Arsip

Archive for Minggu, 5 Juni 2011

Julie Estelle: Sinetron “Amanah Dalam Cinta” Tayang di TV3 Malaysia


Label Rating : Remaja(R), Bimbingan Orang Tua (BO)

Mega Sinetron Terbaru RCTI

AMANAH DALAM CINTA

Mulai 27 Januari 2010

Setiap Hari pukul 20:30 WIB

Julie Estelle dan Reza Rahadian dalam Salah Satu Adegan Sinetron Amanah Dalam Cinta

Pemain Sinetron Amanah Dalam Cinta

  • Christian Sugiono sebagai Milo
  • Julie Estelle sebagai Julie
  • Alice Norin sebagai Alya
  • Reza Rahadian sebagai Radit
  • Aditya Herpavi Rahman sebagai Arvino (cameo, ep.1)
  • Dhini Aminarti sebagai Meetha (cameo, ep.1)
  • Kevin Andrean sebagai Wisnu
  • Ali Syakieb sebagai Dhika
  • Nessa Sadin sebagai Diandra
  • Rudy Salam sebagai Prayoga
  • Rowiena Sahertian sebagai Diana
  • Lili SP sebagai Murni
  • Pardi Bagus sebagai Pak Haji

Produksi: Sinemart Copyright © 2010
Desain Produksi: Heru Hendriyarto
Produser: Leo Sutanto
Sutradara: Indrayanto Kurniawan
Cerita & Skenario: Gustin Suradji
Lagu Tema Pembuka (Soundtrack): Jangan Menyerah
Penyanyi: d’Masiv

Lirik Lagu Jangan Menyerah oleh d’Masiv — Soundtrack Sinetron Amanah Dalam Cinta

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Kita pasti pernah
Dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini
Tak ada artinya lagi

Reff 1:
Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Back to Reff 1

Reff 2:
Tuhan pasti kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasa-Nya
Bagi hamba-Nya yang sabar
Dan tak kenal putus asa

Back to Reff 1
Back to Reff 2

Julie melanjutkan perjalanannya untuk memenuhi amanah Arvino dan Meetha.

di TV3 Malaysia mulai 23 Mei 2011 jam 2 petang

Sinopsis Sinetron Amanah Dalam Cinta Episode 1

27 Januari 2010

Julie, gadis cantik, cerdas dan lincah. Saat itu dia sedang adu balap dengan Adi, untuk membuktikan siapa yang lebih unggul diantara mereka.

Sementara itu, ada cowok keren bernama Radit, cucu pak haji, yang baru saja mandi, yang lagi keluar depan rumahnya. Saat itu, tiba-tiba ada motor yang nyelonong hampir menabraknya. Radit sangat kaget. Ternyata yang naik motor itu, si JULIE, yang lagi balapan tadi. Meskipun gak nabrak Radit, tapi motor Julie akhirnya nabrak pagar rumah Radit. Akibatnya Julie terpental dari motornya dan jatuh menimpa Radit yang masih pake handuk sebagai penutup tubuhnya.

Kelakuan Julie itu tabrak pagar itu bikin pak haji marah, dan melaporkan Julie pada pak Ahmad dan bu Murni (pak De dan bu De Julie).

Pak Ahmad gak ingin ponakan nya luntang-lantung gak karuan. Dia akhirnya memaksa Julie, untuk kuliah, di jurusan kedokteran. Tetapi Julie menolak, sebab dia ingin menjadi perancang mode. Ahmad menjadi kesal. Dia lantas menyatakan akan menjodohkan Julie dengan anak temannya, yang punya masa depan cerah. Julie sangat sedih, mendengar keputusan pak De nya itu.

Sementara itu, di tempat lain ada keluarga pak Prayogo, yang lagi kesal terhadap anak lelaki nya, yang bernama Milo. Perkaranya, Milo ini tidak mau meneruskan bisnis orang tuanya. Milo, justru berharap Diandra (kakak perempuan Milo) yang sebaiknya meneruskan usaha papanya. Sebab Milo ingin berusaha sendiri.

Penolakan Milo itu, ternyata menyebabkan pak Prayogo mengambil keputusan untuk cepet-cepet menjodohkan Milo dengan anak teman bisnisnya. Pak Prayoga merasa, kalo Milo sudah menikah, pasti akan lebih bertanggung jawab, dan akibatnya Milo akan mau meneruskan usaha miliknya.

Tetapi Milo malah tambah gusar dan segera pergi. Hal itu membuat bu Diana (Ibu Milo) sangat cemas.

Di sisi lain, JuLie sangat sedih dengan keputusan Ahmad, yang memaksakan kehendak terhadapnya. Julie akhirnya pergi menyendiri di tepi danau.

Ternyata Radit ada di sana, dan melihat Julie. Radit menghampiri Julie. Dia ingin dapat simpati Julie. Julie akhirnya menceritakan tentang dirinya yang dipaksa kuliah di kedokteran, padahal dia ingin jadi perancang busana.

Mendengar cerita itu, Radit pun menganggap, pak Ahmad orang kaya, sebab kuliah kedokteran itu biayanya mahal. Dari hasil analisanya itu, Radit mulai memikirkan rencana jahat.

Radit lantas mulai melancarkan serangan Liciknya. Dia memepengaruhi Julie untuk kabur ke Jakarta. Dia juga ngegombal, berjanji akan membantu Juli mewujudkan cita citanya jadi Perancang Busana terkenal. Hanya saja menurut Radit, semua itu butuh biaya yang besar. Karena tidak tahu jika Radit punya niat Jahat, maka Julie percaya. Dia bersedia kabur, dengan membawa tabungan dan menjual semua perhiasan, warisan dari neneknya. Radit tersyenyum licik penuh kemenangan.

Pagi harinya, Juli kabur dari rumah, dengan naik angkot menuju terminal bus. Di angkot itu Juli bertemu Wisnu, cowok gentlemen dan baik hati. Tetapi Julie malah memarahi Wisnu, gara-gara Wisnu gak sengaja menyenggolnya yang disebabkan jalanan rusak. Tapi Wisnu tetap tenang, bahkan menawarkan roti pada JuLie. Tapi Julie malah mengangap Wisnu kurang ajar.

Sampai di terminal, Radit telah menungu Julie.Wisnu merasa menyesal tidak menanyakan nama Julie.

Bus telah berjalan, Julie yang tertidur akhirnya terbangun. Dia kaget, tidak mendapati Radit di sampingya. Julie tambah shock menyadari seluruh perhiasan dan uangya telah hilang. Julie menangis.

Untunglah di dalam bis situ, ada sepasang suami istri (Arvino dan Meta) yang membawa bayi, yang bersedia menolong Julie. Julie tak bisa menolak, sebab tak mungkin dia kembali ke desanya.

Bu Meta lantas menceritakan kisah cintanya dengan pak Arvino, yang tak direstui orang tua Arvino hanya karena Meta, gadis dari kalangan miskin. Julie kagum mendengar kisah itu.

Sementara itu, pak Prayogo -di rumahnya- sedang memandangi foto keluarga, dimana Arvino ada dalam foto tersebut. Prayogo menyesali kenapa Arvino menikah dengan Meta, gadis yang status keluarganya tidak se-level dengan keluarga mereka.

Pada saat yang sama, tiba-tiba bus yang ditumpangi Julie berguncang, dan tabrakan. Julie yang saat itu mengendong si Vino (bayi itu), segera melindungi sang bayi dengan badannya sendiri. Ternyata Meta mengalami luka parah, sangat kritis.

Sebelum meninggal, Meta masih sempat mencopot cincin kawinnya dan memasukan ke jari Julie. Dia berpesan agar Julie mencari kakek si Vino.

Julie sudah dibawa ke rumah sakit. Setelah memastikan si Vino dapat perawatan, Julie lantas mencari pak Arvino dan bu Meta. Dari seorang petugas, Julie dapat penjelasan, bahwa Arvino dan Meta sudah dibawa ke kamar mayat. Julie shock.

Ternyata pada saat itu, pak Prayogo dan keluarganya, sudah di kamar mayat, untuk mengenali jenazah Arvino, anaknya. Mereka sangat marah dan kesal sama istri Arvino, karena dianggap sebagai penyebab Arvino kabur dari rumah.

Di saat itulah Julie datang, langsung berteriak menangis memandagi mayat Arvino.

Bu Diana (ibu Arvino) melihat cicin di jari Julie. Diana mengira Julie adalah istri Arvino. Diana marah, menampar dan mengusir Julie tanpa memberi kesempatan Julie menjelaskan siapa sebenarnya dirinya. Situasinya membuat Julie kabur. Pada saat sampai di tangga menurun, kaki Julie terpeleset. Pada saat itu Milo (adik Arvino) sedang tergesa-gesa menuju kamar jenazah. Dan pas di tangga turun itu bertemu Julie, yg terpeleset. Secara Reflek Milo menahan Julie. Tak sengaja, tanganya memegang buah dada Julie. Julie marah-marah pada Milo. Milo kesal tapi tak meladeni, karena buru-buru cari jenazah Arvino. Akhirnya Julie pun merasa menyesal.

Sampai di kamar mayat, Milo mendapat informasi jika jenazah Arvino telah di bawa pulang. Milo pun bergegas pulang.

Di lain pihak Julie – yang berniat menyerahkan si bayi vino pada kakeknya yakni pak Prayoga, jadi kecewa, sebab keluarga Prayogo telah pulang membawa jenazah Arvino.

Akhirnya Juli menanyakan alamat keluarga itu, kepada petugas rumah sakit. Tapi karena tidak punya uang untuk ongkos, Julie berniat menjual cicin yang diberi oleh almarhum Meta. Tapi dia batalkan. Julie akhirnya pilih jalan kaki menuju rumah pak Prayogo.

Sementara, Diana (Ibu Arvino) masih dendam pada istri Arvino, yang dianggap sbg penyebab kematian Arvino. Tapi Milo berusaha menenangkan ibunya.

Sementara itu, Juli – yang mencari rumah Parayogo, tiba di depan toko bunga – secara tak sengaja, menabrak karangan bunga milik Milo, yang bertuliskan ucapan bela sungkawa utk almarhumn Arvino. Karangan bunga itu rusak. Tentu Milo sangat marah. Apalagi dia tahu biang keladinya adalah Julie, cewek yang sempat menuduhnya kurang ajar, karena peristiwa yang terjadi di tangga rumah sakit.

Pada pagi harinya, Juli berhasil sampai di rumah Prayogo. Namun ketika memastikan alamat tersebut, satpam malah mengusirnya. Dan saat itu, mobil Prayogo hampir menabrak Julie.

Mengenali wajah Julie, Diana langsung marah. Ibu almarhum Arvino itu segera keluar mobil untuk mencaci maki Julie.

Julie shock dan akhirnya bilang bahwa bayi yang digendongngya ini, adalah cucu mereka. Bu Diana dan pak Prayogo shock!!

Sinopsis Sinetron Amanah Dalam Cinta Episode 2

28 Januari 2010

Berbeda dengan Prayogo yang terkesan Gembira, Diana malah menuduh Julie, hendak menipu mereka dengan bayi tersebut. Julie menjadi kesal atas tuduhan itu dan menganggap Diana tega menginkari cucunya sendiri. Diana pun bertambah marah dan menampar Julie hingga pingsan. Dia lantas menyuruh Satpam mengeluarkan Julie. Tetapi Prayogo melarang dan menyuruh satpam membawanya masuk.

Sementara itu di pemakamam Arvino, sebuah mobil datang. Pintu terbuka dan turunlah seorang gadis cantik bernama Alya. Alya lantas mendekati Milo dengan sikap sok prihatin, mengucapkan bela sungkawanya. Mereka pun lantas berbincang. Milo mengutarakan keikhlasannya atas kepergian Alvino, namun dia juga menyesal karena tidak pernah bertemu dengan kakaknya, semenjak Arvino kabur untuk menikahi wanita pilihanya sendiri. Milo akhirnya berjanji akan membantu istri kakaknya itu, jika mereka bisa bertemu nanti. Akhirnya timbul niat di hati Milo untuk mencari istri kakaknya

Prayogo sedang mengendong Vino, ketika Julie siuman. Belum sempat julie menjelaskan semuanya, Diana dan Diandra datang. Diana langsung saja mengusir Julie, karena masih menyangka Julie berniat menipu mereka, Juli berusaha menjelaskan. Namun Diana dan Diandra tidak memberinya kesempatan. Diana langsung mengambil bayi yang digendong Prayogo dan menyerahkanya kepada Julie. Prayogo merasa keberatan, namun dia tak bisa apa apa ketika Diana menyuru satpam menggiring Julie keluar.

Saat keluar itu sebenarnya Julie berpapasan dengan mobil Milo yang baru datang, namun mereka tak saling mengetahui. Milo pun masuk kedalam. Sementara itu, satpam menjadi kasihan memperhatikan Julie yang berjalan sambil berusaha menutupi bayi dari terik matahari. Dia akhirnya menyusul Julie dan memberinya uang untuk membeli makanan.

Disisi lain Milo manjadi kaget ketika mendengar cerita kejadian tetang Julie tadi. Milo merasa kecewa dengan mamanya karena mengusir wanita tersebut, apalagi wanita itu membawa bayi yang masih keluarga mereka. Dia pun ingin membawa kembali anak Arvino. Prayogo sangat sependapat dengannya maka dia pun meminta Milo untuk mencarinya.

Sementara itu, Juliie sendiri yang sebenarnya ingin membeli nasi, akhirnya mengurungkan niatnya, sebab Vino menangis. Dia akhirnya menggunakan uang pemberian satpam tadi untuk membeli susu.

Milo sendiri saat itu sedang mencari Julie namun karena informasi yang di dapatkan dari satpam rumahnya keliru, maka dia tak bisa menemukan Julie. sedangkan Prayogo sendiri yang menunggu Milo, akhirnya tak bisa mengelak dan mengikuti istirnya, yang mengajaknya belanja untuk keperluan tahlilan bagi Arvino.

Merasa tak mungkin membawa Vino, akhirnya Julie berniat meningalkan Vino di depan rumah Prayogo. Julie lantas meletakan Vino di kardus, depan Rumah paryogo dan mengawasi dari kejauhan. Namun setelah lama menunggu dan tak ada yang keluar dari rumah Prayogo, akhirnya Julie merasa kasihan kepada Vino. Apa lagi saat itu hujan mulai turun. Julie pun mengambil kembali Vino. Dia berniat mencari keluarga Meta dan menyerahkan Vino pada mereka. Namun upaya pencarian itu tidak membawa hasil. Karena pihak rumah sakit yang dimintai informasi soal alamat Meta, tidak mengetahui sedikit pun soal Meeta

Sementra itu Ahmad dan Murni menjadi marah ketika mendapat informasi, bahwa Julie kabur dengan Radit, cucunya pak haji. Dengan murka Ahmad lantas melabrak pak haji. Namun Pak haji tidak mau disalahkan begitu saja. Maka keduanya terlibat adu mulut. Saat membentak pak haji itulah Ahmad merasakan dadanya sakit. Murni yang menemaninya segera menolong. Demikian juga dengan pak haji.

Ahmad pun harus dirawat dirumah sakit. Tetapi Ahmad tidak betah dan ingin segera mencari Julie ke Jakarta. Akhirnya Murni pun mencegahnya, dan menyarankan Ahmad mencari Julie nanti saja, jika sudah benar benar sembuh.

Sambil mengendong Vino, Julie berjalan tanpa tujuan. Saat sampai di sebuah taman, Julie mendengar suara teriakan minta tolong. Julie pun bergegas ke arah suara tersebut. Julie menjadi kaget ketika melihat seorang cowok sedang melakukan kekerasan pada cewek, di dalam mobil. Juli lantas melempar mobil itu dengan batu, sehingga alarm nya berbunyi. Saat sang cowok keluar memeriksa, Julie membebaskan wanita tersebut (Elsa). Tetapi tertangkap lagi. Julie pun memberikan perlawanan meskipun sambil menggendong Vino. Namun tak urung pelipisnya terluka. Beruntung saat itu satpam datang sehingga cowok tersebut kabur. Mereka lantas berkenalan. Julie mengenalkan dirinya dengan nama Mitha. Karena Julie tak punya tempat tinggal, Elsa mengajak tinggal di rumahnya. Ternyata Elsa tinggal bersama seorang Germo.

Mami (germo) rupanya ingin menjual Julie. Elsa yang mengetahui itu berusaha mencegahnya. Namun Mami tidak peduli. Dia mendatangi Julie dan berbohong akan memberi pekerjaan Julie sebagai model. Maka dia menyuruh Julie ke sebuah hotel untuk menemui seseorang yang bisa memberinya pekerjaan. Julie yang tidak mengerti niat licik Mami, menurut saja saat Mami mendandaninnya dan menyuruhnya pergi menemui seseorang di sebuah hotel.

Di sisi lain, Alya yang bekerja sebagai repoter mendapat informasi akan adanya pengerebekan di sebuah Hotel. Alya pun berangkat untuk meliputnya.

Julie sudah sampai di hotel yang dimaksud. Dia masih belum curiga ketika orang suruhan Mami mengantarnya masuk kamar hotel, menemui seseorang. Julie akhirnya menyadari jika dirinya akan dijual ketika sudah berada di kamar, dimana seorang lelaki paroh baya telah menunggunya. Juli pun marah. Di saat itulah polisi datang melakukan penggerebekan. Alya juga hadir meliput berita tersebut.

Keluarga Prayogo sangat terkejut melihat tayangan televisi yang menyiarkan berita pengerebekan Psk di sebuah hotel, dan wajah Julie terpampang di berita itu.

Sinopsis Sinetron Amanah Dalam Cinta Episode 3

29 Januari 2010

Prayogo shock dan sedih, sedangkan Diana dan Diandra makin senang. Mereka merasa dugaanya selama ini, – yang mengaggap Istri Arvino wanita murahan – adalah sangat benar.

Milo yang baru masuk ke ruangan itu menjadi heran. Akhirnya Diandra memberitahu soal berita telivisi yang menayangkan tertangkapnya Mitha (Julie) di sebuah hotel sebagai PSK. Milo tak percaya. Dia mengamati layar televisi yang sudah berganti gambar. Diana menjadi kesal lantas menyuruh Prayogo membenarkan kabar itu. Dengan kesal dan kecewa Prayogo membenarkan pernyataan Diana dan Diandra.

Sementara itu, di lokasi hotel nampak sangat ribut. Beberapa polisi berusaha menangkap wanita yang melarikan diri. Julie yang terlepas dari pengawasan polisi menjadi binggung. Sesaat kemudian dua orang PSK berhasil melarikan diri, mengajak Julie lari.

Julie melarikan diri dan bersembunyi. Dia menjadi kesal mengingat semuanya. apalagi kemudian teringat Vino. Julie berniat pergi ke rumah Mami untuk mengambil Vino.

Di lain pihak, Milo masih berusaha mempertahankan pendapatnya yang tak percaya jika Mitha (Julie) adalah PSK. Dia ber­_argumentasi, bahwa mungkin Mitha (Julie) kekurangan uang dan terpaksa menginap di hotel murah, saat terjadi pengerebekan itu.

Diana kesal dengan pendapat Milo. Sedangkan Prayogo mendukung pendapat Milo. Akhirnya Milo berinisiatif menghubungi Alya untuk konfirmasi berita tersebut. Diana dan Diandra pun semakin sebal.

Sementara itu di rumah sakit tempat Ahmad di rawat, Murni terlihat sedih menangisi kepergian Julie. Sedangkan Ahmad sendiri terkesan menyesal telah memperlakukan Julie dengan keras. Ahmad pun berniat meminta bantuan Yoga untuk menyusul Julie di Jakarta. Namun ketika dia mengetahui Murni sudah memiliki alamat Radit, yang di perolehnya dari pak Haji, maka Ahmad serentak bangkit dari sakitnya, bergegas hendak pergi ke Jakarta saat itu juga.

Di saat yang sama, Milo – (yang telah berhasil mendapat informasi dari Alya tentang kantor polisi tempat menahan PSK -yang terjaring di motel tadi) – berniat mencari Mitha (Julie ) ke kantor polisi tersebut. Prayogo mengikutinya. Diana dan Diandra heran dan kesal

Juli sendiri saat itu sedang jalan kaki menuju rumah Mami untuk mengambil kembali Vino dari rumah itu.

Di saat yang sama, Dika orang suruhan Mami yang menjemput Julie di hotel tadi, telah berada di rumah Mami. Dia mengadukan sikap penolakan Julie, hingga sampai ditangkap polisi. Dika bahkan menceritakan uang yang diminta kembali oleh pelanggan mereka. Mami pun jengkel pada Julie. Dia lantas memberi uang Dika. Dika tersenyum licik. Dia juga memprovokasi Mami agar mengusir Julie.

Saat Dika akan pulang, Julie sudah sampai di tempat Mami. Dika pun menjadi pucat, takut dimarahi Julie.

Sedangkan Julie sendiri langsung marah kepada Mami yang berniat menjualnya, namun Mami lebih marah kepada Juli. Dia segera mendorong Juli keluar dan mengunci pintu. Julie lantas teringat Vino. Diapun mengedor ngedor pintu meminta mami mengembalikan Vino padanya.

Mami lantas membuka gorden dan berbicara kepada Julie. Dia meminta Julie menebus Vino, jika menginginkannya. Julie kaget, dia mengancam akan lapor polisi. Tetapi Mami tidak takut, sebab dia yakin Julie tidak akan berani lapor, karena Julie adalah orang yang bermasalah dan sedang kabur. Julie pun semakin tak berdaya. Apalagi kemudian, Mami meminta uang tebusan sebesar lima juta.

Julie akhirnya menyelinap, menuju jendela kamar Elsa. Kepada Elsa, dia minta bantuan untuk mengambil Vino. Namun Elsa tak berani, sebab Vino tidur di kamar Mami. Aklhrinya Elsa membantu Julie dengan memberi uang dan menyuruhnya menemui Hendra (menajer motel tempatnya ditangkap) untuk minta bantuan. Julie pun menerima uang tersebut dan bergegas mencari Hendra.

Sementara itu, Milo dan Prayogo yang sudah sampai di kantor POLISI akhirnya kecewa, karena tidak menemukan Mitha (Julie). Milo lantas menganjurkan papanya pulang istirahat, sementara dirinya akan mencari Mitha (JuLie). Prayogo pun menolak. Dia ingi ikut mencari Mitha (JulIe).

Milo menelpon Alya dan meminta alamat hotel tempat MIitha (Julie) ditangkap. Alya segera memberi alamat tersebut. Tetapi dia heran ada apa sebenarnya dengan Milo.

Maka Alya pun menelpon Diandra dan minta penjelasan. Diandra menceritakan semuanya sambil menjelek jelekan Mitha (Julie). Dia juga berpesan agar Alya tidak memberikan info apapun tentang Mitha (Julie), kepada Milo.

Di pihak lain, Ahmad dan Murrni -yang sudah sampai di rumah Radit – akhirnya kecewa karena tetangga Radit memberitahunya jika Radit sudah pindah akibat dikejar hutang. Ahmnad lantas mengajak Murni ke rumah Prayogo.

Prayogo menyambut kedatangan Ahmad dan Murni dengan hangat. Mereka pun berbincang. Prayogo menceritakan soal MIilo yang masih berusaha mencari istri kakaknya yang baru meninggal.

Julie akhirnya sampai di rumah Hendra. Namun karena semua terkunci maka Julie pun menunggu di teras. Saat itu Milo datang. Milo akhirnya teringat pertemuanya dengan Julie. Milo mengira Julie simpanan Hendra. Julie pun kesal. Dia lantas mengaku teman baik Hendra dan mengusir Milo. Milo pun pergi dengan kesal, apalagi dia tidak menjumpai angkutan dan Hp nya juga hilang.

Tak berselang lama, beberapa preman mencegat Milo, berniat merampoknya. Milo pun berteriak minta tolong. Julie yang mendegar teriakan tersebut, bergegas mengambil kayu dan memukul preman.

Namun kawanan preman itu berhasil melukai Milo. Mereka lantas lari meninggalkan Milo yang setengah pingsan. Julie pun membantu Milo dan membawanya ke teras Hendra. Dia lantas merawat luka luka Milo.

Akhirnya keduanya pun tertidur di teras itu. Tengah malam Julie mengingau menyebut nyebut nama Mitha.

Milo yang terbangun, menjadi terkejut mengira Julie adalah Mitha.

Sinopsis Sinetron Amanah Dalam Cinta Episode 4

30 Januari 2010

Milo kaget mendengar Mitha (Julie), menyebut nama Arvino dalam ingauanya. Milo merasa wanita di sampingnya itu adalah istri Arvino. Namun dia masih ingin memastikan, maka dia berusaha melihat jemari Mitha (Julie) untuk memastikan apakah mengenakan cincin kawin atau tidak.

Namun begitu hampir melihat jemarinya, Mitha (Julie) malah membalikan badannya. Milo akhirnya berusaha mendekat. Namun dia mengurungkan niatnya, karena khawatir disangka pelecehan.

Sementara itu di rumah Prayogo, Diana kesal karena tidak berhasil menghubungi Milo. Prayogo berusaha menenangkan Diana, karena saat itu ada Ahmad dan Murni, tamunya. Tetapi Diana tak peduli, terus nyerocos menumpahkan kekesalanya atas Mitha (Julie).

Akhirnya Ahmad pun menanyakan ada apa sebenarnya? Prayogo pun menceritakan soal Anaknya yang bernama almarhum Arvino yang mengalami kecelakaan hingga wafat, meninggalkan anak dan istrinya. Sekarang Milo sedang mencari istri Alvino tersebut, karena ketika istri Arvino datang tadi, Diana mengusirnya.

Murni pun akhirnya menasehati Diana, agar legowo menerima cucunya. Namun Diana malah membalasnya dengan ketus. Prayogo pun memarahi Diana.

Sementara itu Julie yang tertidur di teras rumah Hendra, akhirnya terbangun dan terkejut karena tiba tiba teringat Vino. Julie menangis.

Milo yang ingin tahu siapa Julie, akhirnya menyakan siapa Arvino yang disebut Julie dalam mimpi tadi. Dia lantas menanyakan di mana anak Mitha. Juli lupa kalau dia sedang melakoni Mitha, sehinga dia menggeleng mengisyaratkan tak punya anak. Milo kaget dan minta penjelasan Julie, soal anak dan Arvino.

Julie akhirnya mengatakan dia pergi dari rumah karena di paksa sekolah di kedokteran. sejenak Milo merasa kasihan karena ada kesamaan, mengalami pemaksaan orang tua. Karena Milo banyak bertanya, Juli curiga. Ia menganggap Milo, sama seperti Dika anak buah mami, yang mengenal Hendra. Milo kesal, lantas meninggalkan Julie.

Usai sholat subuh, Murni mengajak Ahmad untuk pamit, karena merasa menganggu keluarga Prayogo. Ahmad sebenarnya setuju, hanya saja dia ingin menunggu Milo, setelah itu mereka akan mencari Julie. Diana yang mendengar percakapan itu, akhirnya tahu jika gadis yang akan dijodohkan dengan Milo ternyata kabur.

Diana menganggap rendah gadis seperti itu. Sehingga ketika mereka berkumpul, Diana menanyakan keberadaan Julie. Murni menutupinya dengan mengatakan Julie masih di kampung. Diana bete. Dia ingi menyeleksi calon menantunya, sebab berharap dapat menantu yang selevel dengannya. Ahmad dan Murni tersinggung. Prayogo pun menegur Diana.

Sementra itu Juli yang masih menunggu kedatangan Hendra akhirnya menanyakannya kepada tetangga. Tetanga itu lantas mengatakan bahwa Hendra biasanya pergi selama seminggu, karena hotelnya digerebek polisi. Julie pun putus asa. Dia tidak tahu lagi hendak kemana mencari pertolongan untuk menebus Vino. Juli akhirnya pergi.

Di saat yang sama Milo yang sedang menunggu angkutan di pingir jalan, meilhat Julie yang berjalan dengan putus asa. Milo mendapat ide. ketika Julie naik bus, Milo pun mengikutinya dengan taksi

Milo segera membuntuti Julie yang menuju rumah Mami. Dia bertanya pada tetangga Mami, tentang penghuni rumah tersebut. Dari penjelasan tetangga Mami itulah, akhirnya Milo yakin, jika Julie bukan Mitha, istri Arvino.

Di sisi lain, Julie yang sudah sampai di rumah Mami, meminta mempertemukannya dengan Vino. Tetapi karena Julie tidak punya uang tebusan, Mami hanya membolehkan Julie melihat Vino dari balik jendela. Setelah itu dia mengusir Julie. Tapi Elsa diam diam menolong Julie. Elsa meminta maaf dan memberikan uang pada Julie.

Sementara Murni yang merasa tidak enak dengan sikap Diana, akhirnya mengajak Ahmad untuk pamit pulang. Tetapi Ahmad malah mengajaknya pergi secara diam diam, sebab dia khawatir, jika pamit, Prayogo tak mengijinkanya.

Maka mereka pun pergi secara diam diam. Namun saat akan pergi, Alya datang. Alya pun menuduh Ahmad maling. Alya berteriak memanggil satpam.

Prayogo yang mendegar keributan itu akhirnya keluar lantas memarahi Alya. Prayogo juga menyalahkan Diana, karena mengakibatkan tamunya tidak betah.

Di saat itu Milo datang. Diana menjadi terkejut melihat luka Milo. Milo menceritakan perampokan yang dialaminya, dimana dia akhirnya ditolong seorang gadis. Setelah itu Miilo pun menyatakan kesiapanya kerja di kantor papanya, karena Arvino telah tiada.

Prayogo pun menjadi senang. Ahmad yang ikut mendegar, menilai Milo adalah lelaki yang baik. Ketika semuanya masuk, Ahmad dan murni pergi.

Julie berusaha melamar kerjaan di sebuah butik. Namun pemilik butik yang bernama bu Tutik itu, malah menyarankan agar Julie melamar ke sebuah perusahaan designer terkemuka. Dia memberi alamat perusahaan itu kepada Julie.

Juli segera melamar di perusahaan itu. Setelah melalui seleksi yang ketat, Julie diterma. Ternyata pemilik perusahaan itu adalah Prayogo, ayah Milo. Akhirnya Julie pun menjadi anak buah Milo.

Julie yang teringat kepada Vino, lantas berusaha meminjam uang kepada perusahaan. Namun karena dia karyawan baru, maka Milo dengan tegas menolaknya. Apa lagi Milo tidak tahu jika uang itu akan digunakan Julie untuk menebus Vino. Saat itu Alya datang, mengajak Milo makan siang. Tetapi Milo menolaknya. Saat Alya melihat Julie, Alya khawatir, Julie akan merebut Milo..

Malam hari ketika di kantor, Alya berniat membuat laporan Breaking News Razia polisi di hotel. Alya memutar rekaman pengerebegan itu.

Dari situlah Alya melihat wajah Julie yang terekam kamera saat terjadi Razia. Alya akhirnya berniat memberitahu Milo jika Julie adalah psk.

Sinopsis Sinetron Amanah Dalam Cinta Episode 5

30 Januari 2010

Julie saat itu ada di kantornya, cemas memikirkan Vino yang berada di tangan Mami. Julie yang merasa tidak bisa meminjam uang di perusahaan akhirnya berniat menemui Mami dan minta pengertiannya.

Di saat yang sama Milo juga datang, masuk menuju Resepisonis. Namun karena sibuk menerima berkas dari Resepsionis, maka Milo tak melihat Julie. Demikian juga dengan Julie.

Saat Milo beranjak menuju ruanganya, barulah Milo melihat Julie yang berjalan sambil menangis. Milo heran kenapa Julie manangis. Dia mulai berfikir jika Julie benar-benar membutuhkan bantuan.

Saat itu, hp ny berdering. Ternyata Alya menghubunginya. Milo segera menolak, ketika Alya mengajaknya makan malam bersama. Tetapi Alya tidak putus asa. Dia janji akan beri informasi tetang Razia di hotel, jika Milo mau makan malam bersamanya. Milo akhirnya bersedia.

Sementara itu di rumah Milo, Prayogo sedang santap malam bersama Diana dan Diandra. Keduanya shock ketika Prayogo mengatakan akan membagi saham perusahaanya kepada Milo dan Vino, cucunya. Karena tidak suka pada Mitha (istri Arvino) Diana tidak setuju jika Vino dapat saham. Prayogo marah. Dia mengatakan Vino adalah cucunya, yang berhak dapat warisan. Setelah itu Prayogo meninggalkan mereka.

Diana dan Diandara pun berniat menyingkirkan Mitha, meski mereka tidak tahu siapa Mitha sebenarnya karena selama ini mereka menganggap Mitha adalah Julie.

Di lain pihak, Julie sudah sampai di rumah Mami. Saat bertemu Elsa, Julie menceritakan, kalau dirinya sudah kerja, namun belum dapat uang untuk menebus Vino. Pada saat itu Mami keluar akan pergi. Julie segera bersembunyi. Setelah Mami berangkat. Barulah Julie keluar dan mengikuti Elsa masuk utk melihat Vino. Julie sangat senang bertemu Vino.

Sebelum berangkat menemui Alya. Milo sempat menitipkan uang pada Satpam agar diberikan pada Julie. Dia melakukan itu, karena merasa kasihan terhadap Julie. Milo pesan agar satpam itu tidak memberitahu karyawan Lain.

Saat makan malam di restoran bersama Alya, Milo menceritakan tentang Julie, yang menolongnya, saat dirampok. Julie, sekarang kerja dikantornya. Alya merasa mendapat saingan baru untuk merebut simpati Milo.

Milo pergi ketoilet dan meninggalkan HP Nya.. Bertepatan dengan itu satpam menelponnya. Alya segera mengangkat telpon tersebut. Semula satpam tidak mau mengatakan maksudnya. Namun Alya berhasil meyakinkan Satpam, bahwa dia akan menyampaikan semuanya kepada Milo, Satpam lantas mengatakan, bahwa dirinya tak bisa memberikan uang titipan Milo kepada Julie, karena akan pulang. Sebab istrinya melahirkan. Alya pun memanfatkan kesempatan itu. Dia menyuruh satpam meletakan amplop uang itu di meja Milo.

Sementara itu Julie dan Elsa, menjadi gugup ketika Dika datang. Julie bersembunyi. Dika saat itu sedang mabuk, sempoyongan, menimpa Elsa. Elsa mendorongnya. Rupanya Dika marah dan memukuli Elsa. Keributan itu membuat Vino menangis. Dika terkejut dan kesal mendengar suara tangis bayi. Dengan kasar dia mengambil Vino.

Julie yang melihat dari persembunyianya berteriak mencegah. Namun terikan Julie mengagetkan Dika, sehinga melepaskan Vino. Vino terjatuh dan menangis.

Julie marah dan menyerang Dika, membabi buta. Di saat itulah Mami datang. Julie akhirnya menjelaskan bahwa Dika telah menjatuhkan Vino. Mami marah pada Dika. Sebab, dia tidak mau tambang emasnya terganggu. Akhirnya Mami menyuruh Dika pergi. Setelah itu, Mami juga memaksa Julie keluar, karena Julie tidak membawa uang tebusan. Mami mengacam akan menggandakan tebusanya jika Julie tidak segera menebusnya, sampai malam ini..

Julie cemas, bingung tak tahu harus minta bantuan siapa. Akhirnya Julie kembali ke kantornya.

Karena tak sabar menuggu Lift, Juli akhirnya lewat tangga. Sehingga tidak bertemu satpam yang dititipi uang.

Juli menelpon Elsa, untuk meminta nomor telpon Hendra. Setelah itu dia menelpon Hendra. Maskudnya mau minta alamat seseorang yang dicari Milo, julie tidak tahu orang yang di maksud Milo itu sebenarnya adalah diirinya sendiri. Tapi saat tersambung, Hendra tidak mau memberi informasi soal itu.

Julie bingung, terbersit dalam pikiranya untuk membohongi Milo. Maka Julie menelpon Milo dan mengjaknya bertemu.. Akhirnya Milo pamit pada Alya.. Alya cemburu dan menelpon Diandra memberitahu semuanya.

Ketika bertemu, Julie terpaksa berbohong kepada Milo, dengan mengatakan bahwa Hendra punya informasi soal orang yang dicari Milo. Julie mengatakan, Hendra minta uang Lima juta untuk informasinya.

Milo ragu dan bermaksud menemui Hendra sendiri. Julie cemas, dan mengatakan Hendra tak mau ditemui Milo, karena takut dijebak. Akhirnya Milo memberi Julie uang, sebesar sepuluh juta, dimana separonya diperuntukan bagi keperluan Julie. Milo menyuruh Julie mendapatkan informasi dari Hendra.

Julie kaget merasa menyesal telah berbohong kepada Milo. Tapi Julie segera ke rumah Mami. Semula Mami berusaha mengusirnya. Namun begitu tahu Julie membawa uang tebusan, Mami menyuruh Elsa memberikan Vino. Tetapi ternyata badan Vino panas dan beberapa bagian tubuhnya kebiru biruan.Dengan panik Juli mencari angkutan untuk ke rumah sakit, namun tidak mendapatkanya. Di saat itu tiba tiba seorang lelaki menawarkan jasanya mengantar ke rumah sakit. Julie terkejut karena lelaki itu adalah Wisnu. Julie terharu atas kebaikan Wisnu.

Sementara Ahmad dan Murni berada di kantor polisi. Mereka lapor dengan harapan dapat menemukan Julie. Saat itu, Alya datang. Alya menanyakan alasan mereka di situ. Ahmad berbohong bahwa kedatangan mereka adalah untuk mengurus persoalan tanah.

Alya tidak tertarik. Alya mewawancarai polisi tentang penggerebekan di Hotel, malam kemarin. Tanpa sengaja polisi menjatuhkan file laporan Akhmad dan Murni, atas keponakan mereka yang hilang.

Alya melihat Foto Julie dari laporan itu. Alya lantas bertanya seputar masalah tersebut.

Dari informasi polisi, akhirnya Alya tahu bahwa gadis hilang – yang akan dijodohkan dengan Milo itu – ternyata adalah Julie. Alya shock.

Sinopsis Sinetron Amanah Dalam Cinta Episode 6

1 Februari 2010

Julie saat itu ada di kantornya, cemas memikirkan Vino yang berada di tangan Mami. Julie yang merasa tidak bisa meminjam uang di perusahaan akhirnya berniat menemui Mami dan minta pengertiannya.

Di saat yang sama Milo juga datang, masuk menuju Resepisonis. Namun karena sibuk menerima berkas dari Resepsionis, maka Milo tak melihat Julie. Demikian juga dengan Julie.

Saat Milo beranjak menuju ruanganya, barulah Milo melihat Julie yang berjalan sambil menangis. Milo heran kenapa Julie manangis. Dia mulai berfikir jika Julie benar-benar membutuhkan bantuan.

Saat itu, hp ny berdering. Ternyata Alya menghubunginya. Milo segera menolak, ketika Alya mengajaknya makan malam bersama. Tetapi Alya tidak putus asa. Dia janji akan beri informasi tetang Razia di hotel, jika Milo mau makan malam bersamanya. Milo akhirnya bersedia.

Sementara itu di rumah Milo, Prayogo sedang santap malam bersama Diana dan Diandra. Keduanya shock ketika Prayogo mengatakan akan membagi saham perusahaanya kepada Milo dan Vino, cucunya. Karena tidak suka pada Mitha (istri Arvino) Diana tidak setuju jika Vino dapat saham. Prayogo marah. Dia mengatakan Vino adalah cucunya, yang berhak dapat warisan. Setelah itu Prayogo meninggalkan mereka.

Diana dan Diandara pun berniat menyingkirkan Mitha, meski mereka tidak tahu siapa Mitha sebenarnya karena selama ini mereka menganggap Mitha adalah Julie.

Di lain pihak, Julie sudah sampai di rumah Mami. Saat bertemu Elsa, Julie menceritakan, kalau dirinya sudah kerja, namun belum dapat uang untuk menebus Vino. Pada saat itu Mami keluar akan pergi. Julie segera bersembunyi. Setelah Mami berangkat. Barulah Julie keluar dan mengikuti Elsa masuk utk melihat Vino. Julie sangat senang bertemu Vino.

Sebelum berangkat menemui Alya. Milo sempat menitipkan uang pada Satpam agar diberikan pada Julie. Dia melakukan itu, karena merasa kasihan terhadap Julie. Milo pesan agar satpam itu tidak memberitahu karyawan Lain.

Saat makan malam di restoran bersama Alya, Milo menceritakan tentang Julie, yang menolongnya, saat dirampok. Julie, sekarang kerja dikantornya. Alya merasa mendapat saingan baru untuk merebut simpati Milo.

Milo pergi ketoilet dan meninggalkan HP Nya.. Bertepatan dengan itu satpam menelponnya. Alya segera mengangkat telpon tersebut. Semula satpam tidak mau mengatakan maksudnya. Namun Alya berhasil meyakinkan Satpam, bahwa dia akan menyampaikan semuanya kepada Milo, Satpam lantas mengatakan, bahwa dirinya tak bisa memberikan uang titipan Milo kepada Julie, karena akan pulang. Sebab istrinya melahirkan. Alya pun memanfatkan kesempatan itu. Dia menyuruh satpam meletakan amplop uang itu di meja Milo.

Sementara itu Julie dan Elsa, menjadi gugup ketika Dika datang. Julie bersembunyi. Dika saat itu sedang mabuk, sempoyongan, menimpa Elsa. Elsa mendorongnya. Rupanya Dika marah dan memukuli Elsa. Keributan itu membuat Vino menangis. Dika terkejut dan kesal mendengar suara tangis bayi. Dengan kasar dia mengambil Vino.

Julie yang melihat dari persembunyianya berteriak mencegah. Namun terikan Julie mengagetkan Dika, sehinga melepaskan Vino. Vino terjatuh dan menangis.

Julie marah dan menyerang Dika, membabi buta. Di saat itulah Mami datang. Julie akhirnya menjelaskan bahwa Dika telah menjatuhkan Vino. Mami marah pada Dika. Sebab, dia tidak mau tambang emasnya terganggu. Akhirnya Mami menyuruh Dika pergi. Setelah itu, Mami juga memaksa Julie keluar, karena Julie tidak membawa uang tebusan. Mami mengacam akan menggandakan tebusanya jika Julie tidak segera menebusnya, sampai malam ini..

Julie cemas, bingung tak tahu harus minta bantuan siapa. Akhirnya Julie kembali ke kantornya.

Karena tak sabar menuggu Lift, Juli akhirnya lewat tangga. Sehingga tidak bertemu satpam yang dititipi uang.

Juli menelpon Elsa, untuk meminta nomor telpon Hendra. Setelah itu dia menelpon Hendra. Maskudnya mau minta alamat seseorang yang dicari Milo, julie tidak tahu orang yang di maksud Milo itu sebenarnya adalah diirinya sendiri. Tapi saat tersambung, Hendra tidak mau memberi informasi soal itu.

Julie bingung, terbersit dalam pikiranya untuk membohongi Milo. Maka Julie menelpon Milo dan mengjaknya bertemu.. Akhirnya Milo pamit pada Alya.. Alya cemburu dan menelpon Diandra memberitahu semuanya.

Ketika bertemu, Julie terpaksa berbohong kepada Milo, dengan mengatakan bahwa Hendra punya informasi soal orang yang dicari Milo. Julie mengatakan, Hendra minta uang Lima juta untuk informasinya.

Milo ragu dan bermaksud menemui Hendra sendiri. Julie cemas, dan mengatakan Hendra tak mau ditemui Milo, karena takut dijebak. Akhirnya Milo memberi Julie uang, sebesar sepuluh juta, dimana separonya diperuntukan bagi keperluan Julie. Milo menyuruh Julie mendapatkan informasi dari Hendra.

Julie kaget merasa menyesal telah berbohong kepada Milo. Tapi Julie segera ke rumah Mami. Semula Mami berusaha mengusirnya. Namun begitu tahu Julie membawa uang tebusan, Mami menyuruh Elsa memberikan Vino. Tetapi ternyata badan Vino panas dan beberapa bagian tubuhnya kebiru biruan.

Dengan panik Juli mencari angkutan untuk ke rumah sakit, namun tidak mendapatkanya. Di saat itu tiba tiba seorang lelaki menawarkan jasanya mengantar ke rumah sakit. Julie terkejut karena lelaki itu adalah Wisnu. Julie terharu atas kebaikan Wisnu.

Sementara Ahmad dan Murni berada di kantor polisi. Mereka lapor dengan harapan dapat menemukan Julie. Saat itu, Alya datang. Alya menanyakan alasan mereka di situ. Ahmad berbohong bahwa kedatangan mereka adalah untuk mengurus persoalan tanah.

Alya tidak tertarik. Alya mewawancarai polisi tentang penggerebekan di Hotel, malam kemarin. Tanpa sengaja polisi menjatuhkan file laporan Akhmad dan Murni, atas keponakan mereka yang hilang.

Alya melihat Foto Julie dari laporan itu. Alya lantas bertanya seputar masalah tersebut.

Dari informasi polisi, akhirnya Alya tahu bahwa gadis hilang – yang akan dijodohkan dengan Milo itu – ternyata adalah Julie. Alya shock.

Sinopsis Sinetron Amanah Dalam Cinta Episode 7

2 Februari 2010

Juli terkejut, melihat Murni sedang menunggui Ahmad. Dia merasa bersalah menjadi penyebab semua itu. Ketika Murni keluar menemui Dokter, Juli menyelinap menumpahkan kesedihannya.

Sementara itu Milo yang juga belum mendapat kabar soal Juli, akhirnya menemui manajer hotel dan menanyakan soal Mitha, yang pernah menginap di hotel itu. Manajer hanya mengatakan pernah mendapat telpon seorang wanita, yang menanyakan hal yang sama .

Milo Kaget. Dia akhirnya percaya bahwa yang dikatakan Diandara kalo Julie seorang penipu, adalah benar. Milo tidak sadar jika Alya mengikutinya.

Di lain pihak Juli dan Wisnu sedang mencari rumah kontrakan. Wisnu menunjukan sebuah rumah paviliun, Julie menolak karena merasa tidak mampu membayar biaya kontrakannya. Wisnu mengatakan Julie bisa membayar setelah gajian. Julie akhirnya tahu kalo rumah itu milik keluarga Wisnu.

Sementara itu, Milo baru sampai di kantor, akhirnya ketemu Laras. Laras kemudian memberitahu kalo Julie sudah minta izin, tidak masuk.

Diana yang tidak setuju Prayogo memasukan Vino dalam surat wasiat, pergi ke kantor, menemui Diandra. Diandara mendukung mamanya. Tapi Milo mendukung papanya. Dia setuju papanya memasukan Vino dalam daftar ahli waris keluarga. Diana kecewa sama Milo.

Di lain pihak Alya yang sudah pulang, akhirnya senang karena paviliun sudah ada yang mengontrak lagi. Namun dia terkejut karena yang mengontrak paviliun itu adalah Julie.

Alya pun heran karena Juli ternyata adalah Mita. Alya shok dan juga heran kenapa Mitha malah mengaku pada Milo, bernama Julie. Tak sengaja kakinya menyenggol pot hingga jatuh. Julie masih tidak menyadari kehadiaran Alya, dan melanjutkan percakapanya dengan bik Supi.

Alya yang masih shock menjadi semakin terkejut ketika Wisnu datang. Dia lantas mengorek keterangan tentang siapa yang menyewa paviliun rumah mereka. Wisnu menceritkan soal Mitha (Julie) mulai dari pertemuan mereka di Ciamis, hingga soal suaminya yang meninggal akibat kecelakaan bus.

Alya semakin yakin Julie adalah Mitha, istri Arvino, yang tak lain kakak Milo.

Diana dan Diandra di sebuah café Shop. Diana, menumpahkan uneg unegnya pada Diandra. Dia kesal karena Prayogo memasukan Vino sebagai ahli waris. Hal itu dianggapnya mengurangi warisan yang bakal diterima anak anaknya. Diandra tidak bisa berbuat apa apa. Dia menanyakan, “apakah hal itu akan membuat mamanya meninggalkan Prayogo?.” Diana mengatakan bahwa dia tidak akan pergi, tapi akan berusaha mendapatkan semua warisan tersebut, untuk mereka.

Milo pulang, dia merasa sedih karena tidak ada orang. Namu ketika melewati kamar papanya, dia melihat papanya berbaring. Milo mengira papanya sakit, lantas mengajaknya ke Dokter. Namun Prayogo menolak, dan menceritkan penolakan Diana atas kasus surat wasiat yang memasukan Vino, sebagai Ahli waris. Pryogo bilang bahwa dirinya tidak membeda-bedakan mereka, meski Arvino anaknya dari istri pertama.

Milo memahami, dia lantas menelpon mamanya, memberitahu kalau papanya sakit, akibat memikirkan sikap mamanya. Namun Diana yang sedang dalam perjalanan tidak percaya.

Julie yang baru pulang dan menggendong Vino, jadi terkejut dan heran ketika Wisnu datang membawa oleh oleh. Juli sangat berterimakasih, dan ingin membalasnya. Dia lantas menitipkan Vino pada Wisnu dan keluar untuk membeli martabak.

Saat Julie keluar, Diana dan Diandara datang. Diandra menemui Alya dengan maksud minta ijin ibunya tinggal di rumah Alya, karena sedang bermasalah dengan papanya.

Sementara itu, Juli yang sedang membeli martabak, akhirnya teringat pada Ahmad, karena tukang Martabak bercerita tentang orang yang tiba tiba terkena serangan jantung.

Julie lantas menelpon rumah sakit dan menanyakan keadaan Ahmad. Julie lega karena pihak rumah sakit memberitahu, Ahmad sudah membaik. Pihak rumah sakit lantas memberitahu Murni, namun tidak tahu siapa yang menelpon. Murni mengira yang menelpon adalah Julie. Sedangkan Juli yang sudah sampai di depan rumah, tidak menyadari kalau dirinya diikuti Dika. Dika berniat mencari tahu dengan siapa Julie tinggal. Dia ingin suatu saat memanfaatkannya.

Milo masih bingung bagaimana mengakurkan kembali kedua orang tuanya. Dia merasa satu satunya jalan adalah menemukan Mitha untuk memastikan bahwa Vino benar benar keponakannya. Namun dia tidak tahu harus mulai dari mana. Sebab satu-satunya orang yang bisa memberi informasi soal Mitha adalah Julie.

Milo lantas menelpon Alya dalam upayanya mencari Mitha. Tapi alya yang memang tidak ingin memberikan informasi itu pada Wisnu, mengalihkan persoalan, apa lagi saat itu Diana ada di sana. Dia lantas menutup telpon. Milo heran.

Alya lantas menghampiri Diandra dan mengatakan kalau Mitha sekarang sedang mengontrak paviliun rumahnya. Alya juga mengatakan keheranannya kenapa Mitha mengaku sebagai Julie pada Milo. Sehinga Milo tidak tahu bahwa Julie adalah Mitha yag dicarinya.

Diandara shock, lantas meminta Alya merahasiakan hal itu dari Milo. Alya setuju. Alya juga mengira, Mitha sengaja menyamar sebagai Julie untuk mencari simpati Milo, agar bisa masuk dalam keluarga Prayogo. Mereka sepakat, dan merahasiakan hal itu dari siapapun termasuk dari Diana.

Milo sudah menuggu kedatangan Diandra. Milo menegur Diandra karena tidak memaksa mamanya pulang. Diandra tidak mau disalahkan, keduanya adu mulut.

Sampai akhirnya Milo menanyakan, “apakah Diandara tidak sayang sama Arvino sehingga ikut mendukung mamanya?” tidak menerima Anak Arvino yaitu Vino dalam keluarga mereka?.

Diandra tesentak kaget, sebab sebetulnya dia sangat mencintai kakak tirinya itu. Diandra lalu meniggalkan Milo, masuk kamarnya.

Diandra menumpahkan ke kecewaanya karena Arvino lebih memilih Mitha dari pada dirinya. Diandra akhirnya menyangkal kenyataan kalau Vino adalah anak Arvino.

Julie sedang belanja ketika Dika datang. Dika memeras Julie, dengan ancaman akan memberitahu Wisnu bahwa Vino adalah bayi yang diculik Julie. Julie kesal. Tiba tiba Vino merebut dompet Julie. Saat itu Milo yang akan menjemput Diana, melihatnya. Milo mengira Wisnu itu pacar Julie.

Sinopsis Sinetron Amanah Dalam Cinta Episode 8

3 Februari 2010

Saat Dika pergi, Milo menghampiri Julie. Dia marah menuduh Julie menipu dan memberikan uang pemberiannya pada pacarnya. Julie berusaha menjelaskan. Namun Milo tidak mau menerima dan bergegas pergi, lupa kalau dia akan menjemput mamanya..

Diana yang sedang menunggu Milo shock melihat Julie. Julie sendiri tidak ingin Diana mengetahui tempat tinggalnya, akhirnya mengatakan bahwa dia tinggal di kampung belakang. Diana yang masih menganggap Julie adalah Mitha istri Arvino, memarahinya.

Julie berusaha menjelaskan, kalau dia hanya mengembalikan vino pada keluraga Arvino. Namun Diana malah mengira Mitha (Julie) hanya ingin mencari uang dari situ. Dia lantas memberikan selembar cek pada Julie. Juli kembali menjelaskan bahwa dirinya hanya ingin menyerahkan Vino. Namun Diana tidak percaya dan mengusirnya. Julie pun menjauh. Dan Milo kembali menjemput Diana

Di sisi lain Juli sangat sedih atas kejadian yang baru dialaminya. Saat teingat Dika, Juli jadi cemas. Dia tidak ingin Dika jadi ancaman bagi keselamatan Wsinu. Hal itu membuat Julie pergi demi keselamatan Wisnu.

Wisnu yang akhirnya mengetahui Julie telah pergi, bertanya pada Bik supi dan pada Alya, kakaknya. Alyas sendiri lantas menelpon Diandra dan memberitahu kaburnya Julie.

Ketika Milo dan Diana pulang Diandra langsung mengajak mamanya bicara berdua. Diandra menyesalkan tindakan mamanya, yang membuat Mitha (Julie) kabur. Hal itu telah menggagalkan rencananya semula, yang akan menjebak Mitha (Julie). Diana pun menyesal.

Julie mengendap-endap masuk rumah Prayogo, tapi kepergok satpam. Akhirnya Julie menghiba agar diizinkan menemui Prayogo, sebab niatnya hanya untuk menyerahkan Vino. Satpam jadi iba dan membiarkan Julie masuk

Sementra itu, Wisnu sedang mencari cari Julie di jalanan. Sedangkan Alya ke rumah Milo, untuk menemui Diandra.

Julie mencari cari kamar Prayogo namun Diandra memergokinya. Juli menjelaskan. Tapi Diandra tidak terima dan mau memukul Julie, karena khawatir mengenai Vino, maka Julie mendorong Diandra, hingga jatuh dan berdarah.

Saat itu Alya masuk dan teriak.

Pak Prayogo yang sedang di kamar mendengar dan keluar.

Alya memainkan siasatnya. Dia menakut nakuti Julie, mengatakan bahwa prayogo bisa kena serangan Jantung, jika tahu hal itu. Akhirnya Julie menurut dan mengikuti Alya membawa Diandra masuk mobil untuk ke rumah sakit. Satpam heran. Alya menyuruh satpan merahasiakan kedatangan Julie. Sesaat ketika mereka berangkat. Parayogo keluar, sempoyongan. Dia lantas bertanya pada satpam, siapa yang datang. Satpam pun mengatakan tidak ada yang datang.

Alya dan Juli sampai dirumah sakit. Julie berusaha menjelaskan bahwa dia hanya ingin menyerahkan Vino pada Keluarga Prayogo. Alya mengatakan,”belum tentu Vino di perlakukan baik oleh mereka.” Alya juga menakut nakuti, bahwa Julie bisa di penjara. Julie pun ketakutan. Alya menggunakan kesempatan itu. Dia mengatakan, “mau membantu Juli asal Julie menuruti perintahnya. Julie pun tidak punya pilihan lain.

Diana menerima telpon dari Alya yang mengabarkan bahwa Diandra ada di rumah sakit. Prayogo yang mendengar sekilas, bertanya, “siapa yang masuk rumah sakit?” Diana menutupi.

Sementara itu Wisnu yang baru datang mencari Julie, akhirnya tambah binggung karena bik supi juga belum menemukan Julie. Saat Wisnu masuk, Dika muncul. Niatnya, mencari Julie, tapi tidak ketemu. Dika pun berniat mencarinya, dimanapun berada.

Diana sampai dirumah sakit. Dia marah, memukuli Juli, tanpa mengindahkan Julie yang berusaha memberi penjelasan. Alya akhirnya melerai dan mengajak mereka menengok Diandra. Saat mereka masuk ruang perawatan Diandra. Ahmad dan Murni lewat, mereka sudah sehat dan mau pulang kampung. Sampai di depan Rumah sakit. Ahmad mengutarakan niatnya pada Murni, untuk menjual semua miliknya di kampung dan pindah ke Jakarta. Murni Shock.

Melihat kondisi Diandra yang Kritis, Diana ingin memanggil Milo, untuk itu dia meminta Alya membawa Julie pergi, agar tidak ketemu Milo. Alya pun membawa Julie ke apartemenya. Alya lantas melarang Julie pergi. Juli menuruti perintah Alya. Sementara Alya sendiri memikirkan cara menyingkirkan Julie.

Milo yang sudah sampai di rumah sakit menjadi terkejut melihat kondisi Diandra. Dia menanyakan pada mamanya apa yang terjadi. Diana sengaja menutupi hal itu dan mengatakan tidak tahu. Dia juga meminta Milo tidak bercerita pada papanya.

Sementara itu Wisnu mencari-cari sesuatu di paviliun tempat Julie pernah tinggal. Dia lantas menemukan sebuah kartu dan perusahaan Milo.

Wisnu ke kantor Milo dan menanyakan perihal Mitha. Namun karena Wisnu menanyakan nama Mitha, maka tidak ada yang kenal. Nila yang tertarik pada Wisnu lantas meminta wisnu mengambarkan ciri-cirinya. Dari Ciri ciri itulah, Nila pun mengatakan, ada gadis dengan ciri-ciri tersebut, tapi namanya adalah Julie. Wisnu pun bertanya tanya, apakah Juli itu, Mitha?

Milo menemui Dokter. Dokter menjelaskan bahwa Diandra tidak mengalami trauma serius. Hanya saja Dokter menemukan tanda yang mengindikasikan fungsi ginjal Diandra terganggu. Milo Shock. Milo lantas menemui Diandara dan mengajak Diana. Kepada Diana dia mengatakan, Diandra mengalami ganguan fungsi Ginjal. Mendengar itu, Diana histeris, menelpon Alya, maunya menyuruh Alya membunuh Julie. Tapi Milo merebut hp nya dan menenangkannya.

Alya tidak mau memenuhi permintaan MIlo yang akan meminjam cd rekaman pengerebekan, saat Mitha (Julie) dijebak di hotel. Sebab dia tidak ingin Milo bertemu Julie (Mitha). Saat menerima telpon itu, Julie diam diam pergi.

Sinopsis Sinetron Amanah Dalam Cinta Episode 9

4 Februari 2010

Alya kesal karena Julie pergi secara diam-diam. Ternyata Julie pergi ke rumah sakit, saat akan menghampiri Diandra. Milo memergokinya. Milo marah dan menganggap Julie penipu. Julie menjelaskan, kalo dia tidak menipu dan memohon Milo memberinya pekerjaan lagi, namun Milo menolak. Saat itu Vino menangis, Julie akhirnya menenangkan Vino. Milo terpana melihat bayi yang mirip dengan Arvino kakaknya. Juli lantas menitipkan bayi itu.Juli pura pura mau ke toilet.

Namun saat sampai di sisi lain ruangan, Alya menghadangnya. Alya mengintimidasi agar Julie mengambil Vino dari Milo dan kembali ke apartemen lagi. kalo tidak mau Alya akan melaporkan Julie.. Juli takut, menuruti perintah Alya. sedangkan Alya, dia lantas menelpon seorang preman dan memerintahkan melakukan sesuatu terhadap Julie. Ternyata preman itu kawan Dika.

Pusing memikirkan Julie, Wisnu memutar CD dikamar Alya. Tak sengaja dia memutar rekamam penggerebekan. Wisnu jadi kaget ketika melihat tayangan Mitha yang sedang berada di hotel itu. Wisnu lantas menemui manajer hotel. Dari manejer hotel itu, Wisnu akhirnya tahu kalau Mitha, ditipu dan dijual oleh Dika.

Di sisi lain Milo sebenarnya ingin pergi ke rumah Arvino di Bandung untuk menyelidik. namun Diana melarangnya, Diana dan Diandra bersandiwara semakin kritis, hingga akhirnya Milo tidak jadi pergi. Tapi tak lama kemudian Diandara benar benar kritis dan membutuhkan tranfusi darah. Dokter membutuhkan darah dari keluarga Diandra

Alya mengijinkan Julie pulang. tujuannya adalah, agar preman suruhanya bisa segera menabraknya. Julie yang tidak tahu maksud Alya, tentu saja berterimakasih. Julie pun pergi,

Preman sudah menunggunya dengan sebuah motor. Saat Julie menyeberang, preman langsung tancap gas ke arah Julie. Tapi saat mendekat, tiba tiba preman membelokkan Motornya. Julie kaget, tapi selamat. ternyata preman itu tidak tega menabrak Julie, karena kasihan dengan bayi yang di gendong Julie. Rencana Alya pun gagal

Julie pergi ke kampung Mitha, namun rumah Mitha sudah hangus terbakar. Julie juga tidak bisa mencari keluarga Mhita yang lain. Akhirnya Juli berniat kembali ke Jakarta. Dia lantas menelpon Alya. Alya senang dan menyuruh Julie datang ke apartemennya.

ketika Julie datang, Alya mengambil Vino dan menyuruh Julie pergi ke rumah sakit. Alasannya, di tunggu Diandra. Julie heran, tapi menurut saja. Saat Julie berangkat itulah Alya menghubungi preman. Preman yang tak lain adalah Dika, akhirnya berhasil menabrak Julie.

Alya yang mengira Julie telah meninggal akhirnya kaget saat melihat Julie tengah di dorong brangkar rumah sakit dalam keadaan hidup, meski luka luka.

Alya panik mengetahui Julie masih hidup. dia khawatir tindakanya menyuruh orang mencelakai Julie, terbongkar. Saat itu Milo datang. Alyapun tambah cemas. Sehinga ketika seorang polisi datang menanyakan kcelakaan yang menipa Julie. Alya mengaku tidak kenal dengan korban dan mengajak Milo pergi.

Sinopsis Sinetron Amanah Dalam Cinta Episode 10

5 Februari 2010

Diana dan Diandra menjadi sedih dan panik, ketika tahu Milo belum berhsil mendapatkan Donor darah untuk Diandra. Diana lantas menyuruh Milo menjemput papanya. Sepeninggal Milo, Diana menanyakan keberhasilan Alya menyingkirkan Julie. Alya bingung. akhirnya Alya berbohong dengan mengatakan sudah menyuruh Julie pulang ke kampungnya

Prayogo datang dan menangis sedih, melihat keadaan Diandra. Prayogo menghibur Diandra yang terkesan putus asa, karena belum mendapatkan donor darah. Saking putus asanya, Diandara bersumpah, akan menjadikan saudara, orang yang mendonorkan darah untuknya. Diandara juga berjanji bahwa jika dirinya sembuh, dia akan berubah menjadi orang yang lebih baik. Semua jadi terharu mendengarnya.

Dilain pihak, Julie saat itu masih dalam penanganan Dokter, dia belum siuman. Dokter yang menangani Julie, akhirnya tahu golongan darah Julie, sama dengan Diandra. Dokter pun berharap, saat sembuh nanti,Julie mau mendonorkan darahnya untuk Diandra.

Semetara itu di ruang perawatan Diandra. Semua kebingungan karena Diandra belum juga mendapatkan donor darah. sehinggga ketika Dokter yang menangani Julie datang dan mengatakan ada orang yang darahnya sama dengan golongan darah Diandra, mereka jadi gembira, tetapi mereka harus bersabar dan berdoa untuk kesebuhan calon pendonor itu. Sebab calon pendonor, sekarang dalam keadaan pingsan akibat kecelakaan. Alya pun semakin tegang sebab dia yakin yang di maksud Dokter itu adalah Julie.

Alya keluar dari ruang dengan perasaan cemas. Dia lantas menelpon preman bayaranya. Alya marah karena mereka tidak berhasil membunuh Julie. Untuk itu, dia tidak mau membayar mereka. Preman yang tak lain adalah teman Dika, segera mengajak Dika ke rumah sakit, menemui Alya.

Alya sendiri saat itu masih kepikiran, sehingga ketika Wisnu menelponya dia segera mematikan Hp nya. Sesaat kemudian. Milo datang, Alya pun pura pura mencemaskan Diandara. Milo akhirnya menilai, Alya sangat peduli pada Diandra.

Alya segera pamit pada Milo ketika melihat Dika dan preman bayaranya datang. Dia menemui mereka di tempat lain. Semula Alya menolak membayar preman itu, namun karena preman itu mengancam akan melapor kepolisi, maka Alya pun membayar mereka. Sementra Dika sendiri, tampaknya tertarik pada Alya.

Julie yang sudah siuman dan berniat pulang, akhirnya mengurungkan niatnya, karena Dokter memintanya mendonorkan darahnya, untuk seorang pasien. Meskipun tidak tahu, jika pasien yang dimaksud adalah Diandara, namun Julie bersedia mendonorkan darahnya..

Di lain pihak Wisnu yang heran atas sikap Alya, akhirnya berniat menyusulnya ke rumah sakit. Saat akan keluar rumah, Wisnu memergoki Dika yang sedang mengawasi rumahnya. Wisnu pun curiga, dia segera mengejar Dika, namun tidak berhasil, karena Dika kabur dengan motornya.

Julie keluar karena akan menelpon Vino. Saat keluar ruangan, dia bertemu Alya. Alya pura pura kaget dan prihatin atas kecelakaan yang menimpa Julie. Dia juga melarang Julie menelpon dan mengatakan bahwa dirinya telah mengurus Vino. Julie pun terharu, menganggap Alya baik

Alya kaget dan kesal kesal karena Wisnu meyusul dan menayakan soal Mitha (Julie). Wisnu heran kenapa kakaknya menyangkal mengenal Mitha ( Julie) Alya pun semakin kesal karena Wisnu telah mengetahui semua itu dari CD rekaman penggerebegan. Alya gusar lantas mengusir Wisnu.

Dilain pihak, Milo yang baru pulang. menjadi terkejut karena satpam menceritakan soal kedatangan Mitha (Julie) untuk menemui Prayogo, sebelum Diandara dibawa ke rumah sakit. Milo heran kenapa Alya dan lainya menyembunyikan hal itu

Milo bertanya pada Alya, kenapa dia berbohong soal kedatangan Mitha. Prayogo shock mendegar itu, dia heran kenapa Diandara tidak memberitahunya, padahal tahu, dirinya sangat ingin ketemu Vino, cucunya. Diandra pun membela diri. Dia menyatakan, bahwa dirinya melakukan itu untuk melindungi mereka, Karena Mitha berniat merampok. Prayogo dan Milo tidak percaya. Diandara pun merajuk. Dia mengatakan Prayogo lebih mencintai orang lain dari pada dirinya. karena ingin membuktikan dirinya menyayangi Diandra, maka saat itu juga Prayogo berniat menemui Dokter, agar segera memaksa calon Donor melakukan transfusi darah, bagi Diandra. Alya pun cemas, sebab dia tidak ingin keluarga Prayogo bertemu ( Mitha) Julie. akhirnya Alya mengejar Prayogo dan membohonginya dengan mengatakan kalau Calon Donor masih mempertimbangkan kesediaanya. untuk itu dia bersedia mengurusnya.

Disisi lain Julie yang melihat Alya dan Prayogo sedang berbincang, mengira Prayogo akan menuntutnya. Maka ketika Alya datang dia menceritakan kecemasanya itu. Alya pun memanfaatkan kesempatan itu. Dia mengatakan, bahwa dirinya telah berhasil melarang Prayogo menemui Julie. Sekali lagi Julie mengira, Alya telah menolongnya

Bik Supi yang kerepotan dan tidak bisa menenangkan Vino akhirnya menelpon Wisnu, dan menceritakan semuanya. Wisnu kaget dan heran, kenapa Alya menyembunyikan semua itu darinya. Wisnu pun bergegas menemui Bik Supi di apartemen Alya. Wisnu jadi trenyuh melihat kondisi Vino. Dia heran, kenapa Mitha (Julie) tega meninggalkan Vino pada bik Supi.

Sementra Alya sendiri, senang karena berhasil mengelabui semuanya. Alya berhasil mengatur agar Diandra dan keluarganya tidak tahu kalau yang mendonorkan darah, adalah Julie, demikian Juga sebaliknya.

Operasi Diandra berhasil. Prayogo mengingatkan janji Diandra mengangkat Saudara, orang yang mendonorkan darah untuknya. Tapi Diandra mengingkari janjinya. Prayogo terkejut, demikian juga dengan Milo. Sedangkan Alya menajdi tegang karena khawatir, mereka akan tahu kalau yang mendonorkan darah adalah Julie. Maka Alya, diam diam menemui Julie. Alya menyuruh Julie pulang. Namun Karena Julie masih lemah, Julie meminta waktu untuk istirahat.

Sepeninggal Alya, Julie berniat menjeguk Diandra. Saat keluar dari ruanganya, dia berpapasan dengan Diana. Diana marah dan mengusir julie. Julie pun menjelaskan, kalau dia baru saja menodorkan darah untuk seorang pasien. Diana jadi shock mengetahuinya. tapi dia tidak berterimakasih. Dia malah menganggap Julie, sengaja melakukan itu, agar kesalahnya di maafkan. Diana lantas mengusir Julie. namun mereka terkejtu, karena Prayogo sudah ada di dekat mereka dan mendegar semuanya.

Diandra menyatakan keinginganya membatalakan janjinya sendiri, setelah tahu yang menjadi pendonornya adalah Mitha (Julie). Alya akhirnya mengatakan bahwa dirinya telah mengatur segala sesuatunya, sehingga Mitha (Julie) tidak akan tahu semua itu. Apalagi dirinya telah memaksa Mitha(Julie), pulang kampung. Tetapi bersamaan dengan itu,Prayogo datang, disertai Mitha (Julie) Diana dan Milo. alya dan diandara pun kaget. Prayogo lantas menagih janji Diandra yang akan mengangkat saudara orang yang mendonorkan darah untuknya. namun dia menjadi kaget karena Diandara mengingkarinya. diandara mengangap, dirinya hanya perlu memberi Julie imbal jasa berupa uang saja. Prayogo gusar. Diana pun turun tangan dan membela Diandra. Akhirnya Prayogo, menanyakan pada Mitha(Julie), dimana Vino berada?. Julie lantas menjelaskan bahwa Vino ada di kamar bayi , karena semalam dia kecelakaan. Milo pun menemani Mitha (Julie) menuju ruang bayi.

Prayogo marah dan menyalahkan Alya karena menutupi semua itu dari mereka. Alya pun segera bersandiwara, pura pura sedih. Dia mengatakan bahwa dirinya sengaja merahasiakan perihal Mitha (Julie), lantaran khawatir, Diandra akan menolak melakukan transfusi darah, jika tahu yang jadi Donor adalah Mitha (Julie). Prayogo yang tidak tahu Alya bersandiwara, langsung saja percaya, dia lantas meminta maaf dan memuji Alya.

Sinopsis Sinetron Amanah Dalam Cinta Episode 14

9 Februari 2010

Julie sedang menggendong Vino , sedang curhat kepada Vino kalau dia tidak disukai oleh seisi rumah. Tapi Julie rela demi amanah Mitha kepadanya. Karena dia tak mau terus bersedih, Julie ambil kesibukan beres beres rumah. Julie pun masuk ke kamar Milo , mencoba untuk merapikan kamar Milo yang berantakan, saat Milo datang, Milo melarang Julie untuk membersihkan kamarnya dan menyuruh Julie untuk keluar. Tapi ternyata Lap yang digunakan Julie untuk bersih bersih, ketinggalan di kamar Milo, Julie pun kembali masuk ke kamar Milo dan mengambil lapnya, tapi tanpa sengaja saat mengambil lap dokumen Milo terjatuh.

Milo akhirnya menanyakan mengenai dokumennya kepada Julie dengan marah, tapi Julie bingung karena Julie tidak tahu dukumen apa yang dimaksud oleh Milo. Keributan itu didengar oleh Diana dan Diandra dan malah memarahi Julie yang sembarangan masuk ke kamar Milo. Diandra menyuruh Julie mencari dokumen tersebut sampai ketemu dan mengancam kalau tidak ketemu akan menyuruh Julie dan Vino keluar dari rumah. Dan dokumen itu ketemu. Milo meminta Julie untuk tidak mempersulit diri nya sendiri lagi.

Diana dan Diandra makan bersama, mereka membicarakan kebencian masing-masing terhadap Mitha (Julie). Milo yang kemudian bergabung, mananyakan, “Dimana Mitha?” Diana dan Diandra tidak peduli. Milo pun sadar jika Mitha belum makan. Milo akhirnya terfikir soal Mitha dan tidak enak makan. Dia lantas bergegas pergi.

Milo mengambil beberapa makanan untuk diberikan pada Mitha. Namun ternyata Mitha sedang makan di kamar sambil bermain dengan Vino. Milo jadi gengsi dan berusaha menyembunyikan makanan yang dibawanya itu. tapi sial baginya, gelas di baki malah jatuh dan pecah. Mitha (Julie) akhirnya tahu Milo berniat membawakan makanan untuknya. Diana dan Diandra yang mendengar suara gelas pecah, segera menghampiri. Mereka kaget mengetahui, Milo berniat membawakan makanan untuk Mitha (Julie). Mitha pun membela Milo dengan mengatakan bahwa Milo membawakan makanan untuk Prayogo. Diandra tidak percaya dan mau mwngomel. tetapi tidak jadi, karena mendengar suara bel dari pintu depan. Mereka heran, siapa yang bertamu ?

Ternyata yang datang adalah Dika. Dika datang mengaku sebagai Pacar Mitha. Dia juga mengakui Vino sebagai anaknya yang lahir di luar nikah. Juli kaget tidak bisa ngomong apa apa. Diana dan Diandra tersenyum senang sedang Prayogo menjadi Shock.

MITHA (Julie) tidak bisa menjawab dan hanya menangis sedih, difitnah Dika. Prayogo akhirnya minta ketegasan Mitha, menjawab peryataan Dika. Namun sebelum Mitha (Julie) menjawab, Diana memotong. Namun Prayogo tidak peduli dan tetap menyuruh Mitha menjawab. Akhirnya Mitha menyanggah semua omongan Dika. Prayogo senang. Tetapi Dika kembali meyakinkan kalau dia adalah ayah Vino sekaligus pacar Mitha. Prayogo dan Milo percaya karena Dika menunjukan KTP Mitha (Julie) ada padanya. Dika juga mengatakan kalau Mitha lah yang membunuh Arvino, kemudian lari denganya. Prayogo shock mendengarnya. Dianda dan Diandra tersenyum.

Mereka lantas memperuncing keadaan dengan menyudutkan Mitha (Julie). akhirnya Prayogo jatuh. Diana pura pura mengusir Dika.

Setelah itu Diana marah pada Mitha (Julie) dengan menyebutnya “pembunuh Arvino”. Setelah itu dia mengusir Mitha dan Vino. Julie pun menangis tak berdaya. Dia memandang Prayogo, namun Prayogo sudah tidak mau lagi menahanya. Julie pun pergi. Namun diam diam dia meninggalkan Vino di rumah Prayogo.

Diana menjadi kaget dan marah ketika mengetahui Vino ditinggal di rumah mereka. Diana dan Diandra berniat membuang Vino. Tetapi Prayogo mengetahui. Prayogo lantas meminta Vino dan mengendongnya. Diana kesal. Dia memprovoksi Prayogo dengan mengatakan Vino bukan cucu mereka. Tetapi Prayogo tidak peduli siapa Vino. Dia merasa ada ikatan emosi saat mengendong Vino. Diana dan Diandra pun kesal. Mereka tetap berniat membuang Vino jika Prayogo sudah bosan.

Ahmad dan Murni sudah di Jakarta menempati rumah petak kecil, yang dibeli dari hasil menjual rumah besar mereka di desa. Keadaan itu sebenarnya berat buat mereka, sebab keduanya biasa menempati rumah besar di kampungnya. Namun mereka rela bersusah susah demi menemukan Julie.

Julie berjalan semakin jauh dari rumah Prayogo. Dia merasa menderita meninggalkan Vino. Beban pikirnya berat, jalannya jadi limbung. Julie pun terserempet mobil, tergeletak tak berdaya. Pengemudi mobil ternyata Wisnu. Wisnu kaget dan segera menolongnya.

Wisnu membawa Julie ke rumahnya dan memangilkan Dokter. Kepada Dokter dia menanyakan kondisi Mitha (Julie). Dokter pun menjelaskan bahwa Kondisi fisik Mitha(Julie) baik. Namun tampaknya dia mengalami tekanan psikologis yang cukup berat. Wisnu pun semakin simpati pada Julie, yang dikenalnya sebagai Mitha..

Sinopsis Sinetron Amanah Dalam Cinta Episode 15

10 Februari 2010

Dilain pihak, Alya kaget, mengetahui Mitha (Julie) ada di rumahnya. Alya pun segera menelpon Diandra dan memberi tahu semua itu. Diandra kaget. Dia segera memerintahkan Alya untuk mengawasi Mitha (Julie)

Mitha menjadi takut saat melihat Alya ada di rumah itu, dia pun berniat pergi. Namun saat akan keluar, Alya menghadang dan mengancamnya. Alya mengatakan bahwa, jika dia tidak segera menghilang dari kehidupan dirinya dan keluarga Prayogo. Maka merekalah yang akan melenyapkan Mitha (Julie). Mitha pun ketakutan. Sejenak dia teringat akan Vino. Diapun menghawatirkan keselamatan Vino. Maka Mitha (Julie), berniat mengambil Vino lagi. Saat itu Wisnu datang, Alya pun segera sembunyi. Wisnu pun heran dan bertanya, dengan siapa dia bicara? Mitha mengelak. Dia lantas pamit pergi. Wisnu berusaha mencegahnya. Tapi Mitha (Julie) bersikeras pergi, akhirnya Wisnu mengantarnya. Alya memandang penuh kebencian.

Dilain pihak, Ahmad berniat mengunjungi Prayogo, Dia mengajak Murni, namun Murni menolak, karena dia tidak ingin ketemu dengan Diana dan Diandra. Ahmad pun menasehatinya. Akhirnya Murni ikut juga

Dilain pihak, Milo dalam perjalanan pulang. Dia memikirkan apa sebenarnya motivasi Mitha melakukan semua itu. Sebab menurutnya, tidak mungkin Mitha melakukan semua itu demi uang. Milo semakin penasaran, siapa sebenarnya Mitha itu

Prayogo menyambut kedatangan Ahmad dan Murni dengan tulus. Prayogo menceritakan soal Miitha. Ahmad dan Murni yang mendegarkan cerita itu, menjadi prihatin.. Mereka juga ikut menyesalkan tindakan wanita bernama Mitha tersebut. Perbincangan terus berlangsung, hingga Prayogo menanyakan keberadaan Julie. Ahmad kaget, dia terpaksa berbohong dengan mengatakan, Julie sedang sibuk.

Sementara itu Julie yang sudah mengetahui kalau Wsinu adalah Adik Alya, merasa harus lebih hati hati lagi, dia tidak ingin Wisnu tahu siapa sebenarya dia,maka ketika sampai di depan rumah Prayogo, Julie bergegas turun. Wisnu pun menahannya sejenak. Sebab Wisnu kaget, karena Rumah itu adalah rumah yang dituju Dika, saat dia membuntutinya. Diapun menujukan Foto Dika dan menayakan apakah Mitha (Julie) mengenal orang di foto itu. Julie lantas mengatakan bahwa Dika adalah orang jahat. Wisnu pun berjanji akan melindungi Mitha (Julie) dari Dika.

Julie segera turun dari mobil Wisnu, bergegas masuk ke rumah Prayogo. Milo yang mengetahui, segera keluar mencegatnya. Milo marah, melaranngnya masuk. Mitha pun menjelaskan, kedatanganya hanya untuk Vino. Setelah itu Mitha bergegas masuk. Milo kembali berusaha menahan Mitha. Saat itu Prayogo keluar mengantar Ahmad dan Murni yang hendak pulang. Julie yang melihat mereka, jadi kaget, karena tidak ingin di ketahui Ahmad dan Murni, maka dia menurut saja ketika Milo mendorongnya keluar. Meski Ahmad dan Murni tidak melihat Julie, namun Prayogo melihatnya. Dia lantas teriak emmangil Mitha. (Julie), Namun terlambat. Mitha (Julie) telah di dorong keluar oleh Milo. Ahmad dan Murni pun tidak bertemu Julie.

Katika Ahmad dan Murni pergi, Juli masuk kembali ke rumah Prayogo. Diana dan Diandra pun Marah dan menyuruh Mitha (Julie) membawa Vino -yang disebut anak haram,- pergi. Mitha pun menjelaskan kalau Vino bukan anak haram, tetapi benar benar anak Arvino. Diana pun semakin marah, Prayogo Akhirnya menyuruh Mitha (Julie) membuktikan kalau Vino adalah anak Arvino Diana dan Diadara pun semakin kesal.

Alya menerima telpon dari Diandra yang mengabarkan bahwa Mitha kembali ke rumah mereka. Alya pun geram. Tak sadar, dia berkata pada Diandra, bahwa seharusnya sejak dulu, Mitha sudah di lenyapkanya. Wisnu yang mendengar pernyataan Alya, jadi kaget. Dia pun bertanya, “siapa yang akan dilenyapkan Alya?” Alya berusaha mengelak dari pertanyaan Wisnu. Wisnu pun akhirnya curiga. Wisnu lantas mengingatkan kalau dirinya akan melindungi Mitha (Julie) dari orang yang akan menjahatinya. Alya pun semakin geram.

Wisnu kembali mengawasi rumah Dika, maka ketika melihat Dika keluar, Wisnu pun membuntutinya. Dia memfoto aktivitas Dika. Namun sesaat kemudian, dia menjadi kecewa karena kehilangan jejak Dika.

Dika datang kerumah Prayogo Dika lantas teriak teriak memanggil Mitha. Milo pun bergegas keluar mengusir Dika. Namun Dika menolak dan menuduh Milo menyembunyikan Mitha (Julie) yang di akui sebagai istrinya. Milo pun marah dan memukuli Dika. Diana dan Diandra pun teriak mencegahnya. Prayogo yang keluar, akhirnya menyuruh mereka, memanggil Mitha (Julie). Tapi Dika malah menerobos. Dia berteriak mencari-cari Mitha (Julie) dan berusaha memeluk Mitha (Julie) Julie pun teriak ketakutan. Akhirnya Milo tidak tahan. Dia menerjang Dika, melindungi Mitha (Julie). Diana jadi kesal dan melarang Milo membela Mitha (Julie). Diana lantas menyuruh Diandra mengambil Vino untuk diserahkan pada Dika. Mitha pun berhambur masuk kamar melindungi Vino. Namun tidak bisa bertahan karena Dika menyeretnya keluar. Mitha berusaha berteriak minta tolong pada Prayogo. Tapi Prayogo tidak bisa apa apa, karena Dika mengakui Mitha sebagi istrinya.

Di lain pihak, Wisnu yang melihat Motor Dika parkir di depan rumah Prayogo,segera melajukan mobilnya kearah rumah Prayogo. Namun tiba tiba ban mobilnya meletus. Wisnu pun turun mengganti ban.

Milo yang tidak tega melihat Mitha diseret Dika, segera menerjang Dika. Keduanya berkelahi. Disaat yang sama, Dika berhasil menendang Milo, hingga Milo terjengkang, menghantam tembok. Kepala Milo berdarah, Milo pingsan. Julie segera memeluk Milo yang tak sadarkan Diri. Diana dan Diandra berniat menggunakan kesempatan itu untuk memuluskan rencana mereka.

Sinopsis Sinetron Amanah Dalam Cinta Episode 16

11 Februari 2010

Julie mendegar suara berdebum dari kamar Milo, maka dia segera masuk kamar Milo. Ternyata Milo terjatuh dari Ranjang, Mitha (Julie) akhirnya membantu Milo. Milo sendiri, karena pengaruh obat mengira yang membantunya adalah Diandra

Alya yang sudah bersiap tidur, melihat pintu kamar Wisnu terbuka. Saat itu Wisnu sedang keluar. Alya pun masuk. Dia menjadi kaget ketika melihat fofo foto Dika ada disana. Alya pu segera mengambil foto foto tersebut, beserta kameranya.

Dika sedang minum di sebuah Bar. Dia merasa tertantang untuk mendapatkan Mitha (Julie). Dia pun bergegas menelpon rumah Prayogo. Tetapi ketika Prayogo mengangkat telpon Dika tidak menjawab. Prayogo pun kesal dan membiarkan telpon itu, ketika berdering lagi. Mitha yang mendengar dering telpon akhirnya tidak tahan. Dia bergegas menuju telpon mengangkatnya. Mitha pun menjadi terkejut, karena Dika lah yang menelpon. Berbarengan dengan itu, sebuah batu dibungkus kertas meluncur memecahkan kaca jendela. Mitha (Julie) sangat kaget. Dia lantas mengambil dan membaca kertas yang bertuliskan “Aku cinta Padamu.” Mitha Pun semakin ketakutan.

Pagi hari, ketika Alya menyiapkan sarapan, Wisnu menanyakan Foto dan Kameranya yang hilang. Alya berbohong dengan mengatakan tidak tahu. Alya menggiring presepsi Wisnu, agar menuduh Mitha sebagai pencurinya. Namun Wisnu sadar, kalau Mitha tidak mungkin mengambilnya, sebab semalam barang barang tersebut, masih ada.

Diana dan Diandara akhirnya cemas Juga, karena Dika bisa membahayakan mereka. Diana pun mengganti strateginya. Dia pura pura bersikap baik kepada Mitha (Julie). Prayogo Mitha dan Milo kaget dengan perubahan sikap Diana tersebut. Namun Diana meyakinkan kalau dirinya berubah. Dia juga menyuruh Mitha ke apotik untuk membeli obat buat Milo.

Setelah Mitha pergi, Diana lantas menelpon Alya dan memerintahkanya menghubungi Dika, serta menyuruh Dika membeli obat yang paling bahaya. Alya pun segera ke rumah Dika. Saat menemui Dika, Alya marah marah. Sebab tindakan Dika semalam, malah menggagalkan rencana mereka. Setelah itu Alya pun menyuruh Dika membeli obat.

Mitha baru datang dari apotik dan menyerahkan obatnya. Disaat yang sama Alya juga datang. Diana dan Diandra pun menyambutnya. Dina lantas menanyakan obat yang dipesannya. Dia merasa yakin, kali ini rencanannya berhasil.

Alya masuk kamar Milo dan pura pura prihatin atas kejadian yang menimpa Milo semalam. Mitha merasa gak enak sendri, sehingga langsung keluar. Saat itu Diana datang. Dia memberikan obat pada Milo. Milo pun kaget, karena ada obat yang bukan dari Resep Dokter. Diana pura pura tidak tahu dan mengatakan kalau obat itu ada di tas obat, yang dibeli Mitha. Diana lantas teriak memanggil Mitha, setelah itu dia menghubungi Dokter untuk menayakan obat tersebut. Diana pura pura kaget, ketika dokter menjelaskan bahwa obat yang di tanyakan Diana tadi adalah obat keras yang berbahaya. Tak ayal lagi Milo pun jadi heran dan Curiga sama Mitha (Julie ). Diana dan Diandra pun mengunakan kesempatan itu, menuduh Mitha, hendak meracuni Milo dengan obat yang berbahaya. Alya menimpali dengan mengatakan ,” untung saja ketahuan, sebab kalo tidak, tentu akan bahaya bagi Milo !” Mitha pun menagis dan menyangkal tuduhan mereka. Milo pun jadi bingung, siapa yang sebenarnya berbohong.

Diana tentu saja segera mengusir Mitha, saat itu Prayogo datang. Pada Prayogo Diana mengatakan bahwa Mitha berniat meracuni Milo dengan obat yang berbahaya. Dia lantas meminta dukungan Praoyogo, mengusir Mitha. Mitha pun menyanggah. Prayogo yang teringat kejadian semalam, dimana Mitha berusaha menolong Milo dengan tulus, merasa tidak yakin tuduhan Diana Benar. Maka dia lantas menelpon Apotik dan menyakan obat apa saja yang di beli Mitha. Dari penejelasan pihak apotik itulah, akhirnya Prayogo yakin Mitha (Julie )tidak bersalah. Dia pun melarang mereka menuduh Mitha, selama belum ada Bukti. Diana dan Diandara serta Alya pun, tambah geram.

Disisi lain, Murni maseh memikirkan Julie, karena itu, ketika memasak dia pun teriris pisau. Ahmad pun menghiburnya, mereka berharap tuhan akan mempertemukan mereka dengan Julie.

Wisnu menghampiri Dika yang akan pergi. Niatnya mau ngajak Dika menanyakan soal wanita yang pernah di bicarakan Dika dengan temanya, saat Dibar dahulu.Tapi Dika tidak mau dan memaksa pergi, akhirnya Wisnu pun mengikuti Dika. Ternyata Dika pergi ke sebuah bar. Wisnu pun kembali mendekati Dika. Dia bersedia mentraktir Dika minum, jika dia mau berbincang dengannya. Dika yang teringat pesan Alya agar berhati hati, akhirnya tidak suka dengan kedatangan wisnu. Akhirnya Dika pura pura pamit ke toliet, untuk kemudian kabur.

Dika menghetikan motornya agak jauh dari rumah Prayogo. Dengan mengendap endap akhirnya Dika berhasil membius satpam. Setelah itu, Dika kembali mengendap-endap menuju kamar Mitha. Saat itu Mitha (Julie) tertidur pulas. Dika pun menggunakan kesempatan itu untuk membawa Vino Kabur.

Dika bergegas keluar sambil membawa Vino. Pikiranya hanya satu, Vino bisa dijadikan alat untuk mendekati Mitha (Julie), sekaligus menjadi ladang uangnya. Dika pun segera memacu motornya sambil mengendong Vino. Tetapi di tengah perjalanan Vino menangis. Dika pun menghentikan motornya, bingung tidak tahu harus berbuat apa, untuk mendiamkan Vino. Beberapa orang yang lewat pun curiga. Namun mereka tidak berbuat apa apa.

Sementara itu Wisnu yang masih menunggu di bar, akhirnya kesal, menyadari Dika telah kabur. Dia pun bertanya pada bartender, namun tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Wisnu pun bergegas pergi. Dalam perjalanannya, dia masih saja memikirkan Mitha, sehingga ketika berpapasan dengan Dika yang sedang membawa Vino pulang, Wisnu tidak mengetahuinya.

Wisnu yang telah sampai di depan rumah Prayogo, merasa heran melihat satpam yang mulai tersadar. Sedangkan satpam yang sedang sempoyogan itu, akhirnya melihat Wisnu. Karena masih dalam pengaruh bius, dia tidak bisa melihat Wisnu dengan jelas. Satpam pun curiga, dia teriak menanyakan siapa yang berdiri di depan Pintu? Wisnu kaget. Karena tidak ingin dicurigai, maka Wisnu pun bergegas pergi. Satpam keheranan.

Di lain pihak, Mitha (Julie) yang terbangun, menjadi kaget karena Vino tidak ada ditempatnya.

Sinopsis Sinetron Amanah Dalam Cinta Episode 17

12 Februari 2010

Di lain pihak, Mitha (Julie) yang terbangun, menjadi kaget karena Vino tidak ada ditempatnya. Dia lantas ke kamar Milo, mencari Vino. Mitha menjadi histeris ketika menyadari Vino telah hilang. Diana dan Diandra kesal mendengar teriakan Mitha yang mencari cari Vino. Namun Diana akhirnya pura pura simpati ketika mengetahui Vino hilang. Mihta sendiri, akhirnya mengira Diana lah yang menyembunyikan Vino. Diana dan Diandra tentu saja marah. Prayogo pun menenangkan semuanya. Sesat kemudian satpam datang. Prayogo pun memarahai satpam. Setelah satpam menjelaskan semuanya, mereka pun sadar jika Vino telah diculik. Prayogo pun berinisiatif lapor ke polisi.

Pagi hari. Dokter yang dipanggil Prayogo, sedang memeriksa Mitha yang masih shock. Diana dan Diandra sirik. Mereka mengatakan bahwa, Mitha (Julie) sedang bersandiwara. Milo yang mendengar percakapan mereka, menasehatinya. Diana dan Diandra pun geram.

Semetara itu, Dika terbangun dengan kesal karena tangisan Vino. Meski begitu dia segera membuatkan susu untuk Vino, begitu Sadar Vino menangis karena lapar.

Di lain pihak, Alya yang akan berangkat kerja, menjadi heran melihat Wisnu baru datang dalam keadaan payah. Dia pun menanyakan dari mana saja Wisnu semalam? Namun Wisnu terkesan tidak menanggapi, Alya pun menjadi sewot.

Alya yang berada dikamar dengan Milo, menjadi sangat marah pada Mitha, ketika Mitha (Julie) tiba tiba masuk. Mitha pun minta maaf dan menjelaskan, bahwa dirinya ingin bertanya pada Milo, kabar dari polisi tentang Vino. Namun Alya sudah gusar. Milo pun menenangkan Alya. Tapi Emosi Alya sudah memuncak. Dia tidak peduli dan terus memaki maki Mitha. Sebelum beranjak pergi, Alya mengatakan pada Milo, bahwa dirinya melakukan itu karena ingin melindungi keluarga Milo. milo pun bingung tidak bisa mencegah Alya uyang pergi. Akhirnya Milo pun menenangkan Mitha,(Julie).

Ahmad dan Murni baru belanja. Mereka menyusuri jalan dengan binggung, karena tersesat tidak bisa pulang. Disebuah tingkungan jalan, merka bertabrakan dengan Dika. Ahmad pun minta bantuan Dika untuk mengantarnya pulang. Dika, pun meminta imbalan. Ahmad kaget. Namun dia akhirnya menjanjikan akan memberi makanan pada Dika, jika mengatar mereka pulang. Dika pun setuju.

Disaat yang sama, Wisnu sedang menyelinap masuk rumah Dika, menyelidik. Akhinya dia melihat Vino. Wisnu merasa pernah melihat Vino, namun dia tidak ingat siapa Vino. Tetapi karena kasihan dan Curiga jika Vino bukan anak Dika, maka Wisnu pun membawanya pergi.

Ahmad memenuhi janjinya, memberi makan siang Dika. Mereka pun makan bersama sambil berbincang. Dika memanfaatkan kesempatan itu, dia memandang sekeliling meneliti. Setelah kenyang, Dika pulang. Murni pun bisa merasakan, kalau Dika bukan orang baik. Murni lantas menasehati Ahmad, agar jangan membicarakan soal Julie, dengan orang yang tidak di kenal.

Di lain pihak, Julie yang masih kalut atas hilangnya Vino. Pergi mencarinya. Dengan berbekal selembar foto Vino, dia bertanya tanya pada orang orang yang ditemuinya. Maka JUlie pun menjadi perhatian orang orang. Bahakn ada sala seorang yang ditanyai juli, bearteriak karena menganggap Julie Gila. Juli pun menjadi kerumunan orang orang. Seorang polisi segera mendekati Julie. Julie pun menjelskan dirnya sedang mencari Vino. Polisi itu pun mengajak Julie ke kantor Polisi. Tapi Julie menolak. Akhirny polisi itupun memaksa, mengantarnya Pulang. Namun ketika sampai dirumah, Dianda dan diandra malah mengatakan pada polisi bahwa Mitha (Julie) Gila akibat bayi yang baru di lahirkanyameninggal. Mereka juga mengunci Mitha dalan gudang. Maka pemnderitaan Mita semakin panjang..

Disaat yang sama, wisnu saat itu sedang bermain main dengan Vino. Dia memberi Vino Susu. Wisnu merasa senang bermain main dengan Vino.

Prayogo menilai, ketegangan antara anak istrinya dengan Mitha, hingga sampai kasus penculikan Vino, adalah dilandasi masalah harta. Atas dasar itu, maka dia memutuskan untuk menguasakan hartanya pada badan amal. Untuk itu dia menelpon seorang temanya, meminta bantuan mengurusnya. Dianda dan diandra yang mengupinng, menjadi terkejut. Mereka tidak menyangka kalau hilangnya Vino, juga berarti hilangnya harta yang mereka idam idamkan. Karena tidak ingin kehilangan harta, maka Diandra segera menelpon Alya, dan menyuruhnya menghubungi Dika, agar Dika mengembalikan Vino pada mereka.

Di lain pihak, Dika menjadi terkejut, ketika pulang tidak mendapati Vino. tetapi dia malah mengira, Vino telah diambil Alya. Saat itulah Alya datang menanyakan Vino, Dika pun semakin kaget. Dika akhirnya teringat pada sesorang yang selalu mengikutinya. Dika yakin jika Wisnualah yang mengambil Vino. Dika pun berjanji pada Alya, akan mendapatkan Vino lagi. Namun Alya tetap juga kesal, Karena Dika tidak bisa diandalkan.

Saat pulang, Alya menjadi kaget melihat Wisnu sedang bermain dengan seorang Bayi. Wisnu mengatakan pada Alya, bahwa dirinya menemukan bayi itu, di pingir jalan. Tetapi, Alya akhirnya mengenali, bayi itu adalah Vino. Alya pun lantas bersandiwara seakan tidak tahu siapa bayi itu. Dia lantas mengatakan Pada Wisnu akan mengumungkan bayi itu di sebuah acaraTV. Alya pun lantas menelpon Milo dan bertanya, “apa yang akan diberikan Milo, jika dirinya menemukan Vino?” “apa saja lah yang kamu mau !” Demikian jawab Milo. Alya pun tesenyum tipis, merasa menang.

Milo yang baru pulang merasa heran mendengar suara gedoran pintu dari gudang. Dia pun menanyakan hal itu pada Diandra. Diandra segera menutupi dengan mengatakan suara tersebut berasal dari musik di kamarnya. Diandara juga mengelak dengan menjawab, “tidak tahu,” ketika Milo menanyakan keberadaan Mitha (julie).

Ternyata suara tersebut berasal dari Gudang, karena Mitha sedang mengedor geor pintu gudang, sambil memangil Milo dan Prayogo untuk minta pertolongan.

Teriakan Julie semakin melemah dan tenaganya mulai habis. Julie terkulai tak berdaya di lantai gudang. Pikirannya menerawang mengingat Vino. Julie pun mulai menanggis lagi.

Sinopsis Sinetron Amanah Dalam Cinta Episode 18

13 Februari 2010

Sesaat kemudian, dia teringat saat-saat indahnya, ketika tinggal di kampung bersama Ahmad dan Murni. Juli pun mengira, kesulitan demi kesulitan yang menghadangnya, adalah bagian dari hukuman Tuhan, karena meninggalkan Ahmad dan Murni.

Sementara itu, Diandra secara diam-diam mengambilkan makanan untuk Mitha (Julie), agar tidak diketahui Milo. Namun Milo memergokinya. Milo heran dan menayakan untuk siapa makanan itu. Diandra pun berbohong dengan mengatakan makanan itu untuk dirinya sendiri. Sebab dia tidak ingin mengetahui kalau dirinya menyekap Mitha.

Julie langsung memohon agar di lepaskan, ketika Diandra datang membawa makanan untuknya. Tentu saja Diandra menolak. Dia bahkan memarahi Mitha (Julie). Akhirnya Julie pun berusaha melarikan diri. Namun Diandra berhasil mencegahnya. Diandra lantas kembali mengunci Mitha (Julie) dalam Gudang.

Milo, Diandra, Prayogo dan Diana sedang menyaksikan televisi. Kebetulan saat itu Alya sedang Live menyiarkan berita hilangnya Vino. Diana dan Diandra heran kenapa Alya menyiarkan berita itu, mereka pun curiga kalau Alya tidak berhasil mendapatkan Vino. tetapi ketika melihat Prayogo dan Milo terlihat sedih dengar berita itu, Dia pun memuji Alya dan menjelek- jelekan serta menyalahkan Mitha (Julie), atas meninggalnya Arvino. Spontan Milo membela Mitha (Juli) dia mengatakan bahwa yang bersalah adalah mereka juga. Sebab, seandainya mereka merestui pernikahan Arvino, tentu Arvino tidak akan meninggal. Diana pun kesal.

Dilain pihak Mitha (Julie) yang baru makan, tenaganya mulai kuat lagi. Sehingga dia kembali teriak dan menggedor-gedor pintu dengan keras, Prayogo dan Milo yang mendengar segera beranjak ke arah gudang. Mereka menjadi terkejut dan marah mengetahui Diandra dan Diana menyekap Mitha (Julie) di dalam gudang. Prayogo dan Milo pun membebaskan Mitha (Julie). Julie serentak berlari histeris mencari Vino. Prayogo menatap Diana dan Diandra dengan marah untuk kemudian menyusul Milo mengejar Mitha (Julie)

Mitha masuk kamar sambil teriak histeris mencari Vino. Milo merasa kasihan. Dengan lembut Milo memagang bahu Mitha (Julie) sambil menenangkannya. Prayogo berjanji akan membantunya mencari Vino. Milo mengingatkan bahwa tuhan pasti akan membantu mereka menemukan Vino.

Prayogo dan Milo kembali menghampiri Diana dan Diandra, mereka marah atas tindakan Diana dan Diandra, menyekap Mitha (Julie). Namun Diana membela Diri dengan mengatakan bahwa dirinya mengurung Mitha (Julie), karena Mitha (Julie) keluyuran mencari Vino, sehingga merepotkan orang-orang. Milo dan Prayogo tidak menerima alasan Diana. Diana dan Diandra pun kesal, bergegas pergi.

Pagi hari, Wisnu dan Alya dalam perjalanan mengatar Vino. Wisnu kaget ketika mereka sampai di rumah Prayogo. Sebab dia pernah membuntuti Dika menuju rumah tersebut. Dia pun semakin curiga akan keterkaitan Dika dengan Alya. Maka ketika Alya mengatakan bahwa pemilik rumah itu, adalah Diandra, sahabatnya. Wisnu pun curiga bahwa Diandra adalah ibunda Vino. Alya menyangkal hal itu. Wisnu kembali menghubungkan kemungkinan bahwa Vino adalah Anak Mitha. Pikiranya pun bertanya tanya, apakan Dika menjahati Mitha, sehingga Mitha pernah menasehatinya agar hati-hati terhadap Dika.

Prayogo dan Milo yang semula cemas karena polisi belum menemukan vino, Akhirnya menjadi bahagia, karena Alya dan Wisnu menemukan Vino. Alya lantas mengenalkan Wisnu sebagai orang yang menemukan Vino, oleh karena itu, Alya meminta Diandra mengantarkan Wisnu menemui ibu Vino.

Julie dan Wisnu pun bertemu. Keduanya sama-sama kaget. Mengetahui Wisnu dan Mitha (Julie) sudah saling kenal, Diandra pun berfikir negatif tentang mereka. Wisnu yang menyadari hal itu, menjelaskan bahwa dirinya kenal Mitha secara kebetulan saja, yaitu ketika mengantarnya ke rumah sakit, karena saat itu Vino sedang sakit. Mitha (juli) kembali tegang dan takut rahasianya terbongkar ketika Wisnu melihat foto Arvino. Saat Wisnu mau pulang, Diam-diam Mitha (Julie) menyusulnya. Dia berterimakasih karena Wisnu tidak membongkar rahasianya. Wisnu menanggapinya dengan biasa saja. Namun dia juga bertanya pada Mitha (Julie) siapa sebenarnya suami Mitha (Julie). Mitha (Julie ) mengatakan, bahwa suatu saat dia pasti akan menjelaskan semuanya. Tanpa mereka sadari, ternyata Diandra mengamati keduanya dari dalam rumah.

Alya sedang menagih janji Milo, yang akan menuruti permintaanya, jika dirinya menemukan menemukan Vino. Sekarang Milo lah yang shock dan bingung. Sebab Alya meminta Milo jadi pacarnya.

Ahmad yang sudah hampir putus asa karena belum juga menemukan Julie, berniat meminta bantuan Dika untuk mencarinya. Namun Murni tidak setuju, sebab dia merasa, Dika bukan orang baik. Tetapi Ahmad nampaknya tidak mempedulikan keberatan Murni.

Saat mengambil dan mengamati map Mitha (Julie) yang dijatuhkanya, Milo jadi teringat pada Mitha (Julie). Meski kesal karena merasa pernah dibohongi, namun Milo mangagumi rancangan Mitha (Julie) yang ada di map tersebut. Diapun ingin mempekerjakan Mitha (Julie) lagi. Disaat itu Alya menelponya mengajak makan siang bareng. Milo pun kesal dan menolaknya. Alya sewot, dia berniat akan memberikan perhatian lebih pada Milo, untuk menarik simpatinya.

Wisnu mengunjungi Mitha (Julie) dan mengajaknya makan bersama. Mitha setuju. Meski Wisnu bersedia mengajak Vino, namun Mitha (Julie) berniat menitipkan Vino pada Bibik. Kesempatan itu digunakan Diandra, diana melarang Wisnu mengajak Mitha (Julie) dan sebagai gantinya diandra malah maksa ngajak Wisnu bersamanya. Julie pun kecewa, namun tidak bisa apa apa.

Kredit Title dan Ucapan Terimakasih kepada:

  • Puji syukur terhadap Tuhan Yang Mahakuasa.
  • blog-comentz™, penggemar sinetron, terimakasih telah meramaikan thread ini dengan memberikan komentar, kritik dan saran.
  • http://www.rcti.tv/
  • http://www.sinemart.com/ dan semua pihak atas sumber tulisan dan gambar.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 62.357 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: