SINETRON HAREEM


Label : Dewasa (D)

Tommy Kurniawan-Shandy Aulia-Teddy Syach dalam Sinetron Hareem

Tommy Kurniawan-Shandy Aulia-Teddy Syach dalam Sinetron Hareem di Indosiar.

Terimakasih kepada blogvoters (pemirsa) yang telah berkomentar pada Sinetron Hareem. Karena Sinetron Hareem sudah selesai tayang (open ending ke Sinetron Inayah) Maaf untuk halaman/entri ini komentar telah ditutup, sudah penuh. Untuk dapat berkomentar lagi, silahkan menuju (klik) link biru berikut:

https://pangeran229.wordpress.com/2009/03/31/sinetron-inayah/

  1. Mascha
    Selasa, 24 Februari 2009 pukul 00:01 | #1

    Saya suka banget film Hareem. Dari akting pemeran utamanya; Shandy Aulia dan Tommy Kurniawan sangat menggugah para hati pemirsa, khususnya saya. Sukses untuk Hareem.

  2. dehli
    Selasa, 24 Februari 2009 pukul 09:24 | #2

    hareem…….
    sinetron nie sih bagus
    dan bisa cerminan untuk orng2 yg pnya istri lbh dri 2
    ya…itung2 biar ng’ pilih kasih..
    Tpi yg gk aq ska kan
    shandy aulia tu bukan muslim
    tpi koq bisa sutradara pilih dy
    ya.. udah moga sinetronnya sukses ya

  3. Rahma
    Selasa, 24 Februari 2009 pukul 12:29 | #3

    Pertama kali liat sinetron ini, aku langsung jatuh hati. Apalagi liat aktingnya Umi Salma n Umi Ita yang bijaksana, wah makin kesengsrem deh ama sinetron ini. Tapi, kenapa Umi Salma harus meninggal? Padahal menurutku ceritanya bisa tambah seru kalau Umi Salmanya masih ada.
    Sukseslah buat Hareem………

  4. Aku
    Selasa, 24 Februari 2009 pukul 21:44 | #4

    Klo g ska nonton film ni, lbh baek g usah nnton.
    Ni film syuting’y dmna tow?
    Koq mobil2 yg dipake syuting platnya AB ya? Plat AB kan Jogja, brarti syuting’y dijogja jg pow.

  5. Aku
    Selasa, 24 Februari 2009 pukul 21:53 | #5

    Klo ga ska ama ni film ga usah nonton aja.
    Bdw syuting film’y dmna tow?
    Koq kyak’y mobil2 yg dpake syuting plat’y AB ya? Apa syuting’y di jogja juga?

    • astry
      Rabu, 25 Februari 2009 pukul 09:22 | #6

      Duh cuma mikirin mata perorangan ya? fikirin tuh generasi muda, dan citra islam.

      Ko anda polos bgt ya, dialognya aja jawa ya menggambarkan di Jogja. Walaupun aslinya ga di Jogja, platnya kan bisa di ganti. Saya pernah liat ada lokasi, yang sebenernya itu di Jakarta/Bogor.

      Dong,,dong…

  6. Aku
    Selasa, 24 Februari 2009 pukul 22:02 | #7

    Iya ya, klo umy salma msih hdup psti critanya lbih seru. Buat umy ita, jgan mau klah ama umy desy ya?
    Mudah2an ni film lama2 ga kyak muslimah yg critanya tambah muter2 ja n ga jlaz.

  7. mel
    Selasa, 24 Februari 2009 pukul 23:36 | #8

    waduhhhh……..hari ini sinetron hareem bener2 memuakkan.mana ada si orang yang sekejam kayak umi desi?masa mencelakakan anak yang tak berdosa????????sadar umi desi…jadi orang jangan terlalu berhati busuk……g takut ma karma ya????????

  8. Triani
    Rabu, 25 Februari 2009 pukul 06:38 | #9

    Masyarakat kita ini sudah pada pinter, so mereka dah bisa menganalisa dan menterjemahkan sinetron mana yang baik untuk dilihat dan mana yang tidak baik. Menurut saya Sinetron Harem ini bagus, cuma memang terlalu berlebihan dalam mengekploitasi kebencian dan kekerasan. Yang saya khawatirkan justru anak-anak yang menonton sinetron ini akan meniru adegan kekerasan yang ada dalam sinetron ini. Kalo boleh saran, tolong adegan kekerasan dan kebenciannya agak dikurangi ato kalau mungkin disensor, misalnya adegan bunuh diri seperti yang dilakukan oleh Rahma, adegan menusuk perut pake pisau yang dilakukan Umi Desi kepada Inayah, adegan menyiram saos sambal kepada bayi Inayah yang masih lemah di inkubator dan lain-lain.

  9. astry
    Rabu, 25 Februari 2009 pukul 09:19 | #10

    Pertama liat saya kira ini hanya cara sutradara menyampaikan ajaran islam, bagaimana menyikapi kehidupan yg keras. Tapi makin ke sini saya semakin tau kalau yang membuat cerita ini ga tau tentang ajaran islam, buktinya :
    1. Rahma menikah dengan Refi, padahal mereka sodara tiri. Mereka tidak boleh menikah sementara sampai hubungan keluarganya terputus.
    2. Rahma masih dalam masa iddah, baru 1 hari bercerai sudah menikah lagi.
    Ini yang paling menonjol, belum yg lain2..
    Ini pengajaran kekerasan secara terselubung, lebih kejam dr pada Saw

  10. Rabu, 25 Februari 2009 pukul 09:43 | #11

    Aku adalah salah satu yang suka nonton sinetron tapi gak semua sinetron lo. Setelah aku simak-simak. Kok kebnyakan sinetron yang berbau islami selalu ada kekerasan yang tajam, sangat tidak mendidik masyarakat apalagi anak-anak, ini kan cerita religi. Kebanyakan di dlm cerita tidak ada solideritas. Kalo menayangkan sinetron kekerasan sebaiknya di atas jam 21.00 supaya tidak ditonton anak-anak. Sudah banyak ada kekerasan di luar sana mungkin salah satunya mereka meniru adegan di sinetrn. Perhatikan jiwa nyata dimasyarakat bung.

  11. hobby
    Rabu, 25 Februari 2009 pukul 13:16 | #12

    sinetron hareem perlu diperbaiki lagi dong, masak pemeran utamanya selalu aja dibuat tidak berdaya, pakai menyebut nama Allah, selalu berdoa dan meminta pertolongan kepada Allah terus tapi tidak pernah di kabulkan, seakan-akan Allah tidak punya kuasa apa-apa. sungguh menyebalkan, ingat !!! Allah SWT adalah segala-galanya.apalagi sinetron relegi, tunjukkan kekuasaanNya. hanya bisa membuat kejelekan aja terus-menerus sedang pembalasan kebaikannya tidak pernah ada sama sekali. biar enak di tonton keluarga. trims

  12. Rabu, 25 Februari 2009 pukul 14:06 | #13

    hai.. ka^ shandy,,, apa kabar??
    aku reda ,, kaka^ bagus dech ekting nya main sinetron “HAREEM”

Comment pages
Komentar ditutup.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 62.350 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: