Beranda > KOREA, SINETRON > Queen Seon Deok

Queen Seon Deok

Senin, 2 November 2009

Label Rating : Remaja (R), Bimbingan Orang Tua (BO)

THE GREAT QUEEN SEONDEOK

Queen Seon Deok Makin Menohok

Dikutip dari Tabloid Bintang Indonesia seperti dilaporkan Wida Kriswanti [Edisi Online: Senin, 11 Januari 2010] — SALAH satu ciri drama berlatar sejarah atau saeguk, jalinan konfliknya lebih rumit dan melibatan banyak karakter. Jika drama kontemporer cukup dirangkum hanya dalam 16-26 episode, drama saeguk butuh jumlah episode lebih panjang. Alur cerita yang panjang sangat memungkinkan beberapa karakter penting mengalami perubahan hidup. Demikian juga dengan Queen Seon Deok (QSD) yang berkisah soal perjalanan hidup Ratu Seon Deok mencapai puncak di kerajaan Shilla. Penulis skenario dan sutradara memulai kisah dengan menarik alur jauh sebelum sang tokoh, Ratu Seon Deok, dilahirkan. Makin ke sini, cerita makin seru, dan banyak tokoh yang karakternya makin berkembang. Beberapa mengalami metamorfosa sempurna, dalam bentuk fisik maupun karakter. Minggu ini, kami tampilkan dua karakter QSD yang mengalami metamorfosa fisik dan karakter paling mencolok: Deok Man dan Bi Dam.

Pengujung tahun lalu, drama QSD berjaya dalam ajang MBC Drama Awards 2009 dengan menggondol sepuluh penghargaan di berbagai kategori, termasuk dinobatkan sebagai “Drama of The Year” versi stasiun TV MBC. Penghargaan apa saja yang berhasil diraih QSD dalam ajang MBC Awards 2009? Tak lupa cerita dan kabar terbaru proyek para bintang QSD tahun ini, plus gosip hot soal pemain QSD yang diam-diam muncul di Jakarta! Penasaran, kan?

Perubahan Karakter Putri Deok Man dan Bi Dam
Mi Shil salah satu karakter yang cukup konsisten, baik fisik — yang tak pernah kelihatan makin tua — juga karakter. Sejak awal hingga akhir hayatnya, Mi Shil digambarkan sebagai sosok yang angkuh, tamak, kejam, ambisius, cerdas, dan penuh taktik. Lain halnya dengan rival terberatnya, putri Deok Man. Karakter Deok Man lebih dinamis, dalam bentuk fisik maupun karakter, dan bisa dikatakan mengalami metamorfosis sempurna. Terlihat jelas perubahan fisik Deok Man sejak bayi hingga meraih puncak sebagai Ratu Seon Deok. Perubahan itu juga tampak dalam sosok Bi Dam, yang mengalami perubahan fisik dan karakter paling menarik.

Deok Man Yang Lugu Menjadi Ratu Seon Deok Yang Berwibawa
Sosok Deok Man kecil pertama muncul saat adegan di gurun pasir di China. Saat itu, Deok Man seorang bocah yang tinggal di kedai tempat singgah orang-orang asing. Ia dikenal sebagai bocah yang cerdas tapi sangat lugu. Berhubungan dengan orang asing dari Asia dan Eropa membuatnya menguasai banyak bahasa. Pengetahuannya tentang banyak hal didapat dari buku pengetahuan yang dibawa para tamu. Keluguannya sempat membuatnya menghadapi berbagai kesulitan saat berkelana mencari Moon Noh. Ia sempat ditipu Joo Bang dan Go Do, dan beberapa kali berhadapan dengan kematian. Namun sifatnya yang tegar dan pantang menyerah meloloskannya dari maut. Sifat tegar, pemberani, dan pantang menyerah ini yang kemudian terbawa hingga dewasa.

Deok Man Remaja
Deok Man yang beranjak remaja harus menyamar sebagai pria saat berkelana ke Seorabeol mencari Moon Noh, satu-satunya kunci yang mengetahui jati dirinya. Penyamaran dilakukan agar Deok Man tak mudah dikenali Chil Seok yang terus mengejarnya. Pertemuannya dengan saudara kembarnya, putri Cheonmyeong, dan Kim Yu Shin mengasah karakternya. Deok Man yang lemah dan tak punya kemampuan berperang diasuh Kim Yu Shin dalam kesatuan tentara Hwarang Yong Hwa Hyang Do (Pohon Bunga Naga). Tanpa ada yang tahu Deok Man sebenarnya seorang wanita. Kim Yu Shin mengubahnya dari seorang prajurit paling lemah menjadi pemberani dan kuat.

Putri Deok Man
Perjalanan hidup di istana kembali mengembangkan karakter Deok Man. Setelah jati dirinya terungkap, sebagai wanita dan memiliki garis keturunan langsung dari raja Jinpyeong, keinginannya terjun ke kancah politik tak terbendung. Nalurinya mendorong Deok Man memimpin negara Shilla dan membebaskan kerajaan dari ancaman Mi Shil dan para pejabat korup. Di sini, Deok Man yang kemudian bergelar putri tumbuh jadi sosok tak terduga. Ia rela mengorbankan perasaan cintanya pada Kim Yu Shin demi berkiprah di kancah politik istana. Kemampuanya membaca situasi dan melawan arogansi Mi Shil juga makin terasah. Putri Deok Man bukan lagi sosok lugu dan mudah dibohongi. Ia justru sering meluncurkan taktik dan strategi yang membuat Mi Shil melotot.

Ratu Seon Deok
Inilah fase kejayaan seorang Deok Man yang kemudian menjadi ratu Seon Deok, pemegang kekuasaan tertinggi kerajaan Shilla. Ia juga pimpinan kerajaan wanita pertama dalam sejarah kerajaan Shilla. Setelah mencapai fase ini, wibawa ratu Seon Deok makin kuat. Kecuali Bi Dam yang akhirnya berseberangan, banyak pejabat dan Hwarang yang tadinya berada di bawah pengaruh Mi Shil, beralih mendukungnya. Wibawa dan kharismanya yang kuat, serta kemampuannya memimpin negara, menjadi kekuatan yang kemudian mampu menghancurkan arogansi Mi Shil dan para pengikutnya.

Bi Dam Yang Periang Berubah Licik dan Ambisius
Bi Dam kecil disia-siakan oleh ibu kandungnya, Mi Shil, dan hidup jauh dari istana. Bi Dam cilik memang hanya muncul sebentar dalam cerita. Namun bisa disimpulkan, karakternya liar dan periang. Mirip dengan Deok Man cilik, Bi Dam cilik juga tumbuh di luar istana dan belajar banyak hal secara otodidak dari orang-orang di sekitarnya.

Bi Dam Remaja
Bi Dam pertama muncul secara misterius dan mengejutkan saat melewati goa tempat Kim Yu Shin dan Deok Man bersembunyi dari kejaran anak buah Mi Shil. Penampilannya yang berantakan dan sikap yang semaunya, mengesankan Bi Dam tak akan memegang peran penting dalam kiprah politik kerajaan. Ia terlihat sebagai pemuda kampung yang tak keberatan menukar makanan dengan ikat kepala Hwarang milik Kim Yu Shin. Kemampuan bela dirinya yang mumpuni baru terlihat saat menolong Deok Man dari serbuan prajurit suruhan ayah Kim Yu Shin.

Bi Dam Masuk Istana
Bi Dam masuk istana dengan cara mengejutkan, menyamar sebagai pemuda dengan luka menjijikkan di wajahnya. Meski masih terlihat lugu dan polos, Bi Dam sudah menunjukkan kemampuan saat berhadapan dengan Mi Shil. Ia berpura-pura memiliki kemampuan meramal. Saat ditanyakan pertanyaan jebakan dari Mi Shil, ia berhasil menjawab dengan jebakan juga. Sebelum tahu Bi Dam darah dagingnya, Mi Shil sempat terheran-heran karena pemuda asing ini memiliki kesamaan sifat dengannya, cerdik dan penuh taktik. Sampai di sini, kecerdasan dan kemampuan pedang Bi Dam yang super dahsyat masih dimanfaatkan untuk membantu Deok Man dan Kim Yu Shin melawan Mi Shil. Bi Dam masih memegang mengikuti sang guru, Moon Noh, dan menjadi pengikut setia Deok Man.

Hwarang Bi Dam
Sebelum menjadi Hwarang, sifat liar Bi Dam seperti saat di luar istana masih sering muncul. Bi Dam yang periang sering kali menganggu dan meledek tentara Hwarang dengan ekspresi wajah jenaka. Namun sebenarnya saat itu ia mulai memainkan dua sisi kepribadian. Diam-diam, ia mempelajari situasi politik istana. Semakin lama mengenal permainan politik istana, Bi Dam mulai menunjukkan gejala perubahan karakter. Tujuannya kini berubah, bukan sekedar menjadi pendukung Deok Man. Mulai tumbuh benih-benih persaingan dengan Kim Yu Shin, setelah mendapati cintanya pada Deok Man bertepuk sebelah tangan. Tindakan pertama yang dilakukan, mengalahkan Kim Yu Shin dalam adu pertandingan Hwarang. Setelah menjadi Hwarang, meski masih berada di kubu Putri Deok Man demi menahan perasaan cintanya, tanpa disadari Bi Dam mulai memupuk ambisi memperoleh kekuasaan.

Bangsawan Bi Dam
Karakter Bi Dam makin suram seiring keberhasilan kariernya. Puncak kejayaan Bi Dam saat berhasil menempati jabatan Sang Dae Deung atau Perdana Menteri. Bi Dam yang haus kekuasaan kini berbalik mendukung Mi Shil, karena Mi Shil yang sifatnya sebelas dua belas dengan Bi Dam, lebih memungkinkan dirinya meraih kekuasaan dan mematahkan sepak terjang Kim Yu Shin dan Deok Man. Seiring karakternya yang makin suram, perubahan fisik Bi Dam juga terlihat jelas. Selain penampilan Bi Dam yang makin dewasa dengan kumis dan pakaian ala bangsawan, raut wajahnya ikut berubah suram. Tak ada lagi gurat-gurat wajah ceria Bi Dam yang jahil. Bi Dam kini telah menjadi sosok serius dengan aura yang makin gelap.

Kredit Title dan Ucapan Terimakasih kepada:

  • Puji Syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  • BLOGVOTERS™, pecinta Drama Asia terimakasih telah setia membuka laman ini dan nge-vote 5 bintang untuk artikel ini.
  • http://www.indosiar.com/
  • Wida Kriswanti, Tabloid Bintang Indonesia dan semua pihak atas sumber tulisan dan gambar.
Iklan
%d blogger menyukai ini: