Beranda > SINETRON > Dude Harlino-Velove Vexia: Sinopsis Sinetron Seindah Senyum Winona

Dude Harlino-Velove Vexia: Sinopsis Sinetron Seindah Senyum Winona

Senin, 3 Mei 2010

Klik http://wp.me/sevle-duve untuk diskusi DuVe & SSW (Dude Harlino-Velove Vexia, Sinetron Seindah Senyum Winona)

Label Rating: Remaja(R), Bimbingan Orang Tua (BO)

Dude Harlino dan Velove Vexia dalam Mega Sinetron Seindah Senyum Winona

Sinopsis Mega Sinetron Seindah Senyum Winona

Cerita bermula saat Winona sudah mengenakan gaun pengantinya. Dia merasa gelisah, sementara itu Jody sedang menyelinap masuk rumah Winona. Namun, dia terkena jebakan tikus. Jody ketakutan. Beruntung Winona berhasil menyusup keluar. Melihat Jody, Winona malah tertawa. 😀

Jody terpana melihat kecantikan Winona dalam gaun pengantinya. Keduanya lantas berpelukan. Tetapi Bianca, ibu Winona, mengetahui dan marah. Bianca lantas memanggil Irwinsyah suaminya. Keduanya lantas menyuruh Jody pulang, sebab mereka beranggapan bahwa Jody belum boleh menemui Winona sebelum akad nikah. Saat Jody pulang itulah, Irwinsyah menerima telpon, wajahnya terlihat kesal dan khawatir.

Sebuah mobil limosin sudah dipersiapkan untuk mengantar Winona ke gedung pernikahan. Winona senang, menghampiri pak Maman, sang sopirnya. Tetapi ternyata yang mengantar Winona bukan Pak Maman. Sebab hari itu, Pak Maman diberhentikan oleh Irwinsyah. Dalam perjalanan ke gedung pernikahan, Winona menelpon kakaknya yang bernama Tanya. Dia ingin Tanya menghadiri pernikahanya. Namun Tanya terkesan tidak bisa menghadiri pernikahan itu, sebab lebih mementingkan pekerjaanya, sebagai dokter di sebuah rumah sakit.

Winona memutuskan untuk tidak pulang ke rumahnya setelah pernikahannya dengan Jody gagal dilakukan. Jody takut melanjutkan pernikahan karena teringat akan perintah orang tuanya yang menyuruhnya membatalkan pernikahannya dengan Winona karena sudah tidak ada gunanya lagi, orang tua Winona telah bangkrut. Ternyata itulah alasan awal mengapa Jody dan Winona dijodohkan. Walaupun mereka akhirnya mulai saling mencintai, tetapi mereka adalah korban ambisi orang tua mereka.

Jody yang saat itu panik untuk memilih yang mana, dan karena Winona memaksanya untuk tetap menikahinya pun akhirnya meninggalkan Winona di pinggir jalan. Winona sedih dan kesal. Ia pun mencari cara untuk bisa tinggal di tempat siapa pun asal ia tidak balik di rumah. Di perjalanannya, ia bertemu dengan Naratama. Seorang pemuda yang baru sampai Jakarta setelah menyelesaikan studinya di Belanda. Beberapa kejadian menemukan mereka. Dan Winona pun sempat meminta pertolongan pada Naratama walaupun ia belum mengenalnya. Walaupun Naratama sempat menyangka Winona gila, karena berkeliaran dengan baju pengantin dandanan berantakan, Naratama pun tak kuasa menolak.

Naratama menanyakan keberadaan kakeknya pada Haji Ridho. Haji Ridho memberitahu jika Pak Maman tadi sedang pergi. Naratama pun berniat pulang. Namun dia menjadi kaget karena melihat Winona sedang makan dengan lahapnya.

Dia pun membisiki Pak Haji Ridho, “Winona adalah wanita gila”, Pak haji pun lantas memanggil hansip untuk mengamankan Winona. Winona pun marah dianggap orang gila. Akhirnya  hansip memberitahu bahwa Nara-lah yang mengatakan bahwa Winona gila. Winona kesal dan marah dan mengejar Naratama. Hansip pun menangkap Winona. Beruntung saat itu Pak Maman datang, dan menjelaskan siapa Winona. Pak Maman lantas marah pada Naratama.

Ternyata Naratama adalah cucu Pak Maman, supir kesayangan Winona, yang sudah ia anggap kakek sendiri. Naratama pun kaget akan kenyataan itu. Dan ternyata Pak Maman juga sangat menyayangi Winona melebihi cucunya sendiri. Tanpa Naratama sadari, bahwa Winona juga adalah adik dari wanita yang sangat ia sayangi, Tanya, yang merupakan salah satu alasan mengapa ia kembali ke Jakarta setelah sekolah di Belanda. Tetapi sayangnya, Tanya tidak terlalu menanggapi cinta Naratama.

Winona menceritakan kesulitan keluarganya pada Pak Maman. Pak Maman menasehati Winona untuk kembali ke rumah dan membantu menyelamatkan keluarganya dari kesulitan. Pak Maman bahkan memberikan ongkos taxi kepada Winona. Saat sampai di rumahnya, ternyata Jody telah menungguinya. Jody lalu menghampiri Winona dan mengatakan bahwa ia menyesal tidak menikahi Winona, ia sayang sekali pada Winona. Jody bahkan mengancam akan bunuh diri bila Winona tidak menerimanya. Jody pun menyematkan cincin pernikahan sebagai bukti cintanya pada Winona. Winona pun luluh dan kembali menerima Jody.

Tetapi tidak semulus itu perjalanan hidup Winona. Paginya ia membaca berita di koran bahwa yang menyebabkan ayahnya bangkrut adalah Jody, yang mengambil alih semua perusahaannya. Bahkan ibunya Jody pun memfitnah Winona di depan para media. Untungnya Naratama sempat menyelamatkan Winona dari kerumunan massa, karena Naratama diperintahkan kakeknya untuk menjaga Winona. Winona berterima kasih atas pertolongan Naratama. Winona pun bertekad untuk dapat menyelamatkan kembali keluarganya.

Winona ke rumah sakit untuk menemui Tanya, niatnya adalah membicarakan kesalahpahaman yang sering terjadi diantara mereka. Namun orang-orang di rumah sakit mengenalinya dari berita televisi, mengejeknya sebagai gadis matre, Winona kesal. Dia berusaha menjelaskan. Namun mereka malah mencemooh Winona. Maman ingin menyelidiki keluarga Herlambang, sehubungan dengan penghinaan Fressa terhadap Winona. Dia pura-pura mencari kerja di rumah Herlambang. Fressa menerima Maman dan menjadikanya sopir Jody. Jody yang sudah tahu kalau Pak Maman adalah mantan supir Winona, tentu saja senang karena yakin Maman bisa diajak bekerja sama agar Jody dapat dekat dengan Winona. Agar tidak membuat Fressa curiga, Jody berpura-pura sinis kepada Maman di depan Fressa.

Winona terdiam di teras. Ia tiba-tiba memikirkan pertemuannya dengan Nara. Winona senyum sendiri dan merasa heran kenapa akhir-akhir ini selalu bertemu Nara. Irwinsyah yang mendengar, mengira Winona membicarakan Jody. Irwinsyah mengaku siap menjamin hubungan Winona dengan Jody agar tidak akan diketahui orang tua Jody. Sebab Irwinsyah ingin hubungan Winona dan Jody bisa dimanfaatkannya untuk mendapatkan hartanya kembali. Winona jadi kesal. Winona mengatakan bahwa jika dia menuruti keinginan papanya itu, berarti membenarkan pernyataan Fressa, kalo Winona memanfaatkan Jody untuk mengeruk hartanya. Winona lantas meninggalkan papanya dengan rasa kesal.

Winona menunggu Jody di café hotel. Winona terkejut karena Freesa datang. Saat itu Nara dan Jody masuk ke café yang sama. Agar tidak dicurigai Fressa, Winona tiba-tiba memeluk Nara dengan manja. Nara kaget. Fressa lega karena Winona tidak janjian dengan Jody. Sedangkan Jody menjadi cemburu, tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Fressa mendekati Jody dan lantas mengajaknya pergi.

Dikutip dari Tabloid Bintang Indonesia Edisi 991 | Tahun XX | Minggu Kedua Mei 2010 seperti diposting Wida Kriswanti [Edisi Online: Senin, 10 Mei 2010]Sinopsis Mega Sinetron Seindah Senyum Winona Pekan II Mei — Nara dan Winona Tinggal SerumahWinona (Velove Vexia) syok dengan pengusiran yang dilakukan ayahnya. Di tengah hujan, dia berteriak melepaskan kekecewaannya. Kecewa mengetahui ayahnya hanya memanfaatkannya untuk mengeruk harta keluarga Jody. Saat itu Nara (Dude Harlino) melintas. Dia kasihan melihat Winona. Lantas mengajaknya masuk ke dalam mobil. Petir menggelegar. Saking kaget, Winona memeluk Nara.

Ada getaran aneh di antara mereka. Belum sempat mengartikan getaran itu, muncul Tanya (Marissa Nasution) yang turun dari taksi. Kebetulan, saat itu Tanya tengah mencari Winona. Winona dan Nara sama-sama menunduk, bersembunyi dari pandangan Tanya, hingga perempuan yang dicintai Nara itu berlalu.

Nara kembali memikirkan Tanya. Diajaknya gadis itu menonton. Tapi, Tanya menolak dengan alasan sudah bekerja sebagai dokter pribadi seorang menteri di Menteng. Jadi dia tidak bisa seenaknya menemui Nara.

Nara mengerti, bukan menyerah. Maka dia berinisiatif menjemput Tanya di rumah menteri. Saat hendak pergi, Winona memaksa ikut. Nara tidak sanggup menolak Winona.

Dalam perjalanan, Nara bercerita tentang sosok wanita impian yang jauh melebihi Winona atau gadis mana pun. Winona tidak percaya. Dia malah meledek, Nara hanya berkhayal. Betul saja, Tanya tidak berhasil ditemui. Tidak ada bukti tentang adanya sosok wanita impian.

Nara semakin tidak bisa menghindari Winona. Apalagi setelah Winona memutuskan tinggal di rumah Nara guna membalas utang budi kepada kakek Nara, Pak Maman (Henky Solaiman), yang telah banyak menolongnya.

Ketika tanpa sengaja melihat penampilan Winona yang hanya berbalut handuk, Nara terpesona. Namun saat Deden yang memergoki bertanya apakah Nara menyukai Winona, buru-buru dia menyangkal.

Velove Vexia: Pulang Kampung demi Sinetron

INDOPOS, Rabu 13 Januari 2010

Velove Vexia Pemaran Khanza

Dunia sinetron sepertinya tidak bisa lepas dari bayangan artis berdarah Manado-Jawa, Velove Vexia Kaligis. Meski kali ini telah menetap di negara Amerika Serikat untuk memperdalam pendidikannya di Univeritas Santa Monica, Los Angeles, artis kelahiran Jakarta, 13 Maret 1990 ini rela pulang kampung untuk membintangi satu sinetron stripping. “Kebetulan bulan ini aku libur. Jadi aku manfaatkan untuk part time. Aku ikut sinetron stripping. Sebab aku kangen syuting,” ucap Velove di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, kemarin (12/1).

Selain membintangi salah satu sinetron. Putri pengacara O.C Kaligis dan Alf Lolita ini merasa rindu dengan keluarga dan tanah kelahiran. “Aku kangen sama keluarga dan panasnya kota Jakarta. Aku juga pingin makan pecel lele. Di sana ada tetapi nggak seperti disini,” kata bintang sinetron Olivia tersebut.

Rencananya, Velove akan tinggal di Jakarta selama 3 bulan. Selanjutnya, dirinya akan kembali ke Los Angeles. “Aku nggak cuti. Ini memang libur kok. Liburnya cuma 3 bulan. Daripada aku buat jalan-jalan lebih baik aku cari part time dan bisa kumpul dengan keluarga,” papar bintang sinetron Khanza itu.

Dalam sinetron tersebut, Velove akan beradu akting dengan Dude Herlino. “Judulnya aku lupa, ceritanya saja aku baru baca di email, pokoknya aku sudah ngomong dengan sutradara waktuku cuma 3 bulan saja,”paparnya.

Lantas bagaiamana dengan kekasih di sana? “Aku nggak suka produk luar, aku suka produk lokal,” pungkasnya.

Goodbye DuNay, Welcome DuVe

Dikutip dari Tabloid Bintang Indonesia Edisi 980 | Tahun XIX | Minggu Keempat Februari 2010 seperti diposting Indra Kurniawan [Edisi Online: Jumat, 26 Februari 2010]Seindah Senyum Winona adalah sinetron yang pertama kali memasangkan Dude Harlino dan Velove Vexia. Meski begitu, chemistry keduanya terlihat sudah cukup kuat.

Chemistry buat kami bukan hanya adegan romantis. Tapi satu kesinambungan dan satu rasa ketika berakting. Alhamdulillah sama Velove dari awal enggak ada kesulitan. Kebetulan dia tipe orang yang terbuka. Bukan hanya ke sesama pemain, tapi juga kru,” ungkap Dude sambil tersenyum simpul.

Begitu pun kesan Velove, putri pengacara kondang Oce Kaligis ini merasa puas beradu akting dengan Dude.

“Senang banget bisa main bareng Kak Dude. Dia banyak membantu. Apalagi awalnya saya sempat lupa akting caranya bagaimana, hehehe,” timpal Velove diiringi derai tawa.

Disandingkannya Dude dan Velove tentu bukan tanpa alasan. Selain karakter yang beda, juga diyakini mampu mendongkrak rating dan memberi warna baru.

“Dari awal saya sudah tahu akan dipasangkan sama Velove. Saya belum kenal sama sekali. Belum tahu orangnya seperti apa. Begitu ketemu di kantor SinemArt, ternyata dia menyenangkan dan enggak kaku. Saya yakin bekerja dengan orang yang punya sifat seperti itu, suasana juga enak,” sambung Dude.

“Iya, kami baru ketemu pas di SinemArt lagi foto dan nyobain kostum. Awalnya enggak kenal. Bisa enggak, ya? Ternyata dia menyenangkan. Baik dan enggak galak. Juga mau membuka diri. Jadi, gampang untuk ngobrol,” puji Velove sambill melirik Dude yang sedang asyik dengan BlackBerrynya.

Karakter peran Dude kali ini beda dari dua sinetron sebelumnya, Manohara serta Doa dan Karunia. Ia tak lagi digambarkan sebagai sosok serius, sabar, dan pasrah.

“Karakternya sekarang lebih ekspresif, agresif, dan frontal. Tapi tetap protagonis,” sebut Dude.

“Inilah yang sering saya bilang, protagonis bisa dimainkan dengan bermacam cara. Buat saya, ini fresh banget. Bisa masuk ke suasana berbeda. Tantangan barulah. Apalagi lawan mainnya Velove,” tukasnya.

Karakter peran Velove juga dibuat beda dari sinetron Khanza. “Saya jauh lebih manja, anak orang kaya, ditindas terus, sama keluarganya cuma dimanfaatin, cengeng, tapi berani,” rinci Velove tentang perannya.

Lalu bagaimana nasib duet Dude dengan Naysilla Mirdad yang sudah lama terbangun sebuah cemistry dan memunculkan istilah DuNay (Dude-Naysilla)?

Akankah Velove bisa menggantikan sosok Naysilla Mirdad yang selama ini identik dengan Dude? Atau bahkan DuNay sudah lewat masanya, dan berganti dengan DuVe (Dude-Velove)?

Bisakah Velove Vexia Menggantikan Naysilla Mirdad?

Dikutip dari Tabloid Bintang Indonesia Edisi 988 | Tahun XX | Minggu Keempat April 2010 seperti diposting Indra Kurniawan [Edisi Online: Jumat, 16 April 2010]Saat ini Velove Vexia sudah kembali lagi ke Los Angeles, Amerika, untuk melanjutkan kuliah. Omong-omong soal Velove, bisakah dia menggantikan sosok Naysilla Mirdad sebagai lawan main Dude Harlino di sinetron terbarunya Seindah Senyum Winona?

Dari keserasian, rasanya sulit, mengingat Dude dan Nay sudah telanjur melekat kuat di hati dan pikiran penonton setianya.

Sedangkan Dude dan Velove belum teruji, walau sudah muncul komunitas DuVe Lovers di grup Facebook dan forum-forum dunia maya.

“Saya main di sini bukan menggantikan Nay. Nay punya ciri khas. Saya juga,” kata Velove.

Senada dengan Velove, Dude berpendapat bahwa setiap pasangan mainnya punya karakteristik tersendiri. Soal Velove, Dude pun punya kesan tersendiri.

“Semua lawan main saya punya kelebihan sendiri. Tapi yang pasti, saya bisa bermain baik karena lawan mainnya baik. Kebetulan dia (Velove) banyak berimprovisasi. Banyak hal di luar dugaan yang dia lakukan. Misalnya, ada satu adegan harusnya narik lengan saya, tapi dia justru narik baju saya. Saya harus secepat mungkin beradaptasi dengan improvisasi dia. Itu bikin saya jadi lebih kreatif,” kata Dude.

Ini bukan kali pertama Dude mendapat pasangan selain Nay. Pernah dengan Ririn Dwi Ariyanti, Carissa Puteri, Marshanda, Nikita Willy, dan Manohara.

Mau tahu lebih lengkap cerita Dude-Velove? Baca Tabloid BINTANG Indonesia edisi 988, yang akan mengulas panjang lebar dalam rubrik ‘Bintang Utama’ (cover story). Beredar mulai Sabtu, 17 April 2010.


Dude Harlino, Velove Vexia dan Giovanni L. Tobing

CREDIT TO/TERIMA KASIH KEPADA:

Iklan
%d blogger menyukai ini: