Arsip

Posts Tagged ‘Glenn Alinskie’

BUKU HARIAN NAYLA 2nd Run di GlobalTV Mulai 26 Maret Jam 9 Pagi

Sabtu, 24 Maret 2012 60 komentar

http://wp.me/pevle-3ba

Buku Harian Nayla

Buku Harian Nayla (BHN), merupakan miniseri spesial Natal yang sukses tayang di RCTI 2006 silam. Kini, BHN tayang lagi di Global TV mulai 26 Maret 2012 setiap Senin sampai Jumat pukul 09.00 WIB. Sebelumnya, di MNC Entertainment (TV Kabel/Berlangganan)

Kutipan Postingan Desember 2006

Saya nggak mau penonton membanding-bandingkan saya dengan peran di cerita aslinya. Apalagi saya jadi pemeran utamanya. Makanya, saya nggak pernah mau nonton aslinya. Takutnya nanti dikira nyama-nyamain. Saya pengin dikenal sebagai Chelsea. Biarin ceritanya saja (jiplak), tapi aktingnya nggak.

Di antara keramaian di Pusat Studi Jepang Universitas Indonesia, seorang perempuan berbaju merah mendatangi pesinetron muda Glenn Alinskie (18) sambil tersenyum ramah. “Glenn, boleh minta foto bareng nggak?” pinta perempuan itu. “Boleh saja,” jawab Glenn. Selesai foto, perempuan itu bukannya langsung pergi, malah minta nomor telepon Glenn. “Maaf, saya tidak bisa kasih. Itu privasi,” kata Glenn yang tidak mau memberi nomornya. “Tapi, saya janji nggak bakal nyebarin kok,” celetuk perempuan itu. Glenn tetap pada pendirian semula, tidak memberikan. “Ya sudah nggak apa-apa,” jawab perempuanitu. Perempuan muda itu lalu bercerita, setiap Senin-Minggu pukul 21.00-22.00 WIB, selalu nonton mini mega sinetron Buku Harian Nayla (BHN – 25 Desember sudah habis masa tayangnya) di RCTI, yang salah satu pemeran utamanya, Glenn. Kata perempuan itu, tema cerita BHN menarik, beda dari sinetron lain. “Akting pemain-pemainnya bagus,” katanya, diiringi senyum simpul Glenn.

Ya, BHN memang menyuguhkan sesuatu yang beda di tengah maraknya sinetron yang ceritanya cenderung mengada-ada. Alkisah, seorang gadis bernama Nayla mengidap penyakit ataxia yang menyebabkan kemampuan fisiknya hilang, hingga akhirnya lumpuh. Di saat kondisinya kian memburuk, Nayla tetap tegar menjalani hidup serta tetap menggunakan waktunya untuk mengukir prestasi. Beruntung, Nayla memiliki keluarga yang sangat perhatian serta seorang cowok bernama Moses (Glenn) yang jatuh cinta berat. Sadar hidupnya tak lama lagi, Nayla memutuskan hubungan dengan Moses. Nayla sedih, tapi pasrah terhadap jalan hidup sampai akhirnya meninggal. Hmmm, secara garis besar, cerita BHN mirip serial One Litter of Tears (Ichi Ritoru No Namida) yang disebut-sebut sebagai serial terbaik di Jepang tahun lalu. Well, jiplak-menjiplak di negeri ini seperti sudah biasa.

Menurut Direktur Program RCTI, Harsiwi Achmad alias Siwi yang dihubungi lewat telepon Rabu (27/12) lalu, perolehan rating BHN sejak awal tayang 11 Desember lalu cukup bagus, rata-rata 6,8 dengan share 23,8 persen. “Tertinggi episode Selasa (19/12) lalu, rating 7,6 dengan share 25,5. Saya belum tahu episode terakhir. Bisa lebih tinggi lagi,” kata Siwi semangat. Saking tingginya antusiasme penonton, rencananya, Sabtu, 30 Desember ini, RCTI akan kembali menayangkan empat episode terakhir BHN mulai pukul 08.00-11.30 WIB. Siwi mengaku takjub dengan banyaknya SMS yang masuk ke RCTI. “Sampai 4000. Itu rekor tersendiri bagi serial pendek seperti Buku Harian Nayla,” lanjutnya sembari menambahkan, dalam waktu dekat akan menayangkan cerita sinetron seperti BHN.

Bagi dua pemain utamanya, Chelsea Olivia Wijaya (14) dan Glenn, bermain di BHN suatu pengalaman berharga. Ditemui di lokasi syuting Pangeran Penggoda, Rabu (27/12) lalu, Chelsea mengaku cukup puas dengan aktingnya yang dinilai banyak orang sangat natural serta benar-benar menjiwai tokoh Nayla. “Baru beberapa hari tayang, saya sudah dipanggil Nayla sama orang-orang,” kata Chelsea dengan wajah sumringah. Begitu disodorkan skenario BHN oleh SinemArt, Chelsea sudah tahu yang harus dilakukan. “Jujur saja, saya belum total 100 persen aktingnya. Wajarlah, itu kan tayangnya striping. Tapi kalau dibilang sudah cukup puas, ya saya puas,” imbuh Chelsea, yang tidak melakukan observasi langsung lebih dulu terhadap pasien penyakit ataxia.

“Tapi jadi sebelum syuting, kami diskusi dengan perawat di rumah sakit tempat syuting di kawasan Cengkareng. Kami nggak bisa mengira-ngira akibat yang bisa ditimbulkan ataxia. Makanya,saya dikasih tahu dulu sebelumnya, ataxia itu apa, karena saya belum pernah tahu sama sekali,” cerita Chelsea yang sudah membintangi sejumlah judul sinetron, Tuhan Ada Dimana-mana, Kodrat, Cincin, Pangeran Penggoda, dan Penyihir Cinta. “Setidaknya akting saya harus benar biar tidak disalahkan para penderita ataxia,” imbuhnya. Totalitas akting Chelsea memang sudah tak diragukan lagi. Saatpemotretan untuk cover ini, Chelsea dengan mudah mengeluarkan air mata, hanya dalam hitungan detik. Tak heran, akting Chelsea di BHN mengundang decak. Terlebih lagi, ia harus jatuh bangun lantaran ketidakseimbangan metabolisme tubuh peran yang dimainkan. “Sedikit sakitlah, sampai biru-biru (sedikit lebam). Makanya, Bang Maruli (Ara — sutradara BHN) sering ngingetin agar tidak terlalu total, karena bisa membahayakan diri sendiri. Tapi kadang saya suka lose control, sudah kebawa peran dan emosi. Kalau jatuh tidak boleh pegangan, harus benar-benar jatuh,” jelas cewek yang mengagumi penyanyi sekaligus pesinetron Agnes Monica ini panjang lebar.

Sebagai lawan main, Glenn merasa miris sekaligus bangga melihat Chelsea berakting seperti itu. “Makanya, saya banyak belajar akting sama dia,” ceplos Glenn yang mengakui aktingnya di BHN sudah cukup matang ketimbang di dua sinetron sebelumnya, Pangeran Penggoda dan Intan. “Tapi itu gara-gara perannya juga sih,” sambungnya. Sebagai pendatang baru, akting Glenn memang sudah bisa menyedot perhatian penonton sinetron Indonesia, walau masih banyak kekurangan, terutama soal bahasa. Maklum, Glenn lama di Singapura bersama orangtuanya, dan baru setahun ini tinggal di Indonesia. “Yang terberat, dialog. Di situ banyak dialog bahasa Indonesia yang kurang familiar buat saya,” ucap Glenn. Satu alasan Glenn mau mengambil peran sebagai Moses, tema cerita yang menarik. Menurut bungsu dari tiga bersaudara pasangan Richard Alinskie-Linda Alinskie,BHN bisa menginspirasi orang-orang sakit untuk menemukan kembali semangat hidupnya yang sirna. “Itu benar-benar berguna banget,” kata Glenn. Ditambahkan Chelsea, sukses BHN tidak terlepas dari kerja sama yang kompak antara kru, sutradara, produser, dan pemain.

Chelsea tidak terlalu peduli dengan sebutan ratu sinetron jiplakan yang mulai melekat padanya. Kata Chelsea, yang akan berangkat ke Bali, Sabtu (30/12) ini, ketika mendapat peran ia berusaha bermain sebaik mungki. “Saya tidak pernah mau tahu sinetron saya jiplakan atau bukan. Buat saya yang terpenting berakting bagus, mau jiplakan atau bukan,” aku Chelsea yang tengah menjalin kasih dengan pesinetron muda Ricky Harun, putra model kondang era 80-an, Donna Harun. Di lokasi syuting, Chelsea kerap terlibat diskusi dengan Glenn agar adegan yang dihasilkan bagus. Sayang, BHN sudah habis masa tayangnya. Soalnya, bila diperpanjang sampai puluhan episode, ceritanya akan tidak karuan.

Buku Harian Nayla : Glenn Alinskie - Chelsea Olivia

Chelsea Olivia Wijaya: Teknik Jatuh Biar Tak Memar

(Akting gadis belia yang berulang tahun saban 29 Juli ini di mini seri Buku Harian Nayla mampu menguras air mata penonton).

buku Harian Nayla memang mendapat respon bagus dari penonton. Baru beberapa hari tayang saja, saya sudah dipanggil Nayla. Buat saya, menyandang nama peran itu susah. Saya sendiri cukup puas dengan hasilnya karena main dengan sepenuh hati. Banyak yang bilang, tema ceritanya bagus. Saya sih nggak mikirin yang lain. Yang penting, saya benar-benar puas.

Pas baca skenarionya, saya sudah tahu yang harus dilakukan karena tokoh yang saya perankan tidak sembarangan. Ada tahapannya. Mulai pertama merasakan sakit, sedih. Ya, cukup sulit dan ribet juga. Tapi saya puas, walau belum total 100 persen. Kami nggak bisa buat BHN seperfek mungkin. Sejujurnya, saya sebelumnya sama sekali tidak tahu penyakit itu. Sebelum syuting, kami diskusi dengan perawat di rumah sakit tempat kami syuting di kawasan Cengkareng. Kebetulan ada penderita ataxia di sana. Saya dikasih tahu ataxia itu apa, akibatnya, tahapannya, cara ngomongnya. Saya sendiri belum pernah melihat langsung penderitanya. Kata perawatnya, dia kontrol ke rumah sakit itu selalu pagi hari.

Memerankan Nayla, nggak bisa sembarangan. Bisa-bisa saya disalahin para penderita ataxia (tersenyum simpul). Soal adegan setiap saat jatuh, itu sih nggak benaran. Ada tekniknya. Kadang ada matrasnya. Tapi karena suka lepas kontrol, kebawa peran dan emosi, sering lupa. Ya, sakit-sakit sedikit deh. Biru-biru. Padahal, Bang Maruli sudah ngingetin. Penderita ataxia itu kalau jatuh nggak boleh pegangan. Harus benar-benar jatuh. Wajar, take berulangkali. Saya senang dengan banyaknya respons penonton. Apalagi buat saya, itu karakter yang cukup susah. Tidak semua orang bisa (main). Saya merasa tidak sia-sia.

Buat saya, rating atau cerita sinetron bagus atau tidak, tidak terlalu mempengaruhi akting. Sebenarnyasihrating bagus bisa tambah semangat. Saya harus total karena ini profesi yang harus dipertanggungjawabkan. Soal chemistry dengan Glenn, sama dengan pemain lain. Menang nggak gampang. Harus sedekat mungkin dengan lawan main agar mainnya enak, nggak malu-malu lagi. Sejauh ini, kami saling memberi masukan. Saya akui, soal bahasa Glenn memang masih agak susah. Harus take berulang-ulang. Itu wajar dan manusiawi sekali. Selain belum lama tinggal di Indonesia, juga baru banget di dunia hiburan. Kami saling membantu.

Chelsea Olivia Wijaya

Saya Juga Sebal Dibilang Ratu Sinetron Jiplakan

Memang sih saya banyak dengar saya dijuluki ratunya sinetron jiplakan. Jujur, saya nggak tahu sejak awal sinetron yang saya mainkan jiplakan. Sebagai warga negara Indonesia, siapa sih yang mau main jiplakkannya orang? Kita ‘kan kepengin rating bagus karena hasil karya sendiri. Tapi ‘kan saya pemain. Setelah membaca skenario, ceritanya bagus dan benar-benar kuat, ya saya ambil. Saya sih profesional saja. Terserah orang mau bilang saya ini itu. Sebagai pemain, saya hanya menjalankan tuntutan peran yang diminta sutradara.

Saya bukan hanya main sinetron jiplakan saja. Kalau ada yang tidak jiplakan, pasti saya ambil juga. Saya juga nggak mau main sinetron jiplakan terus. Menurut saya, ini ketidaksengajaan saya banyak main di sinetron jiplakan. Mudah-mudahan, next-nya nggak begini lagi. Tapi saya kan juga nggak tahu itu jiplakan. Lagipula saya juga nggak tahu cerita yang disodorkan jiplakan. Saya tahunya setelah baca kritikan.

Sebenarnya sedih juga sih dikatain kayak gitu (ratu sinetron jiplakan). Tapi mau gimana lagi? Saya ‘kan sebagai pemain, harus total. Tanggung jawab saya sebagai pemain sangat besar. Misalnya, saat main di Pangeran Penggoda, saya mencoba untuk nggak sama dengan peran aslinya (serial Devile Besides You). Menurut saya, jiplakannya tidak palsu, ada izinnya. Kata Pak Leo (produser), jiplakan Pangeran Penggoda dan Penyihir Cinta, resmi. Sedang Buku Harian Nayla, saya nggak tahu. Saya nggak mau penonton membanding-bandingkan saya dengan peran di cerita aslinya. Apalagi saya jadi pemeran utamanya. Makanya, saya nggak pernah mau nonton aslinya. Takutnya nanti dikira nyama-nyamain. Saya pengin dikenal sebagai Chelsea. Biarin ceritanya saja (jiplak), tapi aktingnya nggak.

Banyak kritikan di media terhadap saya, padahal banyak pemain yang juga main sinetron jiplakan. Tapi saya yang selalu dilihat karena pemeran utamanya. Makanya, kalau sinetron itu jelek, pasti berpengaruh juga sama nama saya. Saya jarang nonton teve, apalagi serial di Taiwan, Korea, dan Jepang. Pernah sekali nonton Meteor Garden karena ceritanya bagus.

Glenn Alinskie

Glenn Alinskie: Saya Sudah Menjadi Bintang?

(Walaupun terbilang pendatang baru di dunia hiburan, akting cowokblasteran Thailand, Tibet, China, dan Indonesia ini, berhasil menyedot perhatian penonton sinetron).

saya cukup puas dengan Buku Harian Nayla. Buat saya, (akting) itu sudah cukup matang ketimbang sinetron saya lainnya. Di BHN, peran saya pendiam, cool, tidak ada kesulitan memainkan peran itu. Cuma, kendala saya masih soal bahasa. Di sini (BHN), banyak dialog bahasa Indonesia yang nggak saya ngerti. Tapi, saya banyak latihan supaya lebih lancar.

Banyak kesan main sinetron ini. Buat saya, BHN bisa menginspirasiorang yang sudah nggak punya semangat hidup lagi. Sampai sekarang saya belum pernah menemui penderita ataxia. Tapi, yang lain sudah pernah, seperti kanker atau leukimia. Sedih juga sih. Teman saya ada yang kena kanker. Saya salut banget. Maka itu, saya tidak pernah menjauhi orang yang menderita penyakit seperti itu.

Syuting bersama Chelsea, saya tetap profesional. Misalnya, peran saya harus sama dia atau sama siapa saja, chemistry harus dicari biar aktingnya total. Kalau nggak, jadinya aneh. Syuting memang capek, tapi kalau hasilnya bagus, kami juga bahagia. Peran di BHN beda dengan Intan dan Pangeran Penggoda. Di lokasi syuting, saya banyak belajar dari pemain-pemain senior, termasuk Chelsea. Saya masih banyak kekurangan. Soal rating bagus atau nggak, saya tetap berusaha berakting total. Menurut saya, rating cuma pemacu semangat kami sebagai pemain.

Banyak yang bilang saya sudah menjadi bintang. Not really. Saya kan masih baru, belum ada apa-apa. Masih banyak yang belum saya bisa. Dalam semua hal, akting, dialog, dan sebagainya. Untuk disebut bintang belum cocok deh, hehehe. Buat saya episode yang menarik itu, episode 15. Itu paling dahsyat! Di situ semua dapat feeling-nya, jadi bisa lebih menarik. Cuma saya nggak nonton karena syuting. Saat syuting melihat akting Chelsea, saya sering merasa sedih, berkaca-kaca. Ya, saya bayangin saja itu terjadi sama keluarga atau kita sendiri. Di Singapura, keluarga saya juga nonton. Mereka suka sih. Tapi, nggak ada komentar apa-apa. Mereka selalu mendorong saya supaya tampil lebih bagus lagi. Di tahun 2007 nanti, saya tidak punya resolusi apa-apa. Yang penting, enjoy aja dulu. Sekarang, saya lagi syuting sinetron baru lagi, Baby Doll yang karakter perannya nggak jauh beda dengan peran-peran sebelumnya. Buat saya, itu anugerah. Saya sih nggak mau ngoyo. Tapi kalau ditawarkan peran bagus, kenapa nggak diambil? BHN berkesan sekali buat saya. Dengan episode yang sedikit, tapi disukai penonton. Apalagi syutingnya setiap hari.

One Liter of Tears, Kisah Hidup Aya yang Mengundang Derai Air Mata

Serial One Liter of Tears, dalam bahasa Jepang disebut Ichi Ritoru No Namida disebut-sebut sebagai serial terbaik tahun 2005. Kisah sedihnya yang menguras air mata mendapat apresiasi tinggi masyarakat Jepang, juga di negara-negara Asia lain. Bahkan di Indonesia dibuat versi sinetronnya, Buku Harian Nayla yang baru saja usai tayang.

Sesuai dengan judulnya, dorama Jepang ini mengisahkan perjuangan hidup seorang gadis bernama Ikeuchi Aya yang kisah hidupnya mengundang derai air mata. Di usia 15 tahun, Aya divonis mengidap penyakit Spinocerebellar Degeneration. Penyakit yang menyerang fungsi syaraf keseimbangan, hingga ia sulit untuk mengontrol keseimbangan dan gerak tubuhnya. Aya (diperankan oleh Sawajiri Erika) anak sulung dari empat bersaudara. Ia tinggal bersama ibunya, Shioka, ayahnya, Mizuo, serta seorang adik laki-laki bernama Hiroki, dan dua adik perempuannya, Ako dan Rika. Ayahnya pemilik sebuah toko tahu, sedangkan ibunya seorang ahli gizi. Kisahnya dimulai sebelum Aya mengetahui mengidap penyakit yang belum ada obatnya itu.

Suatu hari, Aya pergi mengikuti tes masuk salah satu SMU favorit. Saat berangkat dari rumah, ia pergi dengan penuh semangat. Tapi, tiba-tiba ia tertidur di dalam bis hingga sekolah yang ditujunya terlewat. Waktu ujian sudah hampir tiba saat Aya turun dari bis dan berlari menuju sekolahnya. Saat itu ia terjatuh hingga lututnya terluka. Di saat yang sama, ia bertemu Haruto yang juga akan mengikuti tes di SMU yang sama. Haruto sebenarnya ingin menghindar untuk mengikuti tes itu. Melihat Aya terluka, terpaksa ia memberi tumpangan sepeda dan mengantarnya sampai sekolah. Walau terlambat, Aya dan Haruto diperbolehkan mengikuti tes.

Aya dan Haruto berhasil lulus dan masuk di SMU yang sama. Aya menjadi siswi yang aktif dalam klub basket, sedangkan Hiruto siswa yang pendiam dan tertutup. Di klub basket, Aya bertemu pria yang disukainya. Pria yang juga menjadi anggota tim basket putra itu pun menyimpan perasaan yang sama padanya. Saat itu, Aya sangat menikmati hidupnya. Ia menjadi ketua kelas. Di tim basket pun ia menjadi pemain utama. Hubungan dengan pria yang disukainya pun berjalan mulus. Kehidupan Aya mulai berubah ketika menyadari ada yang aneh dalam dirinya. Ia tak bisa memegang sumpit dengan benar, hingga seringkali makanan yang dipegangnya jatuh, tak bisa menuangkan air ke gelas, tak bisa melihat jarak benda yang ada di depannya, dan sangat sering terjatuh saat berjalan. Mulanya ia mengira itu hanyalah kecerobohannya saja. Ibunya yang pertama kali menyadari ada keganjilan dalam tubuh puterinya. Kecurigaan Shioka bermula saat melihat Aya tak menutupi wajahnya saat jatuh ke depan. Suatu hari, Aya terjatuh hingga mengalami luka di bagian wajahnya. Manusia normal pasti akan reflek menutupi wajahnya saat jatuh tersungkur, batin Shioka. Shioka lalu membawa Aya ke rumah sakit untuk memeriksakan keadaan puterinya. Kecurigaannya terbukti. Dokter memvonis Aya mengidap penyakit Spinocerebellar Degeneration, dan hidupnya dipastikan tak akan bertahan lama. Sejak saat itulah kehidupan Aya berubah menjadi tragedi.

Bukan hanya mengumbar kisah sedih yang membuat kita mengucurkan satu liter air mata. Kisah ini dianggap sangat menyentuh dan menjadi sangat berarti bagi banyak orang. Yang membuat serial ini istimewa, kisah sedih Aya dalam menjalani sisa waktu hidupnya ini diangkat dari kisah nyata. Kito Aya, seorang gadis Jepang berusia 15 tahun mengidap penyakit Spinocerebellar Degeneration. Selama sisa hidupnya, ia menuangkan semua perasaan dan kejadian yang dialami dalam sebuah buku harian, hingga tangannya tak bisa lagi memegang dan menggerakkan alat tulis. Harapannya sederhana, ia ingin mengingat masa-masa terakhir dalam hidupnya dan untuk selalu mengingatkan dirinya agar tak menyerah dalam menjalani hidup. Semangatnya untuk hidup didorong oleh perhatian yang sangat besar dari keluarga, sahabat, juga kekasihnya. Aya bertahan selama 10 tahun melawan penyaktinya, dan melewati hari-harinya dengan menulis buku harian. Di usia 25 tahun, Aya mengembuskan nafas yang terakhir. Beberapa tahun lalu, buku harian Aya diterbitkan dalam bentuk novel. Tak disangka, kisah hidup Aya yang tragis menarik simpati dan menjadi inspirasi bagi banyak orang di Jepang. Hingga saat ini, buku harian yang berjudul “One Liter of Tears” ini telah terjual sebanyak 18 juta kopi.

Melihat apresiasi masyarakat yang begitu besar terhadap kisah Aya, seorang produser di Jepang pun kemudian meminta izin untuk membuat kisah Aya dalam bentuk dorama. Sama seperti novelnya, dorama yang dimainkan Sawajiri Erika, Nishikido Ryou, Narumi Riko, Yakushimaru Hiroko, Jinnai Takanori, serta Fujiki Naohito ini sangat dicintai masyarakat Jepang. Penonton dan pembaca mengaku bahwa kisah hidup Aya dapat dijadikan contoh dan inspirasi. “Kita harus selalu semangat dalam menjalani kehidupan, bahkan meski hidup yang kita miliki hanya tinggal sebentar lagi.” ujar salah satu penonton. Mengisi hidup dengan penuh makna, itu yang terpenting. Sawajiri Erika, pemeran tokoh Aya sendiri mengaku kalau sangat tersentuh dengan peran yang dibawakan. “Air mata saya selalu terjatuh di hampir setiap episode. Saya selalu menanyakan pada diri saya, bagaimana kalau saya Aya?” Baginya, dorama ini yang terbaik selama tahun 2005. Bukan lantaran ia yang menjadi bintangnya, tapi ceritanya yang begitu menyentuh hati membuat semua orang pasti menitikkan air mata saat melihatnya. Apalagi pesan yang dituliskan oleh Aya dalam buku hariannya begitu berkesan di hatipara pembaca, “Bisa menikmati hidup adalah hal yang indah dan luar biasa.”

Buku Harian Nayla : Chelsea Olivia Wijaya

Sinopsis Buku Harian Nayla

Things were looking perfect for Nayla. She seemed to have everything. She was smart, a star in the basketball court, religious, and friendly. But underneath all that Nayla was suffering from a rare disease that could cause her to lose control over her motoric ability, which in the end would cause total paralysis.

Dr. Fritz, the doctor who took care of her suggested that she kept a diary to monitor the development of her condition. As times went by, Nayla’s physical condition continued to worsen. Nayla however, was determined to graduate. While her friends were busy thinking about college plans, Nayla could only pour her sadness and feelings into her diary.

But her hand’s motoric ability started to go downhill, this made it even harder for her to write. Moses, her close friend, decided to go to medical school with hope that one day he would be able to cure Nayla. Despite all that she had been through, Nayla stayed strong. She sent her writings to several magazines. A lot of people’s spirit were lifted after reading her stories. Despite her physical disability, Nayla managed to be an inspiration to many.

Semua tampak sempurna untuk Nayla, dia ceria, rajin, pintar, dan jago basket dan taat pula beribadah. Disekolah pun dia bisa menjadi ketua kelas dan bertemu dengan cowok yang baik dan ganteng pula. Tapi dibalik kesempurnaan itu sebenarnya Nayla menderita penyakit yang sangat berat karena dia bisa kehilangan kemampuan fisiknya hingga akhirnya lumpuh. Nayla tidak mengetahui hal ini.

Dr Fritz yang memeriksa dan merawat Nayla memintanya membuat buku harian (sebenarnya agar ia bisa memantau perkembangan kesehatan Nayla). Beberapa hari kemudian, Martha menemui dr Fritz untuk mengambil Hasil pemeriksaan Nayla. Martha kaget mengetahui penyakit yang diderita Nayla. Nayla yang tak tahu apa-apa, tetap menjalani hidupnya seperti biasa. Hingga Nayla bertemu pasien yang telah lama menderita sakit, dan mengalami gejala-gejala yang mirip dengan yang dialaminya.

Nayla bertanya pada Dr Fritz. Namun Dr Fritz merasa tak berhak memberitahu Nayla. Kondisi Nayla semakin memburuk. Martha terpaksa memberi tahu Nayla tentang penyakitnya. Nayla tidak terkejut, karena sudah lama menduga akan kenyataan itu. Nayla kini duduk di kursi roda. Beruntung Nayla memiliki teman-teman yang setia. Selain itu, Moses yang jatuh cinta pada Nayla, juga selalu menemani Nayla. Namun banyak juga siswa yang merasa terganggu dengan keadaan Nayla.

Waktu berlalu dengan cepat. Nayla berhasil lulus sekolah. Semua teman Nayla sibuk memikirkan kuliah. Nayla sedih, hal yang bisa menghiburnya hanya menulis buku harian. Nayla terus menulis walau tangannya semakin lama semakin susah bergerak. Sementara itu, Moses akhirnya masuk kuliah kedokteran yang sebenarnya jauh dari minat awalnya. Dengan satu alasan, dia ingin menyembuhkan Nayla.

Namun Nayla justru sadar bahwa kehadirannya yang tinggal sebentar lagi hanya akan menyakiti Moses. Nayla lalu memutuskan hubungannya dengan Moses. Tapi secara diam-diam, Moses terus mengamati Nayla. Penyakit Nayla berkembang semakin parah, jauh melampaui prediksi Dr. Fritz. Beberapa kali Nayla hampir meninggal hanya karena tersedak dan kesulitan bernapas. Namun Nayla tetap tegar dan tidak berhenti berdoa, dia tetap menggunakan waktunya untuk mengukir prestasi. Nayla mengirimkan tulisannya ke majalah-majalah. Banyak orang yang bersimpati pada keadaan Nayla.

Suatu hari, di malam Natal, Moses datang membawa surat dari pembaca Nayla. Saat itu Nayla sudah benar-benar lelah berperang dengan penyakitnya. Ternyata banyak pembaca yang menjadi lebih tegar menghadapi hidupnya setelah membaca tulisan Nayla. Itu menjadi bukti bahwa sekalipun sudah tak berdaya secara fisik, Nayla tetap berguna dan menjadi penolong bagi orang lain, sesuai keinginan terbesarnya. Nayla tersenyum bahagia. Tak ada lagi yang perlu dia cari di dunia ini…

Pemain Buku Harian Nayla

  • Chelsea Olivia Wijaya sbg Nayla
  • Glenn Alinskie sbg Moses
  • Andrew White sbg Paul
  • Steve Emmanuel sbg dr. Fritz
  • Moudy Wihelmina sbg Martha
  • Yadi Timo sbg Aldhi
  • Rudy Salam sbg dr.Gerdy
  • Debby Chintya Dewi sbg Ibu Gerdy
  • Raka Hafid sbg Irvan
  • Virgo Brody sbg Gio
  • Gisela Cindy sbg Joana

Credit to / TERIMA KASIH KEPADA:

  • Puji syukur terhadap Tuhan Yang Mahakuasa.
  • BLOGVOTERS™ yg setia membuka & ngevote 5 bintang untuk thread ini.
  • BLOG-COMENTZ™, czoners, Fans Chelsea Olivia, penggemar sinetron yg meramaikan thread ini dengan memberikan komentar, kritik dan saran.
  • Twitter : @pangeran229 @glennalinskie @chelseaolivia92
  • http://www.sinemart.com/ dan semua pihak atas sumber tulisan dan gambar.

Stairway To Heaven Drama Laris Korea yg Sering Diadaptasi Berbagai Judul Sinetron dan FTV Indonesia

Senin, 11 Oktober 2010 18 komentar

Stairway To Heaven (2003/2004), salah satu Drama Korea Laris yang sering diadaptasi ke berbagai judul cerita sinetron. Diantaranya:

  1. 2004. Cinta Sejati (Produksi Multivision Plus. Tayang di Indosiar). Pemain: Chicco Jerikho, Angel Karamoy, dkk.
  2. 2005. Atas Nama Cinta (Produksi MD Entertainment. Tayang di SCTV). Pemain: Seryozha Reza , Astrid Tiar , Ervan Naro , Jenyfer Dun, Nana Khairina, dkk.
  3. 2007. FTV Kugapai Cintamu/Kisah Cinta Romi Dan Yuli Series (Produksi Gentabuana Paramita. Tayang di Indosiar). Pemain: Temmy Rahadi, Imel Putri Cahyati, Rheiner G. Manopo, Catherine Pamela, Sally Marcellina, dkk.)
  4. 2007. FTV Astari (Produksi Gentabuana Paramita. Tayang di Indosiar). Pemain: Ditmar Hadi, Imel Putri Cahyati, Anisa Sulandana, dkk.
  5. 2008. Rindu: “Dipertemukan Cinta, Dipisahkan Takdir…” (Produksi DePic Production. Tayang di ANTV). Pemain: Jonathan Frizzy, Indy Satya, Glenn Alinskie, Soraya Larasati, Devi Permatasari, Hendra Cipta, dkk.
  6. 2008. Janji Cinta (Produksi Rapi Films. Tayang di RCTI). Pemain: Raffi Ahmad, Citra Kirana, Ryana Dhea, Nessa Sadin, Herdin Hidayat, dkk.
  7. 2010. Arjuna Mencari Cinta (Produksi: Gentabuana Paramita. Tayang di Indosiar) Pemain: Jonathan Frizzy, Imel Putri Cahyati, Affandi, Razz Florean, Anastasya Novi, Billy Boedjanger, Vista Putri, Afdhal, Rosnita Putri, Errina GD, dkk.

Bagaimanakah kisahnya?

*Postingan ini masih akan diperbaiki dari berbagai sumber.

Jonas Rivanno-Asmirandah (Kemilau Cinta Kamila) Pasangan Sinetron Terfavorit UMI 2010

Rabu, 14 Juli 2010 527 komentar

Beri vote 5 bintang untuk thread http://wp.me/pevle-2xs

Industri sinetron Indonesia banyak melahirkan pasangan yang memiliki chemistry kuat. Kekuatan chemistry mereka selalu diperbincangkan di berbagai forum hiburan. Pada semester pertama 2010 muncul 12 pasangan yang mencuri perhatian pemirsa. Inilah undakannya berdasarkan polling:

Undakan Pasangan Sinetron Terfavorit UMI 2010 Suara Share
1. Jonas Rivanno-Asmirandah (Kemilau Cinta Kamila) 5504 43.21%
2. Teuku Wisnu-Shireen Sungkar (Cinta Fitri) 1862 14.62%
3. Baim Wong-Alyssa Soebandono (Kejora dan Bintang) 1269 9.96%
4. Dude Harlino-Velove Vexia (Seindah Senyum Winona) 1266 9.94%
5. Derby Romero-Chelsea Olivia (Mawar Melati) 1210 9.5%
6. Rionaldo Stockhorst-Nikita Willy (Safa dan Marwah) 412 3.23%
7. Dimas Seto-Dhini Aminarti (Putri Duyung Marina) 294 2.31%
8. Miller-Arumi Bachsin (Dia Bukan Anakku) 252 1.98%
9. Giovanni L. Tobing-Nabila Syakieb (Cinta dan Anugerah) 236 1.85%
10. Glenn Alinskie-Ariel Tatum (Dia Bukan Anakku) 173 1.36%
11. Riza Shahab-Risty Tagor (Safa dan Marwah) 146 1.15%
12. Hengky Kurniawan-Astrid Tiar (Terdampar) 114 0.89%

Total Suara: 12738

Jonas Rivanno-Asmirandah adalah pasangan sinetron yang paling menyita perhatian pemirsa. Layak rasanya jika,

pada hari ini Rabu, 14 Juli 2010 pukul 12:12 WIB
BLOGVOTERS™ menganugerahi

Jonas Rivanno-Asmirandah (Kemilau Cinta Kamila)

sebagai

Pasangan Sinetron Terfavorit UMI 2010

PASANGAN SINETRON TERFAVORIT UMI 2010

Berikut salinan gossip selebritas dari Tabloid Bintang Indonesia

Dikutip dari Tabloid Bintang Indonesia Edisi 977 | Tahun XIX | Minggu Pertama Februari 2010 [Edisi Online: Selasa, 2 Februari 2010] — Sosok Asmirandah atau Andah (20) terlihat feminin, girly, dan kalem. Padahal aslinya tomboi, juga ramai dan seru. Di bangku sekolah, sering berantem dengan teman-teman cowoknya. “Saya hobi berantem sama cowok. Dari SD sampai SMA. Fisiklah! Kalau mulut sih biasa banget. Sampai saya dipanggil ke ruang BP. Tapi enggak pernah dihukum sih” cetus Andah mengenang. Andah pun lebih senang mengenakan celana panjang dibanding rok.

“Saya baru pakai rok pendek itu kelas 1 SMA. Enggak pedenya minta ampun pas pakai rok pendek,” kata cewek yang dijuluki “kuli” oleh teman-temannya karena sering mengangkat galon air mineral.

Seperti cewek pada umumnya, Andah juga kerap bermasalah dengan berat badan. Umur 5-10 tahun sangat kurus. Padahal tidak ada problem apa pun. Termasuk kurang gizi. Tapi, umur 12 tahun mendadak gemuk, sampai usia 15 tahun ketika berat badannya stabil. “Pas ceking, Mama selalu membelikan vitamin kayak minyak buat nafsu makan. Sampai dikasih obat cacing. Tapi saya enggak pernah mau makan suplemen itu. Lalu SD kelas 6 itu saya gemuk, chubby. Biasanya kalau gemuk, paling kelihatan di pipi. Lengan pasti gede,” Andah mengungkapkan sembari menunjukkan lengannya yang agak besar. “Sekarang berat saya turun 6 kg, jadi 46 kg. Enggak diet, tapi karena pekerjaan,” sergahnya. Soal penampilan, Andah yang senang pada dunia fesyen berusaha selalu menyesuaikan tema dan tempat. “Tren fesyen mengikuti tapi yang pantas buat saya saja. Pinggul saya, kan sedikit besar. Lagi pula enggak semua baju bagus bisa enggak saya pakai. Kayak baju renda-renda. Kan saya tidak tinggi, hehehe,” selorohnya.

BERHARGA DAN PATUT DIHARGAI

Karier di dunia hiburan berawal sejak ia dipercaya menjadi model iklan Ceremy. Saat itu Andah iseng ikutan kasting lantaran didorong sang mama. Tak dinyana ia terpilih. Setelah itu Andah banyak mendapat tawaran iklan, seperti Coklat Pankey, Rexona, Coklat Gerry, dan Suzuki Spin. Dari situ, Andah mencoba peruntungan di dunia akting dengan mengikuti kasting komsit. Alhasil, diterima sebagai Anita. Bakat akting Andah menarik minat sutradara, yang mengajaknya bermain di sinetron Kawin Gantung. Nama Andah pun semakin dikenal. Efeknya, banyak tawaran bermain sinetron. “Tadinya Mama enggak setuju saya main sinetron. Tapi setelah saya bujuk, Mama luluh dan kasih izin asal pendidikan tetap nomor satu,” tuturnya. Janji Andah terbukti. Paling tidak selalu masuk ranking 10 besar di SMA Lab School Cinere, Jakarta Selatan.

Andah mendapatkan peran utama akhir tahun lalu. Dipasangkan bersama Jonas Rivano dan Mischa Chandrawinata, oleh bos SinemArt, ia dipercaya bermain sebagai Kamila di sinetron Kemilau Cinta Kamila (KCK). “Saya tertantang dengan karakter tersebut. Kamila baru 17 tahun, baru lulus SMA. Alur ceritanya juga bagus,” Andah mengutarakan alasan menerima KCK, sembari menambahkan tidak takut dengan imejnya di tengah masyarakat lantaran peran Kamila yang hamil di luar nikah. Kendati begitu, Andah tidak lekas berpuas diri. “Saya selalu mau total berakting, apa pun. Tapi yang jelas saya pilih-pilih peran dan karakter juga,” kata dara berhidung mancung ini. Lantas, sinetron apa paling berkesan? Sekar dan Nikita, jawab Andah.

“Di Sekar saya menjadi tokoh antagonis. Tapi alhamdulillah bisa bikin orang-orang enggak sebal sama karakter saya. Kalau yang bikin orang kenal sampai sekarang, ya di Nikita, Masih suka dipanggil ‘Dokter April’, hehehe,” akunya terkekeh. Merasa akting sudah menjadi bagian dari hidupnya, Andah tidak ingin rehat. Apalagi sampai meninggalkan. “Walaupun saya akan kerja di balik layar, saya berusaha terus berakting karena saya cinta banget sama akting,” tegasnya.

Disinggung pacarnya sekarang, Andah hanya tersipu. la tidak ingin kehidupan pribadinya jadi konsumsi publik. “No comment, hahaha. Yang jelas enggak lagi sama siapa-siapa,” kilahnya. Lebih enak jomblo atau punya pacar? Kata Andah, tergantung suasana hati.Enjoy semua sih, asal kita tahu tempat. Ya, mau jomblo atau punya pacar, sebagai perempuan kita harus tetap menjaga diri karena wanita itu berharga dan patut dihargai,” jelasnya. Omongan Andah ada benarnya. la tahu betapa pentingnya peran agama dan orangtua dalam hidupnya.

“Selama ini siti saya selalu berusaha untuk selalu terbuka dan dekat dengan orangtua karena sampai kapan pun hanya orangtua yang bisa saya percaya,” ucap Andah yakin. “Kalau iman kita terjaga, insya Allah rasa ingin ikut-ikutan ke tempat atau pergaulan yang bisa membuat kita terpuruk akan terhindar. Alhamdulillah Papa-Mama selalu tahu siapa teman-teman saya dan bagaimana saya bergaul. Itu paling utama. Karena pendidikan utama pasti dari keluarga,” sambungnya. Menghabiskan waktu luangnya, lebih senang di rumah nonton DVD dibanding kongko bareng teman-teman. “Saya nonton DVD bisa 10 film sehari. Kebetulan saya suka film-film drama Perancis. Kalau pengin keluar, ya keluar. Tapi jarang penginnya, hehehe,” sebut Andah yang mengaku moody. Ke depan, Andah ingin segera mewujudkan obsesi menjadi sutradara. la sadar tidak mudah. Terlebih butuh bujet besar untuk memproduksi sebuah film. “Saya ingin membuka mata orang, saya punya kemampuan lain,” kata Andah, yang juga tengah mempersiapkan album solo perdana tahun ini.

Asmirandah-Jonas Rivanno Pacaran?

Jonas Rivanno dan Asmirandah
Pemeran Sinetron Kemilau Cinta Kamila
Jadi Sampul Depan (cover)
Tabloid Bintang Indonesia Edisi 985

Dikutip dari Tabloid Bintang Indonesia [Edisi Online: Senin, 29 Maret 2010] — Satu lagi pasangan sinetron dikabarkan tertancap panah asmara di lokasi syuting. Kali ini giliran Asmirandah Zantman atau Andah (20) dan Jonas Rivanno Watimena atau Vanno (23) yang sama-sama bermain di sinetron Kemilau Cinta Kamila (KCK).

Kabar ini kami dapat lewat status Andah di pesan singkatnya. “Sayang sama Vee (nama panggilan lain Vanno).” Selang berapa hari kemudian, status Andah berganti, seolah makin menyiratkan kebahagiaan.

Tidak hanya lewat status, diam-diam Andah mengungkapkan sekelumit perasaan yang tengah bergejolak lewat foto-foto mesranya bersama Vee dalam profilnya.

Awalnya biasa saja melihat foto-foto yang silih berganti menghiasi profil Andah. Bisa saja kedekatan biasa, sesama rekan di lokasi. Tapi foto itu tak diambil di lokasi. Di luar syuting, kemesraan mereka di lokasi justru tak terelakkan.

Di satu bangunan yang lebih mirip asrama, malam itu, tampak sepi dan gelap ketika Andah dan Vanno, usai melakukan pengambilan gambar. Mereka berjalan bersama sambil berangkulan erat dan mesra menuju ruang kostum. Vanno tiba-tiba mendaratkan ciuman di kening Andah, yang langsung disambut senyum bahagia. Mengejutkan, karena tak ada kamera yang menyala saat itu dan tak ada satu kru pun di sana. Apalagi selama ini Andah tak pernah terlihat dekat dengan siapa pun, atau terlihat mesra.

Walau jelas-jelas ada cinta di antara mereka, baik Andah dan Vanno masih malu-malu mengakui. Salah satu alasannya, perbedaan keyakinan. “Ah, jangan tanya-tanya itu. Malu,” ujar Andah. Apalagi, kepada Bintang, ibunda Andah, Sani Susilawati, sudah mewanti-wanti Andah agar mencari pacar dan pasangan hidup yang seiman. Itu mutlak!

Ketika ditanya, berulang kali Andah memberi jawaban mengambang. Tak mengelak pun tak mengiyakan kalau antara dirinya dan Vanno ada hubungan istimewa. “‘Teman dekat kok,” ucapnya seraya tersenyum. Ditambahkan Andah, ciuman kening itu tak lebih dari ciuman biasa. “Waduh, itu mungkin dia anggap aku adiknya,” jawab Andah grogi.

Vanno seolah menguatkan pernyataan Andah. “Apaan? Enggak ah, itu gosip,” dalihnya dengan salah tingkah. “Itu adegan, hihihi,” elaknya lagi. Hahaha, kami pun tertawa mendengarnya. Padahal kamera maupun lighting saja tidak ada lho. Dan ini bukan setingan sinetron. Kru sinetron KCK juga mengetahui. Mulut mungkin bisa berkilah, namun bahasa tubuh dan sorot mata tak bisa dibohongi. Demikian ungkapan dalam status pribadinya.

Pun begitu pernak-pernik superman yang diterima Vanno di hari ulang tahun ke-20, Sabtu (20/3) lalu, di lokasi syuting. Kebetulan Vanno memang mengidolakan Superman. Model rambutnya saja dibuat mirip Clark Kent. “Pasti senanglah. Surprise banget. Ternyata dia tahu yang aku mau,” ucap Vanno.

Ya, biarlah waktu yang menjawab.

Asmirandah: Kami Berteman Dekat

Bagaimana tanggapan Asmirandah mengenai gossip kedekatannya dengan Jonas Rivanno?

Dikutip dari Tabloid Bintang Indonesia [Edisi Online: Senin, 29 Maret 2010] Menurut Andah, demikian gadis ini biasa disapa, di lokasi syuting ia menganggap Vanno partner kerja.

“Jadi aku sendiri sih tidak susah membedakan dari teman ke teman kerja,” kilahnya meyakinkan.

Walau tidak terus terang mengakui, Andah tidak bisa menutupi kekagumannya pada Vanno, yang dinilainya sebagai cowok baik, pintar, dan pekerja keras.

“Apalagi sebelumnya aku pernah main bareng sama dia di Nikita. Kebetulan dia jadi pacar aku,” kata Andah.

Ditanya dari perkenalannya sampai saling tertarik satu sama lain, Andah enggan menceritakan.

“Ya, kami berteman dekat. Tapi aku enggak mau terlalu dibahas. Mending ngomongin lainnya saja,” kilah Andah yang langsung mengalihkan pembicaraan ke topik lain.

Credit to / Terima kasih kepada:

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 61.503 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: