Beranda > SINETRON, THREAD > Marwa Tsania

Marwa Tsania


http://wp.me/pevle-ax

Label Rating : Remaja(R), Bimbingan Orang Tua (BO)

Marwa Tsania, Spesialis Antagonis

Menyambangi redaksi Bintang, Marwa Tsania sama sekali tidak nampak seperti karakter antagonis Cilia di sinetron Doa dan Karunia (DDK). Dengan wajah tanpa pulasan makeup, gadis berusia 19 tahun ini terlihat manis dan menyenangkan. Jadi sifat jutek dan menyebalkannya Marwa di DDK betulan akting semata peraih runner-up Gadis Sampul 2005 ini. Di luar peran yang dimainkannya Marwa seorang yang seru, supel, rendah hati, dan profesional di usianya yang terbiiang muda. Gadis kelahiran Jakarta, 5 April 1991 ini datang tepat waktu — janji pukul sebelas siang dan Marwa tiba tepat pada jam yang ditentukan — dengan hanya ditemani seorang adik yang masih duduk di bangku SMP. Satu hal yang mengesankan kemandirian dan profesionalisme. “Bekal semasa karantina Gadis Sampul sepertinya yang membuat aku seperti ini. Duiu kami dibekali basic attitude,” tutur Marwa.

Ya, selepas karantina, banyak hal positif menjadi kebiasaan Marwa di keseharian maupun di pekerjaan. Salah satunya komitmen ketepatan waktu memenuhi janji. Bagi Marwa yang tidak suka menunggu dan sebal dengan orang yang maunya ditunggu, maka tidak akan dirinya melakukan hal serupa yang akan membuatnya disebali. “Kalau kita tidak on time, itu membuat orang malas sama kita. Memengaruhi banget terhadap tawaran job. Tidak peduli sebrilian apa kualitas akting atau kecantikan yang kita miliki, akan percuma,” kata Marwa. Marwa memberi contoh berdasarkan apa yang dilihatnya di lokasi syuting dari sosok idola, Meriam Bellina. “Coba lihat Tante Mer. Sampai sekarang dia eksis terus karena disiplinnya yang gila banget. Salut! Jadi mau orang lain tidak on time, yang penting judulnya ‘gue on time,” paparnya. Sehingga kalaupun pada akhirnya terjadi keterlambatan, dia tidak akan menjadi pihak yang dipersalahkan.

Prinsip yang kemudian berimbas baik untuk perkembangan kariernya di dunia hiburan. Hingga empat tahun — minus satu tahun off saat kelas 3 SMP setelah Gadis Sampul dan satu tahun break saat kelas 3 SMU — perjalanan kariernya, tercatat dia bermain di sekitar 3 sinetron stripping, beberapa produksi Cookies dan FTV serta tayangan sinetron weekly, dan satu produksi layar lebar. Terbilang banyak untuk artis yang tidak ngoyo mengejar karier. “Aku melakukan ini (akting) karena hobi. Karena aku memang senang melakukannya. Bukan untuk mengejar materi,” ucap Marwa. “Alhamdulillah, semua kebutuhan masih bisa dipenuhi orangtua,” imbuhnya.

Tidak berarti dalam berakting Marwa sekadar iseng dan main-main. Pengalaman pertamanya berakting sekitar tahun 2006 meninggalkan kesan mendalam sehingga membuatnya jatuh cinta pada akting. Ketika itu Marwa bermain di Cookies, sebuah miniseri. Anak kedua dari empat bersaudari ini langsung mendapat peran utama, sementara dia tidak memiliki bekal apa pun soal akting. “Sutradara bilang in-frame, dan aku tidak mengerti maksudnya apa,” aku Marwa. “Sudah begitu peranku menantang. Memainkan dua karakter sekaligus sebagai gadis cupu dan gadis pesolek yang centil. Terasa berat pada mulanya.” Beruntung, Marwa ditangani sutradara yang andal sekaligus penyabar. Marwa yang masih sangat mentah dalam urusan akting diberi pengajaran dan pengarahan memadai soal akting. “Ibaratnya, dia guru aktingku yang pertama. Aku tidak akan melupakannya,” kenang Marwa tentang sosok sutradara asal India yang kini sudah kembali ke negaranya itu.

Kadung cinta pada akting, Marwa jadi tidak neko-neko dalam menerima tawaran main. Pun ketika mahasiswi tingkat 1 psikologi Universitas Tarumanegara ini ditawari peran antagonis di produksi stripping pertamanya Cinta Kirana, yang memasang artis Nia Ramadhani dan Randy Pangalila sebagai pasangan pemeran utama. Marwa menerimanya sebagai tantangan, sementara di luar sana lebih banyak yang menghindarinya. “Waktu ditawari, mereka (rumah produksi MD-red) bilang aku cocok bermain antagonis. Aku sendiri sulit percaya,” kata Marwa. Sampai kemudian setelah dijalani, pemilik tinggi 168 cm ini justru berbalik puas. Bermain antagonis pengalaman akting yang berharga bagi Marwa. “Di situ aku diberi tahu, main antagonis itu tidak berarti teriak-teriak. Jahat-nya itu harus keluar dari hati sehingga nantinya terlihat pada vokal dan raut muka,” paparnya serius.

SPESIALIS ANTAGONIS

Sinetron stripping Marwa selanjutnya seperti Karissa dan terakhir Doa dan Karunia menaruhnya lagi-lagi di peran antagonis. “Aku tidak sedih. Malah enjoy. Aku percaya setiap pemain itu mempunyai karakter khas masing-masing. Kalau misal aku ngotot bermain pro-tagonis pun, belum tentu bisa men-jalaninya sebaikaku memainkan antagonis,” kata Marwa. Terbukti, dari tiga peran antagonis yang pernah dikecapnya, Marwa memainkannya dengan berbeda. Karena bagi penggemar Angelina Jolie ini peran antagonis memberi ruang kepada pemainnya untuk berkreasi dan mengeksplorasi kemampuan akting. “Selalu menantangku untuk tidak terkesan tampil monoton,” kata Marwa mantap.

Melengkapi keseriusannya itu Marwa tidak tanggung-tanggung dalam penyediaan “aksesori” peran antagonis, dari mulai pakaian hingga makeup dan model rambut. Paling pol-polan dilakukan Marwa untuk peran antagonis Cilia di DDK. Dia menyiapkan sendiri pakaian yang mesti dikenakan, merias wajahnya sendiri hingga mendapatkan karakter antagonis yang diinginkan, sekaligus mengubah tatanan rambutnya yang panjang menjadi keriting bergelombang lengkap dengan sentuhan cat pewarna rambut. “Aku lakukan untuk memaksimalkan karakter antagonis Cilia,” kata Marwa. Hasil-nya baik. Karakter Cilia mencuri perhatian di antara konsentrasi penggemar Dude-Naysilla hingga dirinya dibenci habis-habisan oleh pemirsa. Bintang menerima surat pembaca yang terbiiang banyak berisi kecaman terhadap aksi jahat Marwa sebagai Cilia.

Untuk ke depannya, Marwa tidak mematok akan tetap di antagonis atau beralih haluan. Hanya saja ditekankan gadis penyuka makanan brownies ini, walau mungkin selamanya mendapat peran antagonis, dia akan selalu meiakukan yang terbaik. “Semua tergantung pada kita, bagaimana nanti mengembang-kannya. Identik dengan peran antagonis bukan hal yang negatif, kok,” sebut Marwa. “Jadi kalaupun nanti namaku betulan diidentikkan dengan spesialis antagonis, semoga menjadi spesialis antagonis yang profesional.” Tidak menunggu lama setelah DDK, satu peran antagonis telah disiapkan lagi untuk Marwa di sinetron yang bahkan belum diketahui judul atau pun waktu penayangannya. “Itu sudah dipesan memang untukku. Yah, tidak apa-apa. Hahaha,” ucapnya dengan berseri-seri.

DUKUNGAN PENUH KELUARGA

Dalam setiap ceritanya, Marwa kerap menyebut anggota keluarganya secara bergantian. Ada kakak dan adik-adiknya, ayah dan ibunya, juga neneknya! Misalnya dalam urusan pakaian yang dikenakan Marwa untuk keperluan syuting. Dia menyebut nama kakak perempuannya, Syarifa sebagai seorang yang berjasa besar. Kakaknya itu dinilai Marwa memiliki selera berbusana yang baik. Sedangkan adiknya Sabrina dinilai berperan penting seperti halnya seorang manajer pribadi yang menemani-nya dalam kegiatan keartisan. Sementara ayahnya yang berprofesi notaris memberikan Marwa jaminan kenyamanan dalam kontrak kerja. Ayahnya memberi banyak masukan agar dia tidak dirugikan dalam urusan yang amat riskan itu. Ibunya kerap memberi saran soal penampilannya di televisi. Apakah itu makeup yang kurang pas atau pakaian yang kurang sesuai dengan peran yang dimainkan.

Paling heboh mungkin peran sang nenek yang dikatakan Marwa sebagai nenek gaul. “Nenek suka mengirim SMS saat aku di lokasi syuting. Dia memberi laporan dari apa yang ditontonnya di televisi. Apakah aku sudah oke atau tidak,” kata Marwa. Tidak menjadi gang-guan apa yang dilakukan seluruh keluarga terhadap dirinya. “Mere-kapara pengkritik yang paling jujur. Menjadi support terbaik karena mereka tentunya tidak bermaksud menjatuhkanku Mereka memper-hatikan dan benar-benar terlibat langsung. Di mana aku tampil pun mereka akan melihatnya untuk memberikan kontrol,” pungkas Marwa. Beruntung sekali.

(BINTANG INDONESIA, Edisi 975, III Januari 2010)

Iklan
  1. Pemujamu
    Kamis, 12 Maret 2009 pukul 17:57

    Tsania, gw liat loe hanya pas acara Bedah Rumah, gw percaya gw akan jadi artis dan music arranger, tunggu aja gw..

  2. Dedy
    Rabu, 18 Maret 2009 pukul 21:01

    Aq pemggemarb berat,xlnya km tuch cntik bgetz

  3. Dedy
    Rabu, 18 Maret 2009 pukul 21:18

    aq pemggemar berat,xlnya km tuch cntik bgetz.walaupun aq bkn artis,tp aq sk bgetz…

  4. Dedy
    Rabu, 18 Maret 2009 pukul 21:19

    aq sk ma km,krn km nongol acra Bedah Rumah.

  5. Selasa, 7 April 2009 pukul 14:03

    sebenernya sich gue suka ma peran antagonisnya warwa,tapi……….jangan terus**an pake peran antagonis donk!!!!

  6. ricky
    Sabtu, 30 Januari 2010 pukul 09:55

    wah Marwa beruntung banget bs beradu peran dg mba Mer, di DDK kamu pasti byk menimba ilmu dari dia, byk loh aktris2 muda kita yg pengen bgt beradu peran dg mba Mer, sebut saja Nikita Willy,Rachel Amanda dan Shiren Sungkar yg ngefans berat dg sosok MERIAM BELLINA, utk marwa aku minta tolong dong, bs ga kamu emailkan ke alamtk emailku ttg kegiatan terakhir mba Mer di bulan Januari ini, setakuku mba Mer produktif bgt, tiap tahun minimal ada 2 produksi sinetron dan film, tp sampe skrg aku blm tau. terakhir aku taunya mba Mer jd bintang tamu bukan empat mata (edisi natal) dan bintang tamu tawa sutra, info dar Alvin Adam jd bintang tamu Just Alvin Metrotv pertengahan februari. nah utk produksi striping dan film, kira2 produksi apa mba Mer. aku tunggu loh bocoran dari Marwa. trims sebelumnya

  7. Selasa, 16 Februari 2010 pukul 18:04

    gw suka bgt ma aktingnya tsania ,,,kren cantik2 tapi judes gw suka dech

  8. bryan riko seanturi
    Kamis, 18 Maret 2010 pukul 17:37

    aq ska ma marwa tsania saat jd cilia di DDK.
    pkokny aq tnggu peran antagonismu di DOA UNTUK CINTA brg nabila syakieb,fachry albar, nikita willy, n paramita rusadi.di RCTI..
    .
    good luck y ..

  9. ricky
    Sabtu, 29 Mei 2010 pukul 01:23

    kenapa di Doa Untuk Cinta kok Paramitha yg main, padahal Meriam Bellina lebih cocok, apalagi Nikita Willy pengen banget main bareng dengan idolanya mba Mer, mungkin belm waktunya aja kale. kalo bisa sinemart pasangkan pemain2 angkatan 80an dlm satu produksi, pasti seru, mereka adalah meriam bellina, lydia Kandau, Paramitha Rusady, ayu azhari, Sophia Latjuba,desy ratnasari, pasti seru…

  10. Kamis, 26 Agustus 2010 pukul 16:02

    min ho………..!!!!!!!!!
    wjahmu bnar2 tampan……haha
    q ng’fens bngdd ma u…….
    q minoz sjtii deh…….
    flim x cpett d tyangin dunk indosiar……..
    plizzz!!!!!!!!

  11. nur farisha
    Minggu, 7 November 2010 pukul 10:47

    saya mahu lihat foto marwa tsania yang lebih banyak…………

Comment pages
  1. No trackbacks yet.

Weblog ini dikunjungi ribuan orang tiap harinya. Kunjungi terus laman Thread ini. Berikan kritik, saran, dan/atau tanggapanmu di kolom komentar. Komentar yang muncul dibagi halaman per halaman. Klik Comment pages Sebelumnya atau Berikutnya. Yang muncul default adalah komen terbaru :-)

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: