam para tetua istana ikut menikmati pertunjukan. Tugas bagi kedua pangeran ternyata diperpanjang setelah istana mendapat kabar kalau Ratu akan meneruskan lawatannya ke Afrika.

Ketika berjalan keluar, Lee Hoo mendapat kabar dari Sae-ryeong bahwa seorang pria yang memiliki hubungan dengan mendiang ibunya telah ditemukan. Sayang, pria bernama Choi Doo-yeon itu mengaku tidak bisa berbuat apa-apa untuk membersihkan nama ibu sang pangeran. Tidak ingin rahasianya terusik, Hyo-jang memerintahkan Shi-yeon untuk menghabisi Doo-yeon.

Saat menghadap Ibu Suri, Lee Joon meminta supaya dirinya juga diberi ijin memilih seseorang untuk menemani belajar. Sementara itu di istana, Lee Hoo yang mendapat akses masuk ke daerah terlarang akhirnya mulai mengerti apa yang menimpa mendiang ibunya lebih dari 20 tahun silam.

———————————————————————

Sinopsis Prince Hours Episode 16

Posting Perdana @ 1 Oktober 2007 pkl. 10:00 WIB

Untungnya, Lee Hoo bisa bereaksi cepat sehingga buku yang sedang dibacanya bisa disembunyikan. Apalagi, Dayang Si ternyata ikut membelanya sehingga sang pangeran lolos dari kemarahan Ibu Suri. Setelah kembali, Lee Hoo dinasehati oleh sang dayang dan kembali diingatkan tentang larangan membawa Buku Pintar yang hanya diperuntukkan oleh Raja.

Siapa sangka, pembicaraan keduanya terdengar oleh salah seorang pengawal, yang langsung melaporkan semuanya pada Hyo-jang. Namun, perubahan sikap terlihat jelas pada Lee Hoo saat dirinya bertemu dengan Ibu Suri, yang ternyata punya andil terhadap diusirnya sang mendiang ibu dari istana.

Berdasarkan hasil rembukan antara Lee Hoo, Lee Joon, dan Ibu Suri, diputuskan adanya pertukaran tugas antara bagian pengawal dan dayang. Tujuannya sendiri sangat baik yaitu demi mengurangi kesalahpahaman kedua bagian yang kerap terjadi, namun pada prakteknya tugas masing-masing menjadi kacau karena tidak terbiasa.

Berita tentang Buku Pintar yang dibaca oleh Lee Hoo akhirnya terdengar oleh Ibu Suri, yang langsung marah besar. Namun, wanita yang mendapat mandat untuk menjalankan jabatan Ratu itu hanya terdiam saat sang pangeran menanyakan keterlibatan Ibu Suri dalam pengusiran mendiang ibunya, yang hanya dibalas oleh anggukan pelan.

Atas tindakannya yang melewati batas, jabatan Lee Hoo sebagai pengawas langsung dicabut. Tidak memperdulikan apapun, sang pangeran malah menghilang dari istana dan membuat panik semua orang. Berkat pengaruh Hyo-jang, Lee Joon yang diberitahu oleh sang rival hanya tutup mulut saat ditanya soal keberadaan Lee Hoo.

Rupanya, pria yang dicari berada di makam sang ibu dan sambil bersimpuh, mengutarakan kesedihannya. Saat sedang berlutut, tiba-tiba muncul Soon-ae dan setelah marah-marah karena begitu kuatir, langsung memeluk Lee Hoo. Dari belakang, Lee Joon dan Sae-ryeong yang baru tiba melihat adegan itu dengan perasaan campur-aduk.

Berkat bujukan Soon-ae, yang mengatakan bahwa manusia kadang harus berbohong demi hal yang lebih baik, Lee Hoo akhirnya mulai berusaha menerima kenyataan bahwa Ibu Suri sekalipun tidak sempurna. Belakangan dibawah terangnya sinar bulan, Lee Hoo yang tidak bisa menahan diri lagi langsung memeluk dan mencium Soon-ae.

Mendapat kekuatan dari dukungan Soon-ae, Lee Hoo memutuskan kembali ke istana dan menghadapi teguran keras yang dialamatkan padanya oleh Ratu dengan tabah. Masalah ternyata tidak cuma dialami Lee Hoo, Alexander van Aberhaust yang menghabiskan hari-hari romantis bersama Ratu di Afrika mendapati kamar apartemennya berantakan saat pulang.

Bisa ditebak, semua adalah ulah Hyo-jang yang berusaha menemukan bukti-bukti hubungan pria blasteran itu dengan Ratu. Pria itu bahkan tidak segan-segan melenyapkan Choi Doo-yeon yang sempat ditemui Lee Hoo, namun ia gagal mendapatkan barang bukti yang kabarnya disimpan secara rahasia.

Kembalinya Ratu membuat penilaian pertunjukan yang diberikan kedua pangeran akhirnya dinilai. Lagi-lagi, terjadi perdebatan karena tetua istana menolak dukungan terhadap Lee Hoo yang disampaikan oleh anak-anak yang hadir saat itu. Kesulitan ternyata tidak hanya disitu, para tetua juga meminta supaya Ratu langsung menunjuk Lee Joon sebagai putra mahkota.

———————————————————————

Sinopsis Prince Hours Episode 17

Posting Perdana @ 2 Oktober 2007 pkl. 10:00 WIB

Begitu keluar dari ruangan, Perdana Menteri Shin telah dinanti oleh Hyo-jang yang menanti giliran bertemu dengan Ratu. Merasa dirinya dikhianati, wajah sang pangeran semakin merah-padam saat bekas sekutunya itu tidak menggubris ancamannya.

Setelah sekian lama, akhirnya Soon-ae resmi diajak kencan oleh Lee Hoo. Bisa ditebak, wajah mereka nampak begitu bahagia apalagi mengingat banyak hal yang telah dilalui sejak keduanya kembali bertemu di istana. Sebelum berpisah, sang pangeran berpesan bahwa apapun yang terjadi, Soon-ae harus tetap percaya dan mengikuti langkahnya.

Saat mengantar pulang, Lee Hoo melihat seorang wanita misterius berusaha menyerang Dayang Si (yang membawa surat rahasia dari Alexander van Aberhaust untuk Ratu). Meski berhasil mengusir wanita yang ternyata adalah Shi-yeon, itu, ia gagal mencegah usaha kedua yang dilakukan oleh tiga orang pria lain.

Diserangnya orang kepercayaan Ratu (ditambah hilangnya surat-surat berharga dari ruangan) membuat pihak istana marah dan meski tahu bahwa dalangnya adalah Hyo-jang, sang pemimpin kerajaan menyetujui bahwa penyelidikan diberikan kepada Lee Hoo dan Lee Joon sebagai tugas berikutnya.

Serius melakukan penyelidikan, Lee Joon akhirnya tahu bahwa orang terakhir yang keluar dari ruangan Ratu adalah Dayang Si dan setelah melakukan interogasi, memutuskan untuk menahan wanita kepercayaan Ratu itu. Lee Hoo hanya bisa menyaksikan semuanya dengan miris, apalagi Dayang Si menolak berbicara saat ditanya dengan siapa dirinya melakukan hubungan di luar istana.

Tanpa sengaja, Soon-ae melihat Dayang Kim, yang memberi kesaksian memberatkan Dayang Si, berbelanja sejumlah kosmetik mahal meski diketahui kalau wanita itu telah banyak berhutang dalam jumlah besar. Kecurigaan tersebut disampaikan pada Lee Joon dan (belakangan) Lee Hoo, yang langsung curiga ada pihak lain yang ikut bermain.

Lee Joon akhirnya bisa menebak kalau dalang dibalik semuanya adalah Hyo-jang, dan memutuskan untuk melaporkan pada Ratu tentang kejadian yang sebenarnya. Namun, hatinya langsung goyah saat sang ayah menyebut siap menerima kehadiran Soon-ae sebagai pasangan putranya bila Lee Joon berhasil menjadi putra mahkota.

Karena itu, tidak mengherankan bila Lee Joon menentang usaha Lee Hoo yang meminta waktu lebih lama untuk membuktikan Dayang Si tidak bersalah di hadapan Ratu dan Ibu Suri. Namun pria yang dicintai Soon-ae itu tidak menyerah, ia mengaku siap melepaskan posisinya apabila tidak berhasil.

Usaha Lee Hoo ternyata tidak sia-sia, di hadapan Ibu Suri dan Ratu ia berhasil membuktikan kalau Dayang Kim memberi kesaksian palsu. Tidak cuma itu, ia juga berhasil membuktikan keterlibatan Dayang Ryu yang bertugas di kediaman Ibu Suri.

Kegembiraan luar biasa juga dirasakan oleh Soon-ae, yang diajak untuk masuk ke ruangan Lee Hoo. Saat sedang bermesraan, tanpa sengaja Sae-ryeong melihat semuanya, dan keluar dengan air mata bercucuran dan perasaan hancur. Ibu Suri yang melihat kesedihan gadis itu terkejut, dan belakangan maklum saat melihat kemesraan Lee Hoo dan Soon-ae.

—————————————————–

Sinopsis Prince Hours Episode 18

Posting Perdana @ 3 Oktober 2007 pkl. 10:00 WIB

Melihat situasi berbalik menjadi tidak menguntungkan, Hyo-jang sangat geram dan memutuskan untuk kembali menjalankan siasat keji dengan Ratu sebagai sasaran. Ia tidak sadar bahwa di tempat lain, Lee Hoo yang sudah mulai gerah memutuskan untuk bereaksi.

Langkah pertama yang dilakukannya adalah menebar umpan, ia mendatangi kediaman Hyo-jang dan memberitahu kalau telah memiliki bukti kuat untuk membersihkan nama sang mendiang ibu. Meski sukses membuat sang rival ketar-ketir, Lee Hoo terpaksa menyakiti perasaan Sae-ryeong beberapa waktu kemudian dengan menolak perjodohannya dengan gadis itu.

Bisa dibayangkan, bagaimana hancurnya perasaan Sae-ryeong yang untuk kedua kalinya harus menerima kenyataan ditolak (meski hatinya sudah mulai terpaut pada pemuda itu). Ibu Suri sendiri tidak tinggal diam, ia langsung memanggil Soon-ae, memarahi, dan menasehati gadis itu agar meninggalkan sang pangeran.

Akibatnya, Soon-ae yang sedih menghabiskan waktu kencannya bersama Lee Hoo dengan mabuk-mabukkan. Kebingungan, dengan sabar sang pangeran terus menemani dan menggendong gadis yang dicintainya itu sampai ke kediamannya. Belakangan dari Lee Joon, Lee Hoo baru tahu kalau mabuknya sang dayang adalah akibat pertemuan dengan Ibu Suri.

Meski hatinya hancur, Sae-ryeong (sambil setengah memohon) memutuskan untuk tetap berada disamping Lee Hoo hingga penentuan siapa putra mahkota selesai. Kejutan berikutnya didapat saat kembali ke kelas, Alexander von Aberhaust memutuskan untuk mengundurkan diri.

Kejadian tersebut sempat membuat hubungan Soon-ae dan Lee Hoo tergganggu, kecemburuan keduanya terhadap pasangan masing-masing mulai menyeruak. Namun semua tidak berlangsung lama, kedatangan sang pangeran ke kediaman sang dayang membuat semuanya kembali normal.

Diam-diam, perdana menteri Shin ternyata punya rencana sendiri. ia mengirimkan foto-foto mesra Ratu dan Alexander saat berada di Afrika ke Ibu Suri, yang langsung mengamuk dan menemui putrinya. Di tempat lain, Jo Sang-ki yang baru saja diberitahu hal mengejutkan memutuskan untuk memberikan bukti-bukti yang dimilikinya demi membersihkan nama mendiang ibu Lee Hoo pada Lee Joon.

Terpukul saat tahu tentang keadaan diri yang sebenarnya, Lee Joon mendatangi Hyo-jang untuk membeberkan kebenaran. Siapa sangka meski licik dan kejam, sang pangeran ternyata masih mempunyai sisi baik dan menyebut sampai kapanpun selalu menganggap sang pangeran sebagai putra kandungnya.

Sempat kebingungan dengan menghilangnya Lee Joon, Hyo-jang mendapat kabar kalau Ratu telah melakukan pertemuan diam-diam dengan Alexander di dalam kantin sekolah. Saat sedang makan malam romantis, sambil bercucuran air mata sang pemimpin kerajaan membeberkan semua isi hatinya.

Di luar, Lee Hoo yang tidak ingin kejadian yang dialami sang sepupu terulang pada dirinya meminta supaya Soon-ae mau terus berada disampingnya. Obrolan tersebut terhenti oleh kemunculan beberapa wartawan. Lee Hoo berusaha memperingati namun terlambat. Saat keluar bersama Alexander, Ratu langsung menjadi sasaran jepretan kamera

———————————————————-

Sinopsis Prince Hours Episode 19

Posting Perdana @ 4 Oktober 2007 pkl. 10:00 WIB

Kehilangan arah setelah tahu identitas diri yang sebenarnya, Lee Joon mampir ke rumah Soon-ae dalam keadaan mabuk. Karena tidak tega, gadis itu merawat pemuda itu, yang keesokan harinya memutuskan untuk pergi tanpa banyak bicara.

Setelah berembuk, akhirnya disepakati bahwa satu-satunya cara untuk mengalihkan perhatian rakyat dari masalah Ratu adalah dengan menikahkan Lee Hoo dan Sae-ryeong. Hal itu langsung membuat sang pangeran gundah, apalagi ketika berbicara empat mata, Ibu Suri secara terang-terangan menentang hubungannya dengan Soon-ae.

Rupanya, itulah bagian dari strategi perdana menteri Shin untuk memuluskan langkah putrinya meraih posisi terhormat. Sementara itu, Hyo-jang juga mulai beraksi dengan menyusupkan Shi-yeon ke dalam istana tepat setelah kompetisi (yang berkaitan dengan Moral) antara Lee Hoo dan Lee Joon memasuki tahap akhir.

Ternyata, yang dilakukan tangan kanan Hyo-jang itu adalah menukar tulisan yang telah digoreskan oleh Lee Joon. Begitu dibuka dihadapan Ibu Suri, Ratu, dan kerabat kerajaan, Lee Joon sangat terkejut saat mendapati kertas yang telah digoreskannya ternyata berada dalam keadaan kosong, yang sekaligus menempatkannya sebagai kandidat untuk memenangkan kompetisi putra mahkota.

Sadar kalau dirinya sudah kalah telak, harapan Lee Hoo kembali bangkit saat diberitahu oleh Sae-ryeong kalau kemungkinan besar bukti-bukti tentang mendiang ibu sang pangeran berada di tangan Jo Sang-ki. Sayang saat mendatangi kediaman pria berkaca mata tersebut, sang empunya tidak ada di tempat. Bahkan, keduanya nyaris saja berpapasan dengan Shi-yeon.

Saat kembali ke istana, Lee Hoo mendapati Ibu Suri sedang memarahi Soon-ae yang kebetulan hendak mencari sang pangeran. Dengan jantan, ia membela sang kekasih di hadapan ibunda Ratu tersebut dan mengatakan bahwa bila tidak ada Soon-ae, sudah lama ia hengkang dari istana.

Meski telah ditutupi secara rapat, kisah cinta segitiga antara Lee Hoo, Soon-ae dan Lee Hoon terlanjur tersebar di istana. Keruan saja, Ibu Suri langsung memerintahkan Ratu untuk memecat sang pelayan, yang ditentang oleh Lee Hoo.

Soon-ae sendiri berulang kali harus menahan kesedihan akibat pandangan miring orang-orang disekitarnya (termasuk Sae-ryeong), namun ia mampu bertahan karena cintanya yang begitu besar pada Lee Hoo. Namun, pemanggilan yang dilakukan Ratu mengubah segalanya.

Walaupun tahu betul bagaimana perasaan sang dayang, terutama karena Ratu telah mengalaminya sendiri bersama Alexander, namun dengan berat hati sang pemimpin kerajaan terpaksa meminta Soon-ae untuk melepas Lee Hoo supaya sang pangeran bisa menjadi raja yang baru.

Kepedihan Soon-ae semakin bertambah karena Lee Joon, yang dengan berani menentang Hyo-jang dan menyebut tidak ingin menjadi seperti sang ayah, mengajaknya untuk meninggalkan semua kemelut di istana dan hidup bersama. Sudah pasti, hal itu langsung ditolak karena ia hanya mencintai Lee Hoo.

Setelah berpikir masak-masak, Soon-ae memutuskan untuk berhenti dari kuliah di akademi kerajaan sekaligus meninggalkan posisi sebagai dayang. Di tempat lain, Lee Joon yang hendak menyendiri tanpa sengaja terlibat insiden yang membuat api mulai menjalar di rumah yang sedang didiaminya.

Kredit Title dan Ucapan Terimakasih kepada:

  • Tuhan Yang Mahakuasa
  • Blog-Comentz (pemirsa drama Asia Indosiar), terimakasih telah meramaikan blog ini dengan memberikan komentar, kritik dan saran.
  • Indosiar dan semua pihak atas sumber tulisan dan gambar.
About these ads
Kategori:SINETRON, THREAD
  1. unhy bhotma
    Selasa, 12 Juni 2012 pukul 13:56 | #1

    it’s good…

Comment pages
1 2 10482
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 62.355 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: