Arsip

Archive for Senin, 23 Januari 2012

SOPA & PIPA

Senin, 23 Januari 2012 9 komentar

SOPA & PIPA

Sebelumnya saya akan memberitahu terlebih dahulu kepada teman-teman semua, tentang apa itu SOPA dan PIPA. SOPA yaitu singkatan dari Stop Online Piracy Act dan PIPA yaitu Protect IP Act merupakan undang-undang yang diajukan tahun lalu oleh senator dan pejabat tinggi AS dengan tujuan untuk melindungi hak cipta materi internet seperti video, musik, software dan semua barang digital dari pembajakan. SOPA dan PIPA mengatur bagaimana dunia maya seharusnya menurut mereka, dan tentunya penggunanya. Namun, undang-undang ini tidak sesederhana itu, banyak hal dari undang-undang ini akan mengubah cara kerja internet saat ini.

Penyedia layanan internet populer, mulai dari Google hingga Wikipedia, menolak rancangan undang-undang anti-pembajakan online di AS. Undang-undang yang dimaksud ada dua, Stop Online Piracy Act (SOPA) dan Protect IP Act (PIPA). Keduanya masih dalam proses legislasi. Tanpa terlalu jauh membahas detail perundangannya, SOPA dan PIPA agaknya tak hanya berdampak pada situs AS. Justru, target dari RUU tersebut adalah situs yang berada di luar AS. Lewat RUU tersebut, nantinya situs di luar AS yang dianggap melanggar hak cipta bisa diblokir sepihak.

Rancangan undang-undang tersebut, jika diterapkan secara hukum, akan memperluas kemampuan penegakan hukum Amerika Serikat. Lalu apa dampaknya? Tentu sangat banyak. Salah satunya adalah pengguna internet, tidak akan lagi bisa melakukan kegiatan mengunduh maupun mengunggah tanpa adanya lisensi hak cipta.

Apa yang menjadi dasar perintah utama undang-undang SOPA dan PIPA ini ?
  • Pemerintah AS dan organisasi perusahaan pemilik hak cipta dapat meminta penyedia layanan internet (ISP) untuk memblokir akses ke situs web yang dianggap sebagai penyedia tempat pelanggaran hak cipta. Teknisnya, yaitu memerintahkan ISP untuk mengubah server DNS mereka (baca: mem-block) dari membaca nama domain suatu situs di negara luar AS yang menyimpan konten ilegal seperti video, lagu, atau photo / gambar.
  • Pemerintah AS dan organisasi perusahaan pemilik hak cipta dapat mengambil tindakan hukum untuk menggugat mesin pencari, situs blog, direktori, atau situs secara umum yang memiliki situs-situs blacklist untuk dihapus dari situs web mereka. Teknisnya, yaitu memerintahkan situs pencari seperti Google atau lainnya untuk mengubah query pencariannya dengan mengecualikan situs yang menyimpan konten ilegal. Jadi, jika Anda mencari di situs pencari, situs ini tidak akan ditemukan. Prakteknya mirip dengan di Cina. Bila ada netter mengetik ‘Tibet’ atau ‘Tianamen’ di negeri tirai bambu itu dipastikan tak ditemukan hasil pencarian di Google. Begitu pula yang terjadi bila RUU disahkan di AS. Pengguna internet yang mengetik ‘Iwan Yuliyanto download gratis’ misal, bakal kecewa karena tiada hasil yang didapat, meskipun berkali – kali mencarinya.
  • Jaksa Agung AS dapat membawa kasus ke pengadilan yang akan memaksa mesin pencari, pengiklan, penyedia DNS, server, dan prosesor pembayaran dari memiliki kontak apapun dengan situs yang diduga melanggar. Teknisnya, yaitu memerintahkan layanan iklan seperti Google Adsense untuk menolak iklan atau pembayaran dari situs luar AS yang menyimpan konten ilegal. Prosesor pembayaran dapat memutuskan hubungan kerjasama dengan situs, bila mereka memberikan alasan kuat bahwa situs tersebut melanggar hak cipta. Teknisnya, yaitu memerintahkan layanan pembayaran online seperti Amazon, dsb untuk mematikan akun dari situs luar AS yang menyimpan konten ilegal.
  • RUU juga berpotensi memberi ancaman lebih dari itu karena definisi situs pembajak yang diusung SOPA dianggap terlalu luas. SOPA tak hanya mengancam situs-situs underground yang menyediakan lagu atau film gratis, namun juga situs yang dianggap dan dicurigai ‘mempermudah atau memfasilitasi’ materi bajakan bisa ikut disikat.

Apakah ini akan berdampak ke seluruh dunia, termasuk Indonesia ?

Tentu saja, dengan undang-undang tersebut, maka pemerintah AS berhak menuntut situs untuk menghapus konten-konten yang menurut mereka ilegal atau situs tersebut akan diblok (melalui ISP setempat), sehingga pengguna tidak bisa membuka lagi situs kesayangannya. Secara garis besar, SOPA dan PIPA jika disetujui hanya akan berlaku di AS dan tidak di negara lain. TETAPI, jika ada yang menggunakan server-server di Amerika Serikat untuk hosting website, tentunya konten-konten website tersebut akan masuk ke dalam juridiksi hukum di sana. Memang secara langsung, SOPA dan PIPA ini tidak mempengaruhi jaringan internet di Indonesia. Namun, bisa dibayangkan untuk kita yang sehari-hari menggunakan service-service sosial media seperti Multiply, Facebook, Google, Twitter, YouTube, dan lain-lain; kebanyakan website-website ini akan menjadi target sasaran dari SOPA dan PIPA. Penggunaan internet bisa dipastikan akan berubah jika SOPA dan PIPA diluluskan.
Sederhananya, karena memang nyatanya di internet banyak situs (di luar AS) yang menyimpan konten-konten, parlemen AS mencari cara agar bisa melarang keberadaan situs semacam itu dan mengekang apa yang disebut kebebasan internet, karena sebenarnya SOPA dan PIPA bisa berdampak lebih luas dari sekedar pelarangan konten-konten. Teknisnya, apabila situs tersebut di luar Amerika, maka penyedia jasa layanan internet (ISP) diwajibkan memblokir akses ke situs tersebut.
Apa saja kendala yang dihadapi para penentang RUU SOPA dan PIPA ini ?
Pada Desember 2011 lalu, koalisi anti-SOPA memasang iklan satu halaman penuh di hampir semua media massa nasional. Tak tanggung-tanggung, Google bahkan menyewa 15 firma pelobi untuk menghadang paket RUU itu agar tidak sampai disahkan. Namun, musuh yang dihadapi anti-SOPA itu tidak enteng, mereka lawan sekaliber. Maklum industri musik, film dan kamar dagang Amerika berada dibalik RUU tersebut. Salah satunya Asosiasi Distributor Film Amerika (MPPAA) organisasi yang membawahi nama beken seperti Universal Pictures, Sony, Warner Bros dan 20th Century Fox. MPPA selama ini dikenal getol menarget situs luar agar tak bisa diakses warga AS dan dipandang sebagai pihak selalu kalah bila berhadapan pembajak asing.
Hampir semua media massa mengecam dan mengkritik RUU itu dalam editorialnya, seperti TechDirt. Tak ketinggalan situs-situs teknologi juga ikut menyuarakan tentangan keras. Gerakan anti-SOPA memang kuat, tapi mereka di luar Kongres. Sedangkan dalam Kongres dukungan terhadap paket yang terdiri dari dua RUU itu juga sangat serius. Pertempuran dua kubu pro dan anti RUU bisa jadi dimenangkan kubu yang pro (karena didukung pemodal raksasa).
Lantas, apa yang bisa kita lakukan ?

Tetaplah Optimis dan Semangat, kawan. Bila Anda masih menginginkan kebebasan, Anda PATUT mendukung sebuah PETISI yang telah dibuat.


Kategori:THREAD

Sinetron “Si Miskin dan Si Kaya” di MNC TV

Senin, 23 Januari 2012 282 komentar

TAMAT

Video Episode 1 [Page 2] | SINOPSIS EPISODE 30 [page 9]

Inilah Casts / Para Pemain Sinetron “Si Miskin dan Si Kaya”

  • Randy Pangalila sebagai Galang & Gilang
  • Rachel Amanda sebagai Aisyah
  • Rama Michael sebagai Rohman
  • Donny Michael sebagai Gery
  • Marsha Aruan sebagai Fatimah
  • Tabah Penemuan sebagai Rozak
  • Mediana Hutomo sebagai Saroh
  • Ray Rendy sebagai Rohim
  • Fita Anggriani I. sebagai Silvy
  • Dewi Affandi sebagai Martha
  • Fadli sebagai Reno
  • Addy Irwandy sebagai Rendy
  • Nenny Triana sebagai Nek Tanti
  • Lulu Kurnia sebagai Risna
  • Fuad Zulkarnain sebagai Naryo
  • Tubagus Indra
  • Bahar

Lagu Tema / Judul Soundtrack : Karena Dia
Penyanyi : Randy Pangalila
Cerita & Skenario : Aura Fatima
Sutradara : Opung & Latief Raden
Produser : Manoj – Dhamoo Punjabi
Produksi : MD Entertainment © 2012
Periode Tayang : Mulai 23 Januari 2012 sampai 6 April 2012
Jadwal Tayang : Setiap Hari Senin s/d Minggu pukul 21:00 WIB

Jumlah Episode : 59 Episode

OPENING

Sinopsis Global
Sebuah potret warga jakarta yang memiliki 2 sisi kehidupan strata sosial, yakni sisi kesederhanaan atau kemiskinan dan sisi hedonisme atau kekayaan. Dikisahkan satu keluarga sederhana dan religius yang memiliki kekhasan dan kelucuan masing masing, keluarga Rozak dan Saroh namanya. Meski terbilang keluarga miskin, namun Rozak dan Saroh tidak pernah pelit, jika ada tamu yang datang, keluarga Rozak selalu menyuguhkan makanan dan minuman yang di minta oleh tamunya walaupun makanan tersebut terbilang mahal. Rozak memiliki 4 orang anak, yakni Rohman bekerja sebagai Office Boy di kantor Reno yang kemudian dikenal sebagai anak dari nek Tanti, seorang nenek kaya raya namun tidak bahagia dikarenakan sifat anak dan cucunya yang hedonisme. Lalu Rohim bekerja sebagai satpam yang terkenal jujur, Aisyah sebagai tukang parkir yang tomboy tetapi rajin untuk sholat tepat waktu dan Fatimah baru lulus SMA. Rozak baru saja di pecat namun meski di pecat Rozak sangat lapang dada. Begitu juga dengan Rohman yang mendapat pemecatan dadakan. Sementara itu, Aisyah yang menjadi tukang parkir non-resmi membuatnya kerap mendapat gangguan dari preman yang punya wilayah parkiran. Beruntung Aisyah bukan gadis yang cengeng sehingga tidak pernah takut menghadapi gangguan preman-preman. Di tempat parkir itu Aisyah ditaksir oleh Naryo yang berprofesi sebagai pengamen.
Naryo duet mengamen dengan Galang. Suatu hari tanda tanya Aisyah menguak saat ketemu dengan sosok Gilang yang berasal dari keluarga nek Tanti. Potret kedua yakni menggambarkan sebuah keluarga kaya yang “dipimpin” oleh nek Tanti, yakni seorang nenek yang tidak bahagia dan sangat kesepian sehingga membuatnya sempat ingin bunuh diri. Suatu saat pertemuan nek Tanti dengan Aisyah dan keluarganya mampu mengubah semua niat jelek dan pandangan hidup nek Tanti. Di sinilah awal cerita yang mempertemukan keluarga miskin dan keluarga kaya sehingga menjadi cerita-cerita lucu, segar dan bernuansa religi yang di contohkan oleh keluarga Aisyah. Sebuah kehebohan dan kekonyolan pun terjadi pada keluarga miskin dan keluarga kaya secara bersamaan, yakni ketika nek tanti menjatuhkan harta warisan yang sudah lama di idam idamkan oleh anak cucunya.

MULAI 4 MARET 2012 TAYANG SETIAP HARI SENIN s/d MINGGU

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 62.375 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: