Beranda > INDONESIA, SINETRON > MNCTV : Sinopsis Sinetron RANUM

MNCTV : Sinopsis Sinetron RANUM


Teuku Wisnu-Shireen Sungkar Sinetron RANUM di MNCTV

Klik Video Promo dan Sinopsis Sinetron Ranum | Sinopsis Sinetron Ranum episode 4 [page 3.070] | Klik sinopsis ranum episode 5 [page 3.078] |

Inilah Casts / Para Pemain Sinetron Ranum

  • Teuku Wisnu sebagai Maliq (pria yg mencintai Ranum)
  • Shireen Sungkar sebagai Ranum
  • Stefanie Theresia sebagai Paris
  • Lian Firman sebagai Attar (kakak laki-laki Maliq)
  • Donita sebagai Fahrani
  • Iqbal Pakula sebagai Jody (suami Fadia)
  • Metha Yunatria sebagai Fadia (kakak perempuan Maliq)
  • Hasnida Nurmadhani sebagai mila (adik perempuan Maliq)
  • Irene Librawati sebagai Samira (ibu Maliq)
  • Rina Hassim sebagai Halimah (nenek Maliq)
  • Yurike Prastika sebagai Miranda (ibu tiri Ranum)

Lagu Tema / Judul Soundtrack : Allahu Akbar
Penyanyi : Teuku Wisnu ft. Shireen Sungkar
Cerita & Skenario : Hilman Hariwijaya
Sutradara : H. Encep Masduki
Produser : Manoj – Dhamoo Punjabi
Produksi : MD Entertainment © 2011
Perdana Tayang : Mulai 25 Juli 2011
Jadwal Tayang : Setiap Hari pukul 20:00 WIB

Sinopsis Sinetron RANUM Episode 1 di MNC TV
Tayang : Senin, 25 Juli 2011, pukul 20.00 WIB

http://www.mnctv.com/ Siang itu di rumah Bu Hajah Samira sudah ramai. Orang-orang pada sibuk mempersiapkan pernikahan Attar dan Fahrani. Tetapi bukan itu yang membuat Samira mematut diri berjam-jam di depan cermin, mati-matian berdandan agar nampak elok dan elegan.

Ya..Samira sengaja memulas dirinya agar tak kalah gengsi dengan calon tunangan Maliq, yang katanya hendak datang. Sebab seperti yang didengarnya dari Mila, pacar Maliq itu seorang putri. Maka Samira kembali mengingatkan Mila –anak gadisnya yang juga berdandan bersamanya-, jika kelak mencari suami, harus yang kaya, setidaknya sepandan dengan keluarga mereka. Sementara mereka masih asyik berdandan, Oma Halimah sedang menunggu Malik di ruang tengah. Maka ketika Maliq turun dari kamarnya, Oma Halimah menagih janji Maliq, yang hendak mengenalkan pacarnya itu. Maliq mengatakan, Ranum sebentar lagi datang. Oma Halimah lantas menanyakan, apa benar kabar burung yang didengarnya selama ini, kalau pacar Maliq itu kayak putri? Maliq tersenyum. Sebab baginya, Ranum adalah sosok yang kaya hati, bagai bidadari yang cantik serta anggun kayak Putri.Bu Hajah Samira dan Mila, berjalan tergopoh-gopoh di belakang Maliq yang berlari menuju pintu gerbang untuk menyambut Ranum. Orang-orang bisik-bisik ingin tahu, kayak apa Ranum itu, hingga membuat Bu Hajah Samirah heboh. Mila sendiri sampai penasaran, bertanya, mobilnya apa sih Mi? Tetapi apa yang terjadi kemudian ketika Maliq membuka gerbang? Tiba-tiba sebuah mesin buntut dari negeri India, masuk halaman rumah keluarga besar Hajah Samira dengan suara yang memekakkan telinga. Ternyata, Ranum datang naik bajaj dengan mengenakan baju kesehariannya.

Samira pun tertegun melihat pacar anaknya itu jauh di bawah bandrol. Sementara Maliq sendiri tetap menyambut Ranum dengan hangat. Samira mengambil nafas panjang berusaha sadar dari keterkejutanya, mempersiapkan diri untuk melampiaskan amarahya. Maka ketika Maliq membukakan pintu bajaj untuk Ranum, Samira melengkingkan suaranya, teriak lantang, Maliiiiiiq…. Ranum mengkeret melihat seringai wajah Samirah yang meradang. Maliq sendiri kebingungan, berusaha menjelaskan pada bunda yang kemudian mengusir putri impiannya itu. Sedangkan Mila langsung cekikikan, mengatakan kalau pacar Maliq adalah putri dari negeri dongeng.

Ranum tahu diri, dia lantas pamit pulang dan segera bergegas melangkah pergi dengan penuh kesabaran. Malik segera mengejarnya menyatakan diri memilih Ranum. Semua menyaksikan. Namun hanya Oma halimah yang mencermatinya dengan bijak. Di lain pihak, Ranum malah menasehati Maliq agar kembali pada ibunya. Dengan tersenyum Ranum berjanji tidak akan meninggalkan Maliq. Namun ketika sudah menjauh membelakangi Maliq, air matanya pun mengalir, mengikis habis senyum yang tadi mengembang.

Sementara itu di rumah Ranum sendiri, Miranda sang ibu sudah bosan dan kesal menunggu Ranum yang tak juga kunjung datang. Padahal Bang Mansyur sudah menunggunya. Hal itu membuat Miranda gak enak hati, sebab sudah menerima uang pelicin dari Bang Mansyur yang ingin segera meminang Ranum, anak gadisnya. Bang Mansyur sendiri, akhirnya gak betah menunggu. Dia lantas pamit pulang. Sepulang Bang Masyur itu, Ranum datang. Maka Miranda pun gak nunggu lama, langsung mendampratnya, karena mengangap investasi masa depanya itu gak mau dikawinkan dengan orang kaya. Kenyataannya memang seperti itu. Ranum memang menolak lelaki paruh baya pilihan ibunya, sebab dia mencintai Maliq sang penguasa hatinya. Miranda pun murka dan menyuruhnya berdiam diri di kamar. Kejadian hari ini benar benar melukai Ranum. Bagaimana tidak. Pertama, dia tidak diterima calon mertuanya, sedang yang kedua adalah didamprat sang ibunda, yang mestinya berperan sebagai peneduh jiwanya. Akhirnya Ranum pun berdoa memohon kemudahan dan ketenangan batin. Rupanya kali ini Tuhan tidak hanya menjadi pendengar yang baik saja, tetapi melangkah menjadi eksekutor, dengan mengabulkan doa Ranum. Sebab setelah sholat itu, Ranum mendapat telpon dari Maliq yang mengajaknya bertemu. Ranum pun senang, meski kemudian percakapan mereka terputus sebentar karena Ranum menghampiri Miranda untuk bertanya, ke mana Miranda hendak pergi? Sebab Miranda saat itu sudah siap dengan dandanannya, mau keluar.

Ketika bertemu sore itu, Ranum masih sedih memikirkan rencana ibunya yang hendak menjodohkannya dengan Bang Masyur. Maliq yang sudah mengerti semua itu, akhirnya menyatakan tidak akan membiarkan Ranum, putri impiannya itu dicuri orang lain. Dia lantas berjanji akan menuggu waktu yang tepat untuk meluluhkan hati ibunya agar bisa menerima kehadiran Ranum. Ranum pun terseyum bahagia, atas kesungguhan Maliq. Meski begitu dia tetap merasa gak enak, akhinrya Ranum pun mengatakan bahwa dirinya mungkin tidak pantas untuk Maliq. Tetapi Maliq segera menutup bibir Ranum dengan jemarinya dan balik menasehati Ranum bahwa mereka harus memperjuangkan cinta yang mereka miliki. Setelah itu Maliq mengajak Ranum jalan-jalan ke mall, untuk membuang kesedihan.

Saat sampai di mall, mereka bertemu dengan Attar dan Fahrani. Maka Maliq segera mengenalkan Ranum pada kakaknya itu. Rupanya Attar dan Fahrani menyukai dan mendukung Ranum. Mereka juga meminta Ranum dan Maliq jadi pendamping di pernikahan mereka esok hari. Ranum lega karena ada keluarga Maliq yang mendukungnya. Akhirnya Maliq membelikan Ranum baju baru dan perhisan uantuk dikenakan di acara pernikahan kakaknya tersebut. Ranum pun sungkan, namun karena Maliq memaksa maka diapun menerima saja pemberian itu. Tetapi Ranum tidak bisa menikmati pemberian tersebut, sebab ketika pulang. Miranda malah merampas barang barangnya, tanpa mempedulikan Ranum yang menangis berusaha mempertahankan dan menjelaskan kalau barang-barang tersebut dibelikan Maliq, untuk dikenakan esok hari di acara pernikahan kakaknya Maliq.

Attar sudah siap dengan pakaian pernikahanya. Para tamu sudah berdatangan, namun pengantin perempuan juga belum juga datang, hal itu membuat Attar cemas. Di lain pihak, Maliq tampak kebingungan, mondar mandir mencari handphonenya. Sebab hendak menelpon Ranum. Karena hpnya tidak ketemu, maka Maliq pun bersiap-siap untuk menjemputnya. Tetapi saat akan berangkat Samira malah menyuruhnya mengambil pesanan kue yang belum datang. Akhirnya Maliq pun menuruti ibunya. Di lain pihak Ranum yang sudah mengenakan kebaya sederhana, berusaha menelpon Maliq. Namun setelah berkali kali men-dial tak juga tersambung, maka diapun bergegas pergi dengan menggunakan bajaj. Tetapi begitu sampai di rumah Maliq. Satpam melarangnya msuk karena Ranum tidak membawa undangan. Ranum menjelaskan kalau dirinya diundang lansung oleh sang mempelai. Tetapi satpam tetap tidak memperbolehkannya masuk. Akhirnya, Ranum menunggu di luar pintu. Setelah lama menunggu, akhirnya Ranum khawatir tidak bisa memenuhi permintaan Attar menjadi pendampingnya. Maka ada rombongan tamu masuk, Ranum punme nyelinap. Tapi hal itu tak berlangsung lama, sebab satpam memergokinya. Akhirnya satpam pun menyeretnya keluar. Bersamaan dengan itu, mobil Maliq datang. Maliq pun marah dan mananyakan siapa yang memberi perintah pada mereka untuk melarang Ranum masuk. Namun belum sempat satpam menjawab, Oma Halimah bergegas menghampiri Ranum, mengajak masuk. Oma Halimah bahkan membawa Ranum ke kamarnya. Ranum pun agak lega, ada lagi keluarga Maliq yang bisa menerimanya. Sementara menunggu pengantin perempuan yang belum datang, Maliq mengajak Ranum menghampri keluarganya. Maliq lantas mengenalkan Ranum pada ibunya, karena banyak orang, maka Samira menerima uluran tangan Ranum, meski hanya menempelkan kulit lengannya saja. Tetapi kakak Maliq yang lain yaitu Fadia, malah memuji kecantikan Ranum. Dia juga memuji Maliq yang dianggapnya pandai memilih wanita. Mendegar itu Samira pun kesal. Fadia bahkan mengenalkan Ranum dengan suaminya yaitu Jodi. Jodi sediri lantas mengenalkan sepupunya yang bernama Paris.

Di lain pihak Attar semakin cemas karena pengantin perempuannya belum juga datang. Maka akhirnya dia menelepon Fahrani. Fahrani yang sudah berangkat segera memberitahu kalau dia sudah dalam perjalanan dengan ibunya, namun percakapan itu segera terputus karena mobil yang dikendarai Fahrani tabrakan. Attar sendiri yang mendengar teriakan itu dari teleponnya teriak memanggil Fahrani. Semua yang hadir akhirnya bisa tahu ada sesuatu. Maliq segera menghampiri Attar menenagkannya. Dia lantas bergegas ke rumah sakit. Attar akhirnya shock saat tahu calon istrinya telah tewas.

Hari demi hari dilalui Attar dengan kesedihan, padahal sepupu Jodi yakni Paris telah berusaha menghiburnya. Paris sendiri sebenarnya sudah bisa diterima keluarga Maliq, karena selama masa berkabung itu, hanya Paris yang bisa dekat Attar. Paris bahkan mengupayakan pesta ulang tahun Attar, tapi hal itu malah membuat Attar marah. Akhirnya Paris tidak pernah lagi datang ke rumah Samira. Rupanya keluarga Samira merasa kehilangan Paris. Attar Akhirnya menelpon Paris untuk minta maaf. Paris pun senang dan mengundang Attar serta seluruh keluarganya ke pesta ulang tahunya, di sebuah vila.

Keluarga Maliq semua datang ke villa tempat Paris merayakan pesta ulang tahunnya. Maliq sendiri tentu mengajak serta Ranum, meski Samira dan Mila belum bisa menerima. Mila bahkan sengaja ngerjai Ranum, ketika Ranum membakar daging, hinga lengan Ranum terbakar, tetapi Paris yang menolongnya. Paris dengan cepat dapat berbaur, hal itulah yang membuat Samira berniat menjodohkan dengan Attar. Setelah berunding dengan Maliq dan yang lainya, maka Samira menyampaikan niatnya itu pada Paris. Paris setuju sepanjang Attar menerimanya.

Akhirnya Samira berhasil membujuk Attar. Semua merasa senang. Ranum juga demikian, apalagi Paris terkesan baik dengannya. Pada saat semua hendak pulang, Ranum pergi ke belakang. Bersamaan dengan itu Paris sedang menelpon seseorang. Ranum akhirnya mendengar percakapan Paris yang menyatakan akan segera menjalankan rencananya, setelah dia berhasil menikah dengan Attar

Kategori:INDONESIA, SINETRON
  1. Selasa, 9 Agustus 2011 pukul 13:56

    tolong dong ranum ama malik ada romantinya dikit kya wktu di cf

    heheheeheee

  2. Selasa, 9 Agustus 2011 pukul 14:02

    tolong dong ranum ama malik ada romantinya dikit kya wktu di cf

    heheheeheee

    tlong yya

    q tnggu rmantisnya

Comment pages
  1. No trackbacks yet.

Weblog ini dikunjungi ribuan orang tiap harinya. Kunjungi terus laman Thread ini. Berikan kritik, saran, dan/atau tanggapanmu di kolom komentar. Komentar yang muncul dibagi halaman per halaman. Klik Comment pages Sebelumnya atau Berikutnya. Yang muncul default adalah komen terbaru :-)

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: