Arsip

Posts Tagged ‘Marwa Tsania’

RCTI Sinetron Anak-Anak Manusia Mulai 6 Januari 2014 Tayang Setiap Hari Pukul 17:00 WIB

Sabtu, 4 Januari 2014 1 komentar

Jihan Fahira, Primus Yustisio, Teddy Syach, Devi Permatasari, Atalarik Syach, Marwa Tsania dalam RCTI Sinetron Anak-Anak Manusia

Jihan Fahira, Primus Yustisio, Teddy Syach, Devi Permatasari, Atalarik Syach, Marwa Tsania
Rifky Balweel, Risty Tagor, Ana Pinem, Eddie Riwanto, Oki Setiana Dewi, Vira Yuniar dan Teuku Ryan
dalam RCTI Sinetron Anak-Anak Manusia
produksi SinemArt © 2013-2014

Mulai Senin, 06 Januari 2014 pindah jam tayang, lebih awal, menjadi pukul 17:00-19:00 WIB setiap hari. Penayangan awal Anak-Anak Manusia (AAM) pada Rabu, 10 Juli 2013 dan pada Sabtu, 04 Juli 2014 AAM sudah memasuki episode 214-215.

Marwa Tsania

Senin, 5 April 2010 23 komentar

http://wp.me/pevle-ax

Label Rating : Remaja(R), Bimbingan Orang Tua (BO)

Marwa Tsania, Spesialis Antagonis

Menyambangi redaksi Bintang, Marwa Tsania sama sekali tidak nampak seperti karakter antagonis Cilia di sinetron Doa dan Karunia (DDK). Dengan wajah tanpa pulasan makeup, gadis berusia 19 tahun ini terlihat manis dan menyenangkan. Jadi sifat jutek dan menyebalkannya Marwa di DDK betulan akting semata peraih runner-up Gadis Sampul 2005 ini. Di luar peran yang dimainkannya Marwa seorang yang seru, supel, rendah hati, dan profesional di usianya yang terbiiang muda. Gadis kelahiran Jakarta, 5 April 1991 ini datang tepat waktu — janji pukul sebelas siang dan Marwa tiba tepat pada jam yang ditentukan — dengan hanya ditemani seorang adik yang masih duduk di bangku SMP. Satu hal yang mengesankan kemandirian dan profesionalisme. “Bekal semasa karantina Gadis Sampul sepertinya yang membuat aku seperti ini. Duiu kami dibekali basic attitude,” tutur Marwa.

Ya, selepas karantina, banyak hal positif menjadi kebiasaan Marwa di keseharian maupun di pekerjaan. Salah satunya komitmen ketepatan waktu memenuhi janji. Bagi Marwa yang tidak suka menunggu dan sebal dengan orang yang maunya ditunggu, maka tidak akan dirinya melakukan hal serupa yang akan membuatnya disebali. “Kalau kita tidak on time, itu membuat orang malas sama kita. Memengaruhi banget terhadap tawaran job. Tidak peduli sebrilian apa kualitas akting atau kecantikan yang kita miliki, akan percuma,” kata Marwa. Marwa memberi contoh berdasarkan apa yang dilihatnya di lokasi syuting dari sosok idola, Meriam Bellina. “Coba lihat Tante Mer. Sampai sekarang dia eksis terus karena disiplinnya yang gila banget. Salut! Jadi mau orang lain tidak on time, yang penting judulnya ‘gue on time,” paparnya. Sehingga kalaupun pada akhirnya terjadi keterlambatan, dia tidak akan menjadi pihak yang dipersalahkan.

Prinsip yang kemudian berimbas baik untuk perkembangan kariernya di dunia hiburan. Hingga empat tahun — minus satu tahun off saat kelas 3 SMP setelah Gadis Sampul dan satu tahun break saat kelas 3 SMU — perjalanan kariernya, tercatat dia bermain di sekitar 3 sinetron stripping, beberapa produksi Cookies dan FTV serta tayangan sinetron weekly, dan satu produksi layar lebar. Terbilang banyak untuk artis yang tidak ngoyo mengejar karier. “Aku melakukan ini (akting) karena hobi. Karena aku memang senang melakukannya. Bukan untuk mengejar materi,” ucap Marwa. “Alhamdulillah, semua kebutuhan masih bisa dipenuhi orangtua,” imbuhnya.

Tidak berarti dalam berakting Marwa sekadar iseng dan main-main. Pengalaman pertamanya berakting sekitar tahun 2006 meninggalkan kesan mendalam sehingga membuatnya jatuh cinta pada akting. Ketika itu Marwa bermain di Cookies, sebuah miniseri. Anak kedua dari empat bersaudari ini langsung mendapat peran utama, sementara dia tidak memiliki bekal apa pun soal akting. “Sutradara bilang in-frame, dan aku tidak mengerti maksudnya apa,” aku Marwa. “Sudah begitu peranku menantang. Memainkan dua karakter sekaligus sebagai gadis cupu dan gadis pesolek yang centil. Terasa berat pada mulanya.” Beruntung, Marwa ditangani sutradara yang andal sekaligus penyabar. Marwa yang masih sangat mentah dalam urusan akting diberi pengajaran dan pengarahan memadai soal akting. “Ibaratnya, dia guru aktingku yang pertama. Aku tidak akan melupakannya,” kenang Marwa tentang sosok sutradara asal India yang kini sudah kembali ke negaranya itu.

Kadung cinta pada akting, Marwa jadi tidak neko-neko dalam menerima tawaran main. Pun ketika mahasiswi tingkat 1 psikologi Universitas Tarumanegara ini ditawari peran antagonis di produksi stripping pertamanya Cinta Kirana, yang memasang artis Nia Ramadhani dan Randy Pangalila sebagai pasangan pemeran utama. Marwa menerimanya sebagai tantangan, sementara di luar sana lebih banyak yang menghindarinya. “Waktu ditawari, mereka (rumah produksi MD-red) bilang aku cocok bermain antagonis. Aku sendiri sulit percaya,” kata Marwa. Sampai kemudian setelah dijalani, pemilik tinggi 168 cm ini justru berbalik puas. Bermain antagonis pengalaman akting yang berharga bagi Marwa. “Di situ aku diberi tahu, main antagonis itu tidak berarti teriak-teriak. Jahat-nya itu harus keluar dari hati sehingga nantinya terlihat pada vokal dan raut muka,” paparnya serius.

SPESIALIS ANTAGONIS

Sinetron stripping Marwa selanjutnya seperti Karissa dan terakhir Doa dan Karunia menaruhnya lagi-lagi di peran antagonis. “Aku tidak sedih. Malah enjoy. Aku percaya setiap pemain itu mempunyai karakter khas masing-masing. Kalau misal aku ngotot bermain pro-tagonis pun, belum tentu bisa men-jalaninya sebaikaku memainkan antagonis,” kata Marwa. Terbukti, dari tiga peran antagonis yang pernah dikecapnya, Marwa memainkannya dengan berbeda. Karena bagi penggemar Angelina Jolie ini peran antagonis memberi ruang kepada pemainnya untuk berkreasi dan mengeksplorasi kemampuan akting. “Selalu menantangku untuk tidak terkesan tampil monoton,” kata Marwa mantap.

Melengkapi keseriusannya itu Marwa tidak tanggung-tanggung dalam penyediaan “aksesori” peran antagonis, dari mulai pakaian hingga makeup dan model rambut. Paling pol-polan dilakukan Marwa untuk peran antagonis Cilia di DDK. Dia menyiapkan sendiri pakaian yang mesti dikenakan, merias wajahnya sendiri hingga mendapatkan karakter antagonis yang diinginkan, sekaligus mengubah tatanan rambutnya yang panjang menjadi keriting bergelombang lengkap dengan sentuhan cat pewarna rambut. “Aku lakukan untuk memaksimalkan karakter antagonis Cilia,” kata Marwa. Hasil-nya baik. Karakter Cilia mencuri perhatian di antara konsentrasi penggemar Dude-Naysilla hingga dirinya dibenci habis-habisan oleh pemirsa. Bintang menerima surat pembaca yang terbiiang banyak berisi kecaman terhadap aksi jahat Marwa sebagai Cilia.

Untuk ke depannya, Marwa tidak mematok akan tetap di antagonis atau beralih haluan. Hanya saja ditekankan gadis penyuka makanan brownies ini, walau mungkin selamanya mendapat peran antagonis, dia akan selalu meiakukan yang terbaik. “Semua tergantung pada kita, bagaimana nanti mengembang-kannya. Identik dengan peran antagonis bukan hal yang negatif, kok,” sebut Marwa. “Jadi kalaupun nanti namaku betulan diidentikkan dengan spesialis antagonis, semoga menjadi spesialis antagonis yang profesional.” Tidak menunggu lama setelah DDK, satu peran antagonis telah disiapkan lagi untuk Marwa di sinetron yang bahkan belum diketahui judul atau pun waktu penayangannya. “Itu sudah dipesan memang untukku. Yah, tidak apa-apa. Hahaha,” ucapnya dengan berseri-seri.

DUKUNGAN PENUH KELUARGA

Dalam setiap ceritanya, Marwa kerap menyebut anggota keluarganya secara bergantian. Ada kakak dan adik-adiknya, ayah dan ibunya, juga neneknya! Misalnya dalam urusan pakaian yang dikenakan Marwa untuk keperluan syuting. Dia menyebut nama kakak perempuannya, Syarifa sebagai seorang yang berjasa besar. Kakaknya itu dinilai Marwa memiliki selera berbusana yang baik. Sedangkan adiknya Sabrina dinilai berperan penting seperti halnya seorang manajer pribadi yang menemani-nya dalam kegiatan keartisan. Sementara ayahnya yang berprofesi notaris memberikan Marwa jaminan kenyamanan dalam kontrak kerja. Ayahnya memberi banyak masukan agar dia tidak dirugikan dalam urusan yang amat riskan itu. Ibunya kerap memberi saran soal penampilannya di televisi. Apakah itu makeup yang kurang pas atau pakaian yang kurang sesuai dengan peran yang dimainkan.

Paling heboh mungkin peran sang nenek yang dikatakan Marwa sebagai nenek gaul. “Nenek suka mengirim SMS saat aku di lokasi syuting. Dia memberi laporan dari apa yang ditontonnya di televisi. Apakah aku sudah oke atau tidak,” kata Marwa. Tidak menjadi gang-guan apa yang dilakukan seluruh keluarga terhadap dirinya. “Mere-kapara pengkritik yang paling jujur. Menjadi support terbaik karena mereka tentunya tidak bermaksud menjatuhkanku Mereka memper-hatikan dan benar-benar terlibat langsung. Di mana aku tampil pun mereka akan melihatnya untuk memberikan kontrol,” pungkas Marwa. Beruntung sekali.

(BINTANG INDONESIA, Edisi 975, III Januari 2010)

Sejuta Cinta Marshanda

Rabu, 3 Maret 2010 4.241 komentar

Sejuta Cinta Marshanda

Beri vote 5 bintang untuk thread SCM http://wp.me/pevle-2wa | scm | scm lovers | sejuta cinta marshanda | sinetron sejuta cinta marshanda | sinopsis global sinetron sejuta cinta marshanda | klik sinopsis sejuta cinta marshanda episode 28 [buka threadpage 1] | sinopsis sejuta cinta marshanda episode  29 [page 4] | sinopsis scm eps. 30 [page 9] | sinopsis scm eps. 31 [page 11] | sinop scm ep. 32-33 [page 13] | sinopsis episode terakhir sejuta cinta marshanda | youtube sela delvin tunangan |  poster sejuta cinta marshanda | wallpaper sejuta cinta marshanda | foto pemain sinetron sejuta cinta marshanda | marshanda – sejuta cinta | free marshanda – sejuta cinta.mp3 | download lagu marshanda – sejuta cinta | free download marshanda – sejuta cinta | marshanda – sejuta cinta.mp3 | ringtone marshanda – sejuta cinta mp3, midi, wav | download marshanda – sejuta cinta | download mp3 marshanda – sejuta cinta, | download gratis marshanda – sejuta cinta | rating scm | rating  program televisi – sinetron sejuta cinta marshanda | serba-serbi syuting scm | kejadian lucu di lokasi syuting scm | gossip terbaru baim wong marshanda ben kasyafani | adegan paling disuka di sejuta cinta marshanda | adegan paling dibenci di scm | ss scm | thread sejuta cinta marshanda sejak di-publish-kan Rabu, 3 Maret 2010 sampai Rabu, 7 Juli 2010 mendapat respons yang sangat baik dari para BLOG-COMENTZ™, mendapat 500 votes x 5 bintang, 429 halaman, 6537 komentar [hide]

Thread 2wa dipersembahkan untuk silaturahmi BLOG-COMENTZ™ sesama pecinta sinetron Sejuta Cinta Marshanda (SCM Lovers)
& M+ MARSHANDA COMMUNITY (Fans Marshanda)
buat diskusi hal berkaitan sinetron Sejuta Cinta Marshanda

Kirim Kritik dan Saran Anda Langsung ke RCTI dan SinemArt.

Terima kasih. ^^

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 61.574 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: