Beranda > THREAD > Film (MESTAKUNG) Semesta Mendukung

Film (MESTAKUNG) Semesta Mendukung


Production Notes
Judul Film : Semesta Mendukung

Tim Produksi

Eksekutif Produser

:

Haidar Bagir

:

HB Naveen

Produser

:

Putut Widjanarko

Co Producers

:

Gangsar Sukrisno

:

Avesina Soebli

Producer Assistance

:

Diana Caroline

Produser Pelaksana

:

Heru Effendi

Sutradara

:

John De Rantau

Penulis Skenario

:

Hendrawan Wahyudianto

:

John De Rantau

Penata Kamera

:

German G Mintapradja

Penata Artistik

:

Frans Paat

Musik

:

Thoersi Argeswara

Penata Suara

:

Yarri B.S

:

Satrio Budiono

Make Up & Wardrobe

:

Zaenal Zein

Casting

:

Bowie Budianto

Penyunting Gambar

:

Andhy Pulung

Pemain SEMESTA MENDUKUNG

Sayev Muhammad Billah sebagai Arif
Lukman Sardi sebagai Muslat
Revalina S. Temat sebagai Ibu Tari
Ferry Salim sebagai Pak Tio
Sujiwo Tejo sebagai Cak Alul
Zawawi imron sebagai Pak Nurdin 
Indro Warkop sebagai Cak Kumis 
Febby Febiola sebagai Mbak Desi 
Helmalia Putri sebagai Salmah
Dinda Hauw sebagai Clara 
Angga Putra sebagai Thamrin
Rangga Raditya sebagai Bima
Rendy Ahmad sebagai Erwi
Omeyga Rossye sebagai Anna
Sheina Abdatsebagai Cut Mutia

Sinopsis Film Semesta Mendukung

Sebuah film yang menggambarkan kuatnya tentang persahabatan, kecintaan pada sains, dan arti kasih ibu

Film ini terinspirasi dari kisah-kisah kegemilangan putra-putri Indonesia mengangkat nama bangsa Indonesia di kancah dunia internasional lewat pelbagai olimpiada sains.

Muhammad Arief (Sayef Muhammad Billah), anak dari sebuah keluarga miskin dari Sumenep, Madura, sangat menggemari sains, khususnya fisika. Meski tinggal jauh dari kota besar dan bersekolah dengan fasilitas yang serbaminim, Arief tetap menekuni  fisika

Arief tinggal bersama ayahnya, Muslat (Lukman Sardi), mantan petani garam yang beralih profesi menjadi sopir truk serabutan karena ladang garam sedang dilanda paceklik. Lantaran kondisi ekonomi  keluarga yang serba kekurangan itu, ibu Arief, Salmah (Helmalia Putri), terpaksa bekerja sebagai TKW di Singapura.  Setelah bertahun-tahun  belum juga kembali, dan tidak pernah memberi kabar,  Arief sangat merindukannya. Arief bekerja di bengkel sepulang sekolah dengan cita-cita mengumpulkan uang untuk mencari ibunya. Arief akan dibantu oleh Cak Alul (Sudjiwo Tedjo)

Ibu Tari Hayat (Revalina S. Temat), seorang guru fisika,  melihat bakat besar yang dimiliki Arief. Berkat dorongan Ibu Tari, Arief ikut seleksi olimpiade sains yang akan diadakan di Singapura. Namun, sesungguhnya Arief memiliki agenda tersembunyi: menemukan ibunya di sana

Seleksi dilakukan oleh Pak Tio Yohanes (Ferry Salim) di Jakarta, yang dibantu oleh Deborah Sinaga (Febby Febiola). Para peserta bersaing untuk lolos, sekaligus menjalin persahabatan. Arief menjalin persahabatan dengan Muhammad Thamrin (Angga Putra), dan Clara Annabela (Dinda Hauw). Akankah Arief berhasil lolos seleksi dan ikut olimpiade fisika dunia? Dan apakah Arief menemukan ibunya kembali?

Kategori:THREAD
  1. "tzz"
    Senin, 5 Desember 2011 pukul 13:46

    PAGE 3 ditutup

  2. "tzz"
    Senin, 5 Desember 2011 pukul 13:46

    PAGE 4

Comment pages
  1. No trackbacks yet.

Weblog ini dikunjungi ribuan orang tiap harinya. Kunjungi terus laman Thread ini. Berikan kritik, saran, dan/atau tanggapanmu di kolom komentar. Komentar yang muncul dibagi halaman per halaman. Klik Comment pages Sebelumnya atau Berikutnya. Yang muncul default adalah komen terbaru :-)

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: