Beranda > POLLING, THREAD > Asmirandah Pemeran Drama Wanita Terfavorit UMI 2010

Asmirandah Pemeran Drama Wanita Terfavorit UMI 2010


http://wp.me/pevle-31i

Happy Wednesday! 12:12 WIB

Asmirandah Pemeran Drama Wanita Terfavorit UMI 2010

Berikut hasil pollingnya!

Pemeran Drama Wanita Favorit UMI Count Percent Drama yang Dibintangi
1. Asmirandah 8,019 43.3% Kemilau Cinta Kamila
2. Aryani Fitri 2,585 13.96% Mawar Melati, Rama Dan Ramona
3. Marshanda 2,118 11.44% Sejuta Cinta Marshanda
4. Naysilla Mirdad 1,717 9.27% Cahaya (R)
5. Shireen Sungkar 1,514 8.17% Cinta Fitri
6. Chelsea Olivia 901 4.86% Mawar Melati, Cinta Melody
7. Nadia Saphira 480 2.59% Rama Dan Ramona
8. Nabila Syakieb 347 1.87% Cinta Dan Anugerah, Mertua Dan Menantu
9. Dinda Kanya Dewi 293 1.58% Cinta Fitri
10. Ririn Dwi Ariyanti 269 1.45% Cahaya (R), Takdir Cinta, Sinar
11. Widyawati Sophiaan 185 1% Nurhaliza
12. Meriam Belina 93 0.5% Cahaya (R), Sejuta Cinta Marshanda

Total Votes 18,521

Dikutip dari Genie [Edisi Online Rabu, 20 Oktober 2010]Asmirandah: Waktunya Habis Di Lokasi Syuting — Senin (11/10) siang kami menyambangi Studio 108 di Jl. Jagakarsa, Jakarta Selatan, untuk menemui Asmirandah. Ketika kami tiba, gadis yang akrab disapa Andah ini tengah take. Take adalah istilah teknis untuk menjelaskan aktor dan aktris beraksi atau beradegan di depan kamera.

Lokasi yang digunakan untuk syuting adalah sebuah rumah mewah. Rumah berlantai dua itu terlihat megah dan dikelilingi taman yang asri dan hijau. Beberapa jenis kendaraan terparkir rapi di halaman depan rumah. Peralatan syuting ada di setiap sudut ruangan. Saat itu, Andah tengah take di lantai dua.

Selesai take, Andah langsung menghampiri kami. Bersama kami berjalan ke belakang rumah. Kami duduk di samping kolam renang. “Kita ngobrol di sini saja, ya, Mas,” katanya sambil tersenyum ramah. Kami pun berbincang perihal keseharian Andah tepat di pinggir kolam renang.

Baru beberapa saat berbincang, tiba-tiba salah satu kru menghampiri kami. “Kita take lagi, ya,” katanya kepada Andah. Obrolan kami terhenti. “Sebentar, ya, Mas,” kata Andah sembari beranjak masuk ke dalam rumah.

Tak lama take, Andah pun kembali break, ia kemudian masuk ke dalam ruangan make up di lantai bawah. “Maaf, ya, di sini kita nggak ngizinin orang lain masuk,” katanya memberi penjelasan. Beberapa saat kemudian, ia muncul dan kembali take. Kali ini take dilakukan di lantai satu rumah. “Memang mondar-mandir begini. Tergantung lagi set di mana. Untungnya hanya di dalam rumah. Kebetulan hari ini scene aku semua,” terangnya sambil tertawa.

Tak terasa, waktu telah menunjukkan pukul 19.00 WIB. Sementara, Andah masih take di set yang sama. Ia terlihat begitu menghayati perannya. Ketika itu ia mengenakan baju warna merah muda. Sekitar pukul 20.00 WIB, take selesai. Andah pun bergegas menghampiri kami. “Kita ngobrol di tempat tadi, yuk,” ajaknya. Di sana, kami melanjutkan obrolan yang sempat terhenti.

Tapi di tengah obrolan, seorang kru kembali mendatangi kami. Ia mengajak Andah untuk take lagi. “Ya, beginilah aktivitas aku. Jadi, misalnya dari 20 scene, aku ngisi 15 scene. Tadi saya tiba di lokasi sekitar pukul 9 pagi,” tukas putri dari pasangan M. Tarmidji Zantman dan Sani Susilawati ini. Hari itu syuting selesai hingga pukul 3 pagi.

Keesokan harinya, Selasa (12/10), kami kembali ke Studio 108. Sama seperti sebelumnya, ketika kami tiba, Andah tengah take. Siang itu, ia tampak sederhana dengan pakaian tidur. Selang beberapa menit, take selesai. “Sekarang kita take di ruangan tamu, ya,” teriak sutradara. Andah pun beranjak menuju ruangan ganti. Sementara para kru terlihat sibuk menyiapkan peralatan syuting dan membawanya menuju ruangan sebelahnya, Andah bergegas ke ruangan ganti kostum. Setelah itu ia segera pergi ke ruangan tamu.

Selesai take, Andah langsung melanjutkan take di lantai dua rumah. “Sepeti inilah yang namanya syuting,” katanya diringi senyum sambil menaiki tangga. Seting berikutnya adalah restoran. “Rollingand action,” teriak sutradara. Andah langsung berdialog dengan Fadil yang diperankan oleh Jonas Rivanno. Tiba-tiba saja adegan terhenti. Andah terlihat meringis kesakitan. Rupanya kakinya diinjak Vanno. Asisten Andah bergegas menghampiri Andah dan melihat keadaan kakinya. Sejurus kemudian, mereka kembali serius berdialog. Siang itu Andah terlihat cantik dengan dress berwarna merah jambu dan legging hitam. Andah begitu menghayati perannya.

Sekitar pukul 17.00 WIB Andah baru bisa mendapat break panjang. Kami pun memanfaatkannya untuk ngobrol. “Akhirnya ada jeda panjang,” katanya sambil melepaskan napas panjang. Kami lantas bergegas ke luar rumah. Di pinggir kolam renang kami berbincang.

Tak terasa sore menjelang. Matahari mulai terbenam. Adzan maghrib berkumandang. Kami menghentikan obrolan dan Andah bergegas ke dalam rumah untuk mengambil air wudhu. Setelah salat maghrib, ia kembali melanjutkan take. “Take panjang lagi nih,” katanya sambil mengernyitkan dahi. Hari itu syuting berakhir hingga pukul 4 pagi.

Rabu (13/10) kami masih mengikuti hari-hari Andah. Sore itu, kami kembali menyambangi Studio 108. Setibanya di lokasi Andah tengah break. Kami pun sempat berbincang.

Belakangan ini, katanya, jadwalnya padat. la selalu menghabiskan waktunya di lokasi syuting. Pulang ke rumah hanya untuk istirahat. Kebetulan rumahnya tak jauh dari lokasi syuting. Dengan demikian, ia bisa langsung beristirahat setelah syuting. “Hanya membutuhkan waktu 15 menit. Biasanya, sih, pulang syuting pagi. Kalau pulang pukul 12 malam, aku tidur dulu. Bangun lagi pukul 04.30 WIB, terus salat, dan tidur lagi. Kemudian bangun sekitar pukul 7 untuk sarapan bareng keluarga. Abis itu, tidur lagi,” ceritanya sambil tersenyum simpul.

Namun jika ia pulang sekitar pukul 3 pagi, biasanya tidak langsung tidur. “Nunggu salat subuh lalu tidur lagi,” imbuh bungsu dari dua bersaudara ini. Memang Andah tidak memiliki waktu jeda untuk beristirahat. Setiap hari ia harus menjalani syuting.

Obrolan kami terputus karena ia harus take lagi. Andah langsung menuju ruangan make-up. Kali ini ia mengenakan baju tidur. Andah memang selalu menghayati setiap peran yang diberikan kepadanya. Kalau memang menangis, ia menangis. Dan memang sore itu ia menangis di depan kamera. Tak lama kemudian take pun selesai.

Di sela-sela break, ia bermain dengan Kaffa, anaknya dalam sinetron. “Aku sebenarnya sudah ingin punya anak,” katanya sambil menggendong Kaffa. Sesekali, ia mencium pipi Kaffa. Ia terlihat senang. Sehingga ketika ia harus melepaskan Kaffa karena take lagi, ia sedih.

Aktivitas yang dijalani Andah saat ini hanya syuting. “Ini saja sudah padat banget,” keluhnya. Selepas meraih gelar D 3 di The Next Academy jurusan Penyutradaraan empat bulan yang lalu, aktivitas Andah memang semakin padat. Apalagi saat ini ia harus menjalani syuting sinetron kejar tayang. “Dulu sempat nyanyi, tapi sekarang lagi nggak. Karena memang lagi konsen ke syuting. Satu-satu aja dulu,” kata dara kelahiran Jakarta, 5 Oktober 1989 ini.

Padatnya aktivitas membuat waktu untuk beristirahat semakin terbatas. Untuk itu, ia punya kiat sendiri untuk menjaga stamina tubuhnya. “Minum vitamin sih nggak. Olahraga juga jarang. Hanya dari asupan makanan saja. Aku banyakkin makan sayuran dan buah-buahan. Alhamdulillah, sampai sekarang belum pernah ngedrop. Kalau bisa, sih, jangan sampai,” harap gadis yang memulai kariernya dengan sinetron Kawin Gantung ini.

Kini, impiannya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi terpaksa ditunda. Namun, Andah tak ingin menundanya lama-lama. “Sebenarnya aku ingin ngelanjutin kuliah S1. Tapi karena masih sibuk, jadi di-pending dulu,” katanya.

Iklan
  1. Jumat, 28 Maret 2014 pukul 01:55

    We would suggest that the technology you choose include a
    merchant gateway integrated with the registration form so that
    you can seamlessly and securely collect payment online during the
    registration process. There was a time not long ago in the apartment
    industry where the key sales was mainly a function of physical location
    and visibility. Having identified my foundation to be my endless energy,
    out-of-the-box creativity, relationship building and problem solving,
    I looked for a word that could pull all of those strengths
    together into one memorable brand message.

Comment pages
  1. No trackbacks yet.

Weblog ini dikunjungi ribuan orang tiap harinya. Kunjungi terus laman Thread ini. Berikan kritik, saran, dan/atau tanggapanmu di kolom komentar. Komentar yang muncul dibagi halaman per halaman. Klik Comment pages Sebelumnya atau Berikutnya. Yang muncul default adalah komen terbaru :-)

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: