Beranda > SINETRON > Sinopsis Sinetron Cansu dan Hazal Episode 55 di ANTV

Sinopsis Sinetron Cansu dan Hazal Episode 55 di ANTV

Selasa, 3 November 2015

Ibu Dilara pulang ke kediamannya, ia terlihat sangat kesal. Ia lalu menemui Kakek Rahmi di ruang keluarga. Ibu Dilara menceritakan apa yang baru saja dilihatnya di rumah Tante Candan bahwa Ayah Ozkan bersama Tante Candan. Kakek Rahmi terkejut mendengarnya. Tiba-tiba Kakek Rahmi menerima sebuah panggilan di ponselnya, ia mendapat kabar bahwa Paman Yildirim menemui Tante Alev, seketika itu Ibu Dilara dan Kakek Rahmi terlihat khawatir.

Bibi Keriman di rumahnya sedang bersama Hacer membicarakan sesuatu Lalu Ayah Ozkan pulang dan Bibi Keriman langsung mengejarnya. Bibi Keriman meminta uang kepada Ayah Ozkan, dan Ayah Ozkan pun memberikannya sejumlah uang tetapi Bibi Keriman merasa masih kurang, akhirnya mereka berdebat dan Ayah Ozkan mendorong Bibi Keriman keluar dari kamarnya.

Di kamarnya, Ayah Ozkan tersenyum sendiri. Ia berdiri di depan cermin sambil bergaya.

Di tempat lain, Kakek Rahmi sedang bersama Tante Alev dan laki-laki yang pernah dipukul Ayah Cihan, mereka membicarakan tentang rencana mereka. Tampak Kakek Rahmi diperas oleh Tante Alev dan teman laki-lakinya itu.

CANSU HAZAL 55 ANTV

Sinetron Serial Turki Cansu dan Hazal yang berjudul asli Paramparça ini semakin menarik, rame, dan bikin penasaran ceritanya. Tak mau melewatkan episodenya. Pun kalau ketinggalan bisa TVoD UseeTVcom ya.

Kakak Ozan sedang bersama Paman Bahtiar di depan rumahnya. Mereka sedang berbincang. Tiba-tiba Kakak Muge datang menemui Kakak Ozan di sana. Kakak Ozan tampak sedikit terkejut, lalu ia memperkenalkan Kakak Muge pada Paman Bahtiar. Kakak Ozan membohongi Kakak Muge kalau Paman Bahtiar itu pamannya. Kakak Muge melihat ke dalam pekarangan rumah orang kaya itu. Ia mengagumi rumah besar itu. Setelah berbicara sebentar, Kakak Ozan mengajak Kakak Muge pergi dan  menggandeng tangannya berjalan ke suatu tempat.

Kakek Rahmi kembali ke kediaman keluarga Gurpinar dan ia menemui Ibu Dilara untuk menyampaikan sesuatu tentang rencana mereka. Sementara Hazal diam-diam masuk ke kamar Kakek Rahmi dan mengambil laptop Kakek Rahmi, ia meletakkannya di atas kasur, ia ingin melihat video apa yang ditonton Kakek Rahmi sebelumnya. Tiba-tiba terdengar suara Kakek Rahmi. Hazal yang gugup segera menutup laptop Kakek dan bergegas keluar. Kakek Rahmi terkejut Hazal ada di depan pintunya. Dengan nada marah dan penunjukan sikap kurang suka terhadap Hazal, Kakek Rahmi bertanya apa yang sedang dilakukan Hazal di depan kamarnya. Hazal yang gugup melontarkan jawaban kalau ia ingin meminta maaf pada Kakek. Kakek sangat terkejut bagaimana bisa seorang Hazal meminta maaf. Kakek pun bilang sudah mendengar permintaan maaf Hazal. Kakek meminta Hazal segera pegi dari hadapannya. Hazal pun pergi. Kakek Rahmi lalu masuk ke kamarnya. Kemudian menonton kembali video asli Ayah Cihan dan Tante Alev di laptopnya dengan senyum tawa.

Ayah Cihan sedang melihat kuda bersama dengan Ibu Gulseren, lalu Ayah Cihan menerima sebuah panggilan telepon, ia menyampaikan sebuah kabar baik kepada Ibu Gulseren. Mereka terlihat senang. Ayah Cihan menatap Ibu Gulseren dengan penuh cinta hingga Ibu Gulseren mengalihkan pembicaraan. Ibu Gulseren mengatakan hal tentang Cansu dan Kuda Amber. Ayah Cihan membelai rambut Ibu Gulseren dengan romantis.

Di sebuah tempat yang hijau, Tante Alev sedang syuting untuk sebuah acara televisi. Ia diwawancarai oleh seorang pembawa acara tentang masalah berita di surat kabar antara dirinya dengan Ayah Cihan.

Tante Candan datang menemui Ibu Dilara. Akan tetapi, Ibu Dilara tampak marah karena Tante Candan bersama dengan Ayah Ozkan di hari itu. Banyak sekali pria di Turki, tapi kenapa harus dengan psikopat itu? Tante Candan mencoba menjelaskan. Mereka pun mulai berdebat. Tante Candan mengatakan dengan kejadian ini ia tahu siapa sebenarnya Ibu Dilara, kenapa Ayah Cihan menceraikannya setelah 19 tahun pernikahan. Ibu Dilara meminta Tante Candan berhati-hati dalam berucap. Tante Candan pun pergi.

Ibu Gulseren sedang melipat pakaian ketika Cansu datang menghampirinya, mereka berbicara sebentar, “Ibu bekerja sepanjang hari. Kenapa ibu tidak istirahat saja?” lalu Ibu Gulseren menyalakan televisi. Cansu menyium ibunya itu lalu pergi ke kamar. Semua orang melihat televisi. Ibu Gulseren melihat itu dengan serius. Sementara Cansu melihat itu via laptop di kamarnya. Sementara Kakek Rahmi di kediamannya memanggil Ibu Dilara untuk segera ke ruang keluarga tersebut dan menonton bareng tayangan televisi yang menampilkan wawancara Tante Alev tentang Ayah Cihan. Sedang Ayah Cihan menonton acara tersebut bersama Paman Yildirim di kantornya. Ekspresi berbeda terlihat dari wajah mereka. Ibu Gulseren paling tampak sedih. Sementara Ibu Dilara sangat serius mendengarkan setiap kata-kata Tante Alev. Kakek Rahmi adalah orang yang ketawa-ketiwi bahagia melihat tayangan ini. Ia meracuni Ibu Dilara yang tampak takut untuk tertawa bersama. Ibu Dilara terlihat sangat khawatir, ia merasa ini sudah berlebihan. Tetapi Kakek Rahmi terus mempengaruhinya dan akhirnya ia pun tersenyum ketika Kakek Rahmi menyebutkan nama Ibu Gulseren sambil tertawa. Mereka merasa Ibu Gulseren akan sangat sedih melihat ini semua dan hubungannya dengan Ayah Cihan akan hancur. Ayah Cihan tak menduga apa yang ia lihat di TV itu. Ayah Cihan bilang ke Paman Yildirim kalau apa yang dikatakan Tante Alev itu adalah kebohongan. Ayah Cihan berniat ingin menghancurkan wanita itu.

ER

Erkan Petekkaya sebagai Cihan Gürpınar dalam screenshot tayangan sinetron Cansu dan Hazal episode tayang 55 di ANTV pada Sabtu, 31 Oktober 2015 pukul 20.30 WIB

Cansu melihat ibunya terdiam di depan TV, ia pun berlari mendekat dan memeluk ibunya sambil menangis. Ibu Gulseren berusaha menenangkan Cansu.

Ayah Cihan mencoba menghubungi Tante Alev tapi tidak tersambung. Ayah Cihan dan Paman Yildirim pun berpikir keras untuk masalah ini dan  mereka mengatur strategi untuk menghadapi Tante Alev.

Cansu membukakan pintu saat Ayah Cihan datang. Saat melihat ayah yang membesarkannya itu, ia langsung berlari ke kamarnya dan menangis. Ayah Cihan mendekati Ibu Gulseren dan mengatakan sesuatu. Ibu Gulseren tampak masih kecewa pada Ayah Cihan. Ayah Cihan mencoba menjelaskan tapi tampaknya Gulseren masih sedikit meragukannya, Ayah Cihan pun pergi dan Ibu Gulseren memanggilnya lalu mengatakan sesuatu pada Ayah Cihan kalau ia percaya padanya. Ayah Cihan pun tak menengok ke belakang dan meninggalkan Ibu Gulseren. Ibu Gulseren memikirkan hal itu di kamarnya sedang Ayah Cihan di kantornya.

Esok harinya, Ibu Dilara akan pergi keluar dan ia berpapasan dengan Kakek Rahmi yang juga akan pergi. Mereka membicarakan sesuatu di sana sedang Hazal mendengarkan pembicaraan merka dari kejauhan. Setelah Ibu Dilara dan Kakek Rahmi pergi, Hazal kembali masuk ke kamarnya dan sepertinya ia memikirkan apa yang ia dengar barusan.

Ibu Dilara datang ke toko roti Ibu Gulseren dan melihat kue-kue yang dipajang di etalase. Ibu Gulseren menghampiri dan bertanya pada Ibu Dilara. Ibu Dilara mengatakan sesuatu yang cukup menyakitkan bagi Ibu Gulseren. Ibu Gulseren hanya diam sampai Dilara pergi dari sana. Ibu Gulseren hampir terjatuh dan ia menahan air matanya keluar

Ayah Cihan sedang bersama dengan Paman Yildirim di kantornya. Mereka sedang memikirkan solusi dari masalah ini. Ayah Cihan terlihat marah saat melihat apa yang ia lihat di laptopnya, Paman Yildirim juga ikut kesal saat itu. Ayah Cihan pergi dan Paman Yildirim berusaha mencegahnya. Mereka berbicara di depan Café. Paman Yildirim mengingatkan Cihan akan sesuatu hingga mereka berdebat. Paman Yildirim meminta Ayah Cihan untuk berpikir lebih jernih. Tidak dengan emosi yang hanya akan menyenangkan pihak yang merugikan tersebut. Ozan datang dan mendengar perdebatan mereka. Lalu ia mengatakan bahwa apa yang dikatakan Paman Yildirim itu benar. Ayah Cihan mencium pipi Ozan penuh kasih sayang.

Di toko, Tante Deriya dan Tante Fazilet sedang menenangkan Ibu Gulseren yang sedang bersedih. Tante Deriya mengajak Ibu Gulseren pergi untuk menemui seseorang.

Kakek Rahmi sedang bersama seseorang. Ia melihat rekaman CCTV di klub saat malam kebakaran itu. Ia melihat Hazal yang keluar dari club dengan kesakitan dan menaiki taksi pergi dari sana.

CANSU

Alina Boz sebagai Hazal Gülpınar dalam screenshot tayangan sinetron Cansu dan Hazal episode tayang 55 di ANTV pada Sabtu, 31 Oktober 2015 pukul 20.30 WIB

Sementara Hazal di kamarnya berpikir sesuatu, ia mengambil flashdisk-nya dan pergi ke kamar Kakek Rahmi. Ia menyalin video asli Ayah Cihan dan Tante Alev dari laptop Kakek Rahmi ke flashdisk-nya lalu kembali ke kamarnya dan menyalin kembali ke laptopnya. Hazal tersenyum puas.

Ibu Gulseren dan Tante Deriya datang menemui Tante Alev untuk membicarakan sesuatu, tentang kue. Tapi Tante Alev menolak dengan banyak alasan. Saat Ibu Gulseren akan pergi, Tante Alev menjawab telepon dari Ayah Cihan yg marah-marah padanya. Ibu Gulseren dan Deriya sangat terkejut melihatnya. Tante Alev menyebutkan nama Ibu Dilara dan mencoba menenangkan Ayah Cihan, tapi Ayah Cihan sangat marah. Seketika datang Paman Yildirim merebut ponsel Ayah Cihan untuk menghentikan emosi Ayah Cihan. Mereka tidak memutuskan telepon sehingga pembicaraan mereka direkam oleh Tante Alev.

Ibu Gulseren sudah pergi saat itu, Tante Deriya mengatakan sesuatu dan Ibu Gulseren sepertinya tak sanggup lagi berjalan, ia tak percaya dengan apa yang ia dengar. Ibu Gulseren marah sambil menangis saat berbicara pada Tante Deriya. Lalu Tante Deriya menggandeng Ibu Gulseren saat berjalan pulang

Tante Candan sedang berada di rumahnya. Ia menerima sebuah surat dari Ibu Dilara, Tante Candan mencoba menghubungi Ibu Dilara tapi Ibu Dilara malah me-reject panggilan tersebut dengan mematikan ponselnya. Tante Candan tampak marah dengan sikap Ibu Dilara.

Kakek Rahmi sedang duduk di taman rumah dengan orang suruhannya. Mereka membahas sesuatu di sana. Lalu Ibu Dilara datang dan Kakek Rahmi memperkenalkan laki-laki itu pada Ibu Dilara. Setelah laki-laki itu pergi, Ibu Dilara dan Kakek Rahmi melanjutkan pembicaraan mereka.

Ozkan sedang berada di bengkel temannya. Kemudian, Tante Candan datang  menemuinya. Tante Candan mengatakan sesuatu pada Ozkan dan Ozkan terkejut mendengarnya. Tante Candan menyebutkan tentang Cansu. Apakah Ozkan tidak ingin menambahkan nama belakangnya pada Cansu, putrinya.

Tante Deriya dan Tante Fazilet sedang membicarakan tentang masalah Ibu Gulseren dengan Ayah Cihan sedangkan Ibu Gulseren sedang membuat adonan kue dengan rasa kesal. Lalu Bibi Keriman datang ke toko sambil mencuri beberapa kue dari etalase. Ibu Gulseren menemuinya dan Bibi Keriman sepertinya mengatakan sesuatu tentang berita Ayah Cihan, Ibu Gulseren marah dan menyuruhnya pergi dari sana. Ibu Gulseren sangat marah. Ia berjalan ke dapur dan melemparkan semua yang ada di meja ke lantai. Ibu Gulseren menangis dan berteriak. Ia tak sanggup dengan apa yang sudah terjadi padanya. Tante Deiya dan Tante Fazilet juga ikut menangis melihat Ibu Gulseren seperti itu.

Pemain Sinetron Cansu dan Hazal

  1. Erkan Petekkaya sebagai Cihan Gürpınar
  2. Nurgül Yeşilçay sebagai Gülseren Sönmez Gülpinar
  3. Cemal Hünal sebagai Alper Tek
  4. Ebru Özkan sebagai Dilara Gürpınar
  5. Güneş Emir sebagai Solmaz Tek
  6. Tolga Tekin sebagai Özkan Gülpınar
  7. Nursel Köse sebagai Keriman Akçatepe
  8. Leyla Tanlar sebagai Cansu Gürpınar
  9. Alina Boz sebagai Hazal Gülpınar
  10. Burak Tozkoparan sebagai Ozan Gürpınar
  11. Civan Canova sebagai Rahmi Gürpinar
  12. Ahu Yağtu sebagai Candan
%d blogger menyukai ini: