Beranda > INDONESIA, SINETRON, THREAD > RCTI Sinetron TBNH a.k.a Tukang Bubur Naik Haji: The Series

RCTI Sinetron TBNH a.k.a Tukang Bubur Naik Haji: The Series


RCTI Sinetron TBNH Tukang Bubur Naik Haji: The Series

RCTI Sinetron
TBNH
Tukang Bubur Naik Haji: The Series

Plot Outline Ada tokoh Bang Sulam (Mat Solar), yang penyabar, selalu tersenyum, ia memiliki usaha bubur ayam. Berkat ketekunan dan keikhlasannya, akhirnya ia bisa naik haji dan memperbesar usaha bubur ayamnya. Bang Sulam tinggal bersama Rodiah (Uci Bing Slamet) istrinya, dan Emak (Nani Wijaya).Tetangga Bang Sulam, H. Muhidin (Latief Sitepu) dan Hj. Maemunah (Shinta Muin), entah mengapa selalu memusuhi keluarganya. Bahkan anak mereka, Romunah (Citra Kirana) dilarang berhubungan dengan Robby (Andi Arsyil), adik Bang Sulam. Fitnah-fitnah tentang keluarga Bang Sulam pun berdatangan.Bagaimanakah keluarga Bang Sulam menyikapi segala nikmat dan cobaan yang ia dan keluarga hadapi sehari-hari?

Schedule Setiap Hari pukul 20:00 WIB di RCTI Ok

Starring Mat Solar, Nani Wijaya, Uci Bing Slamet, Latief Sitepu, Citra Kirana dan masih banyak lainnya.

Directed By H. Uci Supra

Written By H. Imam Tantowi

CREDIT TO : FACEBOOK /TWITTER/ TABLOID BINTANG

Iklan
  1. wilu
    Kamis, 6 Juni 2013 pukul 21:41

    boleh tau agama juan apa yah?

  2. raka
    Kamis, 18 Juli 2013 pukul 18:39

    hj sulam mane ,, kok kgk nongol nye

  3. Senin, 22 Juli 2013 pukul 20:29

    ya ampun.. mending peran Hj Toha, Soimah, mak Enok dimusnahkan ajalah…. males banget liatnya. Tadinya Hj. Muhidin udah lumayan baik. jd berubah lg…. gara2 di pengaruhin si Toha….

  4. abi
    Rabu, 5 Februari 2014 pukul 21:14

    kecewa sama harry tanoe menghalalkan segala cara buat pencitraan.
    tercorenglah citra TBNH yng sudah pecah rekor +1000 episode… fyuhhh….

    “Tukang Bubur Naik Haji: The Series”
    Ditegur KPI

    Rabu, 5 Pebruari 2014 16:42:49 |
    Panditio Rayendra
    Harry Tanoesoedibjo dan Wiranto di
    TBNH: The Series. (dok.istimewa)
    SINETRON Indonesia berepisode
    terpanjang, Tukang Bubur Naik Haji
    (TBNH): The Series (RCTI), mendapat
    teguran tertulis dari Komisi Penyiaran
    Indonesia (KPI) Pusat.
    KPI menganggap terdapat pelanggaran
    pada TBNH tayangan Sabtu 1 Februari
    2014. Episode tersebut menampilan
    Wiranto dan Hary Tanoesoedibjo yang
    merupakan capres dan cawapres yang
    telah dideklarasikan partai Hanura.
    “KPI menilai bahwa program siaran
    tersebut telah dimanfaatkan untuk
    kepentingan pribadi pemilik lembaga
    penyiaran bersangkutan dan/atau
    kelompoknya. Jenis Pelanggaran ini
    dikategorikan sebagai pelanggaran
    atas perlindungan kepentingan publik,”
    bunyi Teguran Tertulis KPI tertanggal
    4 Februari 2014.
    KPI juga menjabarkan pemunculan
    Win HT dalam sinetron produksi
    SinemArt dalam deskripsi
    pelanggaran, sebagai berikut:
    Wiranto dan Hary Tanoesoedibjo
    (WIN-HT), keduanya datang dengan
    sepeda motor dan menyapa warga
    kampung duku yang sedang
    bergotong-royong. “Saya ini Pak Win
    HT. Pak Wiranto dan Pak Hary Tanoe,
    yang biasa keliling-keliling begini
    melihat keadaan rakyat. Kalau kita
    diatas terus, gak lihat keadaan rakyat
    sesungguhnya bagaimana” ujar
    Wiranto. Kemudian dilanjutkan dengan
    ucapan Hary Tanoesoedibjo, “Kita
    baru saja ada bakti sosial juga,
    memberikan pelayanan kesehatan,
    korban banjir, jadi keliling-keliling
    terus.”
    KPI Pusat memutuskan adegan
    tersebut melanggar Pedoman Perilaku
    Penyiaran Komisi Penyiaran Indonesia
    Tahun 2012 Pasal 11 dan Standar
    Program Siaran Komisi Penyiaran
    Indonesia Tahun 2012 Pasal 11 ayat
    (1) dan ayat (2).

    BY : tabloidbintang.

  5. mia mayesta
    Kamis, 24 April 2014 pukul 21:07

    Sebenarnya saya suka sinetron ini. Tapi semenjak saya tahu bahwa ada orang lain yg dijadikan objek cerita. Saya jadi malas menonton sinetron ini. Saya sedih, karena mereka tidak memikirkan perasaan orang yang dijadikan objek crt. “Bahagia diatas penderitaan orang lain” saya mohon maaf yang sebesar-besar telah berbuat salah

Comment pages
1 5 6 7
  1. No trackbacks yet.

Weblog ini dikunjungi ribuan orang tiap harinya. Kunjungi terus laman Thread ini. Berikan kritik, saran, dan/atau tanggapanmu di kolom komentar. Komentar yang muncul dibagi halaman per halaman. Klik Comment pages Sebelumnya atau Berikutnya. Yang muncul default adalah komen terbaru :-)

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: