Beranda > KOREA, SINETRON > Sinopsis The Great Queen Seon Deok Episode 17 18 19 20 21 22 23

Sinopsis The Great Queen Seon Deok Episode 17 18 19 20 21 22 23

Sabtu, 30 Juli 2011

Label Rating : Remaja (R), Bimbingan Orang Tua (BO)

Sinopsis The Great Queen Seon Deok Episode 17

Tayang Rabu, 2 Desember 2009 pukul 16:30 WIB di Indosiar

Putri Cheonmyeong terkejut ketika tangannya dipegang oleh seseorang yang tidak lain adalah Sohwa, ia tidak mengenali siapa wanita itu.

Di tempat lain, tangan Deokman (Lee Yo-won) juga dipegang oleh Mishil (Go Hyeon-jeong). Berbeda dengan Sohwa (Seo Young-hee) yang lembut, Mishil menebar ancaman bahwa bila Putri Cheonmyeong tetap nekat, maka ia akan kehilangan semua yang disayanginya.

Ancaman tidak hanya sampai disitu, Mishil juga meminta Deokman menyampaikan pesannya pada Yushin (Uhm Tae-woong) supaya tidak terus menentangnya bila tidak ingin nasib bangsa Gaya berakhir tragis. Keputusan Raja Jinpyeong (Jo Min-ki) akhirnya dijatuhkan, rakyat Gaya diminta pindah ke daerah Samyang yang terkenal tandus.

Mishil bergerak cepat, ia berusaha menarik Kim Seohyeon (Ju Sung-mo) untuk berpihak padanya dengan mengatur pernikahan antara kedua kubu. Tidak tanggung-tanggung, Mishil sendiri yang mendatangi Kim Seohyeon untuk meminta supaya Yushin dinikahkan dengan salah satu cucunya. Sudah tentu Yushin menolak, ia tetap ngotot ingin memerangi Mishil dengan caranya sendiri.

Memacu kudanya ke tempat Putri Cheonmyeong, yang baru saja mendengar cerita Deokman, Yushin meminta sang putri tidak menyerah begitu saja terhadap intimidasi Mishil. Menyaksikan dengan pilu saat rakyat Gaya diusir dari tempat tinggalnya untuk dipindahkan, Putri Cheonmyeong memutuskan untuk balik melawan Mishil dengan bantuan Yushin dan Deokman.

Saat hendak menyampaikan pesan pada Mishil kalau kubu Putri Cheonmyeong siap bertarung sampai akhir, Deokman baru sadar kalau lukisan Mishil memuat gambar pisau belati miliknya. Wajahnya semakin kaget saat mendengar cerita Mishil tentang karyanya yang ternyata merupakan sosok mendiang Raja Jinheung.

Kisah tentang Raja Jinheung dan belati legendarisnya diceritakan pada Putri Cheonmyeong, yang akhirnya menanyakan kebenarannya pada Ratu Maya (Yoon Yoo-sun). Oleh sang ibu, Putri Cheonmyeong dikisahkan tentang bagaimana belati Raja Jinheung menyelamatkannya belasan tahun silam saat Ratu Maya nyaris tewas oleh siasat Mishil.

Namun, Ratu Maya langsung gugup saat ditanya keberadaan belati tersebut dan akhirnya memutuskan berbohong dengan menyebut kalau belati Raja Jinheung telah hilang. Untuk memastikan, Putri Cheonmyeong menanyakan hal yang sama ke Raja Jinpyeong, yang tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya, yang menjawab kalau belati telah diberikan pada Munno (Jung Ho-bin).

Cerita dari Putri Cheonmyeong tentang belati Raja Jinheung membuat Deokman semakin bingung, ia memutuskan untuk mengambil tindakan sendiri demi memperjelas semuanya. Penyelidikan ternyata tidak cuma dilakukan oleh Putri Cheonmyeong, melainkan juga oleh penasehat raja Eulje (Shin Goo).

Saat tengah membuka-buka arsip istana, Putri Cheonmyeong terkejut saat membaca ramalan yang menyebut bahwa bila seorang Raja Shilla mempunyai anak kembar, maka ia tidak akan pernah punya keturunan laki-laki. Putri Cheonmyeong teringat dengan tanda lahir Deokman, dan matanya langsung membelalak.

Sinopsis The Great Queen Seon Deok Episode 18

Tayang Kamis, 3 Desember 2009 pukul 16:28 WIB di Indosiar

Begitu teringat dengan tanda dibelakang telinga Deokman, Putri Cheonmyeong langsung mulai menduga kalau sang nangdo punya hubungan dengan dirinya.

Niat Deokman (Lee Yo-won) untuk mengetahui asal-usulnya dengan menyelundupkan dokumen kerajaan membuatnya jadi incaran, penasehat Eulje (Shin Goo) mengumpulkan para hwarang terbaik untuk sebuah misi : meringkus Deokman.

Padahal, disaat yang sama Deokman telah berada ditengah para hwarang yang mengenakan masker tersebut. Saat tengah merenung karena baik Mishil maupun Eulje, yang diduga sebagai suruhan Raja Jinpyeong (Jo Min-ki), menginginkan kematiannya, Deokman ditegur salah seorang hwarang karena gerak-geriknya yang mencurigakan.

Deokman langsung lari dan bersembunyi di sebuah semak, namun tempat persemunyiannya diketahui oleh salah seorang hwarang bertopeng. Sempat terlibat pertempuran, identitas Deokman terbongkar ketika topengnya disibak. Siapa sangka, hwarang bertopeng yang meringkusnya adalah Alcheon (Lee Seung-hyo).

Keributan diantara keduanya memancing kehadiran hwarang lain, Deokman langsung meminta Alcheon melepaskannya sambil mengingatkan sang hwarang kalau dirinya berhutang budi. Dengan wajah kesal, Alcheon terpaksa melepas Deokman dengan berbohong pada hwarang lain.

Di istana, Putri Cheonmyeong (Park Ye-jin) akhirnya mengetahui dari Ratu Maya (Yoon Yoo-sun) kalau dirinya memiliki saudara kembar. Mendengar begitu pilunya kisah sang ibu, Putri Cheonmyeong langsung memeluk Ratu Maya dan keduanya menangis tersedu-sedu. Namun, keraguan sang putri kembali merebak saat mendengar saudara kembarnya bukanlah laki-laki melainkan perempuan.

Saat tengah termenung, tiba-tiba Mishil (Go Hyeon-jeong) datang berkunjung untuk menyerahkan lukisan Raja Jinheung. Kembali terkejut saat melihat gambar belati yang sebelumnya pernah dilihat sebagai milik Deokman, Putri Cheonmyeong kembali curiga. Keesokan harinya saat mengunjungi Yushin (Uhm Tae-woong), sang putri secara kebetulan bertemu Deokman. Saat ditanya apakah dirinya menyembunyikan sesuatu, Deokman menggeleng.

Hilangnya sebuah barang di balai pertemuan istana membuat kehebohan tersendiri, bahkan kubu Mishil mulai sadar kalau ada sesuatu yang terjadi. Begitu Yushin selesai latihan, ia didatangi Alcheon yang memberitahu soal Deokman yang diduga telah membuat masalah besar.

Kecurigaan terhadap para hwarang membuat pihak penasehat Eulje, yang dipimpin oleh Hojae (Go Yoon-hoo), langsung menggeledah tenda. Tidak cuma itu, para hwarang juga diminta untuk menanggalkan pakaiannya supaya bisa diperiksa. Bisa dibayangkan, bagaimana pucatnya Deokman mendengar perintah tersebut.

Di hadapan Eulje, Deokman dengan ragu-ragu menanggalkan pakaiannya. Namun disaat genting, tiba-tiba muncul utusan yang menyebut kalau Raja Jinpyeong telah mendengar semuanya sehingga pemeriksaan ditunda. Di ruang pertemuan, wajah Raja Jinpyeong langsung pucat begitu langkahnya dicegat sosok yang sudah tidak asing lagi memanggil namanya : Sohwa (Seo Young-hee).

Munculnya Seori (Song Ok-sook) membuat Raja Jinpyeong tidak bisa berbuat apa-apa selain pura-pura tidak mengenal Sohwa. Namun mata Eulje, yang memutuskan untuk menyusul raja, tidak bisa dibohongi. Dalam waktu singkat, berita soal Sohwa langsung terdengar oleh Ratu Maya dan Putri Cheonmyeong.

Curiga terhadap Sohwa yang meski seperti orang kehilangan ingatan namun begitu fasih dengan jalan-jalan di kuil kerajaan, Seori melaporkan semuanya pada Mishil. Curiga kalau Sohwa ada hubungannya dengan istana di masa lalu, Mishil meminta Misaeng (Jung Woong-in), yang dikenal memiliki ingatan tajam dan hapal dengan wajah para dayang, untuk mengecek.

Saat kembali ke barak, para hwarang klan Kembang Naga dikejutkan oleh penemuan benda yang seharusnya tidak ada disana : pembalut wanita. Dari semuanya, hanya Jukbang (Lee Moon-shik) yang sadar kalau dirinya selama ini dikelabuhi : Deokman ternyata adalah seorang wanita.

Begitu dikonfrontir, Deokman sempat berusaha mengelak namun akhirnya memohon-mohon supaya Jukbang tidak menceritakan semuanya pada Yushin. Dengan wajah serius, Jukbang menyebut kalau Yushin sudah tahu semuanya.

Di tempat lain, Putri Cheonmyeong menceritakan tentang pertemuannya dengan Deokman pada Yushin dan mengenai saudara kembarnya. Wajah Yushin langsung pucat, ia langsung memberitahu kalau Deokman sesungguhnya adalah wanita. Wajah Putri Cheonmyeong langsung pucat mendengarnya.

Sinopsis The Great Queen Seon Deok Episode 19

Tayang Jumat, 4 Desember 2009 pukul 16:00 WIB di Indosiar

Dari penuturan Jukbang, Deokman akhirnya sadar kalau Yushin sudah mengetahui identitasnya sejak lama.

Ingatan Deokman (Lee Yo-won) melayang ke masa lalu saat dirinya tengah mandi dan saat keluar, secara tidak sengaja mendapati Yushin (Uhm Tae-woong) berada didepan pintu. Oleh Jukbang (Lee Moon-shik), Deokman diberitahu kalau selama ini Yushin ternyata berusaha melindunginya.

Di tempat lain, mata Putri Cheonmyeong (Park Ye-jin) langsung terbelalak saat tahu kalau Deokman ternyata adalah seorang perempuan. Dengan wajah tegang, Putri Cheonmyeong meminta Yushin untuk membantunya merahasiakan identitas Deokman karena kalau sampai terbongkar, jiwa sang nangdo berada dalam bahaya.

Saat berpapasan dengan Deokman, Yushin berusaha menghindar namun sang anak buah langsung menariknya untuk bicara empat mata. Sikap tidak perduli Yushin membuat Deokman marah, namun ucapan pimpinan klan Kembang Naga itu membuatnya terdiam.

Sejak tahu kalau Deokman adalah perempuan, sikap Jukbang terhadap sang yunior langsung berubah. Perhatiannya yang berlebihan keruan saja membuat Deokman kesal. Baru saja selesai latihan, tiba-tiba Deokman dipanggil Putri Cheonmyeong, yang memintanya pergi ke sebuah wilayah bernama Joongak dan tinggal disana sambil menunggu perintah selanjutnya.

Dimintai untuk mengkonfirmasi identitas seseorang, dengan jumawa Misaeng menyebut bahwa ingatannya yang sangat tajam-lah yang membuatnya bisa mempunyai 100 anak lebih dari perempuan yang berbeda. Begitu diajak ke tempat Chilseok (Ahn Kil-kang), mata Misaeng terbelalak ngeri saat melihat siapa wanita yang ada disana : Sohwa (Seo Young-hee).

Di kediamannya, Mishil yang mampu memahami dalamnya perasaan Chilseok terhadap Sohwa memerintahkan supaya keduanya dipisahkan. Caranya sangat jitu, ia meminta Bojong (Baek Do-bin) putranya untuk menyergap rombongan Chilseok dan Sohwa.

Strategi tersebut nyaris saja berhasil, Bojong berhasil memancing Chilseok yang penglihatannya terganggu sementara anak buahnya langsung melarikan Sohwa yang berada didalam tandu. Siapa sangka, rombongan tersebut disergap oleh pasukan bertopeng suruhan penasehat Eulje (Shin Goo).

Begitu selesai latihan, Deokman langsung didatangi Yushin. Dengan cepat, Deokman mampu menebak kalau Yushin juga merahasiakan sesuatu darinya. Ucapan Yushin yang seolah meremehkan masa lalu Deokman membuat gadis itu marah. Sambil menepuk dadanya dengan keras, Deokman menyebut bahwa ia tidak akan pernah lupa dengan pengorbanan ibunya.

Berjalan keluar dengan marah, Deokman menatap kosong kedepan. Tak jauh dari sana, Sohwa yang disamarkan dengan pakaian hwarang melihat sosok sang putri dan langsung mengenalinya, ia berusaha menarik perhatian Deokman namun sayangnya Sohwa tidak bisa bersuara.

Begitu tahu kalau Sohwa diculik dan tidak bisa ditemukan, Chilseok ngotot untuk mencari keberadaan sang mantan dayang istana. Namun dengan cepat, Mishil menghunus pedang sambil menyebut bahwa untuk bisa pergi, Chilseok harus lebih dulu membunuhnya. Ucapan Mishil yang begitu tegas namun penuh pengertian membuat Chilseok meneteskan air mata, dan akhirnya memutuskan untuk menurut.

Setelah diungsikan ketempat yang aman, Sohwa mendapat kunjungan bergilir dari Raja Jinpyeong dan Ratu Maya (Yoon Yoo-sun). Bertangis-tangisan saking terharunya, Ratu Maya sangat terkejut saat Sohwa mengisyaratkan kalau putri bungsunya ternyata sudah ada di Seorabol.

Memutuskan untuk menuruti permintaan Putri Cheongmyeong, Deokman mendatangi kediaman sang putri. Sayangnya saat hendak memberi penjelasan, ucapannya dipotong oleh Putri Cheonmyeong dengan marah. Obrolan keduanya terhenti oleh kemunculan Ratu Maya.

Rupanya begitu tahu kalau putri bungsunya ada di Seorabol, Ratu Maya langsung berusaha mengkonfirmasi berita itu ke Putri Cheonmyeong. Dengan wajah sedih, sang putri mengangguk sambil meminta ibunya bersabar. Sudah tentu, permintaan itu tidak dituruti.

Sebelum pergi, Deokman menitipkan belati kecil Raja Jinheung pada seorang dayang untuk diberikan pada Ratu Maya. Begitu melihat benda yang sudah sangat dikenalnya, Ratu Maya sangat terkejut. Ia akhirnya bisa bertemu dengan Deokman, yang berjanji bakal membeberkan siapa pemilik asli belati itu saat keduanya kembali bertemu di balai pertemuan pada malam hari.

Malamnya, istana dibuat gempar ketika rombongan Ratu Maya dengan tandunya keluar dari kediaman. Mishil yang curiga langsung meminta Bojong untuk menyelidiki. Di saat yang sama, Deokman juga menghilang dari barak klan Kembang Naga.

Rupanya, rombongan dan tandu digunakan Ratu Maya untuk mengecoh orang-orang yang mengikutinya. Dengan samaran, ia berhasil sampai ke balai pertemuan untuk bertemu Deokman. Belum sempat buka mulut, Deokman terbelalak melihat siapa yang muncul belakangan.

Sinopsis The Great Queen Seon Deok Episode 20

Tayang Selasa, 8 Desember 2009 pukul 16:30 WIB di Indosiar

Ratu Maya yang telah berhasil mengecoh orang-orang yang berusaha mengikutinya akhirnya bisa menemui Deok Man. Sambil cemas melihat sekelilingnya, Ratu yang diliputi rasa rindu menanyakan pada Deok Man dimana gadis pembawa belati milik Raja Jinheung. Belum sempat buka mulut, Deok Man terbelalak melihat siapa yang muncul belakangan. Ternyata, Putri Cheon Myeong dan Kim Yu Shin. Sementara itu, Kim Yu Shin berjaga-jaga di luar membiarkan ratu dan putri kembarnya bertemu. Karena ingin segera mengetahui identitas sebenarnya, meski sudah dicegah Deok Man tetap nekat membeberkan siapa pemilik belati Raja Jinheung. Sebelum Deok Man sempat bicara, Putri Cheon Myeong (Park Ye-jin) dengan air mata berlinang mendahului dengan memberitahu Ratu Maya siapa sang Nang Do sebenarnya.

Cheon Myeong: “Ini ibu … Ibu ,,, Deok Man itu… seorang wanita …”

Ratu Maya tampak bingung bagaimana mungkin Deok Man itu seorang wanita sedang yang ia lihat dihadapannya memakai seragam Nang Do.

Cheon Myeong : “Seorang wanita… wanita… anak perempuanmu… dia adalah anak perempuanmu, adik kembarku… adik kembarku yang sudah dibuang dan ditinggalkan saat lahir… adik kembarku… adik kembarku…”

Begitu mendengar kalau Deok Man adalah saudari kembar Putri Cheon Myeong, mata Ratu Maya (Yoon Yoo-sun) langsung membelalak. Ratu Maya menyadari bahwa Cheon Myeong paham betul identitas Deok Man. Deok Man kaget. Dengan gugup, Deok Man terus meminta maaf karena semula menganggap semuanya adalah lelucon Putri Cheon Myeong untuk menghukumnya karena ia tidak mengikuti perintah dan menipu sang putri. Ratu mengkonfirmasi kebenaran informasi bahwa Deok Man adalah wanita dan adik Cheon Myeong. Putri mengangguk dan membenarkan. Cheon Myeong berkata bahwa belati Raja Jinheung dan orang yang menyampaikan petisi, orang yang tumbuh dan berpikir bahwa dayang istana So Hwa adalah ibu kandungnya adalah benar Deok Man. Sekarang Deok Man yang terpana.

Ratu Maya langsung menggenggam tangan Deok Man dengan penuh kerinduan. Deok Man sekarang berada dalam tahap penyangkalan. Deok Man berkata akan berangkat ke kuil Jung Ahn dan pergi meninggalkan mereka. Ratu memanggilnya dan bertanya apa namanya Deok Man, ia ingat ia belum memberi nama pada Deok Man sebelum Deok Man diambil dari tangannya. Deok Man merasa Ratu salah orang. Deok Man langsung menepis tangan Ratu Maya yang memegangnya, dan buru-buru pergi dari tempat itu. Deok Man bertemu Yu Shin yang berdiri di luar namun ia lari melewati Yu Shin. Dibelakangnya, Ratu Maya menangis meraung-raung sambil ditenangkan Putri Cheon Myeong. Sementara itu, Yu Shin mengejar Deok Man. Deok Man masih menyangkal semua yang terjadi. Deok Man merasa ini semua hanya taktik Cheon Myeong karena Cheon Myeong tahu tujuannya ke Gyerim untuk mencari Moon Noh dan mengapa ia tetap menyamar menjadi lelaki dan menjadi Nang Do. Cheon Myeong pasti mempermainkannya. Kim Yu Shin minta maaf kepada Deok Man. Deok Man heran. Yu Shin mengerti perasaan Deok Man tapi ia tidak dapat menolongnya. Yu Shin berkata semua memang tampak seperti omong kosong tapi Deok Man memang benar adik kembar Putri Cheon Myeong. Deok Man hanya dapat duduk dan mulai mencerna semuanya.

Setelah keadaan mulai tenang, Putri Cheon Myeong menemui Deok Man dan menceritakan tentang ramalan kuno kerajaan Shilla dan rencana Mi Shil menggunakan ramalan tersebut untuk menguasai tahta. Penuturan tersebut membuat Deok Man semakin sedih, ia memutuskan untuk pergi sejauh mungkin namun Yu Shin mencegahnya.

Melihat Deok Man histeris, Yu Shin buru-buru memeluk sambil menghiburnya. Setelah Deok Man sedikit tenang, Yu Shin mengajaknya ke tebing dimana ia biasa menenangkan diri. Begitu Yu Shin pergi menjauh, Deok Man melampiaskan beban dihatinya dengan menangis sekencang-kencangnya.

Di istana, Putri Cheon Myeong dan Ratu Maya menyembunyikan apa yang terjadi dari Raja Jinpyeong (Jo Min-ki). Pelan-pelan keduanya mulai bisa mereka-reka apa yang terjadi mulai dari munculnya So Hwa (Seo Young-hee) di istana hingga keterlibatan Chil Sook (Ahn Kil-kang).

Satu-persatu tabir rahasia mulai terungkap, Seol Won (Jun Noh-min) mengutus Seok Bum (Hong Kyung-in) untuk menyelidiki siapa yang berhasil menyusup masuk ke balai pertemuan istana. Begitu ketahuan kalau pelakunya adalah Joo Bang (Lee Moon-shik), anggota klan Kembang Naga itu langsung diciduk dan diinterogasi sambil disiksa.

Tidak tahan disiksa, Joo Bang akhirnya menyebut nama Deok Man. Sebelum dirinya sempat bicara lebih banyak, muncul pasukan pimpinan penasehat Eul Jae (Shin Goo) dan Kim Seo Hyeon (Ju Sung-mo) yang langsung mengambil-alih penyelidikan.

Di puncak tebing air terjun, Putri Cheon Myeong berusaha menghibur Deok Man. Namun, Sang Nang Do memutuskan untuk kembali ke padang pasir karena kehadirannya hanya membuat masalah di Seorabol. Ucapan itu keruan saja membuat Putri Cheon Myeong terpukul, karena ia menganggap Deok Man adalah salah satu pilar kekuatannya.

Sikap Deok Man yang sembrono membuat Yu Shin marah, ia meminta Deok Man untuk bertahan dan menghadapi jalan hidupnya yang baru dengan gagah berani sesuai dengan semangat klan Kembang Naga. Dengan wajah serius Yu Shin menyebut bahwa selama Deok Man tidak pergi, pria itu berjanji bakal membantu Deok Man sekuat tenaga.

Fakta kalau Deok Man berada dibelakang kasus penyusupan di balai pertemuan istana membuat Putri Cheon Myeong dipanggil ke hadapan Raja Jinpyeong dan penasehat Eul Jae. Meski wajahnya pucat, Putri Cheon Myeong mengaku tidak tahu apa-apa.

Saat berada di kediamannya, Putri Cheon Myeong dikejutkan oleh kemunculan mendadak Deok Man. Rupanya, Deok Man memutuskan untuk menuruti permintaan Putri Cheon Myeong untuk tinggal sementara di Gunung Joongak sambil menunggu keadaan tenang.

Eul Jae memerintahkan Al Cheon (Lee Seun-hyo) dan Im Jong (Kang Ji-hoo) untuk meringkus Deok Man. Baru saja keduanya bergerak, tiba-tiba mereka melihat Yu Shin menarik Deokman ke atas kuda. Saat dicegat, Yu Shin malah memacu kudanya sekencang mungkin.

Bisa ditebak, akhirnya terjadi kejar-kejaran antara Yu Shin-Deok Man dan Al Cheon-Im Jong. Di saat yang sama, Chil Sook keluar dari kuil dan membuka perban matanya. Penglihatannya mulai jelas. Tiba-tiba Kim Yu Shin dan Deok Man melintas. Chil Sook sangat terkejut begitu melihat wajah Deok Man yang tidak asing lagi baginya.

Sinopsis The Great Queen Seon Deok Episode 21

Tayang Rabu, 9 Desember 2009 pukul 16:30 WIB di Indosiar

Sambil menajamkan pandangannya, Chil Sook menggumam tidak percaya kalau Deok Man yang dicarinya selama ini ternyata ada di Seorabol.

Memacu kuda sekencang-kencangnya, Yu Shin (Uhm Tae-woong) berhasil lolos dari kejaran Al Cheon (Lee Seung-hyo) dan Im Jong (Kang Ji-hoo). Pulang dengan tangan hampa, Al Cheon memberanikan diri bertanya pada Eul Jae (Shin Goo), namun sang penasehat raja hanya bungkam.

Sadar kalau apa yang dilihatnya sangat penting, Chil Sook (Ahn Kil-kang) langsung melaporkan ke Mi Shil (Go Hyeon-jeong) kalau putri bungsu Raja Jinpyeong (Jo Min-ki) ada di Seorabol.

Chil Sook : “Hal pertama yang kulihat saat penglihatanku pulih adalah putri kembar yang satu lagi. Dia masih hidup dan berada di istana!”

Mi Saeng mengira Chil Sook berhalisinasi. Namun, Chil Sook tetep keukeuh putri kembar yang satu lagi sudah kembali ke istana. Mi Shil seperti disambar petir. Mi Shil ketakutan.

Mi Shil masih mencoba mencerna informasi yang didengarnya. Chil Sook berkata ia melihatnya mengenakan seragam Nang Do, dia mulanya mengira anak itu telah mati ditelan badai pasir, tapi ternyata ia masih hidup. Chil Sook menegaskan dia dapat mengenalinya dan dia yakin itu benar Deok Man.

Mi Shil seperti kena ‘bom atom’ saat mendengar nama Deok Man disebut. Mi Shil langsung meminta semua yang hadir : Se Jong, Seol Won (Jun Noh-min), Mi Saeng (Jung Woong-in), dan Ha Jong (Kim Jung-hyun) untuk tidak bicara sepatah katapun karena dirinya perlu konsentrasi untuk memikirkan langkah selanjutnya.

Chil Sook jadi heran dengan ekspresi semua orang.

Gagal mendapat penjelasan yang memuaskan, Eul Jae (Shin Goo) berusaha mencari tahu tentang apa yang terjadi dengan menginterogasi Joo Bang (Lee Moon-shik) dan Go Do (Ryu Dam). Begitu melihat So Hwa, yang meski masih belum bisa bicara namun ekspresinya sangat kentara begitu nama Deok Man disebut, Eul Jae langsung bisa menebak apa yang terjadi.

Berhasil menghentikan kurir yang dikirim oleh Yu Shin, Eul Jae harus berhadapan dengan Putri Cheon Myeong (Park Ye-jin), yang marah besar saat tahu sang penasehat berusaha mencelakai Deok Man.

Dengan wajah serius, Eul Jae menyebut bahwa apa yang dilakukannya adalah demi mempertahankan kekuasaan Raja Jinpyeong. Siapa sangka, ucapannya soal identitas Deok Man yang sebenarnya terdengar oleh sang raja, yang kebetulan datang ke kediaman Putri Cheon Myeong. Bisa dibayangkan, bagaimana marah dan kagetnya Raja Jinpyeong.

Begitu mendengar kalau So Hwa ditahan di bagian interogasi yang dikuasai Eul Jae, Mi Shil memerintahkan Seol Won untuk mengambil paksa sang dayang istana dengan cara apapun. Tidak cuma itu, ia juga meminta seluruh jajarannya untuk mengawasi tindak-tanduk pihak yang dekat dengan Deok Man untuk mengetahui keberadaan Sang Nang Do.

Sadar kalau pihak yang mengincar Deok Man adalah suruhan Eul Jae, yang bertindak tanpa persetujuan Raja Jinpyeong, Yu Shin mengutus anak buahnya Dae Pung (Park Young-seo) untuk meminta bantuan Kim Seo Hyeon (Ju Sung-mo).

Siapa sangka, tak lama kemudian Kim Seo Hyeon dikunjungi oleh Eul Jae yang meminta dua hal pada sang ipar raja : membawa pulang kepala Deok Man. Sebagai imbalannya, Yu Shin bakal dinikahkan dengan Putri Cheon Myeong yang memang memerlukan pendamping.

Perseteruan antara kubu Seol Won dan Eul Jae tidak bisa dihindari ketika balai interogasi diserbu dan So Hwa bersama Joo Bang-Go Do diambil paksa. Dengan santai, Seol Won menyebut So Hwa sebagai wanita yang dicurigai sebagai mata-mata kerajaan Baekje sehingga Eul Jae tidak bisa berbuat apa-apa.

Dalam pelarian, Yu Shin dan Deok Man (Lee Yo-won) yang tengah bersembunyi di sebuah gua bertemu dengan seorang pria eksentrik. Pria tersebut, yang bernama Bi Dam (Kim Nam-gil), ternyata mendapat tugas dari gurunya untuk mencari tanaman jahe liar untuk mengobati penduduk dari wabah yang tengah melanda.

Perkenalan Yu Shin dan Bi Dam dimulai ketika Sang Hwarang yang kelaparan meminta sepotong ayam bagi dirinya dan Deok Man. Sebagai imbalannya, Bi Dam meminta ikat kepala Yu Shin yang berfungsi sebagai tanda pengenal klan Kembang Naga.

Setelah membawa Deok Man ke tempat yang aman, Yu Shin menemui ayahnya Kim Seo Hyeon. Siapa sangka, sang ayah tengah bersiap untuk menuruti perintah Eul Jae untuk membunuh Deok Man. Sadar kalau nyawa Deok Man dalam bahaya, Yu Shin langsung pergi.

Dugaannya benar, gubuk Deok Man telah dikepung oleh segerombolan pria berpakaian sipil. Siapa sangka saat keadaan semakin genting, muncul Bi Dam yang ternyata lebih dari sekedar pria biasa. Seseorang maju duel dengan Bi Dam dan berakhir menjadi daging cincang di tangan Bi Dam. Kemudian Bi Dam menyerang pasukan Kim Seo Hyeon dengan ilmu pedang yang cepat dan keren. Bi Dam menyerang tanpa ampun. Bi Dam berkata ia akan membunuh mereka semua. Bi Dam membuat Deok Man terpana.

Sinopsis The Great Queen Seon Deok Episode 22

Tayang Kamis, 10 Desember 2009 pukul 16:30 WIB di Indosiar

Meski dikeroyok banyak orang, para prajurit yang berpakaian sipil ternyata bukan tandingan Bi Dam.

Dengan wajah penuh darah, Bi Dam (Kim Nam-gil) tersenyum sinis melihat musuhnya lari terbirit-birit. Sikapnya yang tidak bisa ditebak membuat Yu Shin (Uhm Tae-woong) yang baru tiba salah sangka, keduanya nyaris terlibat pertarungan kalau saja Deok Man (Lee Yo-won) tidak melerai.

Setelah menyerahkan baju tempurnya, sebagai ganti ikat kepala yang digunakan untuk membayar makanan, Yu Shin bergegas mengajak Deok Man meninggalkan gubuk persembunyian. Namun, keduanya tidak sadar kalau mata-mata Kim Seo Hyeon (Ju Sung-mo) terus menguntit dan mengabarkan perkembangan yang terjadi pada sang majikan.

Begitu sampai di desa, Yu Shin melihat sekelompok hwarang tengah sibuk dan sadar bahwa Mi Shil juga tengah mengincar Deok Man. Karena hampir semua jalan keluar diblokir, satu-satunya kesempatan bagi mereka adalah pergi ke desa Yangji yang tengah dilanda wabah misterius.

Kedatangan Yu Shin dan Deok Man di desa Yangji bertepatan dengan saat Bi Dam (Kim Nam-gil) tengah dimarahi oleh gurunya, yang rupanya sudah hapal dengan watak muridnya yang tidak pernah melakukan segala sesuatu tanpa pamrih.

Penuturan Deok Man dan Yu Shin yang membenarkan penjelasan Bi Dam membuat pria setengah baya yang ternyata adalah Moon Noh (Jung Ho-bin) tersebut akhirnya mengalah, namun ia tetap memerintahkan sang murid untuk mencari bahan obat-obatan sebelum semuanya terlambat. Tidak cuma itu, Moon Moh juga meminta Yu Shin dan Deok Man untuk meninggalkan desa Yangji.

Saat tengah mencari akar jahe liar, sosok Bi Dam terlihat oleh Seol Won (Jun Noh-min). Dengan iming-iming memberi apa yang dicari Bi Dam, Seol Won mengajukan satu syarat : pria berpenampilan seperti gelandangan itu harus menyerahkan Deok Man sebagai imbalannya.

Memutuskan untuk tinggal membantu Moon Noh, tanpa tahu siapa pria itu sebenarnya, Yu Shin dijebak oleh Bi Dam hingga terkurung di kandang yang sempit. Tidak memperdulikan teriakan penuh amarah dari pria itu, Bi Dam mengikat Deok Man yang rencananya bakal diserahkan ke Seol Won.

Dengan wajah dingin, Bi Bam menyebut bahwa Deok Man bakal menyelamatkan ratusan orang yang tengah terjangkit penyakit. Ucapan itu membuat mental Deok Man semakin ambruk, ia sadar bahwa bila dirinya sudah tidak ada, keadaan akan lebih baik bagi semua orang.

Di Seorabol, kabar ditangkapnya Deok Man membuat kubu Mi Shil begitu gembira. Saat tinggal sendiri, Mi Shil (Go Hyeon-jeong) diingatkan oleh Pendeta Seo Ri (Song Ok-sook) tentang ramalan bintang biduk. Dengan senyum sinis, Mi Shil menyebut tidak percaya akan segala bentuk ramalan.

Pergolakan politik istana makin panas setelah Se Jong menggelar rapat kabinet darurat. Seperti yang bisa ditebak, rapat tersebut membahas soal putri kembar Raja Jinpyeong (Jo Min-ki). Tidak sekedar asal bicara, Se Jong menghadirkan bukti hidup berupa Chil Sook (Ahn Kil-kang). Setelah pengambilan suara yang dimenangi kubu Se Jong, Chil Sook akhirnya menuturkan semua yang dialaminya selama 20 tahun.

Setelah hari berganti, Bi Dam menggiring Deok Man ke tempat dimana ia berjanji bakal bertemu Seol Won. Di perjalanan, Bi Dam baru sadar kalau sang tawanan selama diikat menggenggam belati Raja Jinheung. Sudah tentu ia heran, pasalnya dengan belati tersebut Deokman bisa meloloskan diri namun hal itu tidak dilakukan.

Rupanya Deok Man punya rencana lain, ia berhasil meyakinkan Bi Dam untuk membiarkan dirinya memegang belati Raja Jinheung. Sesuai perjanjian, Bi Dam akhirnya menyerahkan Deok Man ke tangan Seol Won dengan imbalan beberapa peti akar jahe liar. Namun sepanjang perjalanan pulang, pikiran Bi Dam melayang pada sikap aneh Deok Man yang seolah pasrah.

Begitu menceritakan apa yang terjadi pada sang guru, Moon Noh langsung marah besar dan membentak Bi Dam sambil menyebut kalau nyawa manusia terlalu berharga untuk ditukar dengan apapun termasuk nyawa manusia lain. Ketika sibuk membantah, Bi Dam tiba-tiba teringat sesuatu dan langsung berpamitan untuk mengejar rombongan yang menahan Deok Man.

Usaha Deok Man untuk bunuh diri dengan menggunakan pisau Raja Jinheung gagal, namun tiba-tiba muncul Bi Dam. Menyebut telah berubah pikiran dan bakal membebaskan Deok Man, ucapan Bi Dam langsung ditertawakan oleh Bo Jong (Baek Do-bin) dan Seok Bum (Hong Kyung-in).

Hanya meringis karena diremehkan, Bi Dam langsung menghunus pedangnya dengan satu gerakan cepat. Dikeroyok oleh belasan orang berkemampuan tinggi, tiba-tiba dari belakang muncul Yu Shin yang berhasil membebaskan diri. Kini, semuanya tergantung Yu Shin dan Bi Dam untuk menolong Deok Man.

Sinopsis The Great Queen Seon Deok Episode 23

Tayang Jumat, 11 Desember 2009 pukul 16:00 WIB di Indosiar

sinopsis episode 23 karya Tirza/DeokMan bisa dilihat di halaman 17 thread QSD klik https://pangeran229.wordpress.com/2009/11/19/qsd/comment-page-17/#comment-58789

Kehadiran Yu Shin di medan laga tidak cuma mengejutkan Deok Man, melainkan juga Bi Dam. Berbeda dengan Yu Shin (Uhm Tae-woong) yang hanya bersenjatakan tongkat kayu, Bi Dam (Kim Nam-gil) dengan pedangnya tidak segan-segan membunuh lawan-lawannya. Namun yang paling membuat Seol Won (Jun Noh-min) kaget, Bi Dam memiliki jurus yang sama persis dengan Moon Noh (Jung Ho-bin).

Meremehkan Yu Shin yang saat remaja sering dikalahkan, Seok Bum (Hong Kyung-in) dan belakangan Bo Jong (Baek Do-bin) ternyata mampu dikalahkan oleh sang yunior. Begitu ada kesempaan, Bi Dam langsung mengajak Yu Shin dan Deok Man (Lee Yo-won) untuk melarikan diri.

Berhasil lolos setelah melompat ke dalam air terjun, Yu Shin sangat kecewa saat Bi Dam memberitahunya kalau Deok Man berniat bunuh diri. Namun saat ditegur, Deok Man dengan marah menyebut sudah tidak ada lagi jalan keluar dari masalah yang dihadapinya. Siapa sangka, Yu Shin menyebut bahwa ia siap pergi sejauh mungkin dari Shilla dan meninggalkan semuanya demi Deok Man.

Ditemani oleh Al Cheon (Lee Seung-hyo), Putri Cheon Myeong (Park Ye-jin) menyusul Kim Seo Hyeon (Ju Sung-mo) ke desa Gunmak. Begitu bertemu muka, ia langsung bisa menebak kalau ayah Yu Shin itu sudah bekerja sama dengan Eul Jae (Shin Goo). Dengan marah, ia meminta Kim Seo Hyeon mengubah perintahnya supaya Deok Man bisa ditemukan dengan selamat.

Gagalnya penangkapan Deok Man membuat kubu Mi Shil (Go Hyeon-jeong) berang, namun wanita itu tetap ngotot supaya putri bungsu Raja Jinpyeong (Jo Min-ki) itu ditangkap dalam keadaan hidup. Oleh Pendeta Seo Ri (Song Ok-sook), Mi Shil kembali diingatkan bahwa ramalan bintang menunjukkan bahwa kehadiran dua putri kembar hanya akan membuatnya berada dalam kesulitan.

Untuk kesekian kalinya peringatan itu diabaikan oleh Mi Shil, sehingga Seo Ri memutuskan untuk bicara dengan Mi Saeng (Jung Wong-in). Begitu mendengar kalau kehadiran putri kembar bakal mengancam Mi Shil, Mi Saeng mengutus salah seorang putranya Dae Nam Bo (Ryu Sang-wook) untuk menghabisi Deok Man.

Saat tengah melacak keberadaan Deok Man, secara tidak sengaja Al Cheon melihat gerak-gerik seorang wanita yang mencurigakan. Saat diikuti, wanita tersebut secara tidak sengaja mempertemukannya dengan Bi Dam dan salah seorang penduduk desa.

Begitu ditodong pedang, Bid Dm langsung teringat oleh peringatan Yu Shin tentang warna ikat kepala hwarang yang harus dihindari. Mendengar Al Cheon menyebut dirinya rekan Yu Shin, ditambah kemunculan Guk San Heun (Jun Young-bin) dan Dae Pung (Park Young-seo) yang memakai kostum klan Kembang Naga, ia memutuskan membawa mereka ke tempat persembunyian.

Siapa sangka di tengah jalan Bi Dam berubah pikiran, dengan satu gerakan cepat ia merebut dan menghunuskan pedang ke arah Guk San Heun dan Dae Pung. Suara adu mulut antara Bi Dam dan Putri Cheon Myeong terdengar oleh Deok Man dan Yu Shin, yang langsung keluar dari persembunyiannya.

Di gubuk terpencil, Putri Cheon Myeong dengan sedih meminta Deokman untuk pergi sejauh mungkin dari Seorabol sambil minta maaf karena dirinya dan keluarga raja tidak mampu melindungi gadis malang itu. Sebelum pergi, Deok Man diminta untuk mengganti pakaiannya dengan gaun yang sama persis dengan yang dikenakan Putri Cheon Myeong.

Begitu Deok Man muncul, Putri Cheon Myeong langsung meneteskan air mata terharu. Sambil menyisir rambut Deok Man, sang putri berpesan supaya adiknya bisa hidup bahagia bersama Yu Shin. Deok Man hanya tersenyum tipis saat Putri Cheon Myeong meminta dirinya memanggil kakak, dan menyebut bakal menggunakan panggilan itu bila keduanya bertemu lagi.

Sementara itu, Guk San Heun dan Dae Pung terus mengamati gerak-gerik pasukan Seol Won dan melaporkannya pada Al Cheon. Keduanya tidak sadar kalau mereka diikuti oleh Dae Nam Bo, yang tanpa sepengetahuan atasannya mengemban misi rahasia dari Mi Saeng. Tidak ada yang sadar bahwa aksinya bakal mengubah sejarah.

Kredit Title dan Ucapan Terimakasih kepada:

%d blogger menyukai ini: